Pemain Liga 4 yang menendang dada lawan, apa artinya?
Dalam laga Liga 4 Jawa Timur, Pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar mempertontonkan aksi tidak suportif menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar grup.
Akibat tindakan tersebut pemain tersebut terkapar dan harus ditandu keluar untuk dirawat di ambulans.
Klubb Putra Jaya Pasuruan memecat Hilmi dari skuad karena menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha.
Sementara itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi bermain seumur hidup kepada Hilmi.
Pemain yang melakukan tindakan tidak suportif tersebut, selain dipecat dari klubnya, juga mendapatkan sanksi hukuman denda senilai Rp 2.5 juta.
Saksi mata: "Hukuman itu kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan [aturan] dengan melakukan tindakan yang sama. Sepak bola bukan bela diri"
Mengenai sanksi Komdis, Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat menjelaskan bahwa Hilmi dikategorikan telah melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat.
Dalam laga Liga 4 Jawa Timur, Pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar mempertontonkan aksi tidak suportif menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar grup.
Akibat tindakan tersebut pemain tersebut terkapar dan harus ditandu keluar untuk dirawat di ambulans.
Klubb Putra Jaya Pasuruan memecat Hilmi dari skuad karena menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha.
Sementara itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi bermain seumur hidup kepada Hilmi.
Pemain yang melakukan tindakan tidak suportif tersebut, selain dipecat dari klubnya, juga mendapatkan sanksi hukuman denda senilai Rp 2.5 juta.
Saksi mata: "Hukuman itu kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan [aturan] dengan melakukan tindakan yang sama. Sepak bola bukan bela diri"
Mengenai sanksi Komdis, Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat menjelaskan bahwa Hilmi dikategorikan telah melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat.