Saksi Akui Terima 7 Ribu Dolar AS dari Pengadaan Chromebook

Purwadi Sutanto, mantan Eks Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan, mengakui menerima uang 7.000 dolar Amerika Serikat dari Pejabat Pembuat Komitmen Dhani Hamidan Khoir selaku PPK SMA. Pengakuan tersebut diungkapkan saatJaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya tentang jumlah uang yang dititipkan atau dikembalikan oleh Purwadi kepada penyidik.

Purwadi menjawab, "Betul". Ketika diminta bentuk uang yang diterimanya, ia mengatakan uang tersebut hanya berupa dolar. Namun, ia tidak pernah bertemu langsung dengan Dhani Hamidan Khoir saat menerima uang tersebut. Uang itu di letakkan di meja tanpa penjelasan apa pun.

Purwadi menjelaskan, "Saya waktu itu enggak ketemu (dengan Dhani Hamidan Khoir), ditaruh di meja saja, tidak ada perintah apa-apa. Karena saya sudah tidak menjabat lagi, sehingga uang itu saya simpan saja."

Dia juga menyatakan, uang 7.000 dolar AS tersebut baru dikembalikan kepada penyidik setelah muncul persoalan hukum terkait proyek pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) SMA.

Sementara itu, berdasarkan isi surat dakwaan, pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun 2020-2022 di Kemendikbud Ristek disebut telah memperkaya sejumlah pihak. Antara lain Dhany Hamiddan Khoir diperkaya sebesar Rp200 juta dan 30 ribu dolar AS, serta memperkaya Purwadi Sutanto sebesar 7.000 dolar AS.

Kerugian tersebut merupakan hasil akumulasi dari Rp1.567.888.662.716,74 (Rp1,5 triliun) yang berasal dari markup harga perangkat Chromebook dan ditambah 44.054.426 dolar Amerika Serikat (AS) atau senilai Rp621 miliar yang berasal dari pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung mendakwa Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah periode 2020–2021; Sri Wahyuningsih (SW); Direktur SMP Kemendikbud Ristek periode 2020, Mulyatsyah (MUL); dan konsultan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbud Ristek, Ibrahim Arief (IBAM) telah merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun.
 
Kalau kemana semua uang itu punya? Belom coba sampe siapa yang minta korban ini πŸ€‘. Saya pikir Dhani Hamidan Khoir tidak perlu khawatir, dia sudah punya banyak uang. Apalagi dengan 30 ribu dolar AS lagi, siapa yang bisa bilang dia bodoh? πŸ˜‚. Purwadi Sutanto cuma menerima uang itu karena dia juga terlalu bodoh πŸ™„. Dan JPU cuma coba cari tahu apa yang terjadi di balik kejadian ini. Siapa yang punya banyak uang dan bisa jalan-jalannya tanpa henti? Tidak ada jawabannya, karena semua orang yang berkepentingan cuma ingin menyembunyikan kebenaran 🀐.
 
Makasih bro, kalau nggak ada korupsi, gampang banget aja sekolah kita bisa mendapatkan uang dari pemerintah. Tapi sekarang lagi korupsi dan uang itu berada di tangan salah orang. Saya pikir Purwadi harus wajib ke penjara bro, dia jujur mengakui menerima uang tersebut tapi nggak jelas siapa yang memberikannya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Saya rasa ini sangat parah, sekolah kita harus mendapatkan uang dari pemerintah dengan benar dan transparan, bukan dengan cara korupsi seperti ini πŸ’”.
 
Saya pikir kejadian ini memang susah dipahami, tapi salah satu yang saya rasakan adalah ketika suatu saat nanti pengelolaan uang pribadi kita itu harusnya lebih transparan dan jujur. Maka dari itu, saya berharap agar terdapat perubahan kebijakan yang membuat semua aspek dalam pengelolaan biaya umum dapat diawasi dengan baik dan jelas πŸ€”.
 
Kasus nantinya akan bagai apa sih? Apakah itu korupsi? πŸ€‘
Maka-maka uang itu berapa lagi? 7.000 dolar AS itu sudah tidak jarang di dengar sih, tapi gini nanti apa yang harus dilakukan dengan kasus ini?
 
Aku rasa Purwadi bukan pelaku penipuan nih πŸ€”. Ia hanya menerima uang tanpa ada penjelasan apa-apa dari Dhani Hamidan Khoir, tapi bukannya kejahatan itu? Mungkin dia hanya sedih karena tidak ada jodoh atau sesuatu aja... πŸ€·β€β™‚οΈ Di masa lalu, aku juga pernah menerima uang dari teman yang kaya dan aku tidak pernah merasa bersalah sama sekali! πŸ’Έ
 
Malem-malem nggak percaya banget aja dengan kasus ini 🀯. Purwadi Sutanto, mantan Eks Direktur Pembinaan SMA, mengakui menerima uang 7.000 dolar AS dari Pejabat Pembuat Komitmen Dhani Hamidan Khoir. Betul, tapi nggak ketahuan siapa yang memberinya? πŸ€·β€β™‚οΈ

Dan lama-kara ini berapa? πŸ•°οΈ. Uang itu baru dikembalikan setelah muncul persoalan hukum terkait proyek pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) SMA. Saya rasa ini nggak benar-benar jujur aja, Purwadi. πŸ™…β€β™‚οΈ

Dan apa yang terjadi dengan uang itu? πŸ€‘. Dikembalikan kepada penyidik setelah muncul persoalan hukum, tapi siapa nanti yang bertanggung jawab atas keadaan itu? πŸ€”.

Saya rasa ini kasus yang jujur dan transparan nggak ada di sini. πŸ™…β€β™‚οΈ Saya harap ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan uang itu dan siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan itu.
 
Saya pikir kalau ini itu kriminalitas korupsi serius di Pemkab! πŸš¨πŸ’Έ 7.000 dolar AS itu uang korupsi sih! Bagaimana bisa mantan Eks Direktur Pembinaan SMA itu terlibat dengan skandal ini? πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ”’ Saya rasa dia harus dibawa ke pengadilan juga bukan hanya jaksa umum yang bertanya. Ini jangan diabaikan! πŸ’ͺ #KorupsiTidakTerimalah #PemkabDitolak #SimpulSipat
 
Gue pikir kalau ada tindakan yang salah itu, gue jadi pikir si Dhani Hamidan Khoir dan Purwadi Sutanto apa-apa yang bisa diterima? Mereka sama-sama terlibat dalam kasus ini, tapi siapa yang lebih beres? πŸ€” Gue nggak paham mengapa uang itu disimpan di meja tanpa penjelasan apa pun. Apakah karena mau jadi tetangga kekayaan kita? πŸ˜’
 
aku pikir ini sangat susah sekali bro! apa yang terjadi dengan uang pribadi yang diterimanya dari orang lain? apalagi kalau itu ada hubungan dengan pekerjaannya? aku rasa ini perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh otoritas terkait ya! πŸ€”πŸ’Έ
 
Gue pikir ini gak bisa terjadi, tapi ternyata benar banget! 7.000 dolar AS yang dibawa oleh Purwadi itu apa lagi? Gue bayangin dulu kalau siapa aja yang mau mengambil uang kaya itu, gak akan bisa menolak, kan? πŸ€‘

Tapi seriously, ini juga bikin kita heran seberapa besar korupsi di Kemendikbud Ristek. Gue rasa harus ada lebih banyak pengecekan dan transparansi dalam pengelolaan dana. Jangan sampai ada lagi uang yang hilang atau terjaring, ya! πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Aku pikir kayak gini, kalau ada korupsi di Kementerian Pendidikan itu, bukan cuma Dhani Hamidan Khoir aja yang terlibat, tapi juga mantan pengawasnya Purwadi Sutanto yang sudah tidak menjabat lagi. Aku rasa jika mereka semua mau bebas dan jangan ada tuntutan hukum, itu berarti korupsi bisa berlanjut tanpa henti.
 
Gue rasa gini sih, ngerasa uang yang diterima oleh Purwadi itu jadi bukti bahwa ada yang jujur di Indonesia kan? Haha, toh aja uang itu langsung di letakkan di meja tanpa penjelasan apa pun. Jangan berpikir bahwa gue akan percaya bahwa itu uang yang diterimanya dari Dhani Hamidan Khoir karena gue tahu bagaimana cara kerja di negara ini πŸ˜‚. Dan siapa nanti yang benar-benar merugikan negara, sih? Gue rasa lebih enak mengetahui jawabannya sendiri. Ayo lihat jawabannya, mungkin kita bisa menambah pengetahuannya πŸ€”.
 
πŸ€‘ 7k dolar AS yang diterima oleh Purwadi Sutanto dari Pejabat Pembuat Komitmen Dhani Hamidan Khoir πŸ€” memang bikin curiga. Bagaimana kalau uang itu tidak pernah dikembalikan? Mungkin karena masih dalam proses penginvestasian? πŸ€‘
 
Aku pikir ini kisah kejahatan yang serius banget! Purwadi Sutanto memang tidak bisa dipercaya lagi, mantan Eks Direktur Pembinaan SMA-nya itu menerima uang dollar dari Dhani Hamidan Khoir tanpa harus bertemu langsung sama-sama. Itu seperti bermain judi, gak bisa dipercaya. Dan sekarang dia mengatakan uang tersebut baru dikembalikan kepada penyidik setelah ada persoalan hukum, ini bikin aku merasa tidak percaya lagi dengan pihak yang bertanggung jawab. Aku rasa ini harus diinvestigasi lebih lanjut agar dapat mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam skandal ini dan bagaimana cara untuk menghindarkannya di masa depan! πŸ’Έ
 
Maksudnya gini sih... Pengaduan itu terus terjadi, nggak ada jawaban dari mereka? Maka apa harus tunggu lagi hingga korupsi di Kemendikbud Ristek ini makin besar? Belum lagi uang yang dibawa oleh Purwadi, toh berapa lagi biaya yang dikeluarkan untuk pemulihan uang itu? Aku rasa ini semacam kesan pihak yang terlibat di dalam kasus ini nggak mau bukti-buktian yang ada.
 
kembali
Top