UU APBN 2026 Terbit, Defisit Dipatok 2,68 Persen dari PDB

Pemerintah Indonesia akhirnya merilis Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, yang telah memicu spekulasi mengenai kondisi keuangan negara dalam tahun ini. Menurut sumber resmi, target defisit APBN 2026 sebesar Rp689,15 triliun atau 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang jauh lebih tinggi dibanding usulan awal pemerintah yang dipatok senilai Rp638,8 triliun. Keseimbangan primer dalam APBN 2026 juga menunjukkan defisit sebesar Rp89,71 triliun.

Dalam UU Nomor 17 Tahun 2025 ini, dinyatakan bahwa jumlah anggaran Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2026 lebih kecil dari pada jumlah anggaran Belanja Negara sehingga dalam Tahun Anggaran 2026 tetdapat defisit anggaran sebesar Rp689,147,902,608,000. Pada tahun ini, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3,153,58 triliun, yang diperoleh dari sumber penerimaan perpajakan, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan penerimaan hibah.

Namun, belanja negara yang dipatok dalam APBN 2026 masih lebih tinggi ketimbang target penerimaan negara di tahun ini. Belanja negara di tahun ini akan terdiri dari belanja pemerintah pusat senilai Rp3,149,73 triliun dan anggaran transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp692,99 triliun.

Untuk menutup defisit anggaran 2026, pemerintah bakal mengandalkan pembiayaan anggaran sebesar Rp689,15 triliun. Pembiayaan ini bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp832,21 triliun, pembiayaan investasi sebesar Rp203,06 triliun, pemberian pinjaman sebesar Rp404,15 miliar, serta pembiayaan lainnya sebesar Rp60,40 triliun.
 
apa sih maksudnya kalau target defisit APBN 2026 ini? itu berarti kira-kira bagaimana jumlah uang yang harus dibayar oleh negara ini tahun nanti? kalau saya paham, itu artinya negara ini harus membayar utang sebesar Rp832,21 triliun, dan itu membuat saya merasa sedikit khawatir. apa yang dimaksud dengan "pembiayaan lainnya" itu? apakah itu berarti ada uang lagi yang akan diboroskan? dan bagaimana caranya kita bisa yakin bahwa ini tidak akan menjadi masalah pada tahun depan?
 
ini ya... pemerintah Indonesia kayaknya makin kewalanaan aja, nggak mau jujur kalau negara kaya apa-apa... target defisit APBN 2026 sebanyak Rp689,15 triliun, itu kayak banget! sumber utama pembiayaan itu apa? uang pinjaman yang diambil dari siapa? makasih, tapi ini sih bukan tentang budgeting aja, tapi kalau benar-benar mau beranggaran, harus bisa baca kondisi keuangan negara dulu...
 
aku penasaran kapan pemerintah ini nggak bisa mengatur keuangan negara aja 😒. target defisit APBN 2026 jauh lebih tinggi dibanding usulan awal, itu berarti mereka benar-benar tidak percaya diri dalam mengelola anggaran negara di tahun ini 🤔. dan siapa yang bilang bahwa pendapatan negara Rp3,153,58 triliun dan belanja negara Rp3,149,73 triliun? itu nggak masuk akal sama sekali! 🙄.

dan apa dengan pembiayaan utang sebesar Rp832,21 triliun? itu berarti mereka benar-benar ingin mengutang lebih banyak lagi? dan siapa yang akan membayar utang itu di masa depan? 🤯. kalau nggak, itu berarti kita semua akan menjadi pembayarnya 😬.
 
aku rasa pemerintah harus lebih bijak dalam mengelola anggaran negara ini, ya? target defisit yang besar seperti itu memang membuat kita curiga tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka ini 🤔. aku bayangkan kalau ada perubahan struktur belanja yang lebih efisien atau cara pengelolaan yang lebih baik, mungkin target defisit bisa dikurangi, atau bahkan bisa menjadi surplus 💸. tapi sayangnya, tidak ada informasi yang jelas tentang apa yang akan terjadi di balik ini 🤷‍♂️.
 
aku penasaran nggak kenapa target defisit tahun ini begitu tinggi, sih. Rp689,15 triliun itu aja untuk menutup defisit, tapi apa nanti kalau keterangan tidak ketepatan? aku pikir belanja negara harus lebih fokus pada prioritas, bukan semua tentang biaya-biaya yang tidak terlalu penting. padahal ada banyak potensi pembangunan yang bisa dilakukan dengan efisien. dan sih, apa nanti kalau kita harus meminjam uang dari luar negeri? itu juga nggak enak.
 
Pemerintah Indonesia lagi-lagi memanggil kita dengan masalah keuangan yang serius 😬. Target defisit APBN 2026 ini memang tinggi banget, Rp689,15 triliun! Itu berarti negara akan harus mengutak-atik anggaran untuk bisa menutupi defisit itu. Saya tidak tahu apakah ini benar-benar perlu atau tidak... Saya harap pemerintah bisa membuat kebijakan yang bijak dan tidak membiayai proyek-proyek yang tidak perlu 😐.
 
aku pikir kalau gini bisa jadi masalah di masa depan 😊. banyak orang yang bingung dengan defisit anggaran 2026 ini. apakah pemerintah benar-benar butuh bantuan uang dari utang? itu bikin bingung sih 🤔. aku rasa lebih baik jika pemerintah bisa menghemat anggaran dan tidak terlalu bergantung pada utang. karena nanti kalau ada masalah, siapa yang akan bertanggung jawab? 😟.
 
Mau banget ngerasa keseimbangan negara Indonesia ini kayak apa? Apa benar-benar kita harus terus utang untuk bisa berbelanja dan tidak ada yang bisa dihemat dari belanja yang makin besar setiap tahunnya? Saya pikir ini kayak permainan kartu kekayaan orang kaya, tapi siapa ngerasa rugi aja? Dan apa artinya kalau kita harus membayar utang dengan bunga yang makin tinggi setiap tahunnya? Saya masih ragu-ragu nih tentang ini...
 
Gue kayaknya nggak sabar-sabar ngerasa orang kaya di negri ini 🤑. Defisit anggaran 2026 senilai Rp689 triliun? Keren, bisa jadi gue bisa membeli properti lain di Bali ya 💸. Tapi, siapa tahu, mungkin itu hanya strategi pemerintah untuk mengelabui kita semua 😏. Belanja negara yang lebih tinggi dari target pendapatan... nggak kayaknya masalahnya sih, kalau gue bisa mendapatkan untung dari itu ya 💸.
 
ini rasa gak nyaman banget kan kalo kita lihat kondisi keuangan negara di tahun ini? 🤔 sebenarnya apa yang salah sih dengan pemerintah kalau harus mengandalkan utang untuk menutup defisit anggaran? 😬 mungkin karena target PDB yang besar, tapi sepertinya bukan solusi yang optimal. #keuanganindonesia #apbn2026
 
Aku pikir ini pelajaran bagi kita semua... Kita lihat ada target defisit yang besar, tapi apakah kita benar-benar tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Pemerintah memutuskan untuk mengandalkan pembiayaan utang untuk menutupi defisit anggaran ini... hmm... Aku pikir kita harus lebih bijak dalam mengelola keuangan kita, bukan cuma tergantung pada pinjaman atau investasi. Kita harus berpikir jangka panjang dan tidak hanya memikirkan solusi singkat untuk masalah kita.
 
kembali
Top