Polisi Bongkar Markas Judol di Tabanan, 35 WN India Tersangka

Polda Bali Bongkar Kasus Judol Online di Tabanan, 35 WN India Tersangka

Polisi kabupaten tabanan melakukan operasi penangkapan terhadap kasus judol online yang beroperasi di daerah tersebut. Pada Selasa (3/2/2026), polisi menggerebek markas judi yang berada di dalam vila di Jalan Subak Daksina, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dan Jalan Raya Munggu, Desa Cepaka, Tabanan.

Dari hasil pemeriksaan, 39 orang laki-laki warga negara India (WN) yang masuk ke Indonesia menggunakan visa turis telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, empat orang diperiksa sebagai saksi dan diserahkan ke pihak imigrasi untuk diproses sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kasus ini dimulai pada tanggal 15 Januari 2026 ketika Ditressiber Polda Bali menemukan sebuah akun Instagram yang diduga melakukan promosi situs judol. Pemimpinnya adalah seorang warga negara India yang berperan sebagai admin dan telemarketing untuk menawarkan portal judi online melalui media sosial, menerima registrasi calon-calon pemain, menerima deposit, kemudian menjalankan withdrawan (penarikan).

Transaksi di dalam situs tersebut menggunakan bank yang ada di India, tetapi situs tersebut memang dapat diakses oleh semua orang yang mengetahui tautannya. Pihak polisi menyatakan bahwa omzet dari operasional mereka sekitar Rp4 miliar per TKP.

Dalam kasus ini, terdapat beberapa barang bukti yang diamankan, seperti 3 unit monitor, 42 unit telepon genggam, 15 unit laptop, 3 unit komputer, serta 2 unit router. Mereka beroperasi mulai November 2025 di Munggu dan Desember 2025 di Canggu dengan mengincar warga negara asing.

Para tersangka diduga memiliki motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dari hasil promosi situs judol. Pihak polisi juga menemukan bahwa mereka menggunakan VPN untuk menyembunyikan portal judol tersebut.

Sementara itu, Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Bali, Kombes Pol. Aszhari Kurniawan mengungkap bahwa para pelaku ini memiliki perjanjian gaji setara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan untuk bekerja di Indonesia.
 
ini kasusnya lagi, siapa tahu nanti mereka akan mau jawab tentang bagaimana mereka bisa begitu ambisius dan mendapatkan uang sebesar itu dari situs judol online yang ilegal. tapi apa yang paling berkecimpung di hati saya adalah kenapa banyak warga negara asing seperti itu yang datang ke sini tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat lokal, apalagi dengan cara mengincar warga negara asing dan membunuh pekerjaan mereka. toh benarkah ini bisa jadi contoh tentang bagaimana sistem hukum kita ini tidak cukup kuat dalam menghadapi kasus seperti ini?
 
Bisak, kasus ini terasa agak parah banget ya! Siap-siapnya bawa 35 WN India ke penangkapan ini? Masih ada apa-apa yang bikin mereka terjebak dalam kasus judol online ini? Aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang bikin mereka memilih Indonesia sebagai tempat beroperasi situs judi ini. Dan, siap-siapnya punya VPN untuk menyembunyikan portal judol? Gak bisa kayak gini aja... 🤔
 
Makasih ya kepolisian yang serius ini! Tapi, kan kita already know bahwa kasus judol online ini udah berlangsung lama banget. Apalagi kalau para pelaku ini punya akses ke bank India? Gini sih, bagaimana kalau mereka bisa terus beroperasi setelah begitu lama? Mungkin perlu ada langkah tambahan yang lebih ketat lagi ya. Dan siapa tahu, apakah tidak juga ada korban yang kehilangan uang karena promosi tersebut?
 
Wah, kasus ini kayak banget! 39 WN India bisa ditangkap karena judol online? Padahal mereka hanya cari nafkah sih. Makanya, aku pikir perlu ada regulasi yang lebih ketat lagi untuk orang asing yang ingin kerja di Indonesia. Aku juga rasa tidak enak hati kalau mereka harus dibawa ke saksi, tapi sepertinya itu sudah pasti aja. VPN-nya kayak jebakan gampang. Maksudnya, jika bukan dengan VPN, mereka juga akan tangkap sih. Aku senang sekali polda Bali bisa menangkap kasus ini, tapi aku juga rasa perlu ada lebih banyak upaya untuk mencegah kasus-kasus seperti ini di masa depan ya... 🚔😬
 
Makasih ya kabar itu! Kasus ini memang bikin penasaran, tapi nggak bisa dipungut tawanan apa lagi? Wah, 39 orang WN India yang masuk ke Indonesia menggunakan visa turis dan ternyata jadi administrator situs judol online? Makanya nggak ada yang bingung ya kalau polda Bali bikin operasi penangkapan? 🤣

Saya pikir yang seru adalah mereka menggunakan VPN untuk menyembunyikan portal judol, tapi nggak bisa sembarangan aja, karena pihak polisi sudah menemukan barang bukti dan perjanjian gaji yang ditawarkan. Nah, 4 jutaan per bulan? Wah, itu bikin makin bingung lagi! Mungkin kalau mereka tidak melakukan kasus ini, mereka bisa berganti jalur karir yang lebih produktif, kayaknya.
 
Menganga sih kasus ini, 35 WN India kena ditangkap karena judol online. Makin aja bingung nih, siapa yang mengatakan ada sesuatu yang salah dulu? Ada keuntungan untuk mereka, tapi kalau kita lihat dari sisi positif, pihak polisi sudah berhasil menangkap kasus ini dan mungkin bisa mencegah lebih banyak orang terlibat dalam hal ini. Dan lagi, Rp4 miliar itu gampangnya seberapa lho?
 
ops, kasus judol online yang populer di luar negeri ternyata juga memukul Bali 🤯. tapi, apakah benar-benar semua pihak yang terlibat ini hanya ingin mendapatkan keuntungan ekonomi? 🤑 perlu dijadikan saksi bahwa ada beberapa faktor lain seperti penipuan atau bahkan eksploitasi yang bisa kita lihat dari cara kerja portal judol tersebut. dan siapa yang bilang bahwa semua warga negara India yang terlibat ini hanya memiliki motif ekonomi? 🤔 perlu diperiksa juga bagaimana para pelaku ini mengatur dan menyembunyikan VPN-nya, apakah benar-benar mereka tidak ada niat lain di balik tindakan mereka.
 
Maaf kalau aku tidak fokus banget, aku sedang ingatin aku harus beli tiket pesawat ke Lombok nanti minggu 🛫️. Tapi apa lagi kasus ini? Kasus judol online di Tabanan ini udah seru banget! Mereka punya situs yang bisa djangit oleh semua orang, tapi gak ada regulasi apa-apa! Aku rasa itu cara kerja yang konyol, sih. Dan motif ekonomi gak salah, kalau aku masuk ke Indonesia dan aku bisa mendapatkan uang Rp4 jutaan per bulan? 🤑 Tapi aku rasa pihak polisi udah lakukan yang benar, penangkapan ini penting banget! Aku rasa aku akan lebih hati-hati ketika aku memesan tiket pesawat nanti 😅.
 
Merasa jadi rasa penasaran sih kalau bagaimana orang India yang datang ke Indonesia, nih punya motif apa buat terjun di dunia judol online 😕. Dalam 4 tahun terakhir ini, banyak kasus seperti ini terjadi di Bali, dan saking populernya, bisa dikatakan bahwa judol online sudah menjadi bagian dari budaya daerah 😅. Tapi, benar-benar, siapa tahu bagaimana motif sebenarnya mereka, kalau ada yang bisa membantu mengatasi masalah ini, nanti kita bisa ngobrol deh 🤔.
 
Apa lagi kasus yang bikin kita Indonesia jadi sorotan dunia? Judol online di Bali ini pasti hanya awalnya dari kasus besar, kayaknya ada yang lebih besar di baliknya... Siapa tau kalau itu bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang cara menguntungkan diri dengan cara negatif, apalagi dengan menggunakan VPN sih... Wah, Rp4 juta per bulan untuk bekerja di Indonesia, itu bayang-bayang gaji utama, kayaknya mereka yang nggak punya pekerjaan di luar negeri...
 
Hehe 😂 kasus judol online di Bali ini lagi-lagi mengejutkan kita ya! 🤯 39 orang WN India nggak bisa disangka-sangka nih, bisa jadi punya latar belakang ekonomi yang kurang makin. Mau dipikirin apakah itu karena banyaknya warga negara asing di Bali yang nggak memiliki tempat tinggal atau apa? 🤔

Saya rasa penting banget bukti bahwa mereka menggunakan VPN, kalau tidak kalo aja penangkapan ini gak akan bisa dilakukan. Dan siapa tahu kasus ini bisa menjadi contoh bagi orang-orang lain yang ingin berjudi online di Indonesia. 📣

Saya rasa pihak polisi harus terus banget berhati-hati dalam menginvestigasi kasus ini, karena kalau tidak benar-benar semua bahan bukti sudah ada maka ini akan menjadi contoh bagi mereka yang ingin melakukan hal yang sama. 💡
 
🤔 kasus judol online ini makin seru banget 🤑! 39 WN India? itu berarti ada banyak yang terlibat, apa bisa dicoba koreksi siapa saja yang salah? tapi ya, polisi sudah berhasil menangkap dan bawahan-bawahan ini punya motif ekonomi, siapa tahu mereka mau ganti kehidupan 🤞. tapi, perlu diingat bahwa sengaja atau tidak, kasus ini memang membuat banyak orang khawatir tentang keamanan online di Indonesia 🚨💻
 
Gue pikir 39 WN India itu bisa saja tidak bersalah, tapi juga gue rasa mereka pasti bersalah ya 🤔. Gue melihat dari sisi ekonomi, siapa yang tidak ingin mendapatkan keuntungan dari hasil promosi situs judol, kan? tapi sama-sama gue pikir mereka harus dihukum ya 🚫. dan apa dengan 4 orang diperiksa sebagai saksi, kalau sudah bukti yang jelas, kenapa masih perlu disaksikan sih? gue rasa semuanya terlalu kompleks banget 🤯. tapi juga gue pikir pihak polisi harus lebih berhati-hati, kan? jangan biar mereka salah menangkap orang yang tidak bersalah... ataukah gue salah, sih? 🤷‍♂️
 
Saya pikir terdapat hal yang salah di sini, ya! Kasus judol online ini memang harus diatasi, tapi polisi juga harus lebih fokus pada mengatur sistem keamanan dan pengawasan yang baik agar tidak ada lagi kasus seperti ini terjadi. Dan juga kita harus berhati-hati dengan orang-orang asing yang datang ke Bali tanpa visa yang benar, karena itu bisa jadi bawaan dari kasus ini. Saya rasa polisi harus lebih berhati-hati dalam mengawasi situs judol online di Bali. 🙏
 
Gue rasa kasus ini benar-benar seru lho, siapa tahu gue punya rekomendasi situs judi online yang aman deh 😂. Tapi, gue juga paham kalau judi online itu boleh jadi ilegal nih, karena banyak orang yang terjebak dalam permainan yang tidak terkendali. Gue harap kasus ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online dan memberikan dampak positif bagi orang-orang yang tersangka. Selain itu, gue juga ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana pihak kepolisian bisa mengatasi kasus ini dengan lebih efektif nanti 🤔.
 
🤔 apa sih yang terjadi disini... 35 WN India tersangka karena judol online? gimana caranya yang judol online bisa beroperasi di Bali, dekat tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi? ini bikin aku curious banget. mungkin ada sesuatu yang tidak terduga lagi... perlu diinvestigasi lebih lanjut. siapa nanti yang akan menghadapi hukuman karena judol online?
 
Makasih ya polda bali yang nggabul kasus judol online di tabanan 🙏! Aku pikir itu sangat masalah, tapi aku senang lihat polisi Indonesia yang kuat sekali dalam mengatasi kasus-kasus seperti ini. Visa turis itu memang bisa digunakan untuk kegiatan lain juga, jadi aku paham kenapa mereka nggabul aja. Tapi aku pikir 4 juta rupiah per bulan gaji itu lagi-lagi masalah besar kan? Bagaimana kalau mereka mau bekerja di Indonesia dengan niat yang benar? Aku yakin ada banyak pekerja yang suka kerja di Indonesia tapi tidak bisa cari pekerjaannya karena alasan ekonomi.
 
omong omongan di Bali banget, kasus judol online yang beroperasi secara terbuka aja. siapa tahu nggak ada yang salah dengan promosi situs judi online, tapi kalau udah menawarkan keuntungan dari hasilnya, itu udah masuk akal buat pihak polisi mengambil tindakan. kasus ini bikin kita ingat lagi pentingnya kesadaran dan perlindungan dari diri sendiri dalam berinteraksi dengan media sosial.
 
Aku pikir cara polda bali yang menangkap kasus judol online di tabanan itu nggak tepat, ya? Mereka ngasih visa turis ke warga india dan langsung ditetapkan sebagai tersangka? Apalagi kan mereka aja cuma ngicar-icip sambil di indonesia aja. Tapi polda bali itu juga harus berhati-hati karena kasus ini bisa bikin gempa gelombang ke permukaan dan membuat banyak orang terkena bahaya.
 
kembali
Top