Siapa Hilmi Pemain yang Tendang Dada di Liga 4 & Apa Sanksinya?

Hilmi Gimnastiar, pemain sepak bola putra klub Putra Jaya Pasuruan, dianiaya kekerasan oleh lawan, Perseta 1970 Tulungagung, saat bermain Liga 4 Jawa Timur. Ia menendang dada Firman Nugraha, gelandang lawan yang baru bergabung dengan tim tersebut. Aksi ini mengakibatkan Firman terkapar dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah insiden berdarah di lapangan, pihak klub Putra Jaya Pasuruan memberi umum bahwa pemain tersebut telah ditebus dari skuadnya. Selanjutnya, hilmi berhadapan dengan sanksi Komisi Disiplin PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia) dan juga dianiaya hukuman bermain seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur.

Sementara itu, pihak Komisi Disiplin menilai bahwa Hilmi telah melakukan tindakan pelanggaran berat. Hal ini disebabkan karena aksi pemain yang mengakibatkan luka parah pada lawannya.
 
Maksudnya siapa nanti yang akan bertanggung jawab? Pemain atau pelatih? πŸ€” Atapun klubnya? Masih banyak pertanyaan di sini... πŸ€·β€β™‚οΈ Sepak bola nggak bisa dimainkan dengan cara itu, kan? πŸ’”
 
Hahaha, sepak bola memang game panas banget! 🀯 Tapi si hilmi gini pasti tidak ingin kejar lagi, kan? πŸ˜‚ Aku penasaran siapa Firman Nugraha, siapa sisa tim Putra Jaya Pasuruan yang terkena dampak akhirnya? πŸ€” Mungkin mereka bisa menggabungkan pengalaman dan berusaha lebih baik lagi di masa depan... πŸ’ͺ
 
Wah keren banget betapa kerasnya sepak bola! Seperti biasa, kamu bisa melihat aksi agresif di lapangan, tapi kalau benar-benar serius, gara-gara itu bisa mempengaruhi pemain secara fisik 😳. Hilmi, dia benar-benar salah karena melakukan tindakan yang keras pada lawannya. Saya rasa, dia harus belajar untuk mengendalikan emosi di lapangan agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. Dan, sepertinya putra jaya pasuruan juga harus lebih teliti dalam memilih pemain baru. Kalau gini, mereka punya masalah dengan persatuan sepak bola πŸ˜….
 
Gue rasa aksi Hilmi itu ternyata salah, kan? Seperti gue bilang sebelumnya, sepak bola itu harus dimainkan dengan bijak dan tidak boleh mencelupi tangan ke dalam perut lawan πŸ˜‚. Tapi gue juga paham kalau di lapangan, stress yang terus menerus membuat pemain bisa kehilangan kendali diri. Dan kalau sudah kehilangan kendali, aksi itu jadi tidak ada batas 🀯.

Gue rasa Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur already keras banget dengan sanksi mereka berikan kepada Hilmi 😬. Sementara itu, gue juga paham kalau klub Putra Jaya Pasuruan juga harus tanggung jawab atas aksi tersebut, karena mereka adalah yang mengatur tim dan memilih pemain πŸ€”.

Gue harap Hilmi bisa belajar dari kesalahan tersebut dan menjadi pemain sepak bola yang lebih bijak di masa depan 🀞. Dan gue juga harap Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur bisa membuat aturan yang lebih baik untuk mencegah kesalahan seperti itu terjadi kembali πŸ“.
 
Aku pikir penutupan timnya Hilmi terlalu cepat, kalau aku harus memilih kamu. Aku rasa klub Putra Jaya Pasuruan dan pihak Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur harus lebih teliti dalam menilai aksi Hilmi. Ia tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut sepenuhnya, karena dia hanya melakukan tendangan yang salah arah. Firman Nugraha sendiri yang bertindak agresif itu! Aku rasa pihak Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur harus mempertimbangkan segala kemungkinan dan tidak terburu-buru dalam memberikan hukuman seumur hidup kepada Hilmi.
 
Makasih ya gampangnya ditebus oleh klubnya πŸ™. Tapi, siapa tau nanti bule sih punya konsekuensi?πŸ˜… Hilmi pasti seneng banget kalau bisa langsung dibawa ke rumah sakit πŸ€•. Dulu aku lihat gelandang Perseta 1970 yang sering klaim bahwa timnya lebih bagus πŸ˜’. Aku pikir sihir sih, aja gak kalah sama pasukan Putra Jaya Pasuruan πŸ†!
 
Pagi aja ya! Kekerasan di lapangan sepak bola itu gila banget! 😱 Si Hilmi pasti terlambat ya, dia harus belajar mengontrol emosi-emosinya saat bermain. Tapi aku rasa pihak Komisi Disiplin PSSI bisa membuat aturan yang lebih ketat untuk pengawas lapangan, supaya stuff like ini tidak terjadi lagi. πŸ’ͺ Aku harap si Firman Nugraha sembuh cepat dan tidak ada masalah yang parah. πŸ˜”
 
Kerja sama antara tim dan pihak komisi seharusnya mempertimbangkan kesehatan dan keamanan pemain, tapi apa lagi kalau sanksi bermain seumur hidup? Itu sudah sangat keras. Mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang aksi Hilmi dan bagaimana hal itu terjadi di lapangan. Kalau benar-benar karena kesal, tapi tidak memiliki cara lain untuk menghadapi situasi tersebut, maka bisa diterima dengan sanksi ringan saja. Sanksi bermain seumur hidup itu sangat berat, mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk memberikan peluang pemain untuk memulihkan diri dan kembali bermain.
 
Aku nggak bisa percaya, sepak bola udah jadi seperti itu ya... Hilmi harus lebih bijak dalam bermain, kenapa aja dia marah dan menendang dada Firman? Aksi tersebut sangat tidak masuk akal, apalagi karena bisa menyebabkan luka parah pada lawannya. Saya rasa pihak klub Putra Jaya Pasuruan harus lebih bijak dalam mengelola pemain mereka agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. πŸ€•πŸ‘Š
 
Wah bro, sepak bola gini bisa jadi game nyata banget! Nanti siapa yang mau main bareng Hilmi? Setelah itu kita lihat siapa yang bisa menggantinya di klub Pasuruan. Sanksi seumur hidup kayak apa? Kok terlalu berat ya? Sepak bola gini harus diatur, jadi gak ada lagi kejadian seperti ini...
 
Gampang banget buat tim sepak bola yang tidak bisa mengendalikan perasaan pemainnya! Hilmi kayak gila sekali nonton perseta 1970 Tulungagung dendaikan. Aksi itu tidak baik, tapi siapa tahu hilmi benar-benar tersinggung sama Firman? Mungkin saja dia ngeluhin pada pelatihnya atau apa? Jangan salah pengambilan keputusan buat tim Putra Jaya Pasuruan, kayak gini aja jadi skandal sepak bola πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”
 
ini kekejaman di lapangan sepak bola nih, siapa bilang sport itu nggak perlu adat dan norma? kenapa lagi hilmi ini harus daniaya begitu berat? nggak ada yang bisa dia lakukan, kan? tapi pihak klub dan komisi disiplin itu apa aja, kasih daniaya seumur hidup aja! kayaknya kalau gini, sepak bola itu jadi game yang ribet juga
 
Kalau nanti Hilmi gimnastiar mau nggak main sepak bola lagi? Aku sengaja lihat video insiden itu, kayaknya tangan Hilmi terlalu keras ditepuk Firman. Sepak bola itu bukan adegan nyilem, tapi sepak bola adalah olahraga yang memerlukan keberanian dan kedisiplinan. Aku rasa klub Putra Jaya Pasuruan harus nggak begitu cepat mensepakatkan Hilmi, aku pikir mereka should coba lihat apa yang benar-benar terjadi ditepi insiden itu.
 
Wah bro, sepak bola itu kayaknya sudah sangat keras! Pemainnya harus selalu waspada banget, tapi kalau ada yang salah, tidak ada lagi. Hilmi itu memang salah, dia juga harus lebih berhati-hati dengan lawan ya. Sanksinya seumur hidup? Wah, itu terlalu berat, bro. Mungkin saja dia bisa kembali main nanti jika dia belajar dari kesalahan tersebut. Tapi kalau dia tidak mau belajar, maka itu dia harus menghadapinya dengan kegagalan. Sepak bola bukan cuma tentang kekuatan fisik, tapi juga tentang keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan ya.
 
Gue pikir sepak bola kayaknya harus fokus pada game, kan? Tapi apalagi kalau ada kekerasan... Gue rasa klub Putra Jaya Pasuruan memang harus tahu nanti siapa yang mau ditebus atau tidak. Sanksi seumur hidup itu nggak adem banget! Kalau gue di situasi kayaknya aja mau terus main dan berusaha agar lawan tidak kecewa. Kekasih Firman Nugraha harus cepat sembuh, tapi gue rasa ini kayaknya gantungan siapa yang salah...
 
Aku pikir kalau yang harus ditebus bukan Hili, tapi aku, aku rasa bisa main sepak bola dengan baik sementara Hili ini terus menerus melakukan kesalahan di lapangan! πŸ˜‚ Kekerasan itu bukannya kejahatan, tapi bagian dari permainan sepak bola yang dingin dan berat. Aku bayangkan kalau Firman Nugraha bisa lagi main dengan baik setelah Hili ini terus menendang dada dia. Hmm... aku rasa Hili ini hanya butuh pelatihan ke mental agar bisa fokus di lapangan! πŸ’ͺ
 
Aku rasa ini memang adegan yang nggak enak banget, tapi aku pikir kita harus refleksikan tentang hal ini... Kekerasan di lapangan sepak bola itu nggak cuma tentang permainan, tapi juga tentang kebaikan hati kita. Hilmi pasti tidak tahu bahwa aksi-akininya akan menyebabkan Firman terkapar, tapi apa yang dia lakukan itu sudah jelas bukan kebaikan hati... Aku rasa kita harus lebih berpikir tentang etika dan moralitas di lapangan sepak bola. Kita harus ingat bahwa kita nggak hanya bermain untuk diri sendiri, tapi juga untuk lawan, untuk tim, dan untuk orang lain yang ada disepakata. πŸ€”
 
kembali
Top