Berikut adalah parafrasis dari artikel tersebut dengan gaya penulisan yang sesuai dengan kebiasaan seorang jurnalis di Indonesia:
Perempuan baru memasuki dunia kerja seringkali menghadapi kesulitan dalam menunjukkan diri secara profesional. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan kerja, mereka juga harus mengatasi stereotip yang masih ada di masyarakat, seperti "plafon kaca" untuk perempuan. Menurut data McKinsey, hanya 81 perempuan di setiap 100 laki-laki yang mendapatkan kesempatan promosi dari level entry ke manajer.
Dalam dunia kerja, perempuan cenderung lebih banyak bekerja nonteknis seperti tugas administratif dan peran merawat dinamika tim. Pekerjaan ini seringkali kurang dihargai dalam penilaian kinerja atau promosi. Namun, dengan mengembangkan soft skill yang tepat, perempuan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, membangun relasi profesional, mengelola emosi, dan berani menetapkan batasan.
Berikut adalah 5 tips soft skill untuk perempuan di awal karier:
1. **Pengaruh strategis untuk pertumbuhan karier**: Perempuan harus membangun visibilitas dan memperluas jejaring dalam lingkungan kerjamu. Ini akan membantu kamu menjadi lebih terlihat dan memiliki peluang berkembang yang lebih luas.
2. **Kepercayaan diri dan komunikasi di tempat kerja**: Perempuan harus belajar berkomunikasi dengan lebih lugas dan percaya diri, tanpa harus menjadi agresif. Kepercayaan diri tidak selalu datang dari dalam, tapi bisa tumbuh lewat pengalaman.
3. **Memiliki spesialisasi yang jelas**: Perempuan harus fokus pada satu atau dua keahlian utama yang jelas untuk meningkatkan nilai yang mereka bawa dan membangun arah karier secara bertahap.
4. **Mengenali kekuatan, keterampilan, dan batasan diri**: Perempuan harus mengenali apa yang menjadi kekuatan dan batasan mereka untuk bekerja lebih realistis dan tidak mudah overwork. Ini juga membantu kamu tahu kapan perlu belajar atau meminta bantuan.
5. **Pentingnya membangun relasi**: Relasi profesional tidak hanya soal mengenal banyak orang, tetapi juga soal membangun hubungan yang saling mendukung. Perempuan harus mulai memperluas jaringan dan menyampaikan aspirasi karier mereka untuk menjadi lebih mapan dalam perjalanan karier.
Dengan mengembangkan soft skill yang tepat, perempuan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan dan karier.
Perempuan baru memasuki dunia kerja seringkali menghadapi kesulitan dalam menunjukkan diri secara profesional. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan kerja, mereka juga harus mengatasi stereotip yang masih ada di masyarakat, seperti "plafon kaca" untuk perempuan. Menurut data McKinsey, hanya 81 perempuan di setiap 100 laki-laki yang mendapatkan kesempatan promosi dari level entry ke manajer.
Dalam dunia kerja, perempuan cenderung lebih banyak bekerja nonteknis seperti tugas administratif dan peran merawat dinamika tim. Pekerjaan ini seringkali kurang dihargai dalam penilaian kinerja atau promosi. Namun, dengan mengembangkan soft skill yang tepat, perempuan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, membangun relasi profesional, mengelola emosi, dan berani menetapkan batasan.
Berikut adalah 5 tips soft skill untuk perempuan di awal karier:
1. **Pengaruh strategis untuk pertumbuhan karier**: Perempuan harus membangun visibilitas dan memperluas jejaring dalam lingkungan kerjamu. Ini akan membantu kamu menjadi lebih terlihat dan memiliki peluang berkembang yang lebih luas.
2. **Kepercayaan diri dan komunikasi di tempat kerja**: Perempuan harus belajar berkomunikasi dengan lebih lugas dan percaya diri, tanpa harus menjadi agresif. Kepercayaan diri tidak selalu datang dari dalam, tapi bisa tumbuh lewat pengalaman.
3. **Memiliki spesialisasi yang jelas**: Perempuan harus fokus pada satu atau dua keahlian utama yang jelas untuk meningkatkan nilai yang mereka bawa dan membangun arah karier secara bertahap.
4. **Mengenali kekuatan, keterampilan, dan batasan diri**: Perempuan harus mengenali apa yang menjadi kekuatan dan batasan mereka untuk bekerja lebih realistis dan tidak mudah overwork. Ini juga membantu kamu tahu kapan perlu belajar atau meminta bantuan.
5. **Pentingnya membangun relasi**: Relasi profesional tidak hanya soal mengenal banyak orang, tetapi juga soal membangun hubungan yang saling mendukung. Perempuan harus mulai memperluas jaringan dan menyampaikan aspirasi karier mereka untuk menjadi lebih mapan dalam perjalanan karier.
Dengan mengembangkan soft skill yang tepat, perempuan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan dan karier.