Satgas PKH mengembalikan lahan tambang ilegal PT AKT di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Satuan tugas ini berhasil menangkap 1.699 hektare tanah yang digunakan sebagai area bukaan tambang tanpa izin. Ini berlaku setelah keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 3714 K/30/MEN/2017 dicabut pada tahun 2017.
Pihak Satgas PKH melaporkan bahwa PT AKT telah melakukan penambangan ilegal di area tersebut. Hal ini dilakukan tanpa memperhatikan perizinan dan pelanggaran lainnya. Penyelidikan menemukan aktivitas penambangan ilegal yang berlangsung hingga Desember 2025.
Barita Simanjuntak, juru bicara Satgas PKH mengatakan bahwa PT AKT telah menjadikan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangga Batubara (PKP2B) sebagai jaminan utang tanpa persetujuan Pemerintah RI. Hal ini berarti PT AKT dapat dipengaruhi dengan denda sebesar Rp 4,2 triliun.
Satgas PKH juga menangani pengawasan terhadap aset PT AKT yang mencakup lebih dari 130 unit kendaraan operasional dan alat berat. Barita juga menyatakan bahwa tidak ada penutupan kemungkinan untuk melakukan penegakan hukum pidana terhadap perusahaan.
Pengamanan lokasi diperketat dengan melibatkan 65 personel gabungan dari Yon TP 883 dan Kodim 1013/Muara Teweh.
Pihak Satgas PKH melaporkan bahwa PT AKT telah melakukan penambangan ilegal di area tersebut. Hal ini dilakukan tanpa memperhatikan perizinan dan pelanggaran lainnya. Penyelidikan menemukan aktivitas penambangan ilegal yang berlangsung hingga Desember 2025.
Barita Simanjuntak, juru bicara Satgas PKH mengatakan bahwa PT AKT telah menjadikan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangga Batubara (PKP2B) sebagai jaminan utang tanpa persetujuan Pemerintah RI. Hal ini berarti PT AKT dapat dipengaruhi dengan denda sebesar Rp 4,2 triliun.
Satgas PKH juga menangani pengawasan terhadap aset PT AKT yang mencakup lebih dari 130 unit kendaraan operasional dan alat berat. Barita juga menyatakan bahwa tidak ada penutupan kemungkinan untuk melakukan penegakan hukum pidana terhadap perusahaan.
Pengamanan lokasi diperketat dengan melibatkan 65 personel gabungan dari Yon TP 883 dan Kodim 1013/Muara Teweh.