Saksi Ungkap Laptop Chromebook Tak Bisa Digunakan Proses Belajar

Kemendikbudristek Dibebani Keterlambatan Laptop Chromebook, Proses Belajar Mengajar Terbatas

Proyek pengadaan laptop Google Chromebook untuk Kemendikbudristek dikatakan tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Eks Kasi Sarana dan Prasarana Subdit Direktorat Pembinaan SMP, Cepy Lukman Rusdiana, mengungkapkan bahwa laptop tersebut hanya dapat digunakan untuk kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM) yang dilaksanakan setahun sekali.

"Untuk proses pembelajaran, belajar mengajar sangat terbatas karena tidak kompatibel dengan banyak aplikasi," kata Cepy saat menjadi saksi bagi terdakwa. "Sampai sekarang pun, saya tidak mengerti maksud dari 'one single platform' itu apa?"

Laptop Chromebook tersebut hanya dapat digunakan untuk kegiatan AKM dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dijadwalkan sebelumnya. Menurut Cepy, target menuju "one single platform" gagal tercapai karena tidak ada penjelasan detail dan memadai mengenai target yang pernah dilontarkan oleh Eks Mendikbudristekdikti.

Berdasarkan penjelasan Jaksa Penuntut Umum (JPU), laptop Chromebook tersebut hanya dapat digunakan untuk kegiatan AKM dan tidak dapat digunakan untuk proses pembelajaran yang lebih luas. Hal ini membuat hasil output dari laptop Chromebook tidak sesuai dengan tujuan sebagaimana yang dijelaskan dalam kajian teknis.

Kemendikbudristek diberhimpun sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
 
Maksud 'one single platform' itu apa, sih? Jangan bilang-bilang aja, buat kita tahu apa artinya. Kalau cuma untuk AKM saja, kemaren apa lagi biaya dan bahan-bahan yang banyak nih? Beli laptop Chromebook sebesar itu hanya untuk sesuatu yang sederhana, tapi gini kalau untuk proses belajar mengajar yang luas, tidak kompatibel sama sekali. Sama-sama kan? 🤔
 
Gue penasaran, apa maksud 'one single platform' itu sih? Jadi nggak kompatibel aja dengar kayaknya ganti-ganti aplikasi lagi. Saya pikir itu tidak efisien banget! Gua senang sekali kalau bisa nggak harus repot-repot lagi dengan laptop yang bermasalah.
 
Makasih banget informasinya... Laptop chromebook yang nanggung dipakai kantor pendidikan itu jelas masalahnya kalau cuma bisa digunakan untuk asesmen kompetensi saja, gak bisa digunakan dalam proses pembelajaran yang lebih luas. Nah, makanya target 'one single platform' itu jadi tidak mungkin tercapai. Itu bukti lagi bahwa kantor pendidikan kita yang seringnya ketinggalan teknologi...
 
Gue rasa bikin ngiler deh, kan si Kemendikbudristek dibebani karena laptop Chromebook nggak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran? Gue pikir itu gini, kalau mau 'one single platform' tapi tidak ada penjelasan yang jelas, maka tujuan itu kabur banget! Dan buat apa sih Eks Mendikbudristekdikti yang kaya itu, jadi nggak bicara tentang target yang pernah dibahas sebelumnya? Gue rasa harus diawasi si Kemendikbudristek ini, kan jadi ngelala kayak gitu! 🤣
 
ini masalahnya sih, kalau mau nggabungin aplikasi pembelajaran dengan laptop chromebook, tidak bisa cuma niat aja, harus lama-lunanya juga. kemendikbudristek udah terlambat banget, kalo nggak jelas dulu siapa yang akan menggunakan laptop chromebook itu. aku pikir salah satu orang di dalamnya yang udah pernah bekerja sama dengan google, nanti bukan kalau mereka tidak sabar, tiba-tiba semua aplikasi yang udah dibuat sebelumnya tidak bisa digunakan lagi!
 
gak bisa percaya kalau laptop chromebook yang disebutkan itu benar-benar tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran yang sudah ada sebelumnya... sih, bagaimana kalau ada biaya yang banyak untuk pengadaan komponen-komponen yang tidak terpakai? apa itu "one single platform" yang dibicarakan sih hanya sekedar kejutan? harusnya ada penjelasan lebih rinci tentang target dan tujuan dari proyek ini...
 
Pernah gitu sih, kalau laptop Chromebook yang digunakan untuk pembelajaran jadi cuma digunakan aja untuk AKM aja... apa artinya proses belajar-mengajar di Sekolah ini juga terbatas, sih... tapi gue pikir sekolah bisa bikin platform digital sendiri aja, jangan kudu kompatibel sama aplikasi lama...
 
aku senang sekali gini, tapi laptop chromebook itu apa kegunaannya? cuma untuk akm aja dan bukan untuk proses belajar yang benar-benar luas ya... dan siapa nih yang bilang "one single platform" itu apalagi? ini seperti promosi yang tidak sesuai dengan kenyataan... aku rasa lebih baik kalau ganti laptop chromebook dengn laptop lain yang lebih kompatibel aja 😐📊
 
ini gue pikir kalau laptop chromebook itu nggak pas banget dengen proyek belajar mengajar yang diinginkan. mending jangan lama-lama ada kesalahan teknis lagi, kan?

kalau laptop chromebook hanya bisa digunakan untuk akm, itu artinya tidak kompatibel dengan banyak aplikasi belajar lainnya. gue rasa itu nggak masuk angin.

gue ingin tahu siapa yang nanti akan mengambil kesalahan ini? kalau Kemendikbudristek diberhimpun, itu berarti ada yang salah dalam pengadaan laptop chromebook, kan?
 
omg gini kembali lagi kabar korupsi di Kemendikbudristek bro 🤦‍♂️ tapi yang paling penting yach, ayo kita fokus pada proses belajar mengajar ya? aku pikir itu yang harus diperhatikan terlebih dahulu, bukan hanya tentang laptop chromebook 😔. kita harus memastikan bahwa anak-anak mendapatkan edukasi yang baik dan efektif, bukan hanya sekedar memiliki laptop baru 💻. mungkin itu yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita fokus pada teknologi 🤝.
 
Wah, kayaknya laptop Chromebook dari Kemendikbudristek itu benar-benar salah paham sih 🤔. Mereka bilang 'one single platform' tapi ternyata hanya bisa digunakan untuk AKM aja, bukan proses pembelajaran yang luas yang mereka inginkan 📚. Saya pikir itu tidak adil sama sekali, karena hasil dari laptop Chromebook itu tidak akan sesuai dengan kebutuhan di lapangan 🤦‍♂️. Dan siapa yang bilang 'one single platform' itu ada alasan yang jelas? Kalau benar-benar penting, gak usah dibuat kompromi aja 😒.
 
Mana gini? Gue rasa kemendikbudrisiket memang keterlambatan kayak gue yang suka belanja online. Mereka ngebawa laptop Chromebook, tapi nggak kompatibel sama aplikasi pembelajaran. Itu kayaknya bikin proses belajar mengajar terbatas aja! 🤦‍♂️ Gue rasa mereka harus fokus lebih pada hal itu. Dan siapa tahu gue salah juga, tapi gue rasa ada yang salah dengan ide 'one single platform' yang buatnya kayak nggak jelas. Yang pasti, kemendikbudristek harus lebih hati-hati aja, ya! 😊
 
"Aku pikir pengadaan laptop Chromebook itu seperti membeli peralatan untuk berburu naga, tapi tidak menyentuh nyanyian naga 😂. Yang jadi masalah adalah proses belajar mengajar terbatas dan hasil output tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan."
 
🤔 itu kayaknya salah strategi deh, proyek Chromebook buat Kemendikbudristek nggak sesuai sama kebutuhan belajar-mengajar di sekolah. sekarang akses Belajar Jarak Jauh (BJJ) sudah terbuka lebar, siapa lagi yang mau sambut sistem ini? 📊 menurutku, total biaya proyek Chromebook sampai sekarang sudah berkisar 3 triliun rupiah, itu nggak masuk akal deh! 😱
 
Gue pikir salah satu masalahnya lagi keberadaan lembaga seperti ini, kayaknya harus ada kebijakan yang lebih jelas dan transparan di dalam pengelolaan dana pemerintah. Gue tidak mengerti apa arti dari "one single platform" itu, gue yakin banyak sekali aplikasi pembelajaran lain yang bisa digunakan juga, tapi gue pikir ada yang salah di dalamnya, bukan karena gue tidak suka dengan kemendikbudristek, tapi karena ada kelemahan dan kesalahan di dalam pengelolaan ini.
 
kembali
Top