Saksi Sidang Beber Tantangan ke Jurist Tan soal Arahan Nadiem

Saksi Sidang Beber Tantangan ke Jurist Tan soal Arahan Nadiem, Pernyataan "Hitam Di Atas Putih"

Saat memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Laptop Google Chromebook, Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Poppy Dewi Puspitawati mengungkapkan bahwa dirinya pernah menantang staf khusus menteri, Jurist Tan.

Poppy meminta Jurist Tan memberikan pernyataan tertulis, atau “hitam di atas putih”, setiap kali menyampaikan arahan yang mengatasnamakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Nadiem Makarim. Permintaan itu disampaikan karena, menurut Poppy, Jurist Tan kerap memberikan kebijakan yang diklaim sebagai arahan langsung dari Nadiem.

"Seharusnya, kita punya pegangan, karena kita selalu mendengarnya dari Jurist Tan, ini pesannya Mas Menteri, ini pesannya Mas Menteri. Ya saya bilang, kalau begitu, kita minta hitam di atas putih," kata Poppy saat memberikan keterangan sebagai saksi.

Meski telah ditegaskan oleh Poppy dan sejumlah pejabat lain di internal Kemendikbudristek, namun Jurist Tan tetap tidak memberikan pernyataan tertulis setiap memberi arahan dengan mengatasnamakan Nadiem Makarim.

Jaksa penuntut umum bertanya apakah ada pernyataan tertulis dari Jurist Tan di setiap memberi arahan atas Nadiem, Poppy menjawab tidak ada. Selain itu, Poppy juga menawarkan opsi, apabila tidak berkenan memberi pernyataan hitam di atas putih, maka Nadiem diminta untuk membuat video keterangan atas instruksi yang disampaikannya.

Kerugian korupsi pengadaan Laptop Google Chromebook yang didakwa Nadiem Makarim sebesar Rp2,1 triliun merupakan hasil akumulasi dari dugaan markup harga perangkat Chromebook dan pengadaan laptop Chromebook yang dianggap tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
Gue pikir ini kayaknya cerita tentang kerugian dari kurang transparansi dalam pemerintahan. Jika kita punya pegangan, yaitu konfirmasi atau catatan yang jelas tentang apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang dalam posisi kekuasaan, maka kita bisa menghindari kesalahan besar seperti ini. Kita harus belajar untuk tidak hanya mendengarkan, tapi juga mengeksplorasi. Jika tidak ada konfirmasi, kita akan selalu ragu-ragu, dan itu berakibat pada kesalahan yang lebih besar. 🤔
 
Gue penasaran banget kayak gini! Pernyataan "hitam di atas putih" itu kayaknya membuat banyak orang curiga. Gue tahu kalau jurist tan ini selalu bikin banyak spekulasi tentang arahan nadiem, tapi tidak pernah memberikan bukti yang jelas. Apalagi kalau gak ada pernyataan tertulis dari jurist tan itu sendiri. Ini kayaknya membuat semua orang curiga banget! Gue rasa lebih baik jika ada transparansi dalam pemerintahan, kayaknya kita bisa melihat apa-apa yang sebenarnya terjadi di balik layar 🤔💡
 
ini kabar gembira! nadiem makarim harus berakibatnya, kalau korupsi ini terus berlanjut, maka nasib kita sebagai warga negara tidak baik lah... aku pikir perlu ada transparansi dari pemerintah tentang arahan-arahannya, jangan sampai seperti ini, di mana jurist tan saja yang tahu apa yang harus dilakukan oleh nadiem.
 
karena poppy bilang jadi saksi ada kerugian triliun rupiah karena mark up harga chromebook padahal di pasaran harganya murah wajar siapa yang tak terkejut ya? dan masih diatas asuhan menteri tapi lagi tidak punya document apa keajaiban itu ? kemudian ada offer buat Nadiem buat bikin video keterangan kayak gini, siap-siap aja kalau mau buat korupsi kayak gini
 
gak bisa percaya apa yang terjadi disitu! Jurist Tan gak mau memberikan pernyataan tertulis tentang arahannya dari Nadiem, itu sama sekali tidak transparan banget! kenapa dia gak mau memberitahu kita siapa-siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakannya? Poppy Dewi Puspitawati memang benar-benar peduli dengan hal ini, dan aku juga sama-sama. karena kalau kita tidak tahu siapa yang benar-benar mengambil keputusan, maka kita gak bisa percaya bahwa kebijakan itu benar-benar baik untuk pendidikan Indonesia ya!
 
wah kaya sih, kalau ini si Jurist Tan siapa nih? kan dia terus menutup matanya, dan mengatakan pernyataannya di surat, padahal dia itu udah jelas-jelas memakai nama Menteri yang lain ya! aku pikir ini buat adegan drama film, nggak percaya sih kalau ini asli. tapi salah satu saksi bilangnya benar-benar terjadi, jadi aku sengaja nglilitikin lagi 🤔
 
Wahhh, apa sih yang terjadi di kemendikbudristek? Jurist Tan aja nggak memberi pernyataan hitam di atas putih, makanya Poppy bilangnya. Saya pikir ini sama dengan ketika saya belanja online, ada promo yang berat, tapi ternyata promo itu sebenarnya tidak ada promo sama sekali 😂. Maksudnya, nanti kita harus bayar harga asli aja. Gimana kalau kita semua seperti Jurist Tan, ya? 🤷‍♂️ Saya rasa ini karena korupsi yang terjadi di sana, tapi korupsi itu gak boleh banget, kan? 🙅‍♂️
 
Aku pikir ini salah, kalau Menteri harus memberikan pernyataan hitam di atas putih apa lagi kalau dia bukan langsung menulis? Seperti katanya Jurist Tan tidak mau nulis pernyataannya, tapi kenapa sih jurist tan tidak mau? 🤔

Lalu, aku penasaran, berapa banyak yang telah mendakwa korupsi dari Menteri Makarim? Aku tahu ada 2 kasus yang didakwa, tapi apa benar-benarnya kasus ini? 📊

Saya lihat chart di luar sana menunjukkan bahwa kasus-kasus korupsi di Indonesia masih banyak sekali! Seperti tahun 2020, total kasus korupsi adalah 1.434 kesalahan, dan pada bulan Juni 2022, ada 1.043 kasus baru yang terjadi. 📈

Kita harus hati-hati dengan pengelolaan dana negara, kalau tidak benar-benarnya kita akan kehilangan uang rakyat! 💸

Aku rasa perlu dilakukan survei tentang bagaimana rakyat Indonesia menilai korupsi di negara ini. Mungkin ada 70% yang setuju dengan penakluman yang terjadi, tapi aku yakin itu salah! 🤷
 
Gue pikir kalau Jurist Tan ini udah banget, nggak mau jujur sama Menterinya. Hitam di atas putih sih nggak adil, tapi kalau harus pilihan, aku rasa lebih baik biar jujuran dulu, lalu nanti kan ada konsekuensi? Korupsi ini itu nggak main-main, Rp2,1 triliun kaya apa sih?
 
Aku rasa kayaknya apa yang Poppy bilang ini benar-benar penting, tapi sih kemudian kabar kalau Jurist Tan nggak mau memberikan pernyataan tertulis sih aku masih ragu rasanya... Menteri Nadiem Makarim itu kayaknya punya tanggung jawab untuk menjelaskan apa yang dia lakukan di dalam kantor, tapi kalau bukan? kayaknya kebijakan-kebijakannya dijalankan dengan tidak jelas sih. Aku rasa harus ada aturan yang lebih ketat tentang hal ini, agar tidak ada lagi penyalahgunaan kekuasaan oleh staf-staf tinggi dalam pemerintahan... 🤔
 
aku pikir ini seperti cerita tentang bagaimana kita harus tahu siapa yang benar-benar berbicara, kalau ada seseorang yang mengatasnamakan nama orang lain, tapi bukan benar-benar mengutuskan kebijakannya sendiri. ya, ini seperti saat kita harus menangkap hal yang tidak jelas, dan tahu siapa yang benar-benar ingin kita didampingi. di sini, poppy dewi sudah menjadi contoh bagaimana kita harus memiliki kerahasiaan, kita harus tahu siapa yang benar-benar berbicara, dan kita harus tidak takut untuk bertanya. jadi, kita harus belajar dari kesalahan orang lain, dan kita harus menjadi lebih bijak dalam menangkap hal-hal yang tidak jelas.
 
ya kan kayaknya kalau ada tuntutan korupsi harus ada bukti nyata, apalagi ini mas Nadiem yang disebut 'Hitam Di Atas Putih'. kalau sih Jurist Tan memang terus2 memberikan arahan langsung dari Menteri tanpa ada bukti, itu keren banget sih. tapi mesti ada jaminan bahwa arahannya asli dari Menteri, kan? kalau tidak mau memberikan pernyataan tertulis, bisa jadi mas Nadiem terlebih dahulu membuat video klarifikasi tentang apa yang ia sampaikan dulu. kayaknya ini bisa membantu memperbaiki kepercayaan publik.
 
ini cerita yang bikin penasaran banget, tapi aku pikir salah satu masalahnya adalah ketergantungan terhadap seseorang, yaitu Jurist Tan, dalam menyampaikan kebijakan menteri. aku rasa lebih baik kalau ada sistem pengamanan dokumen dan pernyataan yang jelas, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penyalahgunaan. selain itu, aku juga pikir perlu dilakukan evaluasi lagi tentang proses pengadaan laptop Chromebook itu sendiri, apakah benar-benar tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah?
 
kalo kalian tahu kalau Nadiem banyak dibesarkan oleh Jokowi, maka kalian paham kenapa dia begitu bodoh banget 🤦‍♂️. sebenarnya yang penting adalah pernyataan dari Jurist Tan, tapi dia tidak mau memberikan yang jelas. apa yang harus kita lakukan? membuat video keterangan aja dari Nadiem itu sendirian 📹. dan siapa yang tahu, mungkin nanti Nadiem akan punya kejutan yang bermanfaat 😂.
 
Gue paham waktunya Nadiem itu harus bertanggung jawab atas kejahatan korupsi, tapi gue rasa ini terlalu panas banget! Jangan biarkan politisi yang tidak profesional seperti Jurist Tan mengubah teknologi untuk memperkaya diri sendiri. Gue suka teknologi, gue suka inovasi, dan gue suka penggunaan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Tapi apabila penguasa berbicara dengan tidak jujur, maka saya rasa teknologi ini akan digunakan untuk kepentingan sendiri saja.

Tapi, yang pasti adalah gue senang melihat Indonesia mulai mengadopsi teknologi yang lebih canggih dan inovatif. Misalnya seperti Google Chromebook, yang dapat membantu siswa di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengikuti perkembangan global.
 
kembali
Top