Sengketa Rumah antara Warga Kompleks Hankam Slipi dan TNI

Pihak yang berkuasa tidak bisa menggagalkan eksekusi pemberian ganti rugi atas rumah TNI di kompleks Hankam Slipi, Jakarta Barat.

Auliasa Ariawan, salah satu penghuni rumah dinas TNI, mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan ganti rugi jika tidak ada oposisi dari Presiden RI. Dia juga menyampaikan bahwa sebelum ini, 12 orang yang berpartisipasi dalam perkara ini telah meminta agar gugatan mereka di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi pun diputuskan.

Tapi semua gugatan mereka ditolak oleh pengadilan tersebut. Banyak warga yang tergugat, seperti Hendra Ardiwiata, Elsie Priyantini, Ambar Pratoto, Satrio Wibowo, Olga Ch Jafar dan sebagainya.

Pihak Auliasa tidak puas dengan keputusan tersebut dan juga telah meminta gugatan mereka di Mahkamah Agung untuk diputuskan. Tapi sampai saat ini pihak Auliasa belum menerima kepastian bahwa gugatan mereka sudah terterima oleh mahkamah tinggi.
 
Sudah lama ya, kisah ini, kayaknya pihak berkuasa harus lebih teliti lagi sih... πŸ€” Ganti rugi untuk warga yang dipinggirkan ini memang buat rasa tidak adil banget, terutama kalau mereka sudah meminta gugatan di pengadilan tinggi dan apa yang dijawabnya? πŸ™„ Mahkamah Agung harus segera memberikan kepastian agar ini bisa selesai dengan cepat aja... πŸ’¨ Dan kalau pihak Auliasa belum menerima keputusan, itu bukan berarti mereka salah sih, tapi lebih baik lagi kalau ada penjelasan yang jelas dari mahkamahnya tentang apa yang sudah terjadi... 🀝 #GantiRugiWarga #HakAsasiManusia #KeadilanSederhana
 
ini yang penting, ganti rugi bagi warga Hankam Slipi itu apa artinya? mereka harus mengorbankan aset sendiri atau tidak? gimana caranya nih pemerintah bisa memutuskan ganti rugi tanpa ada perhatian terhadap warga-warganya? yang penting, ada keadilan di sini ya.
 
Saya rasanya sangat kecewa sama keputusan ini πŸ€•. Tapi, saya tahu kalau sudah ada orang yang meminta agar mereka di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi diputuskan. Artinya, sudah ada prosesnya 😊. Saya yakin kalau Auliasa Ariawan dan para warga lainnya akan terus berjuang hingga akhirnya mendapatkan kepastian bahwa gugatan mereka sudah terterima πŸ™. Saya harap pihak yang berkuasa bisa memahami kesulitan mereka 😊. Saya juga rasa kalau ini harus ada contoh-contoh lain seperti ini untuk semua orang yang pernah gagal di pengadilan πŸ€”.
 
😑🀯 Gue jadi bingung sama keputusan ini, nggak adil banget! Siapa sih yang bilang kalau ganti rugi itu harus dihitung berdasarkan pendapat dari satu orang presiden? πŸ™„ Auliasa Ariawan itu benar-benar telanjang, dia tidak punya bukti apa-apa untuk mendukung klaimnya. Dan sekarang dia masih binggung sama keputusan mahkamah tinggi? Wah, itu seperti berlari mundur dari hak asasi manusia mereka. πŸ€·β€β™‚οΈ Mau nggak dihitung sebagai warga negara Indonesia? Gue pikir ini semacam penindasan terhadap rakyat yang benar-benar tidak punya suara di meja pemerintahan. 😑
 
Kalau kita lihat, semua yang ada di kompleks Hankam Slipi itu punya hak untuk dimanfaatkan dengan adil, tapi apa yang terjadi sekarang? Saya pikir ini bisa jadi pelajaran bagus bagi kita semua, bahwa ketika kita merasa tidak adil, kita harus mencoba menyelesaikannya dengan cara yang sopan dan hormat. Jangan pernah langsung marah atau meminta bantuan dari orang lain tanpa berusaha sendiri terlebih dahulu. Maka dari itu, kita jangan ragu-ragu untuk mengajukan klaim kita di pengadilan, tapi juga harus bersedia menerima keputusan yang ada.
 
Itu kaya lucu banget! Pihak yang berkuasa udah tawar menawar, tapi masih tidak bisa menggagalkan eksekusi. Auliasa Ariawan itu pinta, dia bilang kalau mereka akan mendapatkan ganti rugi jadi kalau tidak ada lawan. Tapi apa sih dengan pengadilan? Mereka udah bilang 'tidak', tapi Auliasa masih nggak puas. Nah, mungkin kira-kira dia ingin kasus ini dikembalikan lagi ke Mahkamah Agung. Pihak yang berkuasa udah tawar menawar, tapi masih tidak bisa 'nggabung' kedua belah pihak. Saya pikir kaseh ini kayaknya akan terus berkelana di dalam sistem pengadilan.
 
Aku pikir kalau pihak yang berkuasa harus lebih bijak lagi nih, memikirkan apakah mereka benar-benar yakin bahwa ganti rugi itu tidak wajib? Tapi aku juga mengerti kalau mereka memiliki alasan dan prosesnya sudah jalan dengan baik. Aku setuju kalau 12 orang yang tergugat sebelumnya sudah memutuskan untuk tidak menggunakan pengadilan tinggi lagi, tapi aku masih harap ada cara lain agar mereka bisa mendapatkan keadilan. Mungkin pihak yang berkuasa bisa melakukan komunikasi yang lebih baik dengan warga-warga yang tergugat, sehingga mereka bisa merasa lebih puas dan tidak perlu meminta gugatan di Mahkamah Agung lagi 😊
 
Gue pikir kalau ganti rugi itu harus dihentikan dari awal, kan? Kenapa pihak berkuasa mau memaksa warga yang tidak melakukan apa-apa salahnya untuk menabung duit? Ganti rugi itu bukanlah hak milik mereka, tapi buat siapa saja yang tertabrakan oleh ganti rugi itu. Dan kalau gugatan mereka sudah di pengadilan dan diputuskan sebagai tidak, kenapa Auliasa Ariawan masih ingin meminta lagi ke Mahkamah Agung? Gue pikir itu seperti mencoba mengajukan kembali hal yang sudah selesai. Kenapa pihak berkuasa tidak mau mendengarkan pendapat warga dan lebih suka memberikan ganti rugi tanpa adanya pertimbangan atau proses yang tepat? πŸ€”
 
Ganti rugi yang dibayarkan, tapi kira-kira berapa? πŸ€‘
Saya tidak ingat seberapa banyak itu, tapi aku tahu mereka harus mampu hidup dengan nyaman di kompleks Hankam Slipi... tapi apa sih kepastian? πŸ€”
 
Maaf kalian semua, aku rasa ada kesalahan besar disini πŸ€”. Banyak orang yang tergugat dan gugatan mereka di tolak oleh pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, tapi kemudian Auliasa masih meminta gugatan mereka diputuskan di Mahkamah Agung? Apa itu logika? πŸ€·β€β™‚οΈ. Aku rasa ada kesalahpahaman atau kurangnya informasi yang akurat sebelum ini. Banyak orang yang tergugat dan sudah meminta agar gugatan mereka diputuskan di pengadilan negeri, tapi lama-lama saja ada perubahan keputusan? πŸ€”. Aku rasa pihak Auliasa harus lebih teliti dalam memilih jalur hukum yang tepat untuk kasus ini πŸ™.
 
Gue pikir siapa yang bilang kalau kekuasaan bisa menggagalkan apa saja, itu kalau ngerti jeleknya pemerintahan. Semuanya tergantung pada siapa yang punya tekanan dan uang. Kalau bukan, gue rasa ada masalah lebih luas di sini.
 
ini kasusnya kayak banget... siapa yang bilang pengadilan tidak bisa membuat keputusan? tapi kalau mahkamah setinggi tingginya pun tetap menolak, apa artinya apa? tapi Auliasa ini masih konsisten, kan? dia bilang sebelumnya sudah ada 12 orang yang meminta di pengadilan negeri dan tinggi diputuskan, tapi sepertinya masih banyak lagi yang nanti mau ikut ke mahkamah agung. kayaknya pihak Auliasa ini tidak punya pilihan lain, kan?
 
Gue pikir ini salah, kalau kita bisa ganti rugi rumah TNI karena dipaksa oleh pemerintah juga kayaknya gugatan warga harus diputuskan oleh pengadilan. Nanti kalau di mahkamah agung atau apa aja lagi, semua orang sudah bosen. Gue rasa ada kesepakatan yang salah di sini.
 
Gue pikir kalau ini salah banget, pemerintah harus nolkan aja eksekusi itu, siapa tahu ada yang benar-benar kesal dan ingin ganti rugi ya, tapi gak usaha mahkamah untuk menangani hal ini, mahkamah cuma memilih kalah aja.
 
ini aku pikir kalau pihak yang berkuasa harus lebih sabar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. kalau kan semua warga yang tergugat sudah meminta untuk diputuskan di pengadilan negeri dan tinggi, tapi mereka tetap ditolak. aku rasa mahkamah agung harus dihubungi juga nih, supaya tidak ada kesalahpahaman lagi.

dan aku pikir kalau ganti rugi yang dijanjikan seharusnya dilakukan dengan cepat-cepat, jangan sampai kapan nih? warga sudah kecewa lama, dan aku rasa pihak Auliasa benar-benar tidak puas. aku setuju dengan mereka, kita harus adil dan sama untuk semua orang.
 
Ini kayak apa sih? Pihak yang berkuasa benar-benar tidak peduli dengan apa yang dirasakan warga, asalkan tidak ada konsekuensi bagi mereka sendiri. Mereka ini bilang "tidak ada oposisi dari Presiden RI" dan aja ganti rugi bisa diterima. Sementara itu, warga yang tergugat harus nyusah banget buat memenangkan kasus di pengadilan, tapi apa pun hasilnya tidak akan dipertimbangkan oleh pihak berkuasa. Ini kayaknya serangkaian kebijakan yang tidak adil dan hanya untuk menutupi kebaikan hati mereka sendiri πŸ™„
 
Eh, aku rasa kayaknya mahasiswa dan warga tidak perlu khawatir tentang ganti rugi itu nanti. Aku suka banget sekali dengan kolam renang di TNI, aku sering banget sambil relaks di sana. Keren banget! πŸŠβ€β™‚οΈπŸŒ³ Aku pikir kalau bukan mahasiswa dan warga yang jujur-pintar itu kaya ganti rugi ini, tapi apa lagi? Aku rasa aku suka banget sekali dengan olahraga bola basket, aku sering banget nonton di TV. Keren banget! πŸ€
 
kembali
Top