Hilmi Gimnastiar, pemain sepak bola putra klub Putra Jaya Pasuruan, dianiaya kekerasan oleh lawan, Perseta 1970 Tulungagung, saat bermain Liga 4 Jawa Timur. Ia menendang dada Firman Nugraha, gelandang lawan yang baru bergabung dengan tim tersebut. Aksi ini mengakibatkan Firman terkapar dan harus segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah insiden berdarah di lapangan, pihak klub Putra Jaya Pasuruan memberi umum bahwa pemain tersebut telah ditebus dari skuadnya. Selanjutnya, hilmi berhadapan dengan sanksi Komisi Disiplin PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia) dan juga dianiaya hukuman bermain seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur.
Sementara itu, pihak Komisi Disiplin menilai bahwa Hilmi telah melakukan tindakan pelanggaran berat. Hal ini disebabkan karena aksi pemain yang mengakibatkan luka parah pada lawannya.
Setelah insiden berdarah di lapangan, pihak klub Putra Jaya Pasuruan memberi umum bahwa pemain tersebut telah ditebus dari skuadnya. Selanjutnya, hilmi berhadapan dengan sanksi Komisi Disiplin PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia) dan juga dianiaya hukuman bermain seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur.
Sementara itu, pihak Komisi Disiplin menilai bahwa Hilmi telah melakukan tindakan pelanggaran berat. Hal ini disebabkan karena aksi pemain yang mengakibatkan luka parah pada lawannya.