Nadiem Makarim, mantan Stafsus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), saat diadili kasus dugaan korupsi Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, mengakui dirinya tidak mencermati pertanyaan jaksa tentang kapan dirinya mulai mengenal mantan Menteri tersebut.
Jaksa meminta Fiona Handayani, mantan Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), menjelaskan awal mula dirinya mengenal Nadiem Makarim. Fiona kemudian menjawab bahwa dirinya mengetahui Nadiem sejak menjadi mahasiswa dan sempat mengenal mantan Menteri saat berada di PSPK.
Fiona memastikan bahwa grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team" yang dibentuk oleh Nadiem tidak terkait dengan Chromebook, melainkan membahas tentang visi-visi pendidikan. Dia juga menyatakan bahwa orang-orang yang berada dalam grup tersebut kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Menteri.
Fiona mengkonfirmasi bahwa SK pengangkatan dirinya sebagai Staf Khusus terbit pada tahun 2020 dan tidak semua anggota grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team" diminta dan menyanggupi untuk menjadi Staf Khusus Menteri.
Jaksa meminta Fiona Handayani, mantan Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), menjelaskan awal mula dirinya mengenal Nadiem Makarim. Fiona kemudian menjawab bahwa dirinya mengetahui Nadiem sejak menjadi mahasiswa dan sempat mengenal mantan Menteri saat berada di PSPK.
Fiona memastikan bahwa grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team" yang dibentuk oleh Nadiem tidak terkait dengan Chromebook, melainkan membahas tentang visi-visi pendidikan. Dia juga menyatakan bahwa orang-orang yang berada dalam grup tersebut kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Menteri.
Fiona mengkonfirmasi bahwa SK pengangkatan dirinya sebagai Staf Khusus terbit pada tahun 2020 dan tidak semua anggota grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team" diminta dan menyanggupi untuk menjadi Staf Khusus Menteri.