YLBHI Kecam Perlakuan Aparat ke Penjual Es Gabus

Tiga polisi terduga melakukan kekerasan fisik terhadap seorang pedagang es gabus di Depok, Jawa Barat. Bukan itu saja, kedua aparat tersebut menuduh dan diduga memukul pasien yang mengeluh gejala penyakit karena minuman es gabus diperkirakan berbahaya.

Saat ini, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras tindakan dua anggota TNI dan Polri tersebut. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, memandang tindakan kedua aparat tersebut merupakan pelanggaran hukum yang serius.

Menurutnya, perbuatan tersebut melanggar prinsip kebebasan berjualan usaha dan hak konsumen. Tidak ada bukti bahwa produk es gabus tersebut berbahaya, hanya terduga. Sedangkan yang jelas adalah adanya tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut.

Tiga polisi yang diduga melakukan kekerasan fisik itu kemungkinan akan diproses pidana dan diberhentikan dari jabatan. YLBHI juga menuntut penindakan etika dan sanksi bagi kedua orang tersebut.
 
Wah, sepertinya ada hal yang salah di Depok, Jawa Barat ๐Ÿ˜ฑ. Ternyata tiga polisi terduga melakukan kekerasan fisik pada seorang pedagang es gabus dan menuduhnya berbahaya? Gimana nih, itu bukan cara yang benar untuk menghadapi pedagang ๐Ÿ‘Ž. Saya setuju dengan YLBHI, perbuatan mereka itu melanggar prinsip kebebasan berjualan usaha dan hak konsumen. Tidak ada bukti nyata bahwa produk es gabus itu berbahaya, hanya terduga ๐Ÿ˜’. Saya harap tiga polisi yang diduga melakukan hal ini akan diproses pidana dan diberhentikan dari jabatan. Ini harus jadi contoh bagi mereka yang ingin menjaga etika dan menghormati hak-hak masyarakat ๐Ÿค.
 
Gue pikir ini malah gila banget! Apalagi karena mereka memukul pasien yang mengeluh gejala penyakit karena minuman es gabus. Gue tidak percaya, kalau ada tindakan seperti itu, pasti ada yang salah di dalam sistem. Tapi apa yang salah dengan es gabus? Ada banyak hal yang lebih berbahaya dari itu, misalnya makanan jadian atau obat-obatan yang berpotensi berbahaya. Gue rasa ini malah penindasan terhadap pedagang kecil yang hanya ingin menjalankan usaha mereka dengan baik ๐Ÿ˜’
 
Pokoknya ini kayak apa lagi kepolisian nggak bisa ngatur diri sendiri ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Dua aparat itu memukul pasien sih, bukan pedagang es gabus aja. Tapi kemudian lagi mereka menuduh dia dulu, kayak apa lagi? Dan sumber cerita bukannya pasien yang mengeluh gejala penyakit karena minuman es gabus, tapi bagaimana caranya pasien itu bisa nggak tahu sih? ๐Ÿค”
 
Gue pikir ini kalau polisi terus kasih penjatahan yang salah, gue rasa bisa jadi ada lagi orang yang mengalami hal yang sama. Tapi kalau memang ada bukti bahwa es gabus itu benar-benar berbahaya, mungkin baiknya dihentikan terlebih dahulu. Gue curiga siapa yang merencanakan tindakan seperti ini dan bagaimana mereka bisa yakin produk itu berbahaya.
 
Hmm, apa lagi kejadian nih? Semua gini, polisi langsung aksi tanpa punya bukti kan? Es gabus sih tidak bahaya banget! Saya suka minum es gabus di pagi hari, rasanya segar banget! Kenapa harus dipukul-pukil oleh polisi? Jangan biarkan hal ini terjadi lagi, nanti konsumen yang merugikan siapaan ya? Polisi harus belajar mengenali batas-batas hukum ya ๐Ÿ˜…
 
Gue rasa ini bukan buat dipaksa, di mana konsumen harus takut jadi korban karena suatu produk yang kira-kira berbahaya? ๐Ÿค” Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Indonesia, es gabus adalah salah satu produk yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia, dan tidak ada satupun kasus kematian yang terkait dengan konsumsi es gabus. Sementara itu, menurut laporan dari BPS 2022, ada lebih dari 150 ribu penundaan pasien karena kekerasan fisik oleh aparat. Kita harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak memaksa konsumen untuk merasa takut! ๐Ÿ“Š Berdasarkan data statistik, 1 dari 5 kasus kekerasan fisik di Indonesia terjadi dalam konteks perbankan dan keuangan. Itu sekalipun, ini bukan masalah es gabus aja! ๐Ÿ˜
 
Wah, ini benar-benar terlalu berat sekali buat pasien es gabus! Mereka hanya mau menjual es gabus aja, tapi mereka udah dianggap berbahaya? Itu tidak adil, ya! Polisi harus lebih bijak, jangan memukul pasien yang sudah sakit. Sanksi yang diminta oleh YLBHI itu benar-benar perlu, kita harus melindungi hak-hak konsumen dan prinsip kebebasan berjualan usaha. Semoga tiga polisi tersebut bisa diproses pidana dan diberhentikan dari jabatan, agar tidak ada orang lain yang terkena dampak serupa lagi ๐Ÿšซ๐Ÿ’”
 
Gue pikir ini galat banget, kalau polisi bisa menuduh pasien itu karena konsumsi es gabus, itu bukti siapa? Gue rasa ada yang salah di balik cerita ini, mungkin ada yang mau menyebarluas rumor tentang es gabus. Tapi gue jadi penasaran, kenapa orang-orang suka menuduh pasien karena konsumsi makanan ringan biasa aja? Dan apa yang terjadi dengan kebebasan berjualan usaha di Indonesia? Gue rasa ini semua salah paham tentang hak-hak sebagai konsumen.
 
ini kabar badak kan? polisi yang bawang-bawangan ini, tiga orangnya punya gila dan menuduh si pedagang es gabus itu berbahaya... tapi bukan ada bukti sih! apa keburu pihak aparat mau jadi korban konsumen yang tidak ada kasus? kalau di sini punya bocoran uang, nanti siapa yang tahu si pedagang itulah yang jadi korban? ini bikin saya berat kepala, polisi harus jaga etika dan bukan kekerasan! ๐Ÿค•๐Ÿšจ
 
Apa sih yang bikin mereka ini, memukul pasien yang belum tentu punya gejala penyakit apa? Mereka yang tahu pasti ya, tapi bukannya minta maaf, gini aja mereka. Selingkuh dengan TNI dan Polri, kan? Pasti ada koneksi yang lebih dalam di balik ini, jangan sampai mereka itu memanfaatkan posisi mereka untuk mencuri uang atau apa lagi. Bukan pasien sih yang harus dibawa ke pengadilan, tapi kalau salah satu polisi yang terlibat itu, kan? Belum tentu ada bukti nyata bahwa es gabus itu berbahaya, tapi sudah dipukul karena takut dihukum.
 
Kalau apa pun kita jatuh ke dalam kesalahpahaman, rasanya kayaknya kita harus berusaha untuk membaca kembali situasinya dengan hati-hati. Tapi aku pikir ini salah satu contoh bagaimana bagaimana sistem hukum kita sering kali melanggar hak konsumen kita sendiri. Siapa tahu siapa pun yang melakukan kesalahan, tapi masih ada cara kita bisa belajar dari kesalahan itu dengan tidak membuat situasi semakin buruk.
 
oh iya, ini serius banget! dua polisi yang lama-lumang itu harus dibawanya ke pengadilan, tapi siapa tahu hasilnya apa? kalau di sini aku hanya ingin bilang bahwa es gabus bukan produk berbahaya, dan siapa saja pun dapat membelinya tanpa khawatir. mungkin ada yang salah dengan cara mereka menjual es gabus itu, tapi tidak dengan produknya sendiri! ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ apa yang dibutuhkan adalah kesabaran dan paham untuk mengatur bisnis, bukan kekerasan fisik! ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ’ฆ
 
Kasus ini kayaknya terlalu serius banget, es gabus yang dingin sih kalau konsumen salah makan. Polisi seharusnya fokus pada penanganan kriminalitas bukan kekeringan yang ditimbulkan oleh penjualan es gabus. Siapa tahu, ada kalanya polisi bisa belajar dari kesalahan ini, tapi apa sih yang bikin mereka tak berpikir sebelum bertindak? ๐Ÿค”
 
itu aja nih, kalau mereka udah terbukti salah, kenapa tidak dicakup sama-sama dengan penindak mereka? tiga polisi yang diduga melakukan kekerasan fisik itu pasti ada bukti yang jelas ya... tapi pas konsumen yang dikecepotkan itu, cuma terduga aja sih ๐Ÿค”. apa salahnya kalau kita hanya fokus pada bukti yang jelas dan tidak mencemooh orang lain yang bisa salah?
 
Es gabus banget, gini kayaknya kriminal yang masuk ke pedagang es gabus itu apa? Polisi itu tahu sudah apa yang dijual oleh pedagang es gabus itu, tapi tetep saja menuduh dan memukul korban. Itu bukan cara kita menjalankan hukum, banget salahnya!
 
ini tahu kabar gembira banget, ternyata ada yang peduli dengan kebebasan kita untuk menjual sesuatu apa pun yang kita inginkan... tapi aparatnya ini, kayaknya gila kayak gitu! mengapa mereka harus menuduh dan memukul pasien karena minuman es gabus? sih hanya karena adanya tudingan berbahaya, tapi belum terbukti! apa yang salah dengan es gabus? ini adalah kebebasan kita untuk menjalankan usaha, dan yang lebih penting lagi adalah tidak ada bukti bahwa produknya itu benar-benar berbahaya. kayaknya harus ada penegakan hukum yang adil, jangan hanya sekedar diproses pidana saja... tapi juga ada sanksi etika yang masuk akal! ๐Ÿšจ
 
Paham kalau aparat ini harus bertanggung jawab atas tindakannya, tapi siapa yang bilang produk es gabus itu berbahaya itu? Mungkin karena orang tidak puas dengan ketidaknyamanan dia karena sedang makan atau ngantuk kayaknya. Tapi aparat ini nggak bisa menangkap gejala penyakit apa aja dari pasien, tapi bisa menangkap siapa yang menjual es gabus itu. Masih banyak hal yang tidak jelas di sini.
 
Sekarang ini keren banget gak? Saya suka liat polisi jadi contoh baik-baik aja, siapa tahu nanti ada yang salah kok bisa diproses hukumnya juga ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Tapi kan apa yang terjadi di Depok itu benar-benar salah, tiga polisi yang melakukan kekerasan fisik itu pasti harus diproses dan diberhentikan dari jabatan, gak bisa cuma karena kesal aja ๐Ÿšซ. Saya suka liat YLBHI yang peduli dengan hak konsumen dan kebebasan berjualan usaha, mereka siapa aja yang benar-benar peduli dengan masyarakat ๐Ÿ˜Š.
 
gue rasa ini wajib diinvestigasi lebih lanjut, siapa yang memberitahu produk es gabus itu berbahaya?? bukannya konsumen yg harus bertanggung jawab ya... tapi kalau ada tindakan kekerasan fisik, jadi salahnya siapa? polisi atau pedagang? kayaknya harus punya proses yang lebih matang dan transparan dulu sebelum melarang produk apa pun
 
kembali
Top