Saksi: Jual Solar di Bawah Bottom Price Belum Tentu Rugi

Saksi Pertamina: Jual Solar di Bawah Harga Batas Tidak Pasti Rugi

Pertamina mengakui beberapa kali menjual solar di bawah harga batas yang ditetapkan. Namun, tidak ada bukti jelas bahwa hal itu menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Menurut saksi Pertamina, penjualan solar dilakukan untuk mempertahankan volume penjualan dan tidak ada intervensi dari atasan direktori dalam proses penentuan harga.

Saksi Pertamina juga menegaskan bahwa harga jual harus tetap di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) agar perusahaan tidak rugi. Dengan demikian, penjualan solar di bawah harga batas tidak pasti menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Dalam persidangan, saksi lainnya, Manager Mining Industry Sales Pertamina Patra Niaga, Dimas Eka Yuniar Rusli, menjelaskan bahwa industri BBM sangat kompetitif dengan lebih dari 160 pesaing. Oleh karena itu, harga yang kompetitif diberikan untuk mempertahankan volume penjualan.

Menurut saksi, kebijakan yang diambil justru menghasilkan penghematan impor bahan bakar minyak sebesar 26 juta dolar Amerika Serikat dan keuntungan masing-masing 1,4 miliar dolar AS dan 1,2 miliar dolar AS dari penjualan solar non-subsidi pada tahun 2022 dan 2023.

Fakta persidangan menunjukkan bahwa unsur niat jahat atau mens rea sama sekali tidak terbukti. Seluruh keputusan diambil dalam kerangka tata kelola yang sah, sesuai kewenangan, dan justru menghasilkan keuntungan.
 
Gampangnya kalau dijual solar di bawah harga tertentu, tapi gak berarti rugi banget. Yang penting adalah Harga Pokok Penjualan (HPP) itu harus dipertahankan. Jika tidak, aja kerugian. Tapi kalau dijual lebih rendah, bisa menangkap volume penjualan. Saya setuju dengan Pertamina, mereka gak niat jahat.
 
hebat sih ya pertamina! aku pikir mereka benar-benar pintar banget buat jual solar di bawah harga batas. rasanya suka kayak mereka tidak mau rugi juga kan? kayaknya mereka benar-benar fokus pada volume penjualan dan bukan hanya uang aja. tapi aku masih curiga sih, apa mereka benar-benar tidak memiliki niat jahat? 🤔 toh ternyata ada keuntungan masing-masing 1,4-1,2 triliunan dolar AS dari penjualan solar non-subsidi ya? makanya aku pikir mereka benar-benar pintar banget! 😄
 
Gue rasa ini masalah yang bingung banget. Pertamina bisa menjual solar di bawah harga batas tapi nggak ada yang rugi? itu seperti main kartu, loh! Tapi sebenarnya gue suka sama hal ini, karena gue pikir bahwa Pertamina sudah melakukan sesuatu yang benar. Mereka bukan hanya sekedar menjual solar, mereka juga bisa menghemat biaya impor bahan bakar minyak dan mendapatkan keuntungan dari penjualan non-subsidi! 🤯

Tapi gue masih ragu-ragu, karena gue tahu bahwa industri BBM sangat kompetitif. Jadi Pertamina harus berusaha lebih keras untuk menjaga posisinya di pasar. Dan aku pikir, itu sudah terlalu banyak. Gue suka sama kebijakan ini, tapi gue juga pikir bahwa harus ada batas-batas yang jelas dalam penjualan solar agar tidak terjadi kesepian dan tidak adil bagi para petugas Pertamina. 🤑
 
aku pikir ini salah tahu, Pertamina harus jujur dengan masyarakat kalau mereka menjual solar di bawah harga batas. tapi sih, jika mereka buat penjualan ini untuk mempertahankan volume penjualan dan tidak ada intervensi dari atasan direktori... aku rasa cukup bisa dipertanggungsikan juga. tapi yang penting, Pertamina bisa menghasilkan penghematan impor bahan bakar minyak dan keuntungan dari penjualan solar non-subsidi 🤑. aku harap bisa diawasi lebih baik kalian ya! 😅
 
Saya pikir ini gampang banget 🤔. Jika Pertamina menjual solar di bawah harga batas, tapi bukan karena niat jahat 😒, tapi karena ingin mempertahankan volume penjualan dan tidak ada intervensi dari atasan direktori 👥. Mereka bilang harus tetap HPP untuk tidak rugi 🤑, tapi hasilnya penghematan impor bahan bakar minyak dan keuntungan yang luar biasa 💸! Saya rasa ini bukan soal tentang niat jahat, tapi tentang strategi bisnis yang bagus 💡.
 
Harga solar itu nggak terlalu penting sih... apa-apa sifatnya kayaknya tidak bisa menentukan apakah company rugi atau tidak. Pertamina malah fokus di volume penjualan nih, bukan ke kualitas produk ya. Saking kompetitif BBM sendiri udah membuat harga jadi sangat terbuka sih... tapi itu nggak berarti mereka harus rugi, kan? Mereka bisa menghemat impor bahan bakar minyak dan mendapatkan keuntungan dari penjualan solar non-subsidi. Tapi, toh ada yang bilang bahwa Pertamina menjual solar di bawah harga batas... tapi nggak ada bukti nyata sih. Mungkin sifatnya itu juga just a strategy nih untuk mempertahankan volume penjualan.
 
Harga solar kayak apa sih? Pagi-pagian aku masih ingat banget kalau HPP itu apa. Kalau mau mempertahankan volume penjualan, tentu harus ada batas harga yang jelas, tapi kalau bisa dijual di bawah itu juga masuk akal, kan? Aku pikir kebijakan yang diambil itu benar-benar bagus, karena industri BBM ini sangat kompetitif, dan menurut saksi, itu hasilnya yang baik untuk PT Pertamina. Saya rasa yang penting adalah kebijakan itu diambil dengan bijak dan tidak ada niat jahat, ya? 😊
 
kembali
Top