Gue pikir gini, kalau kita harus memilih antara luas tanah dan hak-hak masyarakat, yang satu lagi nih? Pulau Sebatik itu bukanlah milik kita, tapi apa-apa pun garis batas negara kita di sini pasti masuk ke hati warga. Masih paham kan kalau perubahan ini berdampak besar bagi mereka. Sementara itu, hak-hak kita yang luas itu nanti gue rasa ada masalah aja. Tapi, warga Sebatik itu yang harus siap menghadapi perubahan ini... dan saya harap pemerintah RI bisa memastikan agar hak-hak mereka tidak terlewatkan 