Viral Paparan Mendiktisaintek, Penghasilan Dosen Rp11-30 Juta

Mendiktisaintek menetapkan penghasilan dosen dengan skema yang cukup kompleks. Dikatakan bahwa nilai tunjangan dosen hingga guru besar yang mencapai Rp30 juta viral di media sosial dan beberapa orang berbagi rincian tersebut secara tidak resmi.

Jika kita lihat lebih dekat, maka penghasilan dosen asisten ahli mencapai Rp11.454.000. Rencana ini terdiri dari gaji pokok Rp3 juta, tunjangan fungsional Rp375 ribu, tunjangan kinerja Rp5.079.000, dan tunjangan profesi Rp3 juta. Sementara itu, penghasilan dosen lektor mencapai Rp16.458.600 yang terdiri dari gaji pokok Rp3,5 juta, tunjangan fungsional Rp700 ribu, tunjangan kinerja Rp8.757.600, dan tunjangan profesi Rp3,5 juta.

Pada tahap tertinggi, penghasilan dosen lektor kepala mencapai Rp19.836.000 yang terdiri dari gaji pokok Rp4 juta, tunjangan fungsional Rp900 ribu, tunjangan kinerja Rp10.936.000, dan tunjangan profesi Rp4 juta. Akhirnya, penghasilan dosen guru besar mencapai Rp30.630.000 yang terdiri dari gaji pokok Rp5 juta, tunjangan fungsional Rp1,35 juta, tunjangan kinerja Rp19,28 juta, dan lain-lain.

Terdapat beberapa skema yang berbeda untuk penghasilan dosen. Misalnya, penghasilan dosen dengan jabatan Asisten Ahli di setara golongan IIIb sepanjang masa jabatannya. Sementara itu, dosen dengan jabatan Lektor memperoleh penyetaraan bervariasi: mulai dari IIIb pada awal TMT, naik menjadi IIIc pada rentang TMT +1 hingga +3 dan meningkat ke IIId bagi yang telah melewati tiga tahun masa jabatan.

Penting untuk diingat bahwa skema penghasilan dosen tersebut merupakan hasil dari peraturan Mendiktisaintek.
 
Mengenai penghasilan dosen yang dibagikan oleh Mendiktisaintek, aku rasa paling penting buat kita sebagai orang tua adalah memastikan anak-anakku mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Tapi apa arti dari skema penghasilan dosen yang begitu kompleks? Aku rasa lebih penting lagi untuk memastikan pendidikan menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan di Indonesia 🤔

Aku juga curious, bagaimana skema ini akan berdampak pada kinerja dosen-dosen kita? Apakah mereka akan merasa lebih termotivasi jika gajinya lebih tinggi? Tapi aku masih ragu, karena aku tahu bahwa pendidikan bukan hanya tentang uang 🤑

Aku juga ingin mengetahui, bagaimana pendapatan dosen yang begitu tinggi ini akan mempengaruhi anak-anak kita di masa depan? Apakah mereka akan lebih fokus pada studinya atau lebih tertarik dengan hal-hal lainnya? Aku rasa itu yang harus kita pertimbangkan saat ini 🤝
 
Penghasilan dosen yang baru ini ternyata cukup kompleks, kan? Mula-mula aku pikir gaji pokok aja yang tinggi, tapi ternyata ada banyak lagi tunjangan yang harus dihitung 😅. Aku rasa kalau diikuti secara resmi, sih penghasilan dosen tidak terlalu berbeda dengan yang ada sebelumnya. Tapi kalau kita lihat dari sisi netral, sih masih menjadi kelebihan juga loh! 🤑
 
heh, penghasilan dosen itu nggak terlalu penting, ya? aku lebih suka membicarakan tentang keseleahan makan malam di Jakarta, gimana ya? aku tahu tempat makan yang enak dan murah di daerah Kemang, pasti kamu juga suka, kan? 🍴👌
 
heyyyyy, ya paham kan kalau Mendiktisaintek mau nih bikin skema penghasilan dosen yang kompleks? kayaknya mereka ingin memastikan dosen2 denger gethukannya 🤷‍♂️. tapi apa kebaikan dari itu? sekarang aja siapa tau bisa gak mampu hidup nyaman 🤑. tapi jangan lupa, kita harus berterima kasih atas upaya mereka dalam meningkatkan kesejahteraan dosen2 😊. yang penting itu kita bisa melihat skema penghasilan dosen ini, bisa diikuti oleh siapa saja yang ingin menjadi dosen 📚.
 
iya, kalau nggak salah informasinya itu kaya loh! penghasilan dosen jadi lebih komplik banget. siapa tahu bisa menyesuaikan dengan gaji yang diinginkan, tapi aku rasa pengaturan ini memang agak rumit nih... kayaknya kita perlu cek lagi untuk memastikin apa yang benar dan apa yang salah.
 
[ GIF: Dosen santai dengan gaji tinggi ]

Mengutip, gaji tidak mau kalah dengan hidupnya! Tapi jadi nggak ngerti sih kenapa dosen harus banyak bekerja lagi?

[ GIF: Dosen lempar keranjang papan tulis ]
 
ini gampang aja, ya! Mendiktisaintek punya tujuan sendiri bukan? Maka dari itu, skema penghasilan dosen ini sengaja diatur agar tidak sembarangan, kaya gitu. tapi kalau kita lihat lebih dekat, rupanya ada perbedaan besar antara asisten ahli dan lektor, atau bahkan guru besar! itulah yang menjadi pertanyaan, siapa yang mendapatkan penghasilan dosen paling banyak?

kita harus bertanya-tanya, siapa yang benar-benar memperoleh penyetaraan yang bervariasi itu? adalah mereka yang lebih berpengalaman, atau siapa? dan apa dengan skema ini, apakah itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau hanya sekedar untuk menyerah ke dalam kompleksitasnya?
 
🤔 Penghasilan dosen yang baru ini memang cukup kompleks, ya? Masing-masing jabatan punya skema penghasilannya sendiri. Asisten Ahli punya gaji Rp11,4 juta, tapi apa itu bisa diperoleh semua orang? Banyak dosen yang bekerja keras sepanjang masa jabatannya tapi belum bisa mencapai nilai tunjangan maksimal ya... dan kira-kira bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan seperti itu? Mungkin saja hanya ada beberapa orang yang punya kemampuan dan prestasi yang tinggi, ya? 🤑
 
wahhh bisa dibayangkan aja kalau dosen punya gaji sebesar 11,4 juta 😲 tapi kenyataannya cuma Rp3 juta dan masih di atas itu lagi 🤑 toh skema ini agak rumit kan bro? misalnya si dosen asisten ahli harus bekerja sama dengan gaji pokok Rp3 juta dan tunjangan fungsional Rp375 ribu dan masih punya tunjangan kinerja dan profesi yang lebih banyak lagi 💸 tapi aku pikir ini bagus banget kalau pemerintah bisa memberikan gaji yang stabil dan jujur untuk para dosen kita 🙏
 
kembali
Top