Sidang Kasus Minyak Mentah, Kubu Kerry Adrianto Jelaskan Keuntungan Sewa Terminal OTM

Pengadilan Tipikor Jakarta melanjutkan sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah Jumat, 6 Februari 2026. Tim hukum terdakwa Kerry Adrianto Riza selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa mengajukan argumen bahwa penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) memberikan keuntungan signifikan bagi Pertamina.

Menurut patra, keuntungan hingga USD 524 juta yang dihasilkan oleh Pertamina berasal dari pembelian BBM di luar Singapura, yaitu dari kawasan Timur Tengah serta dari efisiensi biaya pengangkutan BBM ke terminal OTM selama 10 tahun. Jika dibandingkan dengan harga BBM dari Singapura yang lebih mahal sekitar USD 2 hingga 3 juta per barel, Pertamina dapat mendapatkan harga yang lebih rendah.

Terdakwa Patra juga mempertanyakan penyewaan terminal PT OTM milik kliennya malah disebut merugikan negara sebesar Rp 2,9 triliun. Dia menjelaskan bahwa dengan sewa terminal BBM, Pertamina dapat mendapatkan keuntungan yang signifikan.

"Kita sudah mendengarkan ahli ya, ahli keuangan negara, ahli hukum keuangan, ahli ekonomi forensik, ahli akuntansi forensik. Apa yang mereka temukan? Ya, dengan sewa terminal BBM, dalam konteks ini PT OTM, Pertamina itu memperoleh keuntungan lebih kurang US$ 524 juta selama 10 tahun," kata Patra kepada awak media.

Pertanyaan utama sekarang adalah, apakah penyewaan terminal PT OTM benar-benar merugikan negara? Apakah keuntungan yang dihasilkan oleh Pertamina membalas biaya yang dikeluarkan oleh negara?
 
Gue penasaran sih apa yang dimaksud dengan "merugikan negara" di sini. Jika PT OTM memberikan keuntungan USD 524 juta kepada Pertamina melalui penyewaan terminal, itu artinya PT OTM berkontribusi pada kesejahteraan negara. Tapi, apakah itu benar-benar "merugikan" atau apa? 🤔

Jika Pertamina bisa mendapatkan keuntungan dari sewa terminal tersebut, itu berarti bahwa biaya yang dibayarkan oleh PT OTM sebenarnya tidak mengganggu kinerja negara. Jadi, gue rasa penyewaan terminal ini bukanlah kegiatan korupsi, tapi lebih mungkin adalah transaksi bisnis normal yang diatur dengan baik. 💸
 
Hehe, kalau nggak salah sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentahnya kayaknya bakal jadi bahan diskusi panas nanti! 🤔 Saking pentingnya skandal ini, aku rasa harus dipantau dengan dekat. Tapi apa yang patra katakan tentang sewa terminal BBM itu benar-benar benar? Atau mungkin ada sesuatu yang salah ditemukan oleh tim hukum terdakwa? Aku pikir kalau tidak ada bukti nyata, justru penyewaan terminal PT OTM itu bisa dianggap sebagai keuntungan bagi Pertamina. Kalau begitu, aku rasa harus ada penjelasan yang lebih jelas dari kapan awal apa yang terjadi dengan sewa terminal BBM tersebut. Dan siapa sih yang benar-benar bertanggung jawab atas semuanya? 🤷‍♂️
 
Gue pikir aksi ini nggak benar... PT Orbit Terminal Merak udah buat profit dari sewa terminal, tapi apa yang udah dilakukan oleh klien (Pertamina)? Berapa biaya yang dikeluarkan oleh Pertamina ya? Apakah keuntungan yang dihasilkan oleh PT OTM itu sepadan dengan biaya yang dikeluarkan? Gue curiga kalau ada penipuan sini...
 
ya kan, pertanyaannya seperti giliran siapa sih yang salah 🤔. aku pikir apa yang penting adalah hasilnya, ya? apakah PT OTM dan Pertamina benar-benar memberi keuntungan kepada negara atau bukan? mungkin ada jawabannya di dalam angka-angka dan data yang ada di sidang kasus ini 📊. aku harap tim hukum bisa menjelaskan semua hal ini dengan jelas dan akurat, ya!
 
Aku pikir ada sesuatu yang curerun sama dengan korupsi minyak mentah ini... Lalu, siapa yang benar-benar mendapatkan keuntungan dari penyewaan terminal PT OTM? Jika Pertamina memperoleh keuntungan USD 524 juta, tapi itu berasal dari biaya pengangkutan BBM yang lebih rendah karena menggunakan kawasan Timur Tengah... Maksudnya, siapa yang benar-benar membayar biaya yang tinggi itu? Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di balik penyelesaian kasus ini...
 
Aku pikir kayaknya kalau kita lihat dari data yang ada, penyewaan terminal PT OTM gak benar-benar merugikan negara. Pertamina itu sudah mendapatkan keuntungan yang signifikan sebesar USD 524 juta dan itu semua dari biaya pengangkutan BBM ke terminal OTM selama 10 tahun. Tapi, apa yang aku khawatirin ya kalau biaya tersebut bagaikan dengan biaya yang dikeluarkan oleh negara tidak? Kita harus lihat dari data yang sebenarnya berapa biaya yang dikeluarkan oleh negara dan apakah itu bisa dibalas dengan keuntungan yang dihasilkan oleh Pertamina. Jadi, aku pikir kita harus lebih teliti lagi ya! 🤔
 
Gue pikir si Penyita Patra kayaknya bener-bener salah. Jika dia bilang penyewaan terminal PT OTM merugikan negara, tapi ternyata Pertamina bisa mendapatkan keuntungan USD 524 juta, itu berarti keuntungan itu bukan rugikan negara, kayak banget!
 
Hahaha, korupsi kok udah begitu kreatif banget! 🤣 Jadi, apa itu PT OTM? Terminal BBM-nya kayak tempat parkir mobil besar! 😂 Mungkin Pertamina justru memperoleh keuntungan karena bisa parkir BBM di sana, hehe. Nah, pertanyaan utama ya apa korupsi ini benar-benar membalas biaya yang dikeluarkan oleh negara? Atau apalagi korupsi ini kayak kereta api keren yang hanya menumpang orang selingan aja? 🚂💸
 
😊 Ah nih, kasus korupsi tata kelola minyak mentah kayaknya serius banget! Saya rasa penyewaan terminal PT OTM memang memberikan keuntungan bagi Pertamina, tapi apa yang penting adalah apakah itu benar-benar merugikan negara? 🤔 Saya harap pengadilan bisa menemukan jawabannya dengan benar dan transparan. Kita haraplah agar informasi yang jujur dan akurat bisa keluar dari kasus ini, sehingga kita semua bisa tahu apa yang terjadi dan bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini kembali terjadi di masa depan! 💪
 
aku pikir kaseh ini sengaja gak ada klarifikasi apa-apa... jadi PT Orbit Terminal Merak (OTM) mau nyewakan terminal bahan bakar minyak (BBM) ke Pertamina, tapi akhirnya Pertamina mendapatkan harga yang lebih rendah dari Singapura. kemudian dia katakan itu merugikan negara sebesar Rp 2,9 triliun... tapi apa itu benar? apakah PT OTM bulengin kita kira dia hanya mau memberi keuntungan kepada Pertamina aja, tanpa peduli dulu apa yang terjadi dengan uang rakyat? aku rasa perlu ada klarifikasi lebih lanjut tentang ini...
 
Gue rasa gini, kalau Pertamina bisa mendapatkan keuntungan sebesar USD 524 juta dari penyewaan terminal BBM itu, toh sepertinya tidak ada yang salah. Kita udah bayangin kalau keuntungan itu hasilnya dari biaya yang dikeluarkan oleh negara. Jadi, sih, apakah benar-benar biaya itu membalas diri?
 
Saya rasa kalau ada masalah korupsi sementara itu di mana orang-orang lain tidak bisa mendapatkan keuntungan dari terminal BBM, itu malah keren ya. Tapi kalau Pertamina memperoleh keuntungan dari sewa terminal PT OTM dan negara merugikan Rp 2,9 triliun, itu gampangnya salah ya... Mungkin kita butuh penjelasan lebih lanjut dari ahli-ahlinya tentang bagaimana biaya yang dihasilkan oleh negara itu bisa sebesar itu. Saya curhat, kalau ada orang yang bisa menjelaskan hal ini dengan jelas, saya akan senang banget! 🤔
 
Aku rasa ini bukti nyata bahwa korupsi masih berlanjut di Indonesia 😩. Jika sewa terminal PT OTM memang memberikan keuntungan sebesar USD 524 juta kepada Pertamina, maka itu berarti negara kita kehilangan uang yang bisa digunakan untuk proyek-proyek penting seperti pembangunan infrastruktur dan pendidikan 🤯. Aku rasa penegak hukum di pengadilan kudu fokus untuk memastikan bahwa semua dokumen dan bukti sudah lengkap sebelum membuat keputusan, biar tidak ada kesalahan lagi dalam proses ini 💼.
 
BIAR BISA DIPAHAM KENAPA PENYEWAIAN TERMINAL BBM PT OTM BENAR-BENAR MERUGIKAN NEGARA, LAMA-LAMA PENGADILAN TIPIKOR TIDAK BISA MENUTUP CASUSNYA. APA KAH PERTAMINA MEMBAYARKAN BIAYA PENYEWAIAN TERMINAL BBM? APA KAH NEGARA MENDAPATKAN GANTI JASA DARI KEUNTUNGAN PERTAMINA? SELESTEHAH JANGAN, PENGADILAN TIPIKOR HANYA MEMBIarkan SEMUA CASUS LAMA-LAMA.
 
iya, kalau asal muasalnya korupsi punya korupsi kayak gini, jadi apa yang bisa kita lakukan? pertanyaannya juga serius banget, sih... apakah PT OTM ini benar-benar merugikan negara sebesar Rp 2,9 triliun? tapi apa yang saya lihat, penyewaan terminal BBM oleh Pertamina memang memberikan keuntungan signifikan, yaitu USD 524 juta selama 10 tahun. tapi apakah itu bisa kita anggap sebagai korupsi? masih perlu dipertimbangkan lagi, karena ini masalah ekonomi dan keuangan yang serius banget 🤔💡
 
Wow 🤯! Aku pikir kasus ini kayak cerita film aja, korupsi tapi siapa tahu benar atau tidak. Tapi kalau asli benar, aku sengaja ingin tahu bagaimana caranya PT OTM bisa memperoleh keuntungan yang begitu besar dari penyewaan terminal BBM. Apalagi jika itu memang merugikan negara sebesar Rp 2,9 triliun... itu kayak bukti nyata bahwa ada yang tidak beres di dalam sistem ini 😳.
 
Maksudnya sih, kalau kita lihat dari perspektif bisnis, penyewaan terminal PT OTM memang memberi keuntungan yang signifikan bagi Pertamina. Tapi, apa yang pentingnya buat kita semua, ada artinya negara memperoleh atau kalah? Bayangkan jika kita berlaku seperti itu di kehidupan sehari-hari, kita akan terus mencari cara untuk mendapatkan untung dengan tidak peduli dampak yang diperoleh. Tapi siapa yang bilang bahwa keuntungan itu benar-benar 'baik' ? Kita harus berhati-hati dalam memilih apa yang dianggap 'baik' atau 'buruk'. Kita harus bisa melihat dari perspektif lain, yaitu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana dampaknya. Jadi, kita harus tetap waspada dan tidak cepat menarik kesimpulan. 🤔
 
kembali
Top