Saksi Akui Terima Rp500 Juta dari Rekanan Penyedia Chromebook

Saksi Akui Terima Rp500 Juta dari Rekanan Penyedia Chromebook

Dalam sidang pemeriksaan saksi dugaan korupsi pengadaan Chromebook, seorang eks Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Muhammad Hasbi mengaku terima uang sebanyak Rp500 juta dari salah satu rekanan penyedia Chromebook, PT Bhineka Mentari Dimensi.

Pada tahun 2022, Pejabat Pembuat Komitmen (PPA) Nia Nurhasanah didatangi oleh pengelola Bhinneka. Saat itu, uang kertas berisi uang ditinggalkan kepada Bu Nia. Kemudian, uang tersebut dititipkan kepada penyidik. Hasbi mengaku sempat meminta agar uang tersebut dikembalikan, tapi setelah berkontak dengan Mariana Susy, Bu Susy tidak berkenan.

Hasbi menyimpan uang itu bersama Nia dan kemudian diarahkan untuk dititipkan kepada penyidik. Menurut jaksa, uang itu sebesar Rp500 juta, yaitu Rp250 juta yang dimiliki oleh Hasbi sendiri dan Rp250 juta yang dimiliki oleh Bu Nia.

Jaksa menyatakan curiga terhadap korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbud Ristek. Selain itu, Jaksa juga menuduh Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah periode 2020-2021; Sri Wahyuningsih (SW); Direktur SMP Kemendikbud Ristek periode 2020, Mulyatsyah (MUL); dan konsultan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbud Ristek, Ibrahim Arief (IBAM) telah merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun.

Sementara itu, Jaksa menyatakan bahwa temuan kerugian negara tersebut berasal dari laporan hasil audit penghitungan kerugian negara terhadap pengadaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) laptop Chromebook menggunakan Chrome Device Management/Chrome Education Upgrade yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP) RI pada 4 November 2025.
 
Mana aja kalau kemudian uang itu sebenarnya siapa nanti? Saya pikir kalau mereka udah terima uang, tapi lalu mau ditempatkan di mana? Nah, ini bikin saya penasaran banget! Apakah ada lagi korupsi di Kemendikbud Ristek yang belum diselidiki? Saya harap temuan BPKP RI bisa membantu menemukan jawabannya πŸ˜‚
 
Aku tidak biasa ngomong tentang gosip korupsi ini, tapi aku rasa ini pasti nggak main-main ya... Aku pikir kalau si Muhammad Hasbi dan Nia Nurhasanah ini sedang bakalan ditegangin, karena siapa tau aja mereka nanti bilang bahwa uang itu itu adalah hadiah dari rekanan yang berarti. Tapi apa yang aku rasakan sih, bahwa ada yang tidak konsisten di sini... Misalnya, kenapa si Hasbi yang terus meminta agar uang tersebut dikembalikan, tapi kemudian gak bisa nggak tulus? Aku juga rasa ini sama sekali nggak ada bukti nyata bahwa ada korupsi yang berkepanjangan di Kemendikbud Ristek...
 
wahhh broooo... ini cerita korupsi yang gak jelas ni, tapi aku yakin ada sesuatu yang tidak beres di sini πŸ€”. siapa nih yang bilang PT Bhineka Mentari Dimensi itu bisa menghubungi Eks Direktur PAUD Kemendikbud Ristek langsung dan bagikan uang 500 juta? ini gak bisa dipercaya broo! πŸ€‘ apakah ada yang else di balik cerita ini yang tidak kita dengar? aku rasa ada sesuatu yang tidak beres disini... 🚨
 
Gue pikir lu salah paham, korupsi di negara ini cuma terjadi di kemendikbud aja, kalau mau cari lagi pasti ada yang ngeceken sistem akuntansi dari PT Bhineka Mentari Dimensi juga ya πŸ€‘. Gue rasa lu harus memberikan kesempatan untuk Mulyatsyah dan Ibrahim Arief untuk menjelaskan kembali diri mereka, mungkin ada alasan lain di balik kerugian negara itu yang belum terungkap yet 😊.
 
Gak bisa percaya duit itu dibawa keluar dari kemendikbud ristek, klo udah ada ujaran yang jelas korupsi. Udah ada eks direktur yang terima uang dari rekanan Chromebook, gini kalau ada pengadilan yang benar-benar bisa menangani kasus ini, pasti akan terjadi perubahan besar di kemendikbud ristek πŸ€‘πŸ‘€
 
Mau banget ari sini, apa yang terjadi sama Kemendikbud Ristek dulu? Mereka punya biaya Rp2,1 triliun untuk Chromebook tapi ternyata ada kerugian negara sebesar itu! Kenapa lagi? πŸ€” Nah, jawabannya adalah karena ada korupsi sih. Direktur PAUD yang capek makan uang, Mulyatsyah dan lain-lain, mereka bisa terima uang dari rekanan Chromebook. πŸ€‘ Maka dari itu, gilirannya untuk dihukum. Harus ngikuti hukum dan etika kerja.
 
Wah, kerugian negara Rp2,1 triliun itu gampang banget untuk dipikirin 🀯. Apalagi kalau ada bukti-bukti yang jelas dan curiga terhadap orang-orang kaya yang terlibat dalam kasus ini 😏. Seperti yang dikatakan Jaksa, mereka merugikan negara sebanyak itu dari laporan audit BPKP RI pada 4 November 2025 πŸ“Š. Saya rasa ini kasusnya tidak main-main sama sekali, dan harus dipecahkan dengan serius πŸ’ͺ.
 
Wahhhhhh... korupsi lagi nih! 🀯 Rp2,1 triliun? itu berasal dari pengadaan Chromebook aja, kalau gini, kenapa kita harus bayar Rp500 juta dulu ke seseorang rekanan penjual? πŸ€‘ Aku senang melihat Jaksa sudah menangani kasus ini, tapi sepertinya masih banyak lagi yang terlibat. Yang penting, korupsi tidak boleh diizinkan! 🚫 Aku harap pihak yang terkait bisa jujur dan menghakimi diri sendiri, jadi kita bisa sembunyi-membunyikan kasus ini menjadi lama lagi. Tapi aku rasaJaksa sudah cukup bijak, mereka harus terus saksikan sampai akhirnya. 🀞
 
ini kabar korupsi lagi, siapa yang pernah melihat ada uang besar di kemendikbud? siapa yang tahu kalau korupsi ini tidak hanya sekedar korupsi Chromebook aja, tapi juga masih banyak lagi korupsi lainnya yang belum terungkap. aku pikir kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan negara. kalau bukannya seharusnya kita fokus pada hal positif dari teknologi, seperti memperluas akses pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat? πŸ€”πŸ’Έ
 
😊 Uda-uda kena banget dengan kasus ini! Korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbud Ristek ini benar-benar memprihatinkan. Siapa nih yang bisa menerima uang Rp500 juta dari rekanan penyedia Chromebook? πŸ€‘ Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Ibrahim Arief sama-sama korup! 😑

Gue ingat aja kalau di 2015, gue bisa beli Chromebook dengan harga murah-muruh karena ada promo yang seru! 🀩 Tapi sekarang, gue tahu kalau uang itu nanti digunakan untuk membeli mobil mewah atau apa-apa yang sama-sama tidak penting. πŸ™„

Gue berharap Jaksa bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan benar, agar kita bisa melihat siapa-siapa yang jujur dan siapa-siapa yang korup! πŸ’―
 
Maaf kan aku terlalu sedih mendengar kabar ini πŸ€•. Korupsi korban korupsi memang bikin rasa tidak nyaman banget πŸ˜”. Aku ingin tahu, bagaimana kita bisa percaya dengan pemerintah yang kita pilih? Apakah semuanya hanya sekedar cerita? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku pikir perlu ada tindakan yang serius dari pihak kehukuman dan penyelidikan yang lebih dalam, tidak hanya penangkapan saksi-saksi saja πŸš”. Aku berharap agar korupsi ini bisa diatasi dengan cepat dan kita bisa mendapatkan kepastian bahwa uang publik digunakan dengan bijak πŸ’Έ.

Aku juga ingin mengajak semua orang untuk tetap sabar dan tidak terburu-buru dalam memberikan pendapat. Aku tahu, ini adalah masalah yang kompleks, tapi kita harus berusaha untuk memahami situasinya dan menemukan solusi yang tepat πŸ€”. Kita harus menjadi korban kebaikan dan memberikan dukungan kepada pihak yang benar πŸ’–.
 
gak nyaman banget denger kabar ini πŸ€• apa artinya si buHasbi bisa terima uang dari rekanannya itu? kalau gak jelas kenapa dia mau terima uang itu? dan siapa nih yang kena bertanggung jawab atas korupsi ini? harusnya ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi πŸ€”
 
Udah siap-siap duduk di kursi penjelas, kenapa harus ada yang korup, kan? πŸ€” Selain uang Rp500 juta itu, mesti ada banyak lagi kasus korupsi yang belum terungkap. Saya pikir sudah waktunya Kemendikbud Ristek mengambil tindakan yang serius terhadap koruptor-koruptornya. Mereka harus dihukum sesuai dengan hukum, biar orang-orang lain tidak takut lagi untuk melakukan hal yang sama. 😑
 
Gue pikir kalau korupsi korban siapa? Kalau korupsi korban siapa yang suka meminjam uang dari rekanan penjual Chromebook itu? Gue pikir korupsi korban bukan orang lain selain mereka sendiri yang terlibat dalam pengadaan Chromebook itu. Korupsi korban karena mereka tidak bisa menanganinya dengan baik, bukan orang lain sih! πŸ€”

Gue juga pikir siapa yang bilang "kurangnya penerapan kontrak"? Kurangnya penerapan kontrak itu bukan karena ada kesalahan dari mereka sendiri, tapi karena kurangnya kebijakan dan kontrol yang baik dari pemerintah. Kalau kita lakukan dengan baik, korupsi tidak akan bisa terjadi di kemendikbud ristek! πŸ™„

Dan gue pikir kalau kita harus mengakui bahwa korupsi itu siapa pun, itu adalah keberanian dari seseorang yang ingin merusahkan negara. Tapi kalau kita berani menangkap mereka, maka korupsi tidak akan bisa terjadi lagi di kemendikbud ristek! πŸ’ͺ
 
kembali
Top