Warga Surabaya Rumahnya Diserobot Jadi Dapur MBG, Pelindo Buka Suara

Halo temen-temen... aku pikir ini kayak cerita nyata dari rumang-rumang penumpukan sampah di kota kita. Tapi apa yang terjadi disini sebenarnya? Apa sih kebijakan MBG yang membuat warga Surabaya harusnya merasa di tolak? Aku pikir itu nggak masuk akal banget. Maka dari itu, aku kira ada yang salah di dalam sistem pemerintahan kita... siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini? Aku pikir itu perlu diinvestigasi lebih lanjut dan ada solusi apa sih untuk warga-warga seperti Wawan Syarwhani? Aku rasa ada kesalahpahaman besar di sini, kita harus jadi lebih cerdas dan rajin memikirkan hal-hal ini agar bisa menghindari kasus-kasus seperti ini lagi.
 
Aku pikir klo seseorang bule seroboh rumah warganya nggak usah menerima hajatnya. Jangan udah sabar-sabar papa Wawan Syarwhani dulu sih, mungkin dia masih bawa banyak hutang dari Indonesia aja 🤦‍♂️. Aku rasa apa yang harus dibicarakan sih? Apa yang salah dengan orang Wawan Syarwhani nggak perlu diseroboh? Mungkin ada keterlibatan korupsi aja, tapi itu kalau tahu-ku aku juga ingin ditangkap 🤷‍♂️. Tapi apa yang harus dibicarakan sih? Apa yang harus diatasi terlebih dahulu? Aku rasa kalau serobohan itu gak masuk akal, tapi tapi mungkin ada alasan lain... tapi aku nggak tahu apa lagi 🤔.

Aku pikir pemerintah Surabaya harusnya nggak usah membiarkan hal ini terjadi. Jangan biar korupsi di Surabaya makin berkembang 🚨. Aku rasa ada kesalahan yang perlu diatasi, tapi aku nggak tahu siapa sih yang bertanggung jawab... tapi aku akan menunggu informasi lebih lanjut ya 😐.
 
Gue pikir gini, kalau kita jangan pernah ngedadehin kembali ke masa lalu. Banyak hal indah itu, tapi sekarang semuanya kabur. Gue lihat berita tentang warga Surabaya yang rumahnya diserobot menjadi dapur MBG. Gue rasa itu bikin kita marah, tapi gue juga rasa itu bikin kita ingat betapa indahnya kembali ke masa lama.

Gue baca cerita beliau, Tembok Wawan Syarwhani, dan rasanya gue terpesona. Ia tidak menyerah, malah terus berjuang untuk merestorasi rumah lama yang diserobot. Gue rasa itu seperti cerita dari film, tapi benar-benar terjadi di dalam nyata. Gue ingat betapa indahnya Surabaya dulu, dengan bangunan-bangunan tua dan jalan-jalan yang luas.

Gue pikir kita harus lebih peduli dengan masa lalu, agar kita tidak melupakan apa-apa. Kita harus kembali ke jalan hidup yang sederhana, seperti zaman Wawan Syarwhani. Gue rasa itu adalah pilihan yang tepat untuk kita, agar kita bisa hidup lebih bahagia dan seimbang. 🕸️💡
 
🤔 ini sapa-siapa aja nih, kalau gini kayaknya punya masalah sama pemerintah. tapi sebenarnya apa yang diharapkan? jangan sabar-sabar dulu, kalau ingin perubahan harus mulai dari diri sendiri. kira-kira bagaimana rasanya kalau kita punya rumah yang bisa dibawa ke mana-mana saja? kayaknya lebih bebas aja. tapi gini, ada tembok, ada aturan... kalau tidak terkesan, maka ada masalah. mungkin harus ada yang berbicara dengan pemerintah tentang hal ini, agar tidak ada lagi warga yang merasa kesal dan khawatir. kita harus sabar, tapi juga tidak boleh menunggu terlalu lama... 😐
 
Gak beres ya! Ternyata tembok Wawan Syarwhani itu masih gampang diserobek sih... Apalagi kalau MBG mau digunakan juga... Wah, kalau begitu syarwahane bisa jadi tempat Menteri yang berasa lelah ngobrol2 dengan pecalang Surabaya. Tapi sih, aku penasaran apa aja kira2 dari Wawan Syarwhani tentang hal ini... Aku dengerin dia bilang mau diadopsi oleh KBRI atau apekah? Tapi gak jelas sih, karena ada kabar kalau dia mau dipindahkan ke tempat lain juga. Aku rasa ini serius, kalau begitu siapa yang tahu kalau MBG itu bisa jadi tempat rapat antara presiden dengan pecalang Surabaya... Wah, aku penasaran apa aja yang akan terjadi selanjutnya...
 
Wah gampang banget ya! Tembok Wawan Syarwhani itu seseorang warga Surabaya yang malah masuk ke dalam MBG buat serobotin temboknya sendiri. Saya tahu dia merasa ditolak karena rumahnya diserobot, tapi siapa tahu ada alasan lain di baliknya. Mungkin dia nggak sengaja nanya dulu apakah ini benar-benar kepentingan MBG.

Aku rasa ini masalah yang lumayan serius, karena kalau gak sabar-sabar dan langsung aja serobotin tembok itu, pasti ada risiko besar. Dan kalau mbg memang nggak sengaja nanya itu, aku pikir MBG harus lebih teliti dulu sebelum aja serobotin sesuatu.

Aku tahu banyak orang yang merasa frustrasi sama hal ini, tapi kita tidak boleh terlalu cepat memutuskan. Mungkin ada solusi lain yang bisa diambil.
 
kembali
Top