Kemenag Usul Insentif Guru Honorer Non-Sertifikasi Rp400 Ribu

Kemenag Usulkan Insentif Guru Honorer Non-Sertifikasi Rp400 Ribu, Bangun Harapan Kesejahteraan Guru Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusul kenaikan insentif bagi guru madrasah honorer yang belum sertifikasi menjadi Rp 400 ribu per bulan. Usulan ini diusulkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru, dengan angka tersebut naik dari sebelumnya Rp 250 ribu.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Fesal Masaad, mengatakan bahwa usulan ini akan dibahas lintas kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). "Ke depan kita akan usulkan untuk kenaikan menjadi Rp 400 ribu. Rp 400 ribu itu belum termasuk gaji dari yayasan, gaji dari madrasah," kata Fesal.

Saat ini, Kemenag memberikan tunjangan insentif sebesar Rp 250 ribu per bulan kepada 427 ribu guru honor madrasah yang belum tersertifikasi dan berstatus non-PNS. Fesal menjelaskan bahwa insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer yang menerima penghasilan bervariasi dari komite sekolah, dana BOS, maupun yayasan.

Selain insentif bulanan, Kemenag juga memberikan tunjangan khusus bagi guru non-PNS dan non-sertifikasi yang mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tunjangan tersebut sebesar Rp 16 juta per tahun atau sekitar Rp 1,3 juta per bulan.

Fesal menyebutkan bahwa tunjangan khusus tersebut telah disalurkan kepada 8.613 guru madrasah dengan total anggaran sekitar Rp 102 miliar dan biasanya dibayarkan secara bertahap setiap tiga bulan.
 
aku rasa kalau kenaikan insentif itu tidak wajar, tapi aku juga paham kalau gurunya banyak yang sudah lama bekerja tanpa sertifikasi, padahal mereka masih harus membayar biaya hidup seperti orang biasa. tapi aku pikir Rp 400 ribu per bulan itu terlalu sedikit, aku rasa kemenag seharusnya mempertimbangkan angka lebih banyak lagi, misalnya Rp 1 juta per bulan atau bahkan lebih tinggi lagi, biar gurunya tidak lagi merasa kesepian dan tidak dihargai.
 
Aku pikir gaji yang diusulkan itu belum cukup. Apa yang mau diharapkan nanti? Jadi rata-rata penghasilan mereka masih di bawah kenaikan ini, kan? Maksudnya, gajinya masih sama seperti sebelumnya, tapi ada insentif tambahan Rp 150 ribu saja per bulan. Itu masih banyak juga yang kurang dari Rp 400 ribu, nih.
 
ini nggak adu aja, kalau gurunya sudah sertifikasi bisa ambil insentif yang lebih banyak, tapi apakah gurih atau apa? gue rasa insentif Rp 400 ribu per bulan untuk guru honorer non-sertifikasi di madrasah itu lumayan banget! tapi gue penasaran, apa asal usul penghasilan gurunya itu, bisa nggak seragam?
 
Saya pikir kalau insentif Rp 400 ribu itu agak terlambat nih, kalau tidak ada komitmen yang sebenarnya dari pemerintah tentang kesejahteraan guru madrasah, apa karna itu lagi? Tapi saya juga paham bahwa hal ini perlu dilakukan karena banyak sekali guru honor yang merasa tidak dihargai dan kurang terlindungi. Saya ingin melihat bagaimana implementasinya nanti, apakah benar-benar ada perubahan dalam kehidupan mereka dan bukan hanya sekedar angka-angka yang dibawa keluar pemerintah.
 
aku rasa gak terlalu banyak, Rp 400 ribu masih di bawah standar hidup normal ya 🤔, kalau mau buat gurus yang tidak sertifikasi jangan lupa memberikan beasiswa atau dana pendidikan untuk anak-anak mereka, biar bisa belajar nanti 📚👧
 
Guru-hu sih serius-serius diperlakukan, tapi nggak ada yang jadi, insentifnya tetep sama aja... Rp 400 ribu kayak apa, bisa nyari uang dengan gaji madrasah yang kurang aja? Kita harus lihat juga bagaimana caranya agar insentif ini tidak terbuang-biarkan kaya kue.
 
Guru honorer malas-malasan aja di pegang giliran ini, siapa bilang gaji Rp400 ribu masih kurang? Seringkali guru honorer tidak pernah mendapatkan upah yang sama seperti guru PNS, kayaknya kalau insentif menjadi Rp400 ribu itu harus dibayarkan dari sisa dana yang ada.
 
Guru-huru di Madrasah itu saking kurang dihargai kan? Insentif Rp 400 ribu mulai dari sekarang udah baik banget. Sudah lama aja ada yang mengajar, tapi masih harus hidup seperti anak kecil. Belum termasuk gaji dari yayasan atau madrasah, jangan sabar-sabaran ya. Kita harus mendukung supaya guru tidak lagi kesepian di tanah air kita 🤝
 
Maksudnya siapa yang sibuk ya? Kenaikan insentif itu harusnya sudah ada dari dulu kan? Tapi kalau bukan, ayo kalimat-kalimat 'tinggal' di mulut pemerintah kayaknya jangan terlupakan lagi 🙃. Rp 400 ribu juga lumayan kaya kan? Bayangin dong, kalau kita punya anak muda yang serius nggak mau jadi guru madrasah honorer karena tidak bisa menghasilkan uang yang cukup... Ayo, pemerintah, cari cara buat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kayaknya kalau bisa juga cari cara buat meningkatkan penghasilan kita 🤑.
 
Gak bisa percaya kayak gini, bro 🤯. Guru honor di sekolah non sertifikasi di Indonesia masih harus keberatan nanti kena insentif sebesar Rp 400 ribu per bulan? Saya bayangin bagaimana nantinya sih kalau semua guru di Indonesia punya uang itu... 😴. Kita jadi paham kan sih mengapa banyak guru di luar negeri yang lebih suka ngajar di sini 🤦‍♂️.
 
omg gue pikir aja insentif ngehonorer non sertifikasi kayak ngaliput kaya nih 😂. kemenag memang ingin meningkatkan harapan kesejahteraan para guru madrasah honorer, tapi sih nanti bagaimana kalau ada yang cuman niat lupa ya? 🤷‍♂️. tolong2 aja gue jangan main kecewa sih, gue percaya insentif Rp 400 ribu itu sudah jadi perubahan besar deh! 💯.
 
Guru honor non-sertifikasi itu kayaknya punya harapan yang lebih besar deh. Tapi, soal insentif Rp 400 ribu per bulan, aku rasa kurang lebih dari yang diharapkan. Kalau mau kenaikin gaji mereka, mungkin harus ada upaya lain yang lebih strategis, seperti melatih kemampuan mereka atau memberikan peluang pekerjaan yang lebih stabil. Tapi, jangan salah paham, aku sambut baik usulan ini, karena setidaknya guru-guru honor non-sertifikasi itu akan mendapat insentif yang lebih besar dari sebelumnya 😐.
 
Aku pikir kalau giliran gurunya, ya... di waktu ini, kenaikan insentif Rp 400 ribu per bulan itu benar-benar wajar banget. Sebelumnya Rp 250 ribu per bulan pun sudah banyak sekali, tapi sekarang pemerintah mau tambahkan lagi? Mungkin ada alasan yang baik, nih... apa kalau gurunya bisa menabung dulu beberapa bulan, kemudian setelah itu gak kekurangan.
 
Guru honorer non-sertifikasi bisa mendapatkan insentif Rp 400 ribu, wajar banget sih 🤩. Saya pikir ini adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama karena penghasilan mereka sudah sangat bervariasi. Saya harap kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat, baik itu guru, guru madrasah, maupun yang lainnya 🙏.
 
aya senang sekali kalau pemerintah mau memberikan insentif lebih untuk guru-guru honorer di madrasah! mereka yang bekerja keras untuk anak-anak kesejahteraannya harus lebih baik lagi, gampangnya kan? seharusnya tidak hanya Rp 400 ribu tapi bisa lebih lagi juga. kalau pemerintah mau benar-benar peduli dengan kesejahteraan guru maka mereka harus memberikan insentif yang lebih luar biasa untuk menggantikan penghasilan yang rendah dari komite sekolah dan yayasan. semoga saja di masa depan pemerintah bisa meningkatkan insentif tersebut dan memberikan harapan yang lebih baik untuk kesejahteraan guru-guru honorer di madrasah! 😊👍
 
Guruhonorer itu kayaknya sudah cukup lelah, tapi pemerintah mau memberikan insentif tambahan, ya! Jadi Rp 400 ribu per bulan itu belum termasuk gaji dari yayasan, apa kabar kan? Maka dari itu, kita harap bisa mendapatkan keuntungan yang sebenarnya dari insentif tersebut 🤞
 
iya aja, kalau gini dia kena tambahan Rp 150 juta buat biaya operasional sekolah. apa salahnya gini lagi? kita harus memberikan insentif yang lebih banyak lagi nih! Rp 400 ribu sudah tidak sedikit kan? toh kalau biaya operasional sekolah makin mahal, kenapa gini kita tidak tambahkan lagi insentif nih?
 
kembali
Top