Saksi Akui Terima 7 Ribu Dolar AS dari Pengadaan Chromebook

Eks Direktur Pembinaan SMA Pernah Menerima Uang Rp117 Juta dari Dhani Hamidan Khoir.

Di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan jumlah uang yang dititipkan atau dikembalikan kepada penyidik oleh Eks Direktur Pembinaan SMA. Ia meminta informasi tentang bentuk uang tersebut.

Purwadi Sutanto, eks Direktur Pembinaan SMA, menjawab bahwa ia menerima uang sebesar 7 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp117 juta dari Dhani Hamidan Khoir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SMA. Ia mengakui dirinya menerima uang tersebut pada tahun 2021, setelah ia tidak lagi menjabat sebagai Direktur Pembinaan SMA.
 
Udah aja kapan gini ya? Eks Direktur Pembinaan SMA ini jadi korban tipikor. Tapi siapa Dhani Hamidan Khoir nih? Kalau benar dia PJK, kenapa ia bisa bikin eks Direktur Pembinaan SMA menerima uang dengan cara yang tidak transparan banget? Saya rasa keduanya harus tampil di depan umum untuk menjelaskan apa yang terjadi. Dan siapa sini pengawas ya? Kenapa gini tips dan tipoks saja? 🤔💸
 
Gue pikir kisah ini seringkali terjadi di kalangan pegawai negeri yang banyak di antaranya korupsi tapi tidak ada bukti nyata. Jadi gue penasaran, bukti nyata apa yang dimiliki Jaksa Penuntut Umum untuk menangkap Purwadi Sutanto dan Dhani Hamidan Khoir? Apakah mereka juga memiliki uang koin Rp117 juta di dalam kotak?
 
Gak bisa percaya apa yang terjadi dengannya! Eks direktur pembinaan SMA ini seharusnya udah tahu kalau ada kasus tipikor, tapi dia masih menerima uang dari korupsi itu? 7 ribu dolar AS atau Rp117 juta? Gini dia boleh bisa korupsi dengan begitu? Kalau tidak sampe sidang pengadilan, toh dia sudah pasti sampe penjara! Dan apa sih dengan Dhani Hamidan Khoir, dia siapa? Seharusnya korban kasus ini bukan dhani hamidan khoir, tapi korupsi yang melawan hukum!
 
Haha, 117 juta rupiah dari Dhani Hamidan Khoir? Maksudnya dia mau dibawa ke pengadilan karena itu banyak ya! 🤣 Nah, kayaknya harus ada yang tahu di balik cerita ini apa aja nih. Jadi, apakah itu uang sebagai imbalan jasa atau sesuatu yang lebih... spesial? 😏 Purwadi Sutanto malah jawab dengan sederhana, tapi masih banyak pertanyaan. Misalnya, bagaimana dia bisa tahu bahwa itu uang yang benar-benar diterima? Tapi, kita tinggalkan soal itu ya... yang penting adalah 117 juta rupiah! 💸
 
Jangan sabar-sabaran duit, tapi ingat apa yang kamu kira dia bayarkan? Dia bayarkan Rp117 juta, tapi itu bukan uang yang dibayarkan dengan tangan putih. Tapi dia bayarkan untuk jasa kita ya, jadi kita harus berterima kasih dan tidak terlalu khawatir tentang cara bayarnya. Yang penting adalah apa yang kita lakukan dengan duit tersebut. Apakah kita gunakan untuk kepentingan pribadi atau kita gunakan untuk baik-baik saja? Kita harus ingat bahwa uang itu hanyalah sarana, bukan tujuan hidup.
 
Eks Direktur Pembinaan SMA ini benar-benar bikin perasaan salah. 7 ribu dolar AS itu seperti Rp117 juta! Mau dibawa ke pengadilan karena itu? Gak sabarnya. Kalau benar ia menerima uang itu dari Dhani Hamidan Khoir, itu artinya ada kerugian bagi negara ya. Makanya perlu diinvestigasi lebih lanjut siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.
 
Apa sih keadaan ini? Eks direktur pembinaan sma ini bisa menerima uang dari orang lain sebanyak itu? Biasanya sma ga boleh banget dengan uang asing ya! 🤔
Mungkin dia butuh bantuan untuk kebutuhan bisnisnya nanti ya? Tapi sekarang kira-kira apa yang ada di balik peristiwa ini?

[Diagram sederhana dengan garis-garis dan tanda bawa, menunjukkan sebuah uang asing dari Amerika Serikat]
 
heh, apa lagi kejadian seperti ini bisa terjadi? orang penting sama koruptif gini kan? tapi coba kita jangan terlalu serius ya, mungkin dia hanya salah tahu apa yang harus dibawa pulang dari pekerjaannya 🤔. tapi rasanya lebih baik lagi jika dia tidak pernah menerima uang itu nih... yang penting, ini bisa menimbulkan kesan bahwa korupsi masih ada di kalangan orang yang berwenang, tapi kita harus terus waspada dan tidak menyerah 🕵️‍♂️.
 
😒🤦‍♂️ Wah, gini kisahnya... Eks Direktur Pembinaan SMA ini kayaknya bisa jadi penerima kasih kepada orang kaya yang berkuasa seperti Dhani Hamidan Khoir. Uang Rp117 juta dari orang itu tapi dia masih mau muncul di pengadilan? 🙄 Maksudnya apa? Belum punya uang untuk dibawa ke pengadilan? 😂 Atau dia hanya ingin memperlihatkan bahwa dirinya tidak takut dengan pengadilan? 🤔

Dan apa yang ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua? 🤷‍♂️ Jika orang kaya seperti Dhani Hamidan Khoir bisa menerima kasih dan tetap hidup dengan nyaman, maka siapa yang perlu diadili? 😒 Mungkin kita harus berubah menjadi seperti dia... 💸😂 Tapi ini gak bisa jadi kenyataan, karena kita semua masih terjebak dalam sistem yang tidak adil. 🤕
 
Aku pikir ini bikin gugup banget ya! Eks direktur pembinaan SMA yang pernah menerima uang Rp117 juta dari Dhani Hamidan Khoir sebenarnya mengakui telah menerima uang tersebut pada tahun 2021? Ini bukan hal biasa lagi, kan? 😳 Aku rasa ini bikin kepercayaan masyarakat kurang setia. Dan apa dengan uang itu? Apakah bisa dibukti bahwa ia benar-benar tidak menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi atau apa? 😕
 
kembali
Top