Respons Kodim Jakpus Soal Penganiayaan Penjual Es Gabus

"Penjual Es Gabus Melalui Penganiayaan, Kodim Jakpus Jelaskan"

Penjualan es gabus di kemayoran Jakarta Pusat menjadi titik awal peristiwa yang melibatkan penganiayaan terhadap seorang penjual es bernama Sudrajat. Sudrajat, 50 tahun, mengaku merasa trauma usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri.

Menurut Sudrajat, peristiwa tersebut dimulai ketika aparat tersebut menuduh es gabus yang ia jual dibuat dari bahan berbahaya. Tuduhan itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang dialaminya. "Polisinya beli, lalu esnya diremas-remas dan dibilang ini es racun," ungkap Sudrajat.

Aparat tersebut menuduh Sudrajat sebagai pelaku penggunaan zat berbahaya, padahal Sudrajat mengaku telah berjualan es kue selama sekitar 30 tahun tanpa pernah menerima keluhan dari pembeli. "Saya jualan es kue sudah 30 tahun, tidak pernah ada komplain. Baru Sabtu kemarin kejadian seperti ini," kata Sudrajat.

Menurut Kolonel Infanteri Ahmad Alam Budiman, Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat, peristiwa tersebut berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI–Polri dan Sudrajat saat berjualan. Namun, Ahmad mengklaim tidak ada niat aparat untuk merugikan warga dalam peristiwa tersebut.

"Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari," kata Ahmad dalam keterangan resmi.

TNI Angkatan Darat juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan masyarakat, menurut Ahmad. Setiap prajurit di lapangan diperintahkan mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, serta menghormati warga dalam menjalankan tugas kewilayahan.

Namun, Sudrajat masih mengaku aparat memaksanya mengaku dan menunjukkan bagian tubuhnya yang mengalami memar akibat pukulan. "Ini di dada, sampai bahu. Saya ditonjok, disabet pakai selang, ditendang pakai sepatu, disuruh ngaku. Saya bilang ini es beneran, tapi tetap dipukul," ujar dia.

Sudrajat masih merasa trauma usai peristiwa tersebut, dan telah meminta penghargaan kepada pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadapnya.
 
Maksudnya apa sih, kalau polisi mau menuduh es kue itu dibuat dari bahan berbahaya? Sama-sama aja, kalau ada kesalahpahaman, kita jangan pakai kekerasan aja, kita bicara dulu dulu. Sudrajat ngaku trauma usai peristiwa ini, tapi aku rasa pihak polisi juga harus bertanggung jawab. Kita harus berusaha agar tidak terjadi kasus seperti ini lagi, dan pastikan warga tidak terluka. Tapi aku tetap optimis, karena kalau kita semua bisa saling mengerti dan berbagi, maka kita bisa menyelesaikannya dengan damai. Aku rasa ini adalah kesempatan bagus untuk kita semua belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik.
 
oh iya, penjual es gabus di kemayoran jkpus itu harus dihormati, tapi kalau ada kesalahpahaman di lapangan, pasti harus jujur & tidak menuduh orang lain aja 🤦‍♂️ #JujurDiDepanMata

saya rasa aparat kewilayahan itu harus lebih hati-hati saat berinteraksi dengan warga, karena kalau ada kesalahan, bisa jadi korban menjadi trauma yang serius 😔 #KemanusiaanDiLapangan

menurutku, pihak penjual es gabus itu harus bisa memberikan bukti yang jelas bahwa es-nya tidak berbahaya, agar aparat kewilayahan tidak menuduh orang lain aja 📝 #BuktiYangJelas

sayangnya, Sudrajat masih merasa trauma usai peristiwa tersebut, dan itu adalah hal yang tidak diinginkan 🤕 #TraumaDanKompensasi
 
ini kabar konyol banget! si penjual es gabus di kemayoran dikejok dan dipukul oleh oknum babinsa polri karena apa? karena dia jualan es gabus yang dibuat dari bahan yang asli aja! ini benar-benar tidak adil, saya sangat kecewa dengan hal ini.

polri dan tni harus lebih bijak dalam menjalankan kewilayahan, bukan dengan cara memaksanya seseorang untuk mengaku bahwa dia salah. ini seperti cerita di film aja! polri dan tni harus belajar dari kesalahan ini dan tidak pernah melupakan pentingnya menghormati warga masyarakat.

saya harap pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap sudrajat akan dihukumkan sesuai dengan hukum dan tidak pernah menuduh orang lain tanpa bukti. ini adalah contoh bagus dari cara berpolitik yang salah!
 
ini buat jawaan ya, kalau ada masalah sama aparat kita harus sabar-sabar, tapi gak boleh dicoba dipaksakan untuk menerima yang salah. itu memang kesalahan dari oknum Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri, tidak perlu pukul dan menuduh siapa pun. kenapa lagi ada kesalahan di lapangan? kita harus selalu berbicara dengan sopan-sopan, tapi gak boleh kalahin sama kebenaran. sementara itu Sudrajat seharusnya mendapatkan penghargaan bukan penganiayaan.
 
Gue pikir kalau ini adalah contoh dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat dan warga. Tapi ternyata ada orang yang dipaksakan untuk mengaku dan menunjukkan bagian tubuhnya yang terluka. Ini bukanlah caranya aparat berinteraksi dengan masyarakat, lebih lagi kalau ada peristiwa seperti ini.

Gue pikir ada cara lain untuk mengatasi kesalahpahaman di lapangan, yaitu dengan cara komunikasi yang baik dan pendekatan persuasif. Jika ada kesalahan, maka harus diakui dan diatasi secara segera. Tidak perlu memaksakan seseorang untuk mengaku atau menunjukkan bagian tubuhnya yang terluka.

Aparat harus lebih hati-hati dalam berinteraksi dengan masyarakat, terutama kalau ada kesalahpahaman di lapangan. Gue pikir ini adalah kesempatan bagi aparat untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengatasi situasi seperti ini. Dan juga harus ada penghargaan kepada pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Sudrajat, karena ini bukanlah cara yang benar untuk berinteraksi dengan masyarakat 🤔
 
Gue rasa ini kasusnya agak susah jawabin. Aparat apa lagi harus menganiaya penjual es kue? Gue bayangkan kalau gue jualan es kue di jalan dan dipukul oleh aparat karena kesalahpahaman. Ini memang tidak ada logika. Tapi, apa yang terjadi di kemudian hari? Apakah ada konsekuensi bagi mereka yang melakukannya? Gue rasa masih ada banyak hal yang harus dibahas tentang kasus ini.
 
Aparat apa lagi yang sering melibatkan konflik di Jakarta Pusat? 🤦‍♂️ Es gabus, penjualannya sudah menjadi peristiwa yang membuat warga trauma. Kenapa harus begitu? Sudrajat telah menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi, tapi aparat masih berusaha untuk menyambaran halnya. 🚫 Kita harus mengingatkan agar keamanan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama. Polisi harus belajar dari kesalahan ini dan meningkatkan pendekatan persuasif ketika menangani warga masyarakat. Tidak ada alasan untuk pukul atau menunda-nunda kekerasan, terutama saat sudah membuka saksi mata. 🚫
 
Wahh, kan jadinya penjual es gabus di Kemayoran ini dituduh menjadi korban penipuan oleh aparat? 🤯 Nah, aku pikir kena buat mereka yang menuduhnya itu, kalau tidak ada tukang cenggong punya tanda luka sama seriusnya. Aku rasa ada kesalahpahaman di lapangan, tapi apa yang bisa dilakukan mereka yang terkena? Tidak ada orang yang mau menjadi korban kekerasan tanpa ada konsekuensi. Mereka harus minta maaf dan memberikan penghargaan kepada sudrajat. Akan jadi semangat bagi kita semua kalau kita melihat ada korban kekerasan, bukannya menendang-tangan, tapi membuat mereka yang bersalah menyerah! 🤝
 
Wow! 🤯 Aparat apa lagi bisa melibatkan penjual es gabus dalam tindakan kekerasan? Ini sangat tidak enak banget, bukannya sudah cukup sengaja takut mereka harus menerima klaim dari warga, tapi aparat itu justru memaksanya mengaku dan menunjukkan bagian tubuhnya yang mengalami memar. Saya rasa ini salah paham di lapangan, apa lagi nih? 🤷‍♂️
 
Kalau nanti mereka mau ambil kesempatan berbicara langsung dengan penjual es gabus itu, mungkin mereka akan tahu apa sebenarnya yang terjadi. Aparatnya jelas-jelas sudah salah, siapa tau ada yang benar-benar mengaku bahwa es kue itu racun? Tapi kalau tidak, nanti harus disampaikan ke pengawasan yang lebih tinggi juga.
 
kembali
Top