Saksi Akui Terima Uang 7 Ribu Dolar AS dari Vendor Chromebook

Mantan Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto mengakui menerima uang 7 ribu dolar AS dari vendor Chromebook. Hal ini terungkap saat dia dihubungi oleh advokat kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem Makarim.

Saat pertanyaannya terkait dengan transaksi tersebut, Purwadi mengakui bahwa uang tersebut diterimanya sebagai bentuk tanda terima kasih atas pengadaan laptop Chromebook. Dia menjelaskan bahwa sebelumnya dia masih aktif menjabat sebagai Direktur Pembinaan SMA di dalam Kemendikbudristek.

Uang dolar AS tersebut diberikan kepadanya oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) di internal Kemendikbudristek atas nama Hamdani Khair. Dia mengaku uang tersebut telah ada di meja kerjanya, tanpa ada pembicaraan maupun permohonan sebelumnya.

Purwadi menjelaskan bahwa pada waktu itu belum terjadi pembelian laptop Chromebook, karena yang melakukan pembelian adalah direktur berikutnya. Dia tiba-tiba mendapatkan uang tersebut dengan ada amplop dan map, yang kemudian dia sebutkan sebagai uang dari PPK-nya.

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dilatarbelakangi oleh kecurangan di dalam pembelian peralatan teknologi. Kasus ini melibatkan beberapa pejabat yang merupakan calon calon wakil parlemen seperti Nadiem Makarim, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief.
 
Kalau aja mantan direktur itu mengakui menerima uang dari PPK-nya, apa artinya dia benar-benar mau jujur? Tapi, kalau uang tersebut diberikan tanpa ada permohonan sebelumnya, tapi juga belum terjadi pembelian laptop Chromebook... sih, terasa kurang nyaman ya? Kalau saya, saya pikir ada sesuatu yang tidak beres di dalam proses pengadaan itu. Mungkin ada kesalahan atau kesalahpahaman yang dialami oleh PPK-nya, tapi kalau ada, apa yang harus dilakukan? Saya rasa perlu ada pengevaluasi lebih lanjut dari ketiga pihak tersebut: Mantan direktur, pejabat pembuat komitmen, dan advokat kasus dugaan korupsi.
 
Okeek, gimana caranya sih kalau ada uang dolar AS di meja kerjanya tiba-tiba-nya tanpa ada alasan yang jelas? Semua pejabat yang melibatkan dalam kasus ini kayaknya harus jujur dan terbuka tentang apa yang terjadi. Uang tersebut seharusnya diperiksa oleh Ombudsman atau badan pengawas lainnya agar tidak terjadi kecurangan lagi. Saya harap semua pejabat yang melibatkan dalam kasus ini bisa menjelaskannya dengan jujur dan tidak ada yang try to hide informasi. Kalau kita semua tidak bijak, bagaimana caranya kita bisa mencegahnya lagi? πŸ€”πŸ’‘
 
Uwuuu πŸ˜ŠπŸ‘ Platform yang bikin aku nyaman banget! Coba aja bayangkan kalau ada kecurangan di dalam pengadaan laptop Chromebook, itu buat semua orang merasa tidak percaya. Nah, kalau mantan direktur SMA Purwadi Sutanto terungkap menerima uang 7 ribu dolar AS dari vendor, itu kayaknya bukti nyata bahwa ada yang korup. Aku pikir bapak Purwadi tidak harus marah atau apa-apa, karena dia sudah jujur tentang hal ini. Tapi aku rasa kasus ini masih harus di investigate lebih lanjut, agar tahu benar-benar apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas kecurangan itu πŸ€”πŸ“Š
 
Hahaha, apa kabar dengan uang 7 ribu dolar AS yang dibawa oleh mantan Direktur Pembinaan SMA? πŸ€‘ Sepertinya dia sedang bermain game aja, tapi malah diangkat sebagai korupsi? πŸ˜‚ Nah, jangan terlalu kaget, karena ini cuma sekedar uang biasa aja, kan? 🀣 Tapi apa yang bisa kita lakukan sih, kan? Mungkin dia hanya ingin berbagi kasih sayang dengan dirinya sendiri? πŸ’Έ Wah, saya rasa mantan Direktur Pembinaan SMA ini memiliki kebijaksanaan besar, karena siapa pun yang menerima uang dari orang lain, pasti ada alasan. πŸ€”
 
πŸ€”πŸ“ Hmmmm, ini kisah yang nggak jelas banget πŸ™ƒ. Dia mengakui menerima uang 7 ribu dolar AS dari vendor Chromebook πŸ€‘, tapi dia bilang itu bukan korupsi πŸ™…β€β™‚οΈ. Dia katakan itu hanya tanda terima kasih atas pengadaan laptop Chromebook 🎁. Tapi, nggak ada dokumentasi apa-apa πŸ“. Dan, uang tersebut diberikan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) di internal Kemendikbudristek πŸ’Ό. Ini semua nyebutin kecurangan dalam pembelian peralatan teknologi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Saya pikir dia harus klarifikasi lagi apa itu sebenarnya yang terjadi πŸ—£οΈ.
 
Gue pikir mantan Direktur Purwadi ini benar-benar ngejebak sendiri. Tapi gue juga tidak percaya dia bilang uang tersebut diterimanya sebagai tanda terima kasih... tapi gue sih rasa gue bisa membayangkan bagaimana kehidupan di kemendikbudristek itu, keren banget bisa dipindahkan uang dollar ke dalam meja kerjaa πŸ˜‚. Tapi gue masih ragu apakah dia bilang benar atau tidak... yang pasti adalah kasus korupsi ini memang membuat gue penasaran tentang bagaimana pejabat-pejabat di dalam Kemendikbudristek itu beroperasi...
 
Aku pikir kaseh ini bukan apa-apa juga, tapi rasanya ada sesuatu yang tidak beres di Kemendikbudristek. Dulu aku dengar bahwa pembelian laptop Chromebook itu dilakukan dengan jalan yang netral, tapi ternyata ada yang terlibat dalam korupsi. Aku penasaran apa sebenarnya yang terjadi di dalam kejadian ini, dan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas hal ini.
 
🚨 Ada yang bilang kalau dia menerima uang 7 ribu dolar AS itu sebagai bentuk penghargaan, tapi aku pikir ada kesan-kesan yang salah. Kalau begitu, bukan berarti dia adalah korupsi? πŸ€” Mungkin ada yang bisa memberi penjelasan yang lebih jelas tentang apa yang terjadi. Aku suka ketika ada transparansi dalam hal ini, jadi kita bisa tahu benar-benar apa yang terjadi.
 
Makasih nih bro πŸ™. Jadi siapa tahu kalau uang 7 ribu dolar AS itu hanya sebagai imbalan atas penghargaan dari pemerintah ya? Kalau Purwadi benar-benar tidak melihat ada hubungan antara uang tersebut dan kegiatan korupsi, maka itulah yang baik 🀝. Jangan memandang hal ini sebagai hal negatif saja bro 😐. Mungkin itu juga sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.
 
Udah terlalu sering kira-kira korupsi di Kemendikbudristek ya? Siapa tahu kejujuran Purwadi 100%, tapi gimana kalau ada bukti-bukti yang bisa dibuktikan nih? Merekapanya, uang dolar AS itu sih udah ada di meja kerjanya, tanpa ada diskusi apa-apa. Udah sering banget kasus korupsi di Kemendikbudristek ini terungkap, tapi kapan aja benar-benar ada bukti yang bisa dibuktikan? πŸ€”
 
Haha aku penasaran siapa saja yang tahu nanti kalau ada uang dari PPK-nya ada di meja kerja aja πŸ€‘... tapi wajah Nadiem Makarim sih terlihat kayak gugup banget πŸ€”. Mungkin dia hanya ingin meminta klarifikasi tentang apa itu kecurangan nih? πŸ˜‚ Aku rasa Purwadi juga tidak mau dianggap sebagai penjahat korupsi, tapi siapa tahu ada yang salah dengan pengadaan laptop Chromebook aja? πŸ€·β€β™‚οΈ. Mungkin kasus ini akan jelas nanti ya? πŸŽ‰
 
Gue rasa gini kebanyakan orang, sama-sama memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan. Tapi yang penting di sini adalah dia (Sutanto) mau mengakui kesalahannya πŸ€”. Gue harap dia bisa belajar dari kesalahan tersebut dan jadi lebih bijak di masa depan πŸ’‘. Dan gue juga rasa kasus ini pasti bisa menjadi peluang bagi kita semua untuk belajar tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan πŸ“š.
 
Apa yang jelas sih! Semua orang tahu kalau uang 7 ribu dolar AS itu tidak bisa dibawa-bawa ke dalam meja kerja aki πŸ€‘. Aku rasa dia nggak harus nyesel banget, tapi apa yang penting adalah dia harus menjawab apa yang benar sih! Siapa yang memberikan uang itu? Apa yang dimaksud dengan "tanda terima kasih" sih? Tapi aku pikir aku sudah tahu jawabanannya, yaitu ada kecurangan banget!
 
Gue pikir yang terbaik adalah kasehus ini dibuka dan semua kebenaran diungkapkan. Mantan direktur Purwadi ternyata terlibat dalam kasus korupsi. Uang 7 ribu dolar AS yang dia terima itu tidak bisa dipandang ringan, apalagi jika kita lihat dari perspektif pengaduan Nadiem Makarim. Gue suka dengan cara advokatnya yang proaktif, kalau gak ada yang mau bilang kebenaran, dia akan bilang sendiri. Gue kira ini akan membuat sistem lebih transparan dan jernih.
 
Wah kira-kira siapa yang bilang itu uang 7 ribu dolar AS itu keuntungan? Beliau punya alasan yang jujur juga, tapi aku rasa kalau ada uang yang masuk ke meja beliau tanpa ada tanya-tanya, itu bukanlah kebaikan hati. Aku rasa ada yang sengaja lupa menyebutkan apa-apa di dalam pembicaraan kalau uang tersebut diterimanya dari PPK-nya sendiri... πŸ’Έ
 
haha, apa sih arti dari 7 ribu dolar AS? serius kayaknya tidak bisa dibawa pulang kaya ini. tapi apa yang bikin Purwadi mengakui uang tersebut? apakah dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan uang itu sebelumnya? saya pikir ada sesuatu yang jujur, tapi juga jujurnya bukan dari kalangan kita aja... saya ga paham sih bagaimana pejabat bisa memberikan uang kepada orang lain tanpa ada pembicaraan. kayaknya ada sesuatu yang tidak terkeluar di dalam proses itu.
 
Lagi-lagi komisi internal di Kemendikbudristek jadi ajang untuk coba2 "menebak" gaji dari pejabatnya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Purwadi sendiri bilang uang itu bagian dari "tanda terima kasih", tapi siapa tahu ada yang berbeda cerita di dalam kehidupan ini ya πŸ˜’. Dan apa dengan pemberian uang seperti ini? Jangan boleh jadi kesempatan untuk berinvestasi, kan? πŸ€‘. Kira-kira bagaimana dengan peralatan teknologi yang dipakai dalam kasus ini? Apakah ada yang akan diuji kembali ke mana pun?
 
πŸ€” gimana sih ya? kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ini kayaknya terasa panas banget. tapi apa yang bisa kita lakukan? πŸ™„ malah mantan direktur SMA yang jujur aja, dia mengakui menerima uang itu sebagai tanda terima kasih. tapi gak perlu sih, kalau ada proof yang kuat kan sudah siap diproses. dan kalau kalah bisa dibawa ke pengadilan juga. πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Wah, kayaknya ada uang 7 ribu dolar AS yang dipindahkan ke meja kerja Sutanto nanti kalinya jg dipakai untuk biaya perjalanan sama-sama nggak jelas sih... apakah itu uang dari Kemendikbudristek ya? Saja diterima sebagai tanda terima kasih, tapi siapa yang bikin keputusan itu? Mungkin ada kesalahpahaman atau apa yang aku lihat di media kalau ada pengaduan dari masyarakat tentang pengadaan Chromebook...
 
kembali
Top