Prabowonomics diuji lebih jauh dari sisi nilai moral dan praktik sosial. Pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung menilai wacana Prabowonomics yang kerap dikaitkan dengan Ekonomi Pancasila perlu diuji lebih jauh untuk mendapatkan penjabaran yang jelas.
Rocky menyusul istilah Prabowonomics yang muncul dalam diskusi publik. Namun, ia menilai bahwa konsep tersebut belum memiliki penjabaran yang jelas. “Sampai sekarang orang masih bertanya, apa itu Prabowonomics? Uraian, eksplorasi, dan eksplanasinya belum terang,” kata dia.
Menurut Rocky, jika Prabowonomics diklaim sebagai wujud Ekonomi Pancasila, maka tolok ukurnya tidak bisa semata-mata pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa Ekonomi Pancasila seharusnya bertumpu pada moral, solidaritas sosial, dan keadilan.
Di dalam konteks itu, Rocky menjelaskan bahwa moral memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi. Salah satu contohnya adalah praktik utang-mengutang berbasis inisiatif saling membantu. Praktik tersebut bukan sekadar relasi finansial, melainkan mekanisme sosial yang menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Di banyak komunitas, terutama di desa, ada sistem moral untuk saling membantu. Utang-utang biasa itu, untuk memastikan ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.
Rocky juga menilai bahwa meskipun mekanisme tersebut tidak selalu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, setidaknya aktivitas ekonomi tidak berhenti dan tetap bergerak.
Rocky menyusul istilah Prabowonomics yang muncul dalam diskusi publik. Namun, ia menilai bahwa konsep tersebut belum memiliki penjabaran yang jelas. “Sampai sekarang orang masih bertanya, apa itu Prabowonomics? Uraian, eksplorasi, dan eksplanasinya belum terang,” kata dia.
Menurut Rocky, jika Prabowonomics diklaim sebagai wujud Ekonomi Pancasila, maka tolok ukurnya tidak bisa semata-mata pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa Ekonomi Pancasila seharusnya bertumpu pada moral, solidaritas sosial, dan keadilan.
Di dalam konteks itu, Rocky menjelaskan bahwa moral memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi. Salah satu contohnya adalah praktik utang-mengutang berbasis inisiatif saling membantu. Praktik tersebut bukan sekadar relasi finansial, melainkan mekanisme sosial yang menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Di banyak komunitas, terutama di desa, ada sistem moral untuk saling membantu. Utang-utang biasa itu, untuk memastikan ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.
Rocky juga menilai bahwa meskipun mekanisme tersebut tidak selalu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, setidaknya aktivitas ekonomi tidak berhenti dan tetap bergerak.