Survei: 66% Pengurus KDMP Belum Terima Pelatihan dari Pemerintah

Pemerintah Indonesia gagal memberikan dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih. Menurut survei yang dilakukan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, sebanyak 66 persen pengurus koperasi tersebut belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas koperasi masih terbatas dan tidak merata.

Pengaturan Koperasi Desa Merah Putih memang sangat sporadis, sehingga pendirian koperasi tersebut banyak yang belum terbentuk secara resmi. DFW menyatakan bahwa ada 30,9 persen responden yang tidak memiliki anggaran dasar (AD) atau rumah tangga (RT), sedangkan 42,3 persen menganggap AD/RT hanya sebagai pelengkap.

Meskipun demikian, sebanyak 92 persen responden telah mengantongi rencana bisnis, namun 56 persen responden tidak memiliki mitra pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang untuk meningkatkan kemampuan koperasi tersebut.

Luthfian Haekal dari DFW menyatakan bahwa Pemerintah Pusat harus berorientasi lebih pada substansi Koperasi Desa dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif. Ia merekomendasikan pemerintah untuk mengembangkan sumber daya manusia koperasi dengan mempertimbangkan jangka panjang, bukan hanya jangka pendek.

Jadi, apa itu yang harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat? Yang penting adalah membentuk ekosistem ekonomi, pembentukan pasaran, dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih dapat meningkatkan kemampuan mereka dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini sangat penting, karena Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi rakyat. Namun, masih banyak hal yang harus disusun oleh pemerintah, seperti pelatihan, dukungan keuangan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
 
πŸ€” Dulu aja ga tahu bahwa 66 persen pengurus koperasi Desa Merah Putih belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah . itu bikin kita bayangin kalau bagaimana kemampuan mereka bisa meningkat jika diberikan pelatihan yang tepat. πŸ“Š Lihat chart ini, 92 persen responden sudah punya rencana bisnis, tapi masih banyak yang belum memiliki mitra pemasaran. itu bikin kita bayangin kalau bagaimana strategi pemasaran harus diimplementasikan dengan benar. πŸ“ˆ Menurut Luthfian Haekal, pemerintah harus fokus pada substansi Koperasi Desa dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif. Mungkin kalau bisa membuat program pelatihan yang lebih panjang dan mendalam bisa membantu meningkatkan kemampuan koperasi ini. πŸ“Š Statistik 30,9 persen responden tidak memiliki anggaran dasar/RT, tapi 42,3 persen menganggap itu hanya sebagai pelengkap. Mau tahu apa yang harus dilakukan pemerintah? πŸ€”
 
kita nggak bisa sabar banget ya, pemerintah harus segera memberikan dukungan yang lebih baik padakoperasi desa merah putih, tapi kalau tidak, kayaknya mereka tidak akan bisa berkembang dengan baik. survei dari DFW ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diatasi, seperti pelatihan, anggaran dasar, dan infrastruktur pendukung lainnya. jadi, pemerintah harus lebih serius dalam memberikan dukungan ke koperasi desa merah putih, tidak hanya semata-mata berbicara about rencana bisnis aja πŸ˜•πŸ’Ό
 
Kalau gini kita lihat, koperasi desa Merah Putih ini benar-benar memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan ekonomi rakyat, tapi apa yang bikin pemerintah tidak memberikan dukungan yang cukup? Mungkin karena pemerintah masih fokus pada kekuasaan dan tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat. Itu yang membuat kita sadar bahwa kita harus mandiri dalam mencari solusi, tapi juga tidak bisa menolak bantuan dari pemerintah jika kita benar-benar membutuhkannya.

Dan apa yang bikin koperasi desa Merah Putih ini masih belum mengembangkan kemampuan mereka? Mungkin karena kurangnya pelatihan dan dukungan keuangan. Tapi justru itu yang harus diintegrasikan dengan infrastruktur pendukung lainnya, seperti pasaran dan ekosistem ekonomi. Jadi kita harus memahami bahwa meningkatkan kemampuan koperasi desa bukanlah masalah sederhana, tapi sebuah proses yang kompleks yang memerlukan kerja sama dari semua pihak.

Sekarang, kalau kita lihat dari sudut pandang lain, apa yang bikin kita terkesan bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini masih belum dapat meningkatkan kemampuan mereka? Mungkin karena kita terlalu fokus pada keberhasilan dan tidak peduli dengan kesalahan. Tapi justru itu yang harus dihindari, kita harus belajar dari kesalahan dan mencoba lagi dengan lebih baik.
 
Wahhhh... biar mau bukti bahwa pemerintah Indonesia benar-benar tidak mengutamakan koperasi desa. Mereka yang diwakili oleh DFW sama sekali belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, sih? 66 persen pengurus koperasi belum pernah mendapatkan pelatihan, ituh! Bagaimana bisa mereka untuk meningkatkan kapasitasnya kalau tidak ada dukungan dari pemerintah?

Dan apa lagi, pengaturan koperasi desa merah putih sangat sporadis, terbentuknya banyak yang belum ada, aja. 30,9 persen responden tidak punya anggaran dasar atau rumah tangga, tapi masih diharapkan mereka bisa berdiri sendiri? Tidak mungkin, bro!
 
Luar aja, apa yang salah dengan koperasi desa merah putih ini? Mereka tidak perlu banyak dukungan dari pemerintah, cuma cukup memberikan pelatihan dan dukungan keuangan saja sudah cukup kan? Kenapa harus berorientasi pada jangka panjang? Apa yang salah dengan koperasi desa yang ingin cepat meraih untung? Saya rasa ini hanya menyalahkan pemerintah, tapi tidak memberikan solusi yang tegas.
 
Gue pikir kalau gue mulai dari sini aja, koperasi desa itu nggak bisa tumbuh tanpa bantuan pemerintah. 66 persen pengurus koperasi belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah? Itu bikin mereka kurang kompeten banget! Gue rasa pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih serius, bukan cuma soal pelatihan saja. Mereka juga harus membantu dengan infrastruktur dan keuangan, sehingga koperasi desa bisa tumbuh stabil. Luthfian Haekal benar, pemerintah harus berorientasi pada substansi koperasi desa, bukan hanya soal strategi jangka pendek. Gue harap pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan koperasi desa dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif. πŸ€”πŸ’Ό
 
pemerintah udah bikin koperasi desa merah putih apa sih? udah lama sekali mereka punya rencana bisnis tapi belum bisa jadi. paling serius adalah 56 persen dari responden tidak memiliki mitra pemasaran, makanya perlu banget dukungan dari pemerintah ya. tapi yang penting adalah pembentukan ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung, biar koperasi desa merah putih bisa meningkatkan kemampuan mereka dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia
 
Makasih bro, aku pikir peningkatan kapasitas koperasi desa masih terbatas kok, tapi kalau mau aku tahu apa yang harus dilakukan pemerintah, mending fokus pada pelatihan dan dukungan keuangan dulu aja. Jadi, jangan cuma berbicara-ngobrol aja, tapi juga lakukan aksi nyata. Koperasi desa membutuhkan bantuan yang lebih komprehensif, bukan hanya tentang memberikan rencana bisnis aja.
 
Aku pikir pemerintah harus fokus pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya soal pembangunan ekonomi yang cepat. Koperasi Desa Merah Putih itu penting banget, tapi masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum pernah menerima sejak 66 persen dari mereka belum pernah menerima pelatihan. Dan bagaimana kalau ada dukungan keuangan yang lebih jelas? Tapi aku pikir ini bukan soal pemerintah harus memberikan uang, tapi biar rakyat Indonesia bisa memiliki pendapatan yang stabil dan seimbang.

Kalau kita fokus pada hal ini, aku rasa ekonomi rakyat di Indonesia bisa berkembang dengan lebih baik. Kita tidak perlu takut ada kekhawatiran tentang investasi asing atau hal itu. Yang penting adalah pemerintah harus mau mendukung rakyatnya. Dan aku rasa ini sudah menjadi kesadaran yang cukup luas di kalangan masyarakat, kita harus terus tekan agar pemerintah melakukan perubahan yang sebenarnya. πŸ€”
 
Gini kayaknya, kalau gak ada dukungan dari pemerintah, koperasi desa jadi seperti apa? 😐 Mereka harus mulai dari nol lagi. Saya pikir pemerintah harus memberikan pelatihan yang lebih serius untuk pengurus koperasi, serta membantu mereka dengan biaya operasional. Kalau gak begitu, mungkin koperasi desa jadi seperti bisnis kecil yang tidak berkelanjutan. πŸ€” Saya harap pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih baik untuk koperasi desa merah putih. πŸ’‘
 
karena sini ada kabar baik banget, ya! survei dari DFW menunjukkan bahwa 92% responden koperasi desa merah putih sudah punya rencana bisnis, itu berarti banyak sekali potensi untuk meningkatkan kemampuan koperasi tersebut. tapi apa yang harus dilakukan pemerintah? harusnya membuat ekosistem ekonomi yang baik, jadi pasaran dan infrastruktur pendukung lainnya bisa berkembang bersama-sama dengan koperasi desa merah putih. itu akan membantu meningkatkan kemampuan mereka dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di indonesia 🌱πŸ’ͺ
 
Gampang banget Pemerintah Indonesia nggak memberikan dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih. 66 persen pengurus koperasi belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, itu memang sangat sadis πŸ€•. Tapi, aku pikir masih ada harapan. Jika Pemerintah Pusat mau fokus pada substansi Koperasi Desa dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif, maka aku yakin koperasi tersebut bisa meningkatkan kemampuan mereka πŸ’ͺ.

Aku setuju dengan Luthfian Haekal dari DFW, pemerintah harus berorientasi pada jangka panjang, bukan hanya jangka pendek. Mereka perlu mengembangkan sumber daya manusia koperasi dan mempertimbangkan potensi besar ekonomi rakyat πŸ“ˆ. Yang penting adalah membentuk ekosistem ekonomi, pembentukan pasaran, dan infrastruktur pendukung lainnya. Jika itu bisa terlaksana, maka aku yakin Koperasi Desa Merah Putih bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia 🌈.
 
Makasih ya gini... Pemerintah Indonesia udah terlambat lagi memberikan dukungan kepada Koperasi Desa Merah Putih. 66 persen pengurus koperasi belum pernah menerima pelatihan, itu sangatlah melemah. Tapi, aku masih berharap bahwa pemerintah dapat memberikan solusi yang tepat dan membantu meningkatkan kapasitas koperasi tersebut.

Aku ingat kalau Indonesia ini memiliki banyak potensi ekonomi rakyat yang besar-besaran menunggu diberdaya oleh pemerintah. Koperasi Desa Merah Putih itu sangatlah penting untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tapi, masih banyak hal yang harus disusun oleh pemerintah, seperti pelatihan, dukungan keuangan, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Aku harap pemerintah dapat lebih komprehensif dalam memberikan dukungan kepada koperasi tersebut dan tidak hanya fokus pada jangka pendek. Kita harus membentuk ekosistem ekonomi yang kuat dan membantu meningkatkan kemampuan koperasi untuk menjadi lebih berdaya saing. 🀞🏻πŸ’ͺ
 
Makasih DFW Indonesia udah lakukan survei ini, tapi gampang banget lihat kalau pemerintah belum memberikan dukungan yang cukup untuk Koperasi Desa Merah Putih πŸ€”. 66 persen pengurus koperasi belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah? itu sudah wajar, karena siapa tahu kalau pemerintah tidak punya sumber daya yang cukup untuk membantu mereka πŸ€‘. Tapi apa yang bisa dilakukan DFW dan komunitasnya? Mereka harus terus berjuang untuk membuat pemerintah lebih sadar akan pentingnya Koperasi Desa Merah Putih πŸ™.

Saya pikir pemerintah harus fokus pada hal-hal yang sebenarnya, bukan hanya sekedar memberikan label dan program yang tidak efektif πŸ˜’. Mereka harus membantu koperasi tersebut meningkatkan kemampuan mereka, seperti dengan memberikan pelatihan yang benar-benar berguna, dukungan keuangan yang stabil, dan infrastruktur pendukung lainnya πŸ“ˆ. Jika pemerintah bisa melakukannya, maka Koperasi Desa Merah Putih akan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan itu adalah hal yang sangat positif πŸ’ͺ.
 
Makasih bro.. Aku rasa gampang banget buat pemerintah lupa membantu koperasi desa merah putih. Mereka sendiri yang harus bertanggung jawab atas kemampuan mereka, tapi aku rasa pelatihan dan dukungan keuangan punya pemerintah sangat penting juga πŸ˜’.

Aku bayangkan kalau mereka sudah punya rencana bisnis yang solid, tapi belum memiliki anggaran dasar atau RT, itu seperti mau memulai perusahaan tanpa uang untuk biaya operasional. Dan yang paling beresiko adalah 30,9 persen responden yang tidak punya anggaran dasar atau RT, itu kayaknya sangat berisiko 😬.

Tapi aku rasa kalau pemerintah masih bisa melakukannya, karena mereka punya sumber daya manusia yang banyak. Aku bayangkan kalau mereka punya program pelatihan yang baik, dan dukungan keuangan yang komprehensif, itu akan membuat koperasi desa merah putih lebih kuat πŸ’ͺ.

Jadi, aku rasa pemerintah harus fokus pada hal-hal ini, bukan hanya sekedar membentuk ekosistem ekonomi. Mereka juga harus mempertimbangkan jangka panjang, bukan hanya jangka pendek πŸ€”.
 
kalo lihat survei DFW ini, aku pikir koperasi desa merah putih gak bisa berkembang jika tidak ada dukungan yang komprehensif dari pemerintah. kalau nggak ada pelatihan yang baik, gak ada kepastian bahwa pengurusanya bisa mengelola koperasi dengan baik. tapi kalau pemerintah bisa memberikan dukungan yang lebih baik, aku pikir potensi koperasi desa merah putih untuk mengembangkan ekonomi rakyat benar besar πŸ€”
 
Kalau gini juga bisa jadi bukan program koperasi desa merah putih itu benar-benar bermanfaat ya? Jika pemerintah memberikan pelatihan yang baik dan dukungan keuangan, pasti nanti semua koperasi desa merah putih bisa berjalan lancar. Tapi, kalau tidak ada pelatihan atau dukungan, itu juga gak masalah. Koperasi desa merah putih ini masih memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi rakyat, tapi perlu dijalankan dengan benar.
 
Pemerintah Indonesia harus serius banget dengan kondisi Koperasi Desa Merah Putih! πŸ€” Menurut survei Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, 66 persen pengurus koperasi belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah. Itu sangat sadis, kan? πŸ’” Maksudnya, jika pemerintah tidak memberikan dukungan yang cukup, koperasi desa ini tidak akan bisa meningkatkan kemampuan mereka.

Saya pikir pemerintah harus lebih fokus pada substansi Koperasi Desa, bukan hanya membiarkan sembaran-mubar. Mereka harus mengembangkan sumber daya manusia koperasi dengan mempertimbangkan jangka panjang, bukan hanya jangka pendek. πŸ“ˆ

Pemerintah juga harus membentuk ekosistem ekonomi yang kuat, seperti pembentukan pasaran dan infrastruktur pendukung lainnya. Jadi, Koperasi Desa Merah Putih bisa meningkatkan kemampuan mereka dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 🌈

Tapi, saya pikir masih banyak hal yang harus disusun oleh pemerintah, seperti pelatihan, dukungan keuangan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Jadi, saya harap pemerintah akan serius banget dengan kondisi Koperasi Desa Merah Putih dan memberikan dukungan yang cukup untuk meningkatkan kemampuan mereka. 🀞
 
kembali
Top