Saksi Ungkap Laptop Chromebook Tak Bisa Digunakan Proses Belajar

Proyek Pengadaan Laptop Chromebook Tidak Bisa Digunakan dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam proses pengaduan kasus penggunaan dana pemerintah, menurut Eks Kasi Sarana dan Prasarana Subdit Direktorat Pembinaan SMP, Cepy Lukman Rusdiana, laptop Google Chromebook yang digunakan sebagai proyek pengadaan Kemendikbudristekdikti pada tahun 2020 tidak bisa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini disebabkan karena laptop tersebut tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.

"Saat ini, untuk proses pembelajaran dan belajar mengajar sangat terbatas," kata Cepy. "Karena, pada saat itu, Chromebook tidak kompatibel dengan banyak aplikasi."

Cepy juga menyatakan bahwa laptop tersebut hanya bisa digunakan untuk kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM) yang dilaksanakan setahun sekali. Meskipun demikian, proses ini masih gagal mencapai tujuan dari program "one single platform" yang diusulkan sebelumnya.

Program ini bertujuan untuk membuat ekosistem yang satu dengan semua data kependidikan yang dikeluarkan oleh kepala sekolah dan guru secara bersama. Namun, menurut Cepy, pengadaan laptop Chromebook tidak memenuhi target ini karena tidak ada penjelasan yang jelas mengenai program tersebut.

"Jika digunakan untuk program "one single platform", apa manfaatnya?" tanyanya. "Pada saat ini, saya belum mengerti maksud dari 'one single platform' itu."

Cepy juga menyatakan bahwa tidak ada detail yang memadai mengenai target yang pernah ditetapkan oleh Eks Mendikbudristekdikti, sehingga program tersebut gagal tercapai.
 
Makasih dulu pemerintah biar kita punya laptop Chromebook untuk belajar. Tapi kan sih kalau ganti aplikasi apa aja yang bisa digunakan? Kenapa harus begitu susah nih? Saya pikir program "one single platform" itu kayak bayangan orang yang mau berbohong... Tapi saya rasa tidak jelas ya. Jika laptop Chromebook tidak kompatibel dengan banyak aplikasi, apa manfaatnya nih? Saya sudah lama ke sekolah, tapi saya masih nggak paham cara kerjanya laptop Chromebook itu.
 
Gak sabar sama Kemendikbudristekdikti ni.. Pernah sambungkan telepon sama mereka buat tanyakan tentang proyek "one single platform" ini, tapi ternyata tidak ada jawaban yang jelas lagi πŸ€”. Aplikasi pembelajaran yang dibuat sebelumnya keren banget tapi laptop Chromebook yang diberikan tidak kompatibel sama aplikasinya. Apa manfaatnya digunakan laptop tersebut kalau bukan untuk "one single platform" itu? Belum paham apa maksud dari program ini.

Kalau ingin membuat ekosistem yang satu dengan semua data kependidikan, harus ada penjelasan yang jelas dan detail tentang target yang diinginkan, ya. Tapi kemudian mereka juga tidak memberikan jawaban sama sekali. Gak percaya lagi sama Kemendikbudristekdikti ini... πŸ˜’
 
nggak capek banget denger kabar ini πŸ™„. kayaknya lagi pula Kemendikbudrisdkitik gagal dalam pengadaan laptop yang bisa digunakan di sekolah. siapa nanti yang keberuntungannya, orang tua anak-anak SD? aku bayangin kalau di masa depan laptop Chromebook ini masih nggak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran apa pun, maka dari itu nggak perlu dibeli ya πŸ€¦β€β™‚οΈ. kayaknya program "one single platform" ini hanya sekedar ide-ide yang tidak terimplementasikan.
 
[GIF: laptop dengan wajah berantakan]

Kemendikbudristekdikti kayaknya kayak kayak nanti mau jual mainan cuma malu banget aja kalau pakai [GIF: orang marah]

[ikon gundul]

Dan program "one single platform" kayaknya seperti "one single kesalahan" , ini kayaknya nggak ada tahu apa yang harus dilakukan [GIF: kuda berlari balik]
 
Mangga, aku kayaknya bingung apa arti "one single platform" itu... seharusnya bisa dijalankan sama sekali, tapi kini ternyata tidak bisa digunakan buat belajar di sekolah πŸ€”

Aku ingat saat tahun 20an, laptop Chromebook itu kayaknya sangat populer di kalangan anak-anak sekolah... tapi siapa tahu, mungkin aku salah dalam memahami hal ini πŸ˜…. Yang penting, ada kesalahan yang terjadi di pengaduan kasus dana pemerintah, dan sekarang sekolah tidak bisa menggunakan laptop itu buat belajar πŸ“š

Aku juga rasa Eks Kasi Sarana dan Prasarana Subdit Direktorat Pembinaan SMP ini kayaknya kurang spesifik dalam menjelaskan tentang program "one single platform"... jangan beritahu aku apa targetnya, tapi kalau tidak ada penjelasan yang jelas, bagaimana sih tujuan dari program itu? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku rasa ini salah satu contoh di mana teknologi tidak bisa mengatasi kekurangan dalam perencanaan dan implementasi... kayaknya kalau ingin menggunakan teknologi untuk belajar, kita harus lebih teliti dulu πŸ“Š.
 
Gue pikir kalau nanti Kemendikbudristekdikti harus nglirik lagi kapan laptop Chromebook bisa digunakan di sekolah aja, siapa tahu mereka kan yang paling tahu kebutuhan sekolah-schul ya? Gue rasa Chromebook itu kaya serba sesuatu, tapi kalau tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran bukan berarti Chromebook itu tidak bagus, apa lagi kalau diadopsi untuk program "one single platform" yang bikin ekosistem pendidikan sekolah menjadi lebih satu dan satu, gue rasa itu sangat keren banget! Tapi, kan Cepy juga bilang bahwa ada penjelasan yang kurang jelas tentang program tersebut aja, apa kabarin kalau nanti ada penjelasan yang lebih spesifik?
 
gampang aja kenapa laptop Chromebook gak bisa digunakan buat belajar-mengajar, karena google chromebook itu gak kompatibel dengan banyak aplikasi pembelajaran ya. kayaknya pemerintah harus lebih teliti sebelum ngadai barang untuk sekolah kan. misalnya nanti mau ngadakan program yang satu platform aja, tapi tidak ada penjelasan yang jelas tentang program tersebut, gampang gini.
 
Saya rasa ini bukan akhir dari dunia 🌎! Aku pikir keren kalau laptop Chromebook bisa digunakan untuk kegiatan AKM, itu sudah merupakan langkah yang baik πŸ“š. Tapi, memang perlu diingat bahwa kompatibilitas dengan aplikasi pembelajaran penting sekali πŸ€”. Saya harap Kemendikbudristekdikti bisa berusaha lagi untuk membuat ekosistem satu platform yang solid πŸ’». Yang paling penting adalah kemampuan sekolah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak πŸ“Š.
 
gak paham apa kegagalan proyek ini πŸ€”. kalau nggak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran, tapi masih dipilih karena laptop Chromebook itu murah kan? 😊. sekarang di sekolah udah banyak mahasiswa yang suka belajar online, jadi laptopChromebook gampang dicari di pasaran, aku pikir lebih baik lagi nih...
 
Gak percaya kalau laptop chromebook itu bisa digunakan di sekolah... tapi sih, kalo tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran, apa gunanya? Mau jadikan proyek yang nggak berguna deh... kalo pengadaan laptop itu buat program "one single platform", kenapa gak ada penjelasan yang jelas tentang program itu? Jadi kayaknya program itu gak ngerti apa artinya juga... πŸ€”πŸ’»
 
Gampang banget aja sih. Kemudian nanti sekolah mau belajar menggunakan teknologi tapi laptopnya tidak kompatibel. Saya pikir ini salah paham dari pengadaan dana. Sekolah perlu laptop yang bisa digunakan untuk semua aplikasi belajar, bukan hanya untuk asesmen kompetensi minimum aja.
 
Gue pikir kan sih apa yang salah kan dulu kalinya nggak ada prioritas sih dari pemerintah kan? Jadi sekarang laptop Chromebook itu udah jadikan proyek, tapi hasilnya gak bisa digunakan di sekolah. Gue rasa ini kayak caranya pemerintah memilih projek yang kurang ajaib banget. Mau nyoba Chromebook, tapi kompatibel dengn aplikasi apa? Belum ada jelas kan? Dan kalau udah ada program "one single platform" itu, kenapa gak bisa tercapai sih? Gue rasa ini kayak proses pembuatan konsesi tanpa perlu bukti-bukti. Tapi yang pasti adalah gak ada manfaat dari proyek ini kan? πŸ€”
 
Haha, nggak percaya sih... Kemendikbudrisdetikti punya proyek "one single platform" untuk belajar mengajar, tapi akhirnya Chromebook yang digunakan gak bisa digunakan sama sama aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Maksudnya apa sih? Membuat satu ekosistem dengan semua data kependidikan, tapi masih gagal nih... Udah kayaknya nggak ada target yang jelas, dan Chromebook malah tidak kompatibel dengan aplikasi pembelajaran. Makanya gak bisa digunakan untuk belajar mengajar, hanya bisa asesmen AKM saja πŸ“Š. Maksudnya sih program "one single platform" itu nggak ada artinya lagi...
 
Saya penasaran apa aja hasilnya jika ada laptop lain yang digunakan nih? Mungkin kompatibel banget dengan aplikasi pembelajaran yang lama, jadi tidak ada masalah ya 😊. Tapi gini, program "one single platform" itu nanti bagaimana caranya sih? Jadi banyak kesalahan saat ini karena laptop Chromebook tidak bisa digunakan, apa yang perlu dilakukan lagi? Saya rasa perlu ada penjelasan lebih jelas tentang tujuan dari program ini, kalau gini aja kita bisa ngobrol lebih cerdas πŸ€”.
 
hahahaha brokk... gak bisa percaya banget! kan kemudian dibilang proyek laptop chromebook itu salah, sih.. kalau gak kompatibel dengan aplikasi belajar... kayaknya sih makin susah bagiku belajar di sekolah... kapan ada solusi sih? πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’»
 
Pengadaan laptop Chromebook yang salah pula.. Belum tentu sudah dibuktikan manfaatnya sebelum pengaduan dilakukan. Mungkin saja karena tidak ada penjelasan yang jelas dari awal, maka pun program "one single platform" yang diusulkan gagal tercapai. Saya pikir penggunaan Chromebook harus lebih teliti dulu, apakah benar-benar memenuhi kebutuhan belajar mengajar di sekolah.
 
kembali
Top