Pemerintah Indonesia berencana mengembangkan sebuah stasiun kereta api di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang, yang akan menjadi bagian dari rute Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung. Stasiun Jatake ini diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi bagi warga setempat menuju pusat aktivitas ekonomi dan biaya transportasi yang lebih terjangkau.
Menurut data BPS, Kabupaten Tangerang memiliki penduduk sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif. Hal ini membuat pola mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.
Dari sisi ekonomi, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu penggerak utama aktivitas kawasan metropolitan. Struktur ekonomi daerah menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter, di mana sektor Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian.
Produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp54,73 juta, menandakan skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas yang andal untuk menopang produktivitas harian. Kondisi tersebut tercermin dalam tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah AbangโRangkasbitung dalam jangka panjang.
Stasiun Jatake ini dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi.
Menurut data BPS, Kabupaten Tangerang memiliki penduduk sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif. Hal ini membuat pola mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.
Dari sisi ekonomi, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu penggerak utama aktivitas kawasan metropolitan. Struktur ekonomi daerah menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter, di mana sektor Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian.
Produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp54,73 juta, menandakan skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas yang andal untuk menopang produktivitas harian. Kondisi tersebut tercermin dalam tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah AbangโRangkasbitung dalam jangka panjang.
Stasiun Jatake ini dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi.