UIN Palopo Nonaktifkan Guru Besar Diduga Lecehkan Mahasiswi

UIN Palopo, Universitas Islam Negeri Palopo, memutuskan untuk tidak memberikan ruang bagi Prof. ER sebagai guru besar yang diduga melecehkan seorang mahasiswi di kampusnya. Hal ini dilakukan secara sementara hingga proses hukum yang sedang berjalan terlewat dan ada keputusan dari pimpinan universitas.

Kepala UIN Palopo, Abbas Langaji, menyatakan bahwa langkah ini bukanlah bentuk penetapan dugaan kesalahan, melainkan langkah administratif yang mengedepankan asas kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan terhadap proses hukum yang berlaku.

Guru besar tersebut dinonaktifkan sejak 1 Februari 2026 dan akan tetap tidak aktif hingga proses hukum yang sedang berlangsung dinyatakan selesai. Selain itu, Abbas juga menegaskan bahwa penonaktifan ini adalah bagian dari mekanisme internal UIN Palopo.

Penyelidikan kasus pelecehan seksual masih terus berjalan di bawah arahan Kasat Reskrim Polres Palopo. Penyidik tersebut menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan telah mengundang beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, UIN Palopo tetap berkomitmen menjaga mutu layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
 
Apa aja yang terjadi di UIN Palopo sih, kalau Prof. ER dinonaktifkan sampai kasus pelecehan seksual sudah selesai? Maksudnya apa, kalau kasus itu belum selesai dia bisa kembali bekerja? Itu tidak adil, kan? Universitas harus lebih profesional dan jujur tentang apa yang terjadi di dalamnya. Tapi, saya setuju dengan Abbas Langaji, tapi ada satu hal yang kurang jelas, yaitu mekanisme internal UIN Palopo. Apa itu kalau tidak transparan? Maka dari itu, saya sarankan universitas harus lebih jujur dan terbuka tentang apa yang terjadi di dalamnya, sehingga semua orang tahu apa yang benar dan apa yang salah. πŸ€”
 
Aku paham ya kalau profesor itu tidak boleh melecehkan seorang mahasiswi, tapi aku merasa agak sedih banget kalau dia tidak bisa terus mengajar di kampusnya. Aku tahu kalau ada proses hukum yang berjalan, tapi aku harap bisa melihat dia sudah absahin kasus itu dan bisa melanjutkan karirnya dengan baik. UIN Palopo gak perlu khawatir, mereka pasti punya mekanisme internal yang bagus untuk mengatasi masalah seperti ini. Aku harap profesor itu bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu dan bisa jadi lebih bijak dalam menghadapi kasus-kasus serupa di masa depan. πŸ€—
 
aku pikir ini gampang banget di UIN Palopo, kalau ada kasus pelecehan seksual, harus segera dieksekusi, bukan sekedar diputuskan sementara aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. tapi aku juga mengerti kalau uin palopo punya mekanisme internal sendiri, dan ini gampang banget jadi bagian dari proses hukum yang berlaku. tapi aku harap kasus ini bisa segera diresolusi, dan penonaktifan prof. er ini bukan sekedar politisasi, tapi benar-benar untuk kepentingan mahasiswa πŸ™.
 
Hmmpp, ya aku pikir ini gampang banget caranya UIN Palopo memutuskan untuk tidak melantik Prof. ER sebagai guru besar. Tapi aku masih ragu-ragu, apakah mereka benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di kampus itu? Aku pikir ada kekhawatiran tentang bagaimana proses hukumnya, ya. Berapa lama penyelidikan kasus pelecehan seksual sudah selesai? Tapi aku juga paham bahwa UIN Palopo harus menjaga profesionalisme dan tidak ingin terlibat dalam kasus yang tidak baik. Aku harap Prof. ER dapat menyelesaikan masalahnya dengan cepat dan UIN Palopo dapat kembali fokus pada pendidikan dan penelitian. πŸ€”
 
Gak bisa dipernahin sih, kalau dugaan yang salah itu jadi nyata banget... tapi aku rasa UIN Palopo ini jago sekali, mengambil langkah cepat sebelum kasus ini terbalik. Aku masih ragu-ragu tentang apa yang benar dan apa yang tidak, tapi sepertinya mereka sudah berusaha dengan bijak. Yang penting, mahasiswi itu bisa mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dia butuhkan. Semoga proses hukum ini cepat selesai dan semua orang yang terlibat bisa menyelesaikannya dengan jujur dan adil. πŸ€”
 
Gue pikir ini langkah yang tepat dari universitas, kalau tidak ada tindakan seperti ini maka gue rasa mahasiswi tersebut akan merasa tidak aman di kampus πŸ€”. Saya senang mendengar bahwa UIN Palopo berkomitmen menjaga mutu layanan pendidikan, tapi sampe kasus pelecehan seksual itu selesai, aja 😊. Gue harap penyelidiknya bisa menemukan bukti yang cukup agar bisa menuntut si prof. ER ini 🀞.
 
Eh, ini gak bisa dipercaya banget! Profesor yang diduga melecehkan seorang mahasiswi, kemudian dinyatakan tidak aktif lagi? Gini kayaknya adalah contoh bagaimana cara mereka mengelabui kita semua! Mereka benar-benar terlalu cepat dalam mengambil keputusan tanpa membiarkan proses hukum selesai. Ini bikin semestinya ada pengecualian, kan? Apa yang salah dengan mereka ini? Mereka bukan seperti orang biasa, tapi gak bisa dipercaya kalau mereka benar-benar tidak melakukan apa-apa! 🀯🚫
 
Gue pikir ini langkah yang tepat dari universitasnya, kalau gak ada aturan maka siapa tahu apa aja yang terjadi di kampus... Ada kasus pelecehan seksual, kalau tidak dicari tahu sebenarnya apa yang terjadi di dalam kampus itu. Saya harap penyelidikan yang sedang berlangsung bisa menemukan jawabannya dan gue senang melihat UIN Palopo masih menjaga mutu layanan pendidikannya, tapi gue rasa ini juga perlu diawasi lebih dekat...
 
Eh, ini kayaknya kalau UIN Palopo mau lakukan apa saja? Nggak ada bukti apa-apa yang mereka miliki sebelum memutuskan untuk tidak memberikan ruang bagi Prof. ER. Kenapa harus di-nesionalkan kan sudah ada kasus pelecehan seksual yang masih terus berjalan? Kalau benar-benar tidak ada alasan, maka mereka harus menyebarkan keterangan dari polres juga. Nggak cuma sekedar mengatakan "mengedepankan asas kehati-hatian" aja... πŸ€”
 
Makasih ustad, aku pikir ini salah keputusan sama sekali. Aku rasa penonaktifan Prof. ER bukan jawaban yang tepat dari kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus. Aku ingin tahu lebih tentang apa yang terjadi di dalam proses penyelidikan itu dan apakah ada orang lain yang juga dianiaya? Aku harap universitas ini bisa jujur lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi di kampus mereka πŸ€”
 
Hati2 aja Prof. ER, gampangnya dia duduk sendirian di ruang kosong nih 😐. Kalau asusila benar dia melecehkan mahasiswi, pasti dia harus buat penjelasan yang jelas dan tidak kalah-lahan deh πŸ€”. Sementara itu, UIN Palopo harus terus fokus pada hal yang sebenarnya yaitu pendidikan, bukannya mempolitisin kasus ini 😊.
 
[Image of a confused face with a thought bubble πŸ€”]

Makanya kampusnya punya mekanisme internal yang begitu kompleks?

[GIF of a person looking at their watch ⏰]

Lama-lama aja kasusnya diselesaikan, kan?

[Image of a person shrugging shoulders πŸ€·β€β™‚οΈ]

UIN Palopo jadi nyaman juga deh! πŸ™Œ
 
Gampang aja kan? Jika ada dugaan kesalahan, biarkan waktu penyelidiknya terlewat dulu, kalau benar-benarnya salah, sudah selesai. Nanti UIN Palopo punya keputusannya sendiri. Dengan begitu, tidak ada yang terburu-buru dan bisa lebih hati-hati.
 
aku rasa ini salah paham sih... apa ada bukti nyata kalau Prof. ER benar-benar melecehkan mahasiswi? apalagi kalau kita asumsikan dia tidak bersalah apa-apa... aku pikir lebih baik sekali jika ada kesempatan untuk membantu prof. ER menjelaskan dirinya, bukan mengacungkan tombstone dulu aja...
 
πŸ”₯ Gue pikir ini kayaknya bukan tentang Prof. ER sendiri, tapi tentang bagaimana cara UIN Palopo mengelola kasus pelecehan seksual di kampus mereka πŸ€”. Mereka harus fokus untuk membuat proses hukum yang adil dan cepat ya, jangan biarkan kasus ini terus berlanjut πŸ˜•. Dan gimana kalau ada yang merasa tidak nyaman dengan keputusan ini? UIN Palopo harus siap menerima umpan balik dari mahasiswa dan komunitas sekitar πŸ€—.
 
gak percaya sih, kenapa harus memutuskan dulu aja? toh kasusnya masih terus berjalan, kan? di balik ini, aku pikir profesorgu besar itu benar-benar bersalah, tapi gini dia dipotong akses ke kampus? sepertinya ada sesuatu yang tidak jelas disana...
 
iya aja kampus UIN Palopo ini terus-menerus membuat kontroversi πŸ€¦β€β™‚οΈ. aku rasa kalau mahasiswi itu udah buat keputusan yang tepat menolak prof sesosial itu. tapi apa sih salahnya kalau prof itu harus buat contoh bagaimana cara tidak melecehkan mahasiswi? πŸ€”. tapi aku juga tahu kalau uin palopo ini nggak mau ngerjakin hal ini sampai benar-benar keputusan hukum sudah ditetapkan πŸ˜…. aku harap kalau prof itu nanti bisa belajar dari kesalahan-kesalahannya dan bisa jadi menjadi contoh bagaimana cara tidak melecehkan mahasiswi 🀞.
 
πŸ“°πŸ˜¬ aki-akinya kabar gembira lagi kabar malah. UIN Palopo ini memutuskan tidak nempelin Prof. ER sebagai guru besar. Bisa dipastikan si dia salah banget, tapi kamu saking gugup. Aku rasa kalau kita harus terimah khusyuk karena dikejar polisi. πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”
 
Gue pikir kalau ini salah tangan, gue tidak percaya kalau dugaan kesalahan bisa langsung berubah menjadi penyitaan kegurusan. Apa kahada orang yang melanggar aturan punya hak untuk tetap berguru? Tapi mungkin aku salah, gue just sekedar netizen biasa aja
 
kembali
Top