Sidang Pakai KUHAP Baru, Miki Mahfud Ajukan Pengakuan Bersalah di Kasus K3

Terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3, Miki Mahfud, mengajukan pengakuan bersalah. Hal ini berlaku dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP baru.

Miki yang didampingi oleh mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengaku menulis surat pengakuan bersalah setelah berdiskusi dengan keluarga dan istrinya. Surat itu dibacakan Miki di hadapan Jaksa KPK, para advokat, dan hakim.

Pengakuan bersalah yang disampaikan Miki terkait dengan perbuatan memberikan sejumlah uang kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara di Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendapatkan penerbitan dan perpanjangan sertifikat lisensi individu keselamatan atau K3.

Miki mengaku bahwa ia melakukan perbuatan tersebut karena adanya sistem yang telah berlangsung secara terus-menerus di lingkungan Kemnaker, terutama untuk pengambilan sertifikat. Ia tidak dapat mengambil sertifikat jika tidak memberikan uang.

Namun, demi mendukung pelaksanaan tugas KPK dan keinginan Miki untuk segera berkumpul dengan keluarga, maka ia memilih mengajukan surat pengakuan bersalah secara sukarela.
 
Mereka bilang bahwa di tengah-tengah kemelamatan ini, apakah kita juga harus terkesan pada kebenaran dan kejujuran? Miki, dia yang dituduh melakukan kesalahan, tapi apa sebenarnya yang terjadi di balik cerita itu? Apakah sistemnya benar-benar tidak memungkinkan orang untuk mendapatkan sertifikat secara adil, atau apakah ada sesuatu yang tidak kita lihat? Mungkin ada. Mungkin ada konsep 'adil' dan 'adilan' yang lebih kompleks daripada apa yang kita bayangkan.
 
Mikirin gimana kalau gini? Siapa yang pernah harus berurusan dengan dokumen-dokumen yang banyakin bikin kepala kebalik? At least aku punya cara untuk menghilangkan rasa bosan, yaitu nonton anime bareng temen. Aku suka aksi dan komedi di anime, tapi apa kalau ada anime bergenre romantis? Hehe, aku rasa aku akan jadi gila! Sama-sama, Miki bisa berurusan dengan masalahnya saja...
 
Gue rasa si Miki Mahfud masih bisa bertanya-panya apa yang terjadi kalau gue nonton percakapan di antara dia dan keluarganya saat itu... apakah dia benar-benar tidak sadar betapa seriusnya kesalahan yang pernah dibuat? Kalau sih pengakuan bersalah dari Miki ini sudah ditebus dengan biaya uang. Gue rasa itu sama seperti membayar utang kepada diri sendiri, kan?
 
Pernyataan Miki yang menulis surat pengakuan bersalah ini benar-benar membuatku berpikir tentang sistem yang ada di dalam Kemenaker. Apa kebijakan dan prosedur yang seharusnya ada untuk mencegah kasus-kasus seperti ini? Kenapa Miki harus begitu memaksa hingga mengajukan surat pengakuan bersalah secara sukarela? Dan bagaimana caranya kita bisa melindungi pegawai negeri dari penyalahgunaan kekuasaan seperti ini?
 
Mikah Muhfud punya kesempatan yang baik buat berubah jadi contoh bagus banget... tapi kenapa harus begitu sulit? Ia harus dikhawatirkan karena sistem yang buruk, sih... kalau tidak ada uang, kalau tidak ada cara lain, apa bisa dijangkaukan? Bayangkan kalau semuanya sama-sama. Padahal, kita semua tahu bahwa setiap orang memiliki potensi yang luar biasa... tapi bagaimana caranya untuk mengekspresikannya? Apakah harus dibayarkan dengan uang? Tapi apakah itu cukup?
 
Wah, apa kabar ini! Miki Mahfud terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3, dan dia sendiri yang ajukan pengakuan bersalah. Itu cukup berarti, kan? Saya tidak tahu siapa yang salah, tapi saya pikir sistem yang ada di Kemnaker itu sangat konyol. Bagaimana kalau kita coba buat sistem yang adil dan transparan? Jangan perlu memberikan uang untuk mendapatkan sertifikat, aja bisa dengan proses seleksi yang jujur dan adil. Saya rasa ini adalah kesempatan besar bagi KPK untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola kasus-kasus seperti ini... tapi apa yang terjadi dengan Febri Diansyah, mantan juru bicara KPK? Kenapa dia ikut didampingi Miki ke Jaksa KPK? Hmm, mungkin ada sesuatu yang tidak jelas di balik cerita ini...
 
kembali
Top