Tragedi Siswa SD di Ngada, Menteri PPPA Desak Evaluasi KLA

Tragedi kecelakaan bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, NTT, memicu ketegangan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Ia mendesak untuk evaluasi total terhadap implementasi kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di daerah tersebut.

Arifah menegaskan, penguatan sistem perlindungan anak sangat diperlukan. "Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi kebijakan KLA sangat diperlukan," katanya.

Dia menjelaskan bahwa permasalahan anak tidak memandang isu gender, termasuk anak laki-laki yang kerap luput dari perhatian. "Anak dan remaja laki-laki, sama seperti halnya anak dan remaja perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengutarakan keluhan di sekolah atau masalah pertemanan mereka. Mereka juga butuh untuk didengarkan," ungkapnya.

Arifah menekankan bahwa kebijakan KLA harus hadir secara nyata dalam kehidupan anak-anak, di sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial mereka. "Kami ingin memastikan setiap anak di Indonesia dapat mengikuti pendidikan dengan baik, bersekolah dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Dia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menekankan bahwa kasus bunuh diri pada anak tidak boleh dipandang sebagai peristiwa tunggal, melainkan sebagai pelajaran penting bagi negara dan masyarakat. "Belajar dari kasus ini, kami mendorong kabupaten/kota untuk memastikan kebijakan KLA dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan," terangnya.
 
Maaf ya, aku nanya aja apa yang salah dengan sistem pendidikan kita. Bunuh diri anak SD itu kayaknya sudah nggak perlu diulang lagi. Tapi nggak ada yang ambil tindakan, kan? Penguatan sistem perlindungan anak itu penting banget, tapi bagaimana caranya nih? Masih banyak kasus seperti ini yang terjadi. Aku rasa kalau kita mau bisa melakukannya, kita harus ngerja sama dan tidak menunggu dari pemerintah aja. KLA itu kayaknya harus ada di setiap sekolah, bukan hanya di kota besar. Dan orang tua juga harus lebih sadar, cari tahu apa yang terjadi dengan anak mereka.
 
Makasih kaya bisa nggak terjadi hal kayak gini lagi... tapi sih apa yang bikin saya ragu, kalo sudah ada kebijakan untuk melindungi anak di sekolah, tapi kalau permasalahan ini masih terus-bangun, berarti sistemnya tidak efektif. Jangan hanya bicara, harus juga dilakukan tindakan nyata... kayak ngebuat kebijakan yang benar-benar diterapkan. Dan apa itu kLA di daerah Ngada itu? Berapa banyak anak di daerah tersebut yang masih mengalami hal seperti ini? Saya masih ragu...
 
oh iya kayaknya gini nih.. tragedi itu memang bikin kita pikir deh tentang pentingnya perlindungan anak di sekolah dan di rumah. kalau tidak ada sengaja sistem perlindungan anak, berarti kasus seperti ini bisa terjadi lagi... tapi aku rasa ada solusi banget dari kalangan pemerintah. kebijakan kla harus ada di setiap daerah dan sekolah, jadi semua anak bisa mendapatkan perlindungan yang sama. itu bikin kita lebih aman dan nyaman bersekolah, apalagi untuk anak laki-laki yang sering disepakati tidak. ๐Ÿค•
 
Gue rasa ini sangat mengejutkan banget ya... bunuh diri anak SD jadi bukti betapa pentingnya perlindungan anak kita, tapi apa itu kebijakan KLA itu sebenarnya? Gue pikir itu cuma kata-kata yang digunakan oleh orang-orang senior, tapi ternyata itu memang ada arti dan makna... apa yang bisa kita lakukan dari kasus ini? Ternyata bukan hanya tentang penguatan sistem perlindungan anak, tapi juga tentang perhatian kita terhadap kesempatan yang sama bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan. Gue rasa itu penting banget, karena kalau kita tidak memperhatikan anak-anak, kita tidak akan bisa membuat mereka menjadi individu yang seimbang dan kuat... tapi apa itu itu? ๐Ÿค”๐Ÿ‘ถ
 
Tragedi itu benar-benar membuat saya sedih, tapi juga makin kuakutatami betapa pentingnya kita harus perhatikan keselamatan anak-anak di sekolah. Saya ingat kalau aku juga pernah mengalami kesulitan saat SMP, tapi siapa tahu mungkin jika ada orang yang mendengarkan, aku tidak perlu menemukan solusinya dengan cara yang tragis seperti itu.

Menteri Arifah Fauzi benar-benar memiliki pandangan yang bijak tentang ini. Saya setuju bahwa penguatan sistem perlindungan anak sangat diperlukan. Tapi kita juga harus ingat, penguatan itu bukan hanya tentang undang-undang, tapi tentang perilaku masyarakat. Kita harus belajar untuk mendengarkan dan memahami kesulitan anak-anak. ๐Ÿค•๐Ÿ’”
 
Saya penasaran sih apa yang bisa dilakukan kita untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan... ๐Ÿค”๐Ÿ‘€ Mungkin kita perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan anak, dan juga harus meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan kebijakan KLA... ๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ‘ฉโ€๐ŸŽ“๐Ÿ“š Jangan lupa kita juga perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang bagaimana membuat lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak... ๐Ÿ ๐ŸŒŸ
 
Mau tahu siapa yang bakal mengambil tanggung jawab atas hal ini... kalau tidak ada sistem perlindungan anak yang baik, aja kasus seperti ini akan terulang lagi dan lagi ๐Ÿค•๐Ÿ‘ง๐Ÿป. Menteri Arifah Fauzi udah benar-benar sengaja berbicara tentang penguatan sistem perlindungan anak, tapi kita harus lihat apakah dia udah berhasil membuat perubahan yang nyata di daerah Ngada ya... ๐Ÿค”๐Ÿ“Š.
 
๐Ÿค• itu sih kayaknya pemerintah yang lemah banget ya! nggak bisa mengontrolin keselamatan anak-anak kita, harus dipertimbangkan lagi bagaimana caranya mencegah akses anak ke senjata ๐Ÿšซ. dan arifah fauzi itu juga kayaknya terlalu fokus pada sistem perlindungan anak, nggak ada yang bilangin tentang pendidikan yang kurangnya ๐Ÿ˜’. kalau mau benar-benar meningkatkan kesejahteraan anak-anak kita, harus ada perubahan dari dasar ๐Ÿ”„.
 
kembali
Top