Uang Primer Adjusted Capai Rp2.367 T di Akhir 2025, Naik 16,8%

Tumbuhan uang primer (M0) adjusted pada akhir tahun ini mencapai Rp2,367 triliun, tumbuh 16,8 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,3 persen.

Pertumbuhan M0 adjusted dipengaruhi oleh pemberian insentif likuiditas melalui pengendalian moneter adjusted. Insentif likuiditas tersebut merujuk pada penyesuaian perhitungan jumlah uang beredar, seperti M0 dan M2, yang dilakukan Bank Indonesia untuk memperhitungkan dampak pemberian likuiditas.

Bank Indonesia meningkatkan besaran insentif likuiditas bagi perbankan yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat melalui channel interest rate. Besaran insentif ini sebelumnya maksimal 0,5 persen dan sekarang menjadi 1,0 persen dari dana pihak ketiga.

Pertumbuhan M0 adjusted juga didorong oleh peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia serta uang kartal yang diedarkan. Giro bank umum tercatat tumbuh 35,1 persen menjadi Rp979,86 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Sementara itu, insentif KLM yang telah dikucurkan Bank Indonesia mencapai Rp388,1 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada bank BUMN sebesar Rp177,1 triliun, bank umum swasta nasional (BUSN) Rp169,5 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,0 triliun.

Pengendalian moneter adjusted juga mempercepat penurunan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan dalam rangka optimalisasi intermediasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
 
Maksimal 1 persen dari dana pihak ketiga itu terasa lumayan besar nggak? Sepertinya Bank Indonesia gampang-gugat untuk memperbesar insentif likuiditas lagi, apa kalau suku bunga kredit nanti jadi terlalu rendah banget kayaknya perbankan pasti lupa cara kerja mereka sendiri πŸ˜‚.
 
Tapi, apa yang terjadi kalau kita tidak bijak dalam mengelola uang? Kita jadi terjebak dalam siklus inflasi dan tidak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekarang M0 adjusted sudah mencapai Rp2,367 triliun, tapi apakah itu benar-benar membuat kehidupan kita lebih baik? Kita harus ingat bahwa uang bukanlah satu-satunya penghasil untung. Yang penting adalah kita memiliki harta yang seimbang dengan kesabaran dan kerja keras. Jangan terlalu fokus pada nominal nilai uang, tapi bayangkan bagaimana uang itu bisa membuatmu lebih bahagia dan sejahtera dalam hidupnya! πŸ’ΈπŸ™
 
Gue rasa sih pertumbuhan M0 adjusted ini lumayan bagus, tapi gue pikir peningkatan insentif likuiditas dari Bank Indonesia sedikit terlalu banyak. Gue khawatir kalau peningkatan suku bunga kredit ini bakal membuat perbankan yang kurang berpengalaman jadi tidak mau pinjaman uang lagi, kayaknya gak baik buat ekonomi. Tapi gue juga paham bahwa gue sendiri punya rekening di bank BUMN, dan aku senang bisa mendapatkan insentif KLM itu, Rp177 triliun aja gak sedikit deh!
 
Udah terasa gampang banget aja nih, kalo uang kita tumbuh begitu cepat! πŸ€‘ Tapi aku rasa ini juga bukan hal yang buruk, kan? Karena kalau uang kita tumbuh itu berarti kita bisa lebih banyak belanja dan investasi. Aku bayangkan kalau saat-saat seperti ini, semua orang punya uang lebih banyak dan bisa berbagi dengan keluarga, teman, atau bahkan ke organisasi yang aku sukai 🀝. Tapi, aku juga rasa penting banget untuk tidak lupa bahwa semua itu harus diatur dengan baik oleh Bank Indonesia agar jangan terjadi kesalahpahaman dan masalah ekonomi lainnya. Misalnya kalau suku bunga terlalu rendah atau makin lama lagi kita semua akan tertipu! πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Makasih bro, aku pikir nih pertumbuhan M0 adjusted ini yang cepat banget lagi. Aku rasa itu karena Bank Indonesia makin bijak dalam mengatur moneter, kan? Insentif likuiditas yang semakin besar membuat uang beredar lebih banyak, jadi bisnis-bisnis kecil pun bisa mendapatkan akses lebih mudah.

Aku juga lihat pertumbuhan giro bank umum dan uang kartal yang tinggi. Mungkin itu karena banyak orang sudah mulai berinvestasi di digital, kan? Aku pikir itu bagus banget untuk ekonomi kita, bro.

Tapi aku sengaja tidak memperhatikan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan. Aku curious banget bagaimana dampaknya pada bisnis-bisnis kecil dan rakyat biasa. Mungkin aku harus melakukan survei lagi nanti πŸ€”πŸ’Έ
 
Hmm, apa kabar ya? Soal pertumbuhan uang primer M0 adjusted yang naik banget sebesar 16,8 persen, itu bukannya bagus kan? Semoga ini bisa membantu ekonomi kita tumbuh dengan lebih cepat. Tapi, gini sih, pengendalian moneter adjusted ini apa artinya sih? Sepertinya Bank Indonesia lagi mencoba mengontrol inflasi dengan cara yang agresif. Tapi, apakah ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat biasa aja? Giro bank umum yang naik banget itu juga nggak kecil kan? Mungkin kita harus nantikan apa hasilnya dari pengendalian moneter adjusted ini... πŸ€”πŸ’°
 
Makasih banget dosen kita yang sering berbicara tentang konsep moneter dan pengendalian suku bunga πŸ™. Sekarang aku paham kalau bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) benar-benar memperhatikan pertumbuhan uang primer (M0) adjustednya. Aku rasa ini penting banget karena nantinya bisa mempengaruhi tingkat suku bunga dan kemudian berdampak pada pengeluaran konsumen, seperti pembelian buku-buku di toko kita! πŸ“š Jadi, aku senang sekali dengar bahwa Bank Indonesia meningkatkan insentif likuiditasnya untuk membantu peningkatan pertumbuhan M0 adjusted. Semoga ini bisa berdampak positif pada perekonomian kita di masa depan! πŸ’Έ
 
Sakitnya banget gini. Wajar saja biar inflasi tidak naik lagi, tapi peningkatan suku bunga kredit itu makin begitu melebar. Saya rasa ini akan menimbulkan masalah bagi banyak orang. Banyak orang yang belum bisa membayar utangnya kan? Tapi gini apa juga solusinya aja. Kalau penasaran, pertumbuhan M0 adjusted itu nggak berarti apa-apa kalau tidak diikuti dengan kebijakan yang tepat. Bank Indonesia harus jujur, apakah mereka benar-benar yakin bahwa ini adalah cara yang tepat untuk mengendalikan moneter?
 
Eh, pertumbuhan M0 adjusted itu lumayan banget! 16,8 persen, kan? Aku pikir ini karena Bank Indonesia juga memberikan insentif likuiditas yang lebih besar. Kalau giro bank umum dan uang kartal tumbuh begitu cepat, itu juga berarti perbankan sudah semakin nyaman untuk memberikan pinjaman. Tapi aku penasaran, apa itu arti dari pengendalian moneter adjusted sih? Aku rasa ini bisa diikuti oleh masyarakat, tidak hanya perbankan. Dan btw, suku bunga kredit yang turun itu berarti apa, kan? πŸ€”πŸ’Έ
 
aku pikir ini gampang banget sekali kayaknya bank indonesia bisa meningkatkan suku bunga kredit juga, semestinya jadi lebih cepat ya πŸ˜… tapi mungkin karena ada insentif likuiditas yang lebih besar, ituuu πŸ€”. aku rasa giro bank umum dan uang kartal tumbuh lebih cepat karena ada insentif yang lebih baik, kayaknya perbankan juga merasa lebih nyaman untuk memberikan pinjaman πŸ€‘. tapi aku juga pikir pengendalian moneter adjusted ini bisa jadi sumber masalah jika tidak diatur dengan benar, gak ingin terjadi suku bunga kredit yang terlalu tinggi ya 😬.
 
Gak bisa percaya kan pertumbuhan M0 sekarang udah 16,8 persen! Aku pikir ini karena BBI kayaknya mau stimulasi ekonomi lebih keras. Insentif likuiditas yang dikeluarkan juga mempercepat penurunan suku bunga kredit, aku senang banget kalau suku bunga tidak terlalu tinggi lagi. Giro bank umum dan uang kartal juga tumbuh pesat, ini penting buat pembayaran online dan lain-lain. Aku rasa BBI berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
 
Uang makin kaya! πŸ€‘ Rp2,3 triliun, itu makin kaya lagi banget. Pertumbuhan 16,8 persen, itu seperti belanja semuanya gratis πŸ˜‚. Insentif likuiditas makin besar, semoga tidak terbalik, ayo cek keuangan, kita jangan terpapar πŸ€‘
 
aku pikir ini gampang banget, tapi kenapa pertumbuhan M0 adjusted selalu makin tinggi? sekarang sudah Rp2,367 triliun! 🀯
maksudnya apa sih insentif likuiditas yang diajukan Bank Indonesia? itu buat siapa lagi? πŸ€‘
dan giro bank umum naik 35,1 persen! itu artinya siapa yang bisa mengakses uang nasabah dengan mudah? 😏
besar kejutan ya insentif KLM sebesar Rp388,1 triliun! tapi apa sih tujuan dari pengendalian moneter adjusted ini? πŸ€”
 
aku pikir ini bisa dibacanya, karena bank lagi sering ngebawa giliran mereka! πŸ€” sekarang suku bunga kredit jadi lebih rendah, kayaknya mempermudah perusahaan dan nasabah. tapi apa yang penting adalah, ini makin gampang bagi orang Indonesia untuk berinvestasi di pasar uang dan lain-lain. kalau aku pandang dari sudut investasi, itu bisa jadi opsi yang baik. tapi aku juga penasaran, mengapa suku bunga kredit terus ngeksis? apa ada keraguan dari bank about kebijakan ini? πŸ€‘
 
Makasih atas info ini, aku rasa M0 adjusted itu nggak jelas banget apa artinya... tapi aku tahu kalau itu terkait dgn uang beredar di Indonesia. 16,8 persen pertumbuhan itu nggak kalah mengejutkan, aku pikir ini bisa bikin orang suka investasi dan semakin percaya diri untuk terlibat dalam ekonomi.

Aku curious banget apa artinya 'pemberian insentif likuiditas'... dan bagaimana caranya itu bekerja? Misalnya apa saja yang diuntungkan dari penyesuaian perhitungan jumlah uang beredar seperti M0 dan M2?
 
Maksudnya kalau uang kita tumbuh lebih cepat, tapi aku penasaran siapa yang mendapatkan untungnya? Mungkin itu bank-bank besar yang punya hubungan yang baik dengan pemerintah πŸ€”. Dan aku pikir ini semua karena Bank Indonesia yang terus-menerus meningkatkan insentif likuiditas mereka. Aku rasa ini bukan kebaikan dari mereka, tapi lebih seperti cara untuk mengontrol situasi ekonomi di negeri ini. Jadi, aku masih penasaran siapa yang benar-benar mendapatkan manfaat dari semua ini πŸ€‘.
 
Maksudnya pertumbuhan ekonomi Indonesia nggak main-main deh! 🀩 M0 adjusted naik 16,8 persen, itu lumayan banget! 😲 Insentif likuiditas dari Bank Indonesia juga membantu, kayaknya mereka benar-benar peduli dengan industri keuangan. πŸ’Έ Tapi giro bank umum dan uang kartal terus naik, itu artinya banyak orang yang mau menabung dan menggunakan layanan keuangan. πŸ“ˆ Sementara itu, insentif KLM juga dibutuhkan agar ekonomi bisa stabil, tapi kira-kira Rp388 triliun itu sudah cukup lho! πŸ€” Jadi, aksi ini nggak main-main deh, biar ekonomi kita bisa lebih baik! πŸ’ͺ
 
Maksudnya kalau ada insentif likuiditas yang diberikan oleh Bank Indonesia, akhirnya semuanya bisa tumbuh dan meningkat! 🀩 M0 adjusted naik 16,8% itu luar biasa, dan giro bank umum juga terus meningkat yaitu Rp979,86 triliun. Nah, tapi yang penting adalah suku bunga kredit bisa turun lebih cepat ya 😊. Saya rasa ini semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah sama sekali... selama kita punya Bank Indonesia yang baik, semuanya pasti bisa berjalan lancar! πŸ’―
 
ini gampang aja, kalau pemerintah mau memberikan insentif likuiditas, tentu saja uang akan tumbuh πŸ€‘πŸ“ˆ, tapi kalau biar stabil, harus ada keseimbangan ya, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, seperti itu yang seharusnya dilakukan Bank Indonesia, jadi gak bisa terburu-buru aja ya. πŸ€”πŸ’Έ
 
kembali
Top