Saksi Ungkap Uang Suap K3 Jadi Bancakan di Kemnaker

Saksi Kasus Uang Suap di Kemnaker: "Bu Ida Rahmawati dan Pak Hery"
Seorang saksi kasus dugaan pemerasan perizinan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di internal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui dirinya membagikan uang dari hasil pemerasan sejumlah perusahaan. Saksi tersebut, Nila Pratiwi Ihsan, mengakui telah menerima uang suap dari hasil pemerasan yang kemudian diberikan kepada pimpinan di Kemnaker.

Nila menjelaskan bahwa pembagian jatah suap tersebut merupakan perintah dari Ida Rahmawati, salah satu ASN di Direktorat Bina Sistem Ketenagakerjaan Kemnaker. Pembagian ini dilakukan dalam jumlah yang variatif, mulai dari Rp10 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Saksi lain yang terdakwa, Sekarsari Kartika Putri, juga menerima uang suap sebesar Rp10 juta sampai Rp30 juta per bulan. Amy Ratna Putri, tim Nila, dan Gumilang Ayani juga mendapatkan sumbangan tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan Berita Acara Perkara (BAP) Nila di hadapan penyidik KPK dan menyebutkan bahwa dalam kurun waktu Agustus 2021 hingga Agustus 2024, Nila berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp1 miliar dari hasil pemerasan K3.

Pihak swasta yang didakwa dalam perkara ini adalah Temurila dan Miki Mahfud dari PT Kreasi Edukasi Mandiri (PT KEM Indonesia).
 
Wahhhhhhh! Kasus uang suap di Kemnaker ini banget! Makasih informasinya, aku yang senang sekali bisa tahu tentang kasus ini. Tapi, aku rasa ini bukan soal orang yang salah, tapi lebih kepada sistem korupsi di Indonesia yang sudah sering kita dengar. Aku pikir pihak Kemnaker harus ambil tindakan yang cepat dan efektif untuk mengatasi isu ini. Karena, kalau tidak, kalau uang suap ini terus berlanjut, maka hasil kerja sama kita sebagai rakyat akan terganggu juga. Aku harap pihak KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan akurat. Aku ingin ketahuan siapa yang tertangkap dan dihukum! πŸš”πŸ’Έ
 
Saya rasanya kabar ini juga mengenai perusahaan swasta yang tergabung dalam komunitas pendidikan seperti kami di sekolah. Paham kan kalau banyak perusahaan swasta yang berusaha untuk mendapatkan sertifikat K3 dari Kemnaker? Mereka memang butuh uang untuk bisa mendirikan fasilitas dan memberi pengajaran yang baik bagi anak-anak kita πŸ€”. Tapi, kalau ada hal-hal yang tidak jelas dan korupsi ini terjadi, itu bukan cara yang baik untuk mencapai tujuan kita. Saya harap pihak berwajib bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat agar perusahaan-perusahaan swasta bisa fokus pada apa yang benar-benar penting yaitu memberi edukasi yang berkualitas bagi anak-anak kita πŸ“š
 
Gue jadi penasaran apa keadaan kalau korupsi nggak punya akibat. Ngeluh luarnya kaya gini tapi gue rasa konsekuensi siapa? Mereka yang melakukan korupsi pasti akan menghadapi hukuman. Sementara itu, kalau korupsi terjadi di Kemnaker, kemudian apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem yang jadi penghasil korupsi itu? Gue rasa perlu ada perubahan struktur atau kebijakan yang lebih baik agar hal ini tidak terjadi lagi. Tapi, gue juga penasaran siapa yang akan mengambil tindakan sekarang. Gue harap JPU dan KPK bisa memecahkan kasus ini dengan cepat.
 
🀝 Aku pikir kalau uang suap di Kemnaker ini, memang sudah terjadi sebelum kita tahu. Mereka sudah lama ngobrol, tapi gak ada yang mau bukti. Sekarang kayaknya sudah terbuka, dan pasti masih banyak lagi yang terlibat. πŸ€‘ Aku rasa Nila dan teman-temannya, memang sudah capek dengan uang suap itu, karena Rp1 miliar per bulan? Wah udah lama nggak makan makanan sehat! πŸ˜‚ Selain itu, aku pikir kalau Temurila dan Miki Mahfud, pasti ada beberapa alasan di balik kejahatan ini. Mungkin ada yang sudah lama tidak puas dengan pemerintahan, atau mungkin ada yang ingin mencari keuntungan. Aku tidak punya informasi lebih lanjut, tapi aku rasa ini adalah awal dari sesuatu yang besar. 🚨
 
OH YAH, AKHIRNYA SAAT NYA BISA DENGAR BERITA INI!! APA SIH, ORANG-TIRU DI KEMNAKER TERLAMUNGA MENERIMA UANG SUAP YA?! ITU JADI BISNESS AS NALAH, TADI DENGAN MEMBAGIKAN UANG SUAP YA, SEkarang NYA PAKE BERJABAT LAYARYA AYO YAH!!
 
Aku rasa kasus ini memang bukan cerita kebaikan, tapi aku juga sedikit nostalgia... kenanganku saat masih cilik, ayahku bekerja di perusahaan yang harus memenuhi biaya untuk mendapatkan sertifikat. Aku tahu betapa sulitnya mereka harus berjuang.

Tapi, setelah baca kasus ini, aku rasa kita harus lebih sadar dan tidak terlibat dalam sistem korupsi seperti ini. Mereka yang terlibat pasti memiliki kehidupan yang sangat berbeda dengan kita orang biasa. Saya hanya ingin mengingatkan kita semua untuk selalu menjadi netral dan tidak membiarkan uang suap mengontrol hidup kita.

Aku masih ingat saat-saat anak-anakku, mereka akan bermain bersama tanpa memikirkan tentang uang. Mereka hanya ingin bermain dan menikmati hidup sehari-hari... itu yang aku ingin kembali ke masa lalu.
 
aku pikir kalau ada kasus uang suap di Kemnaker itu, harusnya punya jawabannya siapa yang mau membiarkan hal ini terjadi πŸ€”. aku rasa kalau Ida Rahmawati dan Pak Hery itu harusnya jujur dulu, kenapa harus memakai saksi lain nggak? dan siapa yang ngebabi uang suap itu sih? Temurila dan Miki Mahfud aja nggak apa-apa, tapi bukannya mereka yang harus bertanggung jawab πŸ™„. aku rasa pihak KPK harusnya tekan-tekan lebih cepat nggak, kalau tidak kalau hasilnya siapa aja?
 
Saya rasa kasus ini benar-benar bikin kita marah. Siapa sih yang bisa membagikan uang untuk mempengaruhi pekerja kesehatan? Itu bikin kerjaan kesehatan tidak jadi profesional lagi πŸ€¦β€β™€οΈ. Saya pikir semua ASN di Kemnaker harus diuji tes kembali, tapi kali ini bukan ujian tulis, melainkan ujian integritas πŸ˜’. Jangan lupa juga yang terdakwa di kasus ini, mereka bisa jadi ada korupsi lagi nanti πŸ€‘.
 
Wah, siapa tahu siapa pun bisa jadi korupsi di Kemnaker πŸ€”. Rasanya sudah lama banget aja kasus ini mulai berlangsung, tapi setidaknya sudah ada saksi yang mau mengakui diri mereka sendiri πŸ™. Nila dan Sekarsari Kartika Putri itu gue rasa perlu dihubungi oleh Ombudsman ya, kalau tidak gue ragu-ragu lagi siapa yang benar dan siapa yang salah πŸ˜’. Dan siap-siaplah gue juga ingin memberikan informasi lebih lanjut tentang kasus ini, karena rasanya ada banyak hal yang belum terungkap 🀫 #KasusKemnaker #Korupsi #Transparansi
 
Gue pikir, gue tidak percaya kalau itu benar-benar terjadi di Kemnaker. Siapa yang bisa yakin bahwa ada uang suap di sana? Butuh bukti lebih dulu, jangan cuma dari keripik mata saksi aja. Gue rasa jawa banget kalau JPU hanya membacakan BAP tanpa sih tahu apa yang sebenarnya terjadi di Kemnaker. Gue kira ada yang lain yang ikut cari bukti, siapa lagi? KPK gak bisa nggak?
 
Gue pikir kalau ini kenyataan ya, uang suap di Kemnaker ini bisa bikin rileks banget 🀯. Jadi aja pihak yang diperas harus membayar biaya dan jangan bilang kalah lagi deh. πŸ€‘ Gue lho penasaran siapa yang tega makan uang suap dari hasil pemerasan? Kita lihat chart berapa kasus seperti ini di Kemnaker ya, aku rasa 1000 kasus sudah sampai tahun 2025, toh kita harus rajin-rajin cek data ya πŸ“Š. Gue juga tahu, dari kasus seperti ini kalau pembentukan ombudsman internal di Kemnaker, bisa bikin banyak uang suap terdeteksi dan dipulihkan kembali πŸ€‘πŸ‘
 
Apa kabar ya? Kasus uang suap di Kemnaker memang terus menerus, kan? Saya tidak pernah percaya kalau bisa saja terjadi di luar sana. Mereka bilang ini adalah korupsi pada tingkat tertinggi, tapi saya masih bingung bagaimana bisa bisa terjadi begitu mudah. Aku rasa ini bukan hanya tentang uang suap, tapi juga tentang sistem dan lembaga yang tidak efektif. Jika pihak berwenang tidak mau mengambil tindakan serius, maka ini akan berakhir dengan kegagalan lagi-lagi.
 
Gue penasaran siapa sih Temurila nih? Gue tahu dia adalah pengusaha sukses di Indonesia, tapi gue belum tahu apa yang dia lakukan sih. Yang jelas, gue tidak sabar untuk melihat hasil perkara ini, apalagi jika Temurila dan Miki Mahfud dinyatakan bersalah. Ini akan membantu mencegah kejahatan uang suap di Kemnaker dan memberikan contoh bagi mereka yang juga ingin melakukan hal yang sama.

Gue juga rasa ini adalah kesempatan bagus untuk mempererat kerjasama antara lembaga pengawas seperti KPK dan pihak swasta. Mungkin bisa ada solusi yang lebih baik daripada pembagian jatah uang suap.
 
Saya rasa makin wajar sih, kalau ada orang-orang di pemerintah atau lembaga yang terlibat dalam hal ini. Semua orang juga butuh nafkah, kan? tapi apa yang penting adalah ada aturan dan hukum yang jelas untuk semua orang. Saya kira JPU itu sudah lama-mula tugasnya untuk menjalankan hukum di Indonesia.

Gak bisa dipungut uang jika tidak ada saksi atau informan yang mau berbicara, kan? tapi kalau ada yang mau berbicara, maka itu sudah jelas bukan sih?
 
Gampangnya papeuntungan itu, siapa nyeleh? πŸ€‘ Dulu aja uang suap di Kemnaker nggak terdeteksi apa ke? Sekarang udah ada saksi dan bukti, pasti akan tertangkap aja. Nila Pratiwi Ihsan ini salah, tapi Amy Ratna Putri dan Gumilang Ayani nggak salah loh, karena menerima uang suap dari hasil pemerasan K3.
 
Cerita ini bikin aku penasaran, tapi juga bikin aku ragu-ragu. Apa sih benarnya? Siapa yang bilang uang suap itu bagus atau tidak? Aku bayak ngeliat di dalam pikirannya, apakah kita harus mengutamakan kepentingan perusahaan yang besar itu? Tapi, aku juga tahu kalau ada kasus seperti ini pasti memerlukan penanganan yang hati-hati. Bagaimana kalau korupsi bisa menyebar dari Kemnaker ke tempat kerja lainnya, atau bahkan ke masyarakat umum? Aku rasa ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap hal seperti ini.
 
"Ah, ini seperti film 'Kekasihan' aja, siapa nih yang akan jatuh ke pemberian uang suap? Nah, setidaknya ada yang terang-terangan sudah jatuh. Saksi-saksi ini kayaknya malah membantu 'membuka' bisnis uang suap di Kemnaker. Apa lagi sih dengan biaya per bulan sebesar Rp10-30 juta? Nah, ini seperti harga Tiket Konfirmasi (TC) di Bandara Soekarno-Hatta, kayaknya mahal banget! πŸ€‘πŸ€¦β€β™€οΈ Gak bisa disangkal lagi sih bahwa sistem ini macet banget, tapi malah ada yang suap uang untuk membuat sistem itu 'berjalan' lebih cepat. Saya rasa ini masih jauh dari solusi yang benar, kayaknya kita butuh tekanan dari masyarakat dan media untuk memperbaiki hal ini. Dan siapa tahu, mungkin ada orang di Kemnaker yang masih 'membeli uang suap' lagi, tapi itu kisah lain... πŸ€”πŸ‘€"
 
Gue tahu siapa saja yang diangkat ke pintu mahkamah ini πŸ€”. Saksi kasus uang suap buat aku ngeliat bagaimana caranya bisa dilakukan. Bagus sekali aja JPU yang terus menggali hingga akhirnya bukti-bukti nyata bocorkan 😱.

Gue pikir apa yang dibagikan oleh Bu Ida Rahmawati itu sifatnya korupsi. Aku tahu gue tidak bisa membuktikannya, tapi aku rasa gue bisa melihat hal-hal yang jelas dari sini πŸ€·β€β™€οΈ. Jadi gue berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang yang terlibat di dalam kasus ini 😊.

Sekarang apa yang harus dilakukan selanjutnya? Apakah ada rekan-rekannya yang masih belum tercatat? Tunggu yaa, aku masih ingin tahu lebih banyak πŸ€”.
 
Gue pikir ni kasus suap uang ini apa-apa kebawaan lama, tapi sih justru ada cara untuk mencegah hal ini terjadi lagi... di kalangan ASN, gue rasa sudah harus ada kampanye anti korupsi yang lebih serius, ya... karena kalau belum ada sanksi yang tegas, pasti akan semakin banyak orang yang mau mencoba suap uang. Tapi, kalau ada sanksi yang tegas dan ada kampanye yang efektif, maka tidak akan ada ASN yang mau mencoba suap uang lagi... dan itu bisa menjadi contoh bagi pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih baik...
 
kembali
Top