Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Hakim Soroti SE Harda Kiswaya

Pemeriksaan saksi Harda Kiswaya dalam sidang kasus dana hibah pariwisata Sleman 2020, yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta Kamis (21/1/2026), kembali menimbulkan kontroversi. Mantan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, tiba di ruang sidang sekitar pukul 14.00 WIB sebagai saksi utama.

Menurut Hakim Gabriel Siallagan, Harda berperan penting dalam penyusunan SE tentang teknis penyaluran dana hibah pariwisata Sleman 2020, meskipun ternyata dia tidak tahu secara spesifik apa yang ditulis dalam surat tersebut. Harda mengakui bahwa penyusunan tecnis itu bukan di tangannya dan hanya ia yang mempercayakan kepada tim pelaksana.

Namun, keberadaan surat edaran yang ditandatangani oleh Harda sendiri masih menimbulkan pertanyaan, apakah dia sebenarnya mengikuti prosedur yang berlaku atau tidak. Sementara itu, ada perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Kabupaten Sleman dengan di Kota Yogyakarta dan Bali, yaitu pelaksanaan yang lebih spesifik dan sesuai dengan keputusan menteri.

Hakim Gabriel juga mengacu pada keberadaan Keputusan Menteri Pariwisata nomor KM/704/PL.07.02/M-K/2020 yang secara umum berlaku untuk seluruh daerah. Menurutnya, hanya Kabupaten Sleman saja yang menambahkan kegiatan lain yang tidak tertuang dalam peraturan tersebut.

Hakim masih heran mengapa terdapat surat edaran yang ditandatangani oleh Harda sendiri tanpa ada petunjuk teknis resmi dari Bupati. Sementara itu, sidang rampung pada pukul 17.36 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Senin (26/1) dengan agenda yang sama.
 
Gak bisa tidak curiga kalau Harda Kiswaya bilang dia tidak tahu apa-apa tentang penyusunan tecnis dana hibah pariwisata Sleman 2020, tapi ternyata dia sendiri yang menandatangani surat edaran itu 🤔. Itu seperti berbicara sambil menggenggam api ya? Kalau asal-usulnya siapa tahu nanti akan keluar kejutan besar 😅. Tapi jadi ini apa, Harda Kiswaya sendiri yang menjadi penyebar kebuntalan ini. Kalau dia bilang tidak tahu, tapi ada bukti-bukti yang menunjukkan dia sendiri yang terlibat, itu bisa bikin kontroversi sih 😬.
 
itu juga gak jelas kan kalau Harda sendiri yang menandatangani surat edaran itu. mungkin ada kesalahan administrasi, tapi harus diinvestigasi lebih lanjut apa benar apa tidak. tapi yang penting adalah sidang ini masih belum selesai, dan harus dipantau lebih dekat.
 
aku rasa ini salah paham kok, kalau dia mempercayakan kegiatan itu kepada tim pelaksana dia tidak tahu apa yang ditulis dalam surat edaran itu 😕. tapi kalau ada surat edaran itu sendiri yang ditandatangani oleh Harda dan bukan dari Bupati, itu bukan benar-benar masuk akal juga. aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik semuanya 🤔.
 
Wahhh... siapa tahu apa yang benar dan apa yang salah dengan penyusunan dana hibah pariwisata itu... tapi yang penting adalah Harda Kiswaya jujur tentang tidak ada di dalam tim pelaksana, mungkin bisa menyelesaikan segalanya dengan jujurnya deh 😊. Tapi sih, apa artinya surat edaran itu? Apakah dia benar-benar tidak tahu apa yang ditulis di dalamnya? Kalau benar-benar tidak tahu, mungkin bisa menghubungi teman-temannya di tim pelaksana ya... 🤔
 
Ugh, kayaknya Harda Kiswaya lagi-lagi jadi sorotan publik. Apalagi kalau dia ini saksi utama dalam kasus dana hibah pariwisata Sleman 2020. Hmm, kalau dia ini tidak tahu secara spesifik apa yang ditulis dalam surat tersebut, kenapa dia ini masih tanda tangani? Mungkin ada sesuatu yang tidak beres di sana... 🤔
 
Kalau nanti Harda Kiswaya mau jujur tentang siapa yang meminta dia buat surat edaran itu, apa lagi kalau ada bukti nyata? Mungkin saja dia hanya nggak perlu khawatir, tapi jangan sampai dia malah berbohong ya? Masa kita semua punya standar kejujuran sendiri, kan?
 
Hehe, aku pikir itu bikin ketegangan banyak orang ya 😅. Kalau mantan Bupati Sleman memang mengakui tidak tahu apa-apa yang tertulis di surat tersebut, tapi dia sendiri yang menandatangani surat edaran, itu bukannya kontroversi? 🤔 Aku rasa ada kesalahpahaman yang besar disini. Kalau dia benar-benar tidak tahu, maka dia tidak perlu menandatangani surat tersebut, kan? 😕 Atau mungkin ada yang salah di belakang layar? 🤝 Aku pikir itu perlu dibongkar lebih lanjut.
 
Kasus Harda Kiswaya lagi-lagi bikin kontroversi 😒. Aku pikir kalau dia sudah dipanggil sebagai saksi utama, dia harus jujur sejak awal tentang apa yang dikatakan dan apa yang tidak. Tapi ternyata masih ada pertanyaan tentang surat edaran yang ditandatangani oleh Harda sendiri, itu bukan bijak juga 🤔. Aku pikir pihak pengadilan harus lebih teliti lagi tentang proses penyusunan teknis penyaluran dana hibah pariwisata Sleman 2020. Dan apa sih kebijakan hibah pariwisata di daerah itu, bisa berbeda-beda kan? 🤷‍♂️
 
Pernah pikir apakah kebiasaan saksi-saksi menghadirkan surat edaran sendiri di sidang pengadilan adalah hal biasa? Kenapa Harda Kiswaya harus menandatangani surat itu sendiri tanpa ada petunjuk teknis resmi dari Bupati? Tapi, apakah dia benar-benar tidak tahu apa yang ditulis dalam surat tersebut? Kenapa ada perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Kabupaten Sleman dengan di Kota Yogyakarta dan Bali? Ada yang bisa menjelaskannya, ga? 🤔
 
Saya masih terkejut banget kalau mantan Bupati Sleman ini bisa ada di sini... siapa tahu dia masih punya banyak hal untuk dibicarakan, tapi apa kegiatan ini benar-benar perlu? Saya pikir ini hanya birokrasi yang tidak perlu lagi dan membuat orang-orang kesulitan dengan data-data penting.
 
🤔 Gue pikir gak jelas apa yang terjadi disini. Surat edaran itu siapa nih yang bikin? Bupati sendiri ya, tapi dia bilang bukan di tangannya. Nah, sekarang ada pertanyaan bagaimana ngerasa nih kalau dia adalah pembuat surat itu sendiri dan kemudian menjadi saksi utama di pengadilan. Gue rasa gak bisa dipercaya juga sama Harda Kiswaya. Dan siapa yang meminta surat edaran itu? Bupati sendiri juga, tapi dia bilang hanya mempercayakan ke tim pelaksana. Gue rasa ini kayak kebalikan logika aja 🙄.
 
Aku pikir kayaknya Harda Kiswaya nggak jelas banget kalau dia bilang tidak tahu apa yang ditulis di surat edaran itu. Tapi, kenapa dia tetep menandatangani aja? Kalau gini, bukanya kejahatan, tapi kurang jujur dulu. Aku rasa ini sama kayak permainan teka-teki sih, tapi yang terjebak di tengah-tengahnya adalah masyarakat Sleman yang harus tunggu apa lagi.
 
Hehe 😂 apa lagi kontroversi dari Harda Kiswaya ya? Dia bilang dia tidak tahu apa-apa di dalam surat itu, tapi dia sendiri yang menandatangani! Sama-sama lah 🙄. Aku pikir ada peluang besar dia jujur dengan hakim, tapi aku malah yakin dia akan mencoba menutupi hal ini lagi. Kenapa Harda harus selalu kembali ke sini? 🤯
 
Aku pikir si Harda Kiswaya apa yang udah lakukan di sidang itu? Apakah dia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang penyusunan teknis dana hibah pariwisata Sleman 2020? Atau mungkin dia hanya ingin menyesuaikan dirinya dengan situasi ya? Aku sudah cemberut banget, kalau si bupati itu bisa saja mengguncang kebenaran! Dan apa yang terjadi dengan surat edaran yang ditandatangani oleh Harda itu? Apakah dia punya alasan apa untuk menandatangani surat tersebut tanpa ada petunjuk teknis resmi dari Bupati? Aku udah ragu-ragu, siapa yang bisa memberitahu aku apa yang sebenarnya terjadi di balik layar! 🤔
 
Gue pikir ya apa-apa kalau Harda Kiswaya masih jadi saksi utama di pengadilan ini? Dia kalau tidak sabar, kalau sudah punya uang sendiri dia tidak perlu masuk sidang lagi, kan? Tapi, gue rasa penting untuk dia tetap jadi saksi karena dia yang ngerjain teknis penyaluran dana hibah pariwisata Sleman 2020. Tapi, apa sih kalau ada surat edaran yang ditandatangani oleh Harda sendiri? Gue rasa ini kalau diinvestigasi lebih lanjut dan diperiksa dengan benar itu penting banget agar tidak terjadi kekacauan lagi di daerah Sleman.
 
kembali
Top