Saksi Ungkap Bayar Kemnaker Rp1,5 Juta demi Bisa Datangkan TKA

Dalam kasus pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mengurus penggunaan tenaga kerja asing (TKA), diberitakan ada penyerahan uang tunai oleh staf operasional PT Vanisa Rizki kepada sejumlah pejabat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Menurut Staf Operasional Sukoyo, pihaknya harus mengeluarkan kocek Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk bisa mendapatkan izin mendatangkan TKA asal Cina. Uang tersebut dibayarkan untuk memuluskan kehadiran TKA Cina.

Sukoyo menjelaskan bahwa penyerahan uang tersebut secara sukarela dilakukan dan nominalnya ditentukan oleh pihak penyedia uang. Pimpinan perusahaan tersebut mendampingi Heri Sudarmanto saat itu dan melaporkan dirinya kepada Heri Sudarmanto yang telah menjadi terdakwa.

Kasus ini menimbulkan keraguan besar mengenai praktik korupsi yang melibatkan penggunaan TKA. Dengan demikian, Staf Operasional Sukoyo juga menjelaskan bahwa pembayaran tersebut dilakukan sejak 2010 dan Heri Sudarmanto saat itu sudah menjabat sebagai Direktur PPTKA.

Dalam sidang kasus ini, terdapat pujian mengenai kejujuran Staf Operasional Sukoyo.
 
Pagi-pagi sih, aku yang ketinggalan thread ini ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Aku pikir ini sangat gampang banget nih! Siapa bilang tidak bisa mendapatkan izin TKA jika mau keluar uang ๐Ÿ˜‚. Aku nggak percaya kalau mereka benar-benar korup karena perusahaan-nya sudah jelas ada dalam kasus ini, tapi aku paham kalau ini berawal dari uang tunai, jadi siapa yang salah? ๐Ÿค‘. Tapi aku rasa ini bisa diatasi dengan penataan lebih baik dalam penggunaan TKA, nih, bukan sekedar keluarkan uang tanpa kembali ๐Ÿ˜Š.
 
Maksudnya siapa yang tahu, kalau Staf Operasional Sukoyo benar-benar tidak melakukan korupsi, tapi aku masih ragu-ragu... Mungkin saja dia hanya tidak bisa mengelola uang dengan baik, ya? Atau mungkin ada yang meminta uang dari dia secara langsung? Tapi, kalau tidak ada bukti, maka aku harus mengakui kejujuran-nya. Nah, tapi, kalau aku benar-benar percaya diri, maka aku akan mengatakan bahwa Staf Operasional Sukoyo benar-benar tidak melakukan korupsi dan semua itu hanya teori-teorinya... *confused face* ๐Ÿค”
 
kaya banget aja sih praktik korupsi di Indonesia ๐Ÿ™„. kalau begini saja ada uang tunai yang harus dibayar untuk mendapatkan izin TKA, itu nggak adil sama sekali. tolong-tolong sih pemerintah untuk serius mengatasi kasus-kasus korupsi ini dan membuat aturan yang lebih transparan ๐Ÿ•Š๏ธ. tapi aja, kalau kita tidak berani berani mengkritik, maka korupsi jadi tidak terjadi lagi ๐Ÿคฏ.
 
Korupsi di Indonesia udah mulai kumpulin nih, kalau korban bisa dibayar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk izin TKA asal Cina ๐Ÿ˜’
 
Gue jadi penasaran, kenapa harus dibayar uang tunai untuk mendapatkan izin TKA? Kenapa tidak bisa disediakan bebas? Ini bukti-bukti korupsi dan gak masuk akal juga. Kita biarkan kemudian nanti apa yang terjadi.
 
Aku senang sekali dengerin kasus ini, tapi aku rasa pihak yang dipimpin Heri Sudarmanto itu harus diuji tekanan lagi ๐Ÿค”. Aku tahu mereka sudah menjabat sebagai Direktur PPTKA, tapi sepertinya ada bau korupsi yang kental disana. Tapi aku juga senang lihat Staf Operasional Sukoyo yang terdakwa ini jujur sekali tentang apa yang terjadi ๐Ÿ™. Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi mereka yang berada di posisi sama untuk berjuang melawan korupsi dan memimpin perusahaan dengan transparansi ๐Ÿ’ผ.
 
Saya rasa kasus korupsi penggunaan TKA ini kayak gampang bangun api. Karena siapa sih yang mau bekerja tanpa uang? Kalau bukan karena ada pihak yang mau 'membantu' dengan uang, tentu saja tidak ada TKA Cina yang datang ke Indonesia. Dan sekarang kalau sudah ada, siapa tahu nanti kita akan lagi kena korupsi seperti ini ๐Ÿค‘๐Ÿ˜’.
 
wahhh, apa sih yang bikin kasus ini kayak begitu? orang bilang ada uang tunai yang dibayarkan kalo mau diterima TKA Cina di perusahaan? itu gak adil banget! siapa yang bisa membayar uang tunai seperti itu dan apakah ini bukan korupsi juga? gimana kalau ada orang lain yang ingin bekerja sama dengan TKA, apa mereka harus bayar uang tunai juga? kayaknya ini salah satu contoh bagaimana sistem korupsi di Indonesia masih masuk ke daftar yang harus diubah.
 
gak bisa percaya kalau korupsi mulai dari birokrasi itu kayak gini... kalau mau mendapatkan izin naikin TKA asing, harus bayar uang 'sukarela' aja kayaknya itu bukan cara kerja yang benar-benar adil sih. kayak gini, ada yang punya uang 'suka memberikan' kayak nggak ada aturan sama sekali... dan orang-orang di baliknya cuma cari untung aja, sih. apalagi kalau ini kasus korupsi besar, itulah yang membuat rasa tidak nyaman saya sih...
 
Gue paham, kalau gue nggak mau bayar kocek itu, aku jadi tidak bisa ngenin ketemu TKA asal Cina di sini. Tapi, apa yang bikin gak nyaman gue adalah bahwa Staf Operasional Sukoyo yang ngeliput kasus ini memang malah menyerahkan uang itu secara sukarela... tapi siapa yang bilang suka korupsi?

Gue rasa Staf Operasional Sukoyo ini malah bikin contoh bagus, dia bilang "oh, aku mau memberikan kocek ini karena aku ingin kehadiran TKA Cina", kayaknya dia punya masalah yang lebih serius dari gue.

Aku penasaran, siapa yang bilang bahwa Staf Operasional Sukoyo itu bukan koruptor? Apakah ada yang nggak percaya bahwa orang yang melakukan transaksi itu secara sukarela malah dipujilah?
 
kaya gampang banget aja bikin uang tunai untuk mendapatkan izin TKA asal Cina, kan? ๐Ÿค‘ sekarang ari sudah ada kasus korupsi, tapi udah lama banget kira-kira 2010 gitu. saya pikir kalau kita harus menghukum Heri Sudarmanto itu dulu, karena dia yang bilang nomor koceknya di ambil oleh orang lain ๐Ÿ™„. dan Staf Operasional Sukoyo, dia juga harus jujur, tapi saya curiga apakah dia hanya menutup-muntah kebenaran atau apa? ๐Ÿค” sekarang ari kasus ini sudah beres, tapi saya masih penasaran kenapa ada uang tunai yang dibayarkan seperti itu.
 
Wah cek, kalau begitu sih perusahaan bisa jadi harus membayar uang tunai untuk bisa mendapatkan izin nih... tapi ini korupsi juga deh ya, kalau korupsi tidak ada kita juga tidak akan mendapatkan manfaat dari TKA, tapi secara umum ini paham banget, perusahaan harus membayar biaya yang wajib sebelum bisa mendapatkan izin. Yang penting sih ini kasus ini bisa jadi memberikan pelajaran bagi semua orang tentang pentingnya integritas dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya manusia ๐Ÿค
 
Udah lama kayaknya korupsi di Indonesia :((๐Ÿ™„ Masa-masa seperti ini pasti membuat banyak orang kagum dengan kejujuran staf operasional Sukoyo, tapi sepertinya sudah ada yang tahu-tahu tentang praktik korupsi ini dari jauh. Tapi ayo, mari kita tunggu hasil kasus ini dulu, mungkin Staf Operasional Sukoyo tidak sendirian aja kayak gitu ๐Ÿ˜…. Kalau benar-benar korupsi ini terjadi dan ada orang yang tidak jujur... maka itu pasti buat semua orang kaget! ๐Ÿ‘€
 
ini kayaknya kasus korupsi yang nggak pernah habis kan? siapa bilang uang 1 jutaan tidak penting? tapi apa yang penting adalah cara bagaimana uang itu diperoleh, siapa yang ngebawa uang itu, dan siapa yang nemenin. tapi yang paling nggak enak adalah kalau ada korupsi yang terjadi di balik penggunaan TKA. kita harus berpikir apakah kita benar-benar setuju dengan cara yang digunakan oleh Staf Operasional Sukoyo, ataukah kita harus meninjak kebenaran dan meminta klarifikasi lebih lanjut?
 
Uwahhh, kalau nggak salah kasus korupsi ini kayaknya serius banget! Si Heri Sudarmanto itu kayaknya punya kerja sama dengan staf operasional PT Vanisa Rizki untuk ambil uang tunai, bikin keraguan besar apa lagi! Sampai-sampai pihak pemerasan harus buat kocek Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk bisa mendapatkan izin TKA Cina. Wah, ini kayaknya kasus korupsi yang serius banget!
 
ini kabar gembira banget! tapi apa aja sih yang dijadi? kalau ada kaso korupsi karena penggunaan TKA, kenapa koceknya tidak digunakan buat hal yang lebih baik, seperti pembangunan infrastruktur atau pendidikan? ito biaya yang mahal untuk memperoleh izin, tapi sekarang aja digunakan keberuntungan si Staf Operasional Sukoyo. aku pikir ini harus diawasi terus2 agar tidak ada lagi kaso korupsi seperti ini.
 
oke bro, gue pikir ini penipuan besar banget! siapa bilang ada orang yang mau membayar uang tunai untuk mendapatkan izin TKA? ini kayaknya kena ditekan lebih keras oleh ombudsman atau apa aja yang bisa dilakukan sementara ini. toh kalau benar dia tidak bisa mendapatkan izin tanpa membayar uang tunai, itu berarti banyak perusahaan mau dibayar jutaan rupiah untuk mendapatkan izin TKA. siapa nanti yang kehilangan? gue pikir ini harus diperiksa lebih dekat bro! ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
Haa, aku pikir kalau dulu ini kayaknya masih banyak korupsi di luar kampus ya? Tapi aku nggak sabar banget dengar kasus ini karena bisa bikin kita pengetahuan lebih tentang bagaimana praktik korupsi berjalan di Indonesia. Aku rasa Staf Operasional Sukoyo yang berani-berani mengakui dirinya itu bukan kekecewaan, tapi juga bukti bahwa dia tidak mau terlibat dalam praktek korupsi lagi. Nah, aku harap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua di sekolah dan di masyarakat untuk selalu berhati-hati dan jujur ya!
 
Siapa tahu, mungkin itu bukan hanya uang tunai yang dibayarkan, tapi juga ada sesuatu yang lebih dalam ya... Apakah itu benar-benar suka rasa korupsi yang melibatkan penggunaan TKA? Mau dipikirkan apa lagi, kalau sistemnya sudah seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab? Dan apa yang terjadi dengan uang tunai itu, kira-kira berapa besar modal yang sebenarnya yang ada di balik semua hal ini? ๐Ÿค‘๐Ÿค”
 
kembali
Top