Target Pajak 2026 Ambisius, DJP Perlu Siapkan Berbagai Jurus

Pajak dan Kesadaran Masyarakat

Banyak yang masih tidak mengerti apa itu pajak. Pajak adalah wajib bagi setiap orang yang memiliki pendapatan dari sumber-sumber tertentu, seperti pekerjaan, bisnis atau kegiatan lainnya. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara di Indonesia yang sangat penting untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan kebutuhan umum.

Menurut data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tingkat kepatuhan pajak sukarela di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 18 persen dari total wajib pajak yang harus membayar secara rutin. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum mengerti pentingnya pajak dan tidak memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak secara tepat waktu.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyatakan bahwa peningkatan kepatuhan sukarela adalah fondasi utama penerimaan negara, terutama untuk pajak seperti PPh dan PPN yang sepenuhnya bergantung pada perhitungan dan pelaporan wajib pajak. Namun, baseline kepatuhan ini masih sangat rendah dan membuat upaya peningkatan penerimaan menjadi persoalan pelik.

Untuk meningkatkan kepatuhan pajak sukarela, DJP akan melakukan beberapa hal seperti ekstensifikasi (perluasan basis) serta intensifikasi (penggalian potensi) secara agresif. Ekstensifikasi akan difokuskan pada dinamika ekonomi digital dan sektor-sektor potensial lain yang selama ini belum terjangkau optimal. Sementara itu, untuk wajib pajak yang sudah terdaftar namun kepatuhannya bolong-bolong, DJP akan melakukan pendekatan kombinasi teknologi dan manusia.

Selain itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menekankan bahwa Indonesia membutuhkan reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan. Kebijakan pajak yang baik seharusnya tidak hanya berfokus pada collecting (pengumpulan), tetapi pada growing (menumbuhkan) sumber-sumber pajaknya.

Piter menggarisbawahi bahwa kepatuhan akan tumbuh dengan sendirinya ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar. Sebaliknya, jika yang dirasakan masyarakat hanyalah beban, maka kepatuhan sukarela akan sulit terwujud.

Untuk memperbaiki sistem, perlu diadakan reformasi paradigma atau mindset. Menurut Ekonom senior sekaligus mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Permana Agung Dradjattun, pendekatan yang selama ini dianggap oleh banyak wajib pajak sebagai "taxing more" atau semakin membebani harus diubah. Cara yang bisa ditempuh adalah memfokuskan upaya pada stimulasi ekonomi agar aktivitas usaha bisa bergerak lebih cepat, sehingga dapat basis pajak secara alamiah dapat mengalami perluasan.
 
aku pikir wajib pajak harus dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat kalau ada prioritas besar maka harus dianggap penting juga untuk membayarnya πŸ€‘. tapi yang jadi masalah adalah banyak orang yang tidak tahu apa itu pajak dan tidak memiliki kesadaran untuk membayarnya secara tepat waktu... ini kayaknya perlu disampaikan ke masyarakat secara luas agar semua orang tahu pentingnya pajak πŸ‘.

dan aku setuju dengan Piter Abdullah kalau reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan sangat dibutuhkan. karena sekarang banyak orang yang hanya memikirkan diri sendiri saja dan tidak mempertimbangkan dampak bagi negara dan masyarakat lainnya πŸ€·β€β™‚οΈ.

saya pikir ekstensifikasi dan intensifikasi secara agresif dari DJP itu bagus, tapi juga harus diikuti dengan edukasi yang baik agar wajib pajak memahami pentingnya membayar pajak secara tepat waktu πŸ’‘.
 
Sangat kabur lagi kan? Masyarakat Indonesia masih belum terlalu sadar dengan pentingnya pajak. Seringkali mereka pikir bahwa pajak hanya untuk menumpuk uang pemerintah, tapi gak bisa! Pajak itu sebenarnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang berharga seperti pendidikan, perawatan jalan, dan lain-lain.

Aku rasa kalau masyarakat Indonesia lebih sadar dengan pentingnya pajak, kepatuhan pun akan lebih tinggi. Misalnya kita semua ikut membayar pajak secara tepat waktu, maka negara bisa melakukannya sesuatu yang berarti untuk umum.
 
Mending kalau kita fokus pada apa yang kita miliki daripada apa yang kita terima dari pajak, ya? Sekarang lagi itu konfirmasi bahwa banyak orang Indonesia masih belum paham bagaimana pentingnya pajak dan gampangnya mereka bisa membayar secara tepat waktu. Saya rasa itu karena banyak yang masih menggunakan metode pengeluaran yang kasar, misalnya pembayaran nanti atau meminjam uang dari teman-teman. Jangan lupa, itu juga bikin kita lemaun, loh!
 
Pokoknya kepatuhan pajak sukarela di Indonesia masih terlalu rendah, ini membuat negara kita sulit untuk meningkatkan penerimaan negara. Masyarakat harus lebih sadar bahwa pajak bukan hanya beban, tapi juga bagian dari kontribusi kita untuk pembangunan negara. Kalau kita tidak mau membayar pajak, kayaknya apa yang kita harapkan? πŸ€”πŸ’Έ
 
Pajak suatu hal yang sangat penting untuk negara Indonesia, tapi apa itu sebenarnya kepatuhan sukarela? Mereka katakan 18 persen sudah cukup rendah, tapi aku pikir itu masih banyak banget yang belum mengerti aspek ini. Aku rasakan kesan bahwa pajak bukan hanya tentang membayar biaya pemerintahan, tapi juga tentang memberikan kontribusi pada ekonomi. Jika kita tidak memiliki kesadaran yang tinggi, maka pasti saja akan sulit meningkatkan patuhannya πŸ€”. Mungkin aku salah, tapi aku pikir pentingnya adalah kita harus merasakan manfaat langsung dari pajak kita sendiri, bukan hanya memikirkan tentang pemerintahan. Dan kalau kita tidak merasakan manfaat itu, maka pasti saja akan sulit meningkatkan patuhannya. Mungkin perlu ada reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan, untuk membuat warga lebih sadar akan pentingnya pajak 🀝
 
😐 ya kalau kita tidak ada kesadaran tentang pajak, tentu hasilnya gak akan baik... masyarakat gak peduli, gak bayar, dan negara gak mendapatkan dana yang cukup... πŸ€” aku pikir itu penting banget buat pemerintah kajian lagi kebijakan pajaknya, jadi kalau ada kesalahan atau kekurangan, bisa ditambahin atau dirubah ya... πŸ“ˆ
 
πŸ˜‚ kayaknya gini lah, kalau kita tidak bayar pajak secara tepat waktu, apa yang terjadi adalah kita harus menunggu sampai terlambat, dan kemudian harus membayar dengan bunga dan imbalan lainnya... πŸ€¦β€β™‚οΈ itulah yang bikin kepatuhan pajak sangat rendah di Indonesia, karena banyak orang merasa tidak perlu khawatir tentang itu, tapi jadi ada konsekuensi yang serius! πŸ€‘ saya sendiri suka membayar pajak secara tepat waktu, karena aku tahu kalau itu untuk kemajuan negara dan kebutuhan umum... 😊
 
iya kalau masih banyak orang yang tidak tahu apa itu pajak deh πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi sekarang setelah banyak orang yang sudah menyadari pentingnya pajak, mungkin saja kepatuhan pun akan meningkat ya 😊. tapi masih ada yang harus diperhatikan, yaitu bagaimana cara membuat sistem pajak ini lebih mudah dan tidak terlalu menimpa wajib pajak yang kurang beruntung πŸ€‘. kalau bisa dengan cara stimulasi ekonomi aja, mungkin saja banyak orang bisa merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar ya πŸ‘.
 
Saya pikir penting banget bagaimana masyarakat Indonesia harus mengerti apa itu pajak dan bagaimana pentingnya membayar pajak secara tepat waktu. Sekarang, masih banyak orang yang tidak mau membayar pajak karena alasan sembarangan, padahal pajak merupakan wajib bagi setiap orang yang memiliki pendapatan. πŸ€‘

Selain itu, saya juga pikir bahwa perlu diadakan reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan agar masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar. Jika masyarakat tidak merasakan manfaatnya, maka kepatuhan akan sulit terwujud. πŸ€”

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, saya pikir perlu dilakukan edukasi yang lebih baik dan lebih efektif tentang pentingnya pajak dan bagaimana cara membayar pajak secara tepat waktu. Saya juga pikir bahwa pemerintah harus lebih proaktif dalam mempromosikan kepatuhan pajak sukarela dengan menggunakan teknologi dan inovasi. πŸ’»
 
Saya pikir konsep ini sedang jadi salah satu masalah yang serius yang harus dihadapi Indonesia dulu kalinya. Pajak itu penting banget buat membiayai kegiatan pemerintahan dan kebutuhan umum. Tapi ternyata banyak orang masih belum mengerti apa itu pajak dan tidak mau membayar secara tepat waktu.

Saya ingat saat kuliah, saya pernah diajarkan bahwa pajak adalah wajib bagi setiap orang yang memiliki pendapatan dari sumber-sumber tertentu. Tapi ternyata banyak orang yang belum tahu apa itu pajak dan tidak mau membayar. Saya pikir ini salah satu masalah yang harus diatasi dulu kalinya.

Saya senang melihat bahwa Direktur Jenderal Pajak sedang melakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak sukarela. Mereka melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi secara agresif untuk mencapai target yang diinginkan. Saya berharap mereka bisa berhasil dalam upaya ini.

Saya juga setuju dengan Piter Abdullah bahwa reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan sangat diperlukan. Kebijakan pajak yang baik seharusnya tidak hanya berfokus pada collecting, tetapi juga pada growing sumber-sumber pajaknya. Saya pikir ini adalah cara yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan pajak sukarela dan memperbaiki sistem. πŸ™
 
Pajak memang penting buat negara kita, tapi siapa yang bilang seseorang harus membayar pajak ya? Aku pikir banyak orang yang tidak punya pendapatan, tapi harus membayar pajak. Itu tidak adil, kan?

Aku baca artikel tentang kepatuhan pajak sukarela di Indonesia, dan sepertinya masih banyak orang yang tidak mengerti pentingnya pajak. Mereka pikir pajak hanya untuk negara, tapi sebenarnya ada manfaat lain buat mereka sendiri, seperti pembangunan infrastruktur dan jalan raya yang baik. Tapi apa yang di bayar oleh mereka?

Aku setuju dengan Piter Abdullah bahwa kepatuhan akan tumbuh dengan sendirinya ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar. Jadi, jika kita ingin meningkatkan kepatuhan pajak sukarela, kita harus membuat sistem yang lebih baik dan transparan. Kita tidak boleh hanya memfokuskan pada pembayaran pajak saja, tapi juga perlu memperhatikan bagaimana pajak itu digunakan.

Aku penasaran apa yang akan dilakukan Direktur Jenderal Pajak untuk meningkatkan kepatuhan pajak sukarela? Aku harap mereka bisa membuat sistem yang lebih baik dan tidak hanya memberi kata-kata saja.
 
Gue pikir kepatuhan pajak nih ga kena dianggap rendah banget, tapi setiap orang harus memikirkan bagaimana gue bisa membantu negara dengan memberikan sesuatu dari uang yang gue punya. Kalau gue sudah sengaja mengeluh karena harus membayar pajak, itu kalau gue benar-benar kebutuhan, tapi gue harus mencoba cari cara agar kehidupan sengaja nggak tergantung pada pajak.
 
Ketika dibicarakan tentang pajak, aku pikir masih banyak yang tidak paham betapa pentingnya pajak sebagai sumber pendapatan negara πŸ€”. Ya, tentu saja kita semua tahu bahwa pajak harus dibayar oleh orang-orang yang memiliki pendapatan dari sumber-sumber tertentu, tapi ada banyak yang belum mengerti tentang bagaimana cara itu dilakukan dan apa yang dimaksud dengan "kepatuhan" ya πŸ˜….

Menurutku, masih terlalu rendah aja jumlah kepatuhan pajak sukarela di Indonesia, hanya sekitar 18 persen πŸ€·β€β™‚οΈ. Jika masyarakat merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar, maka tentu saja kepatuhan akan tumbuh secara alami ya 🌱. Tapi, kalau masyarakat hanya merasa beban, maka itu jadi masalah besar πŸ€•.

Aku pikir penting juga untuk memperbaiki sistem pajak agar lebih efisien dan mudah dipahami oleh masyarakat πŸ“ˆ. Misalnya, dengan memfokuskan upaya pada stimulasi ekonomi agar aktivitas usaha bisa bergerak lebih cepat, sehingga dapat basis pajak secara alamiah dapat mengalami perluasan πŸ’ͺ.
 
omg, apa lagi kalau warga kota juga yang belum tahu apa itu pajak πŸ€·β€β™‚οΈ! seperti aja bayar pajak saja, kenapa harus ada banyak lagi tahu apa itu dan bagaimana cara membayarnya πŸ˜…. tapi sebenarnya makin penting banget pajak untuk negara kita, karena nanti bisa gunakan untuk sekolah dan perumahan dan lain-lain πŸ’Έ.

saya pikir hal yang bikin warga belum sabar membayar pajak adalah kesalahpahaman tentang apa itu pajak dan bagaimana cara membayarnya πŸ€”. jadi harus ada edukasi yang lebih baik, seperti di sekolah atau online πŸ“š. kalau sudah tahu apa itu pajak, maka bisa fokus untuk membayarnya dengan tepat waktu ⏰.

saya setuju juga dengan Piter Abdullah bahwa paradigma kebijakan perpajakan harus direformasi 😊. jangan hanya fokus pada pengumpulan saja, tapi juga bagaimana cara meningkatkan sumber-sumber pajaknya πŸ“ˆ. dan kalau warga merasakan manfaat langsung dari pajak yang mereka bayar, maka kepatuhan akan tumbuh dengan sendirinya πŸ’ͺ!
 
karena masih banyak orang yang tidak tahu apa itu pajak kan? tapi sebenarnya sangat penting untuk negara kita πŸ€·β€β™‚οΈ. harusnya mereka punya kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak secara tepat waktu, tapi masih 18 persen yang bolong-bolong 😐. harus diubah cara pandangnya, tidak hanya sekedar mengumpulkan uang saja, tapi juga harus menumbuhkan sumber-sumber pajaknya πŸ“ˆ.
 
Pajak itu nggak asyik banget ya... Banyak orang bilang "apa sifatnya saya harus membayarnya?" Nah, yang penting adalah kita semua memiliki kewajiban sebagai warga negara Indonesia untuk membayar pajak kita secara tepat waktu. Tapi, kalau sifatnya asyik dan tidak ada manfaat langsung, kayaknya punya orang lain aja yang bayar saja ya...
 
Hehe, apa khasnya kita ngobrol tentang pajak? Tapi aku pikir apa yang penting adalah sistem pembayaran online yang banyak digunakan di Indonesia. Aku suka banget cara pembayaran online seperti OVO dan Gopay. Mereka sangat mudah digunakan dan bisa membuat transaksi menjadi lebih cepat. Dan aku rasa, jika kita memiliki teknologi yang baik seperti itu, maka masyarakat akan lebih mudah untuk membayar pajak secara tepat waktu juga, ya? 😊
 
Pajak itu bukan cuma tentang membayar biaya yang harus diangsur, tapi juga bagai bagian dari komitmen kita sebagai warga negara πŸ™. Kalau kita nggak punya kesadaran akan pentingnya pajak, maka pengelolaan negara pasti jadi kacau 😩. Aku pikir pemerintah harus buat strategi yang lebih baik untuk meningkatkan kepatuhan pajak, seperti membuat sistem yang lebih mudah dipahami dan tidak terlalu berat bagi warga πŸ€”.

Dan aku setuju dengan Piter bahwa reformasi paradigma dalam kebijakan perpajakan itu penting banget πŸ‘. Kalau kita fokus hanya pada mengumpulkan pajak tanpa memperhatikan bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya, maka tidak akan ada perubahan yang signifikan πŸ“ˆ. Aku harap pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih baik dan warga negara Indonesia bisa memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya pajak πŸ’‘.
 
kembali
Top