2 Petugas CBP Lepaskan Tembakan ke Alex Pretti

Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, dua petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) melepaskan tembakan ke korban Alex Pretti di Minneapolis, mengakibatkan kematian. Menurut laporan awal Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), pejabat ini terlibat dalam pergumulan dengan korban setelah mencoba menahan dia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa selama pergumulan, salah satu petugas CBP berteriak bahwa korban memiliki pistol. Setelah itu, kedua petugas melepaskan tembakan dari senjata api mereka ke arah Pretti. Pasca-penembakan, petugas segera mengamankan senjata milik korban dan memberikan pertolongan medis darurat.

Namun, insiden ini telah memicu kontroversi, terutama karena Presiden Donald Trump yang secara terbuka mempersoalkan keberadaan senjata api yang dibawa oleh Pretti. Trump menyebut membawa senjata bermagasin penuh sebagai hal yang "tidak biasa", meskipun tidak ada undang-undang di Minnesota maupun federal yang melarang seseorang membawa senjata api berizin secara tersembunyi.

Selain itu, sejumlah pejabat tingginya telah melontarkan tuduhan bahwa Pretti adalah "teroris domestik" karena melakukan kekerasan terhadap pemerintah dan melakukan aksi damai. Namun, kelompok pembela hak kepemilikan senjata mengatakan bahwa Amandemen Kedua melindungi hak warga Amerika untuk memanggul senjata saat melakukan protes.

Insiden ini menyoroti perdebatan yang berkelanjutan tentang hukum dan kebijakan terkait dengan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat.
 
Aku pikir hal ini sangat menyesal banget. Korban Alex Pretti mati karena tembakan dari petugas Bea Cukai... aku rasa siapa pun yang berada di situasi tersebut seharusnya bisa berbicara dengan sopan dan tidak menggunakan kekerasan. Aku juga pikir Presiden Trump memang harus tahu kalau pembawa senjata api di Amerika Serikat memiliki hak untuk melakukannya, tapi semua itu harus diatur dengan baik. Tuduhan bahwa Alex Pretti adalah "teroris domestik" aku rasa terlalu cepat dan tidak seimbang. Aku berharap insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berbicara dengan sopan dan menghormati perbedaan pendapat. ๐Ÿ™๐Ÿ’”
 
๐Ÿ˜ฑ Ini apa lagi? Kematian korban Alex Pretti karena tembakan polisi ๐Ÿ˜”. Menurut data dari FBI, sebanyak 1.200 orang terbunuh oleh polisi USA pada tahun 2024, itu sudah sangat berat! ๐Ÿคฏ.

Laporan dari DHS menunjukkan bahwa 75% korban yang terbunuh adalah orang Afrika-Amerika ๐Ÿ˜•. Ini apa arti dari kebebasan dan keseimbangan hak? ๐Ÿค”.

Sementara itu, data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa 1.000 orang Amerika Serikat mengalami trauma kepala akibat tembakan pada tahun 2024, itu sudah sangat banyak! ๐Ÿ’ฅ.

Dan apa lagi, presiden Donald Trump yang mempersoalkan keberadaan senjata api korban, tapi gak ada data tentang kapan dan di mana ia melakukan penelitian tersebut ๐Ÿค”. Menurut data dari Pew Research Center, sebanyak 60% warga Amerika Serikat mendukung hak kepemilikan senjata api yang lebih luas ๐Ÿ˜Š.

Tapi, apa solusinya? Data dari Brookings Institution menunjukkan bahwa hingga 2024, sebanyak 40% warga Amerika Serikat mendukung penanggulangan konflik dengan cara non-militer ๐Ÿค. Mungkin itu jalan yang harus diambil ๐Ÿ’ก.
 
ini insiden lagi yang bikin jantung kencang... dua petugas CBP penembak korban Alex Pretti, siapa tau ada kesalahan di jalur pemeriksaan? tapi apa salahnya sih korban membawa pistol di tempat itu? gak usah dipertanyakan lagi kalau korban sudah mati. tapi yang bikin saya marah adalah presiden Donald Trump yang ngomong-ngomong tentang senjata api, seperti itu bukan masalah yang sederhana. dan siapa tahu yang lain bakal menyalahkan korban karena sedang berprotes? ini kayaknya insiden lagi yang menunjukkan betapa sulitnya diskusi sehat di Amerika Serikat... :-(
 
ini ariya, insiden itu ternyata korban dari sistem yang tidak adil! dua petugas bea cukai yang panjang-panjang itu menembak korban karena dia bawa pistol? itu seperti kalau polisi Indonesia menembak warga kota jakarta hanya karena dia mengenakan jaket merah. apa kebijakan bea cukai itu sini, memilih target seseorang saja karena alasan yang tidak jelas? dan presiden trump juga mempersoalkan keberadaan senjata api korban, tapi siapa yang bilang bahwa membawa pistol berizin adalah hal yang tidak biasa? ini ariya, insiden ini benar-benar menyoroti perdebatan tentang hukum dan kebijakan terkait dengan kepemilikan senjata api di amerika serikat. kita harus lebih bijak dalam menghadapi isu-isu seperti ini ๐Ÿ˜ก๐Ÿ‘ฎ
 
apakah benar kalau presiden trump itu mempersoalkan keberadaan senjata api yang dibawa oleh alex pretti? tapi kenapa dia tidak bilang apa-apa saat pertama kali korban diculik? kalau dia benar-benar khawatir, mungkin bisa cari informasi lebih dulu sebelum membuat komentar yang tidak jelas.
 
ini terlalu serius ya... apa artinya harus membawa pistol sih? kalau orang mau protes, aku punya pistol juga, tapi jangan bawa nontlpun kan? dan apa sih dengan tuduhan teroris domestik? korban itu bukan teroris, tapi korban yang sudah dipukul mati oleh petugas CBP. siapa yang bilang ini adalah aksi damai sih? kita harus fokus pada hal penting yaitu keamanan di border, bukan cara membawa pistol sih... ๐Ÿค”๐Ÿšซ
 
ini insiden yang bikin jijik banget, 2 petugas CBP mau melempar tembakan ke korban Alex Pretti karena dia pakai pistol? siapa yang bilang kalau membawa pistol adalah teroris? itu kontra dengan ajaran hak asasi manusia! dan apa khasiatnya jika petugas tersebut malah keliru melempar tembakan ke seseorang? aku pikir hal ini memerlukan perdebatan yang lebih matang, tapi kalau giliran kita bicara, aku akan bilang bahwa hak kepemilikan senjata api harus dihormati dan tidak boleh dipaksa oleh pihak berwenang ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ๐Ÿšซ
 
ini kabar macam kenyataannya, kan petugas Bea Cukai itu terlalu gampang menembak orang tanpa penuh pertimbangan dulu ๐Ÿ˜‚. si korban Alex Pretti bule, tapi jangan dibandingkan dengan kita yang harus lagi-lagi ngerasa berat sekali karena hukum dan biaya di Indonesia. aku pikir kalau korban itu bisa memilih untuk tidak membawa senjata jika orang lain sudah menyerang dia ๐Ÿ˜…. tapi sepertinya, Amerika Serikat ini ada sisi lain yang perlu kita lihat dulu.
 
Gak bisa dipungkiri, insiden ini memang seru banget! Makanya gue pikir si Alex Pretti apa yang keluh kesah? Dia berteriak apa-apa dan korban CBP bilang dia punya pistol, tapi nanti gue penasaran apa yang terjadi di dalam kelas. Saya pikir ini gampang-benar gampang, si korban memang tidak mau ditangkap lagi dan ngomong dengan polisi bisa jadi ada kesalahpahaman. Gue rasa presiden Trump bisa cari penjelasan yang lebih bijak dari situasi ini.
 
Gue ngeluhin, apa arti sih Presiden Trump kembali-kembali menganggap korban itu teroris karena mau membawa pistol? Gue pikir itu salah paham banget! Korban itu nggak ada tanda-tanda apa-apa yang menunjukkan dia mau berdoa atau apa. Bisa jadi korban itu hanya mau melindungi dirinya, nggak?

Dan sih tentang aksesori pistol yang dibawa oleh korban itu, sih udah ada aturan buat tidak membawa senjata api secara tersembunyi di kota Minneapolis. Tapi apakah Presiden Trump nggak bisa memilih jalan tengah? Gue pikir itu lebih baik dulu.

Gue juga sengaja ngeluhin tentang tuduhan yang diberikan kepada korban, tapi gue tahu sih itu hanya untuk mencari alasan. Gue hanya ingin tahu sih apa yang harus diambil dari insiden ini. Apakah kita harus membela hak-hak milik senjata api atau kita harus melindungi kebebasan individu? Hmm, gue masih ngeluhin.
 
Gue kira sih kalau semua orang udah tahu bahwa membawa senjata api harus ada batas ya? Kepemilikan senjata api itu bukan berarti bisa bebas-besaran aja. Gue pikir Presiden Trump yang bikin kesalahpahaman ini, kalo dia nggak paham kan kalau akses ke senjata api harus ada aturan ya? Dan gue rasa tuduhan "teroris domestik" itu juga sengaja dibuat oleh siapa yang tidak suka dengan protes Alex Pretti. Gue harap semua orang bisa lebih bijak dalam memilih kata-kata dan tidak mudah terlibat dalam kontroversi yang tidak perlu ๐Ÿ˜’
 
aku pikir gak masuk akal banget kalau 2 petugas bea cukai bisa melempar tembakan ke orang itu karena dia bawa pistol! tapi aku juga pikir si korban, Alex Pretti, gak harus dihajar begitu banyak aja. aku rasa ada yang salah dengan cara ini, harusnya ada cara lain untuk menghadapi orang yang bawa senjata api, bukan dengan melempar tembakan!

dan aku juga paham kalau Presiden Trump itu penasaran dengan keberadaan pistol itu, tapi gak boleh dia kira-kira si korban itu adalah "teroris domestik" tanpa bukti! itu tidak adil banget. dan tentang Amendemen Kedua itu, aku pikir itu seharusnya dilindungi lebih baik, sehingga orang bisa memanggul senjata api dengan bebas. tapi apa yang terjadi kalau ada orang yang menggunakan senjata itu untuk kejahatan? perlu ada aturan yang jelas banget! ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Apa sih? Insiden ini seperti di film aksi, tapi nyata banget! Kita lihat dua petugas CBP melepaskan tembakan ke korban Alex Pretti, itu kayaknya sangat tidak biasa dan mengejutkan. Dan siapa yang tahu, mungkin korban memang buat protes yang salah, tapi kita harus ingat bahwa Amandemen Kedua melindungi hak warga Amerika untuk memanggul senjata saat melakukan protes.

Saya pikir apa yang penting adalah, kenapa insiden ini terjadi? Apakah karena kurangnya edukasi atau kesalahpahaman tentang hukum? Atau mungkin ada faktor lain yang membuatnya terjadi? Saya rasa kita harus lebih teliti dalam memahami situasi sebelum menyebut orang sebagai "teroris domestik".
 
Pagi, aku pikir kalau kita harus memikirkan hal apa lagi? Itu insiden yang mengejutkan nih... aku sendiri penggemar kenyamanan dan tidak suka denger2 kekerasan, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang Presiden Trump, aku rasa dia juga sedang cari cara untuk mengontrol situasi. Aku pikir kalau senjata api itu harus diatur, tapi kalau dia bilang membawa senjata bermagasin penuh tidak biasa... aku rasa ada yang salah dalam strateginya. Dan apa yang terjadi dengan korban? Dia hanya ingin melakukan protes dan memahami haknya, tapi akhirnya dia jatuh ke tanah. Itu sangat mengejutkan. Aku rasa kita harus lebih berhati-hati dalam mengatur hukum dan kebijakan terkait dengan kepemilikan senjata api. Kita tidak ingin terjadi hal yang sama lagi... ๐Ÿ˜•
 
Gue jadi sedih banget denger news ini ๐Ÿค•, korban Alex Pretti bule asal mana sih? gue rasa insiden ini bikin kita penasaran tentang kebijakan dan hukum terkait senjata api di Amerika Serikat. gue pikir Presiden Trump harus lebih sabar dan tidak terburu-buru dalam menyebutkan kontroversi ini, tapi gue juga mengerti bahwa insiden ini memicu perdebatan yang sangat penting tentang hak-hak warga.

gue rasa korban Alex Pretti bule itu memiliki hak untuk membawa senjata api dan melakukan protes sesuai dengan Amandemen Kedua. tapi sama-sama, gue khawatir tentang keamanan dan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat dalam insiden ini. semoga korban Alex Pretti di damai segera ๐Ÿ™.
 
ini insiden yang bikin kita penasaran banget sih, apalagi karena korban itu Alex Pretti sih, gampangnya dia dibunuh oleh dua petugas CBP. tapi apa yang bikin kontroversi ini? pertama, korban itu bukan cuma bawa pistol biasa aja, tapi juga berizin untuk membawanya. kayaknya ada sedikit kesalahpahaman di sini. keduanya, Presiden Trump yang mempersoalkan senjata api milik korban itu, tapi siapa tau dia nggak tahu sebenarnya apa yang bikin korban itu nggak bisa membawa senjata itu secara terbuka.

saya pikir ini perlu dibahas lebih lanjut, bukan hanya Presiden Trump yang harus bertanggung jawab, tapi juga kita semua. kita harus memahami bahwa kepemilikan senjata api di Amerika Serikat adalah hak dasar, tapi kita juga harus tahu ketika dan di mana kita bisa menggunakan hak itu. ini perlu dilakukan dengan bijak dan tidak membuat kesalahpahaman yang bikin korban terluka atau bunih.
 
ini apa sih yang terjadi? insiden ini memang sangat kontroversial, tapi sepertinya korban Alex Pretti adalah korban kekecewaan. dia salah paham karena membawa pistol, tapi kemudian juga ada petugas CBP yang salah paham dan melepaskan tembakan ke arahnya . siapa sih yang benar? tapi apa yang penting adalah korban sudah meninggal.

saya pikir ini bukan tentang hal kepemilikan senjata api, tapi tentang bagaimana kita menganalisis situasi dengan lebih bijak. apakah kita harus melindungi hak warga untuk memanggul senjata, atau kita harus melindungi diri dari bahaya tersebut? perlu ada penyelesaian yang adil dan jujur.

ini juga menyoroti pentingnya pendidikan tentang hukum dan kebijakan terkait dengan kepemilikan senjata api. jika korban bisa memahami bahwa membawa pistol di tempat umum tidak diperbolehkan, maka insiden ini mungkin tidak terjadi. kita butuh pendidikan yang lebih baik, bukan hanya diskusi yang hanya mengutamakan hak warga.
 
๐Ÿค” Semuanya jadi masalah karena polisi tidak bisa menebak apa yang sebenarnya dilakukan korban dulu, kalau korban nggak ada senjata apa keadaannya? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Duh, kayaknya kabar ini makin jentik... Aku pikir kayak gini, apa sih yang salah? Korban itu tidak melakukan apa-apa, tapi petugas CBP malah melepaskan tembakan. Itu sangat tidak biasa, kan? Dan aku juga bingung sama dengan perspektif dari Presiden Trump, sih. Dia bilang bahwa membawa senjata api berizin secara tersembunghi itu "tidak biasa", tapi bagaimana caranya dia bisa tahu itu? Aku rasa ada yang salah di sini... Dan yang bikin aku marah adalah tuduhan dari pejabat tinggi tentang korban itu, sih. Mereka bilang ia "teroris domestik" karena melakukan kekerasan terhadap pemerintah, tapi bagaimana caranya mereka bisa tahu itu? Aku rasa korban itu tidak melakukan apa-apa yang salah...
 
kembali
Top