wahhh sepakbola gini bisa jadi drama banget, tapi sepakbola adalah olahraga yang harus diperjuangkan dengan aturan, kalau pemain sendiri saja aja kalah gak apa2 lagi, di balik punggung pemain lain.
Haha kan cak.. aksi yang dilakukan Hilmi itu bikin ngiler sama sekali! Menendang dada lawan bukan cara untuk menang, tapi bikin lawan jatuh ke tanah . Sanksi seumur hidup kayak apa? Paling tidak dia harus bermain di luar negeri atau sesuatu kayaknya . Atau mungkin komdisnya yang salah, bilang ayo, jangan serius banget gitu! Sepakbola bukan untuk menunjukkan kekuatan fisik, tapi untuk berteman dan saling menghormati . Hilmi harus belajar dari kesalahan itu, kan?
kira-kira aksi Hilmi nanti siapa yang mau main dengeran? kan dia sengaja menendang dada lawannya, itu bukan cara main sepatu. dan kalau dia gak peduli dengan aturan, klubnya sapa sih yang akan jaga dia? kalau gak ada klub, nanti gini aja!
Aku penasaran sama aksi Hilmi itu , siapa yang bilang sepak bola bukan bela diri? tapi kalau benar-benar tidak suportif seperti itu, itu bikin kebuntuan di lapangan . aku bayangkan kalau pemain lawan itu terluka parah, apa yang akan kira-kira? tapi sepak bola adalah olahraga yang harus dipertahankan dengan aturan, jadi aku setuju sama sanksi yang diberikan kepada Hilmi . tapi aku juga tahu kalau kebanyakan pemain Liga 4 memang terlalu gila dan tidak mau mendengarkan instruksi dari pelatih . sepak bola itu harus dimainkan dengan sportivitas, bukan semata-mata ingin menang .
Eh, bisa dibilang si Hilmi gak punya akal ya? Tendang dada siapa aja, itu ngeri banget! Makin seneng melihat klubbnya memecatnya, toh kalau hilangin dia, tentu ga ada lagi yang gak peduli. Sanksi seumur hidup di Komdis juga pas banget, gak perlu banyak kata-kata untuk mengatakan dia gak bisa bermain lagi. Siapa tahu si Hilmi deh lama ini suka ngeremehin lawannya, kayaknya ini dia belajar kesalahan-nya.