Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan kesalahan saat menyapa mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Amran sempat memanggil nama Dedi Mulyadi sebagai pengganti Ridwan, sehingga mengakibatkan kesalahan penyebutan nama yang membuat Amran harus meminta maaf kepada Gubernur tersebut.
Amran menjelaskan bahwa dia sering berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi terkait persoalan irigasi pertanian dan menyatakan bahwa dia sangat dekat dengan mantan gubernur tersebut. Namun, kesalahan penyebutan nama yang dilakukan Amran membuatnya harus meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat.
Selain itu, Amran juga menyinggung sikap Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran pemerintah bekerja tanpa pilih kasih dalam penentuan distributor pupuk. Dia menyatakan bahwa Presiden menekankan agar penunjukan distributor dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja.
Dalam kesempatan itu, Amran juga mengjanjikan tambahan dukungan karena layanan pemerintah daerah dinilai berjalan baik. Dia meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat atas kekeliruan penyebutan nama dan menjanjikan bahwa nanti bantuan akan ada tambahan karena layanannya baik hari ini.
Amran juga menyatakan bahwa dia sering berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi terkait persoalan irigasi pertanian. Dia menyatakan bahwa dia sangat dekat dengan mantan gubernur tersebut dan mengakui bahwa kesalahan penyebutan nama yang dilakukan Amran membuatnya harus meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kesalahan penyebutan namanya.
Amran menjelaskan bahwa dia sering berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi terkait persoalan irigasi pertanian dan menyatakan bahwa dia sangat dekat dengan mantan gubernur tersebut. Namun, kesalahan penyebutan nama yang dilakukan Amran membuatnya harus meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat.
Selain itu, Amran juga menyinggung sikap Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran pemerintah bekerja tanpa pilih kasih dalam penentuan distributor pupuk. Dia menyatakan bahwa Presiden menekankan agar penunjukan distributor dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja.
Dalam kesempatan itu, Amran juga mengjanjikan tambahan dukungan karena layanan pemerintah daerah dinilai berjalan baik. Dia meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat atas kekeliruan penyebutan nama dan menjanjikan bahwa nanti bantuan akan ada tambahan karena layanannya baik hari ini.
Amran juga menyatakan bahwa dia sering berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi terkait persoalan irigasi pertanian. Dia menyatakan bahwa dia sangat dekat dengan mantan gubernur tersebut dan mengakui bahwa kesalahan penyebutan nama yang dilakukan Amran membuatnya harus meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kesalahan penyebutan namanya.