Rekan Ammar Zoni Ungkap Dapat Siksaan saat Diperiksa soal Sabu

Terdakwa II kasus peredaran sabu di Rutan Salemba, Ardian Prasetyo, mengaku mendapatkan siksaan dan intimidasi selama diperiksa oleh pihak berwajib. Pada 23 Januari 2025, petugas lapas mendatangi kamar hunian blok E1 dan menanyakan lemari miliknya. Ardian mengaku diminta membuka kasur yang di bawahnya ditemukan bungkus rokok berisi sabu.

Terdakwa I, Asep bin Sarikin, menceritakan awal penemuan barang bukti terjadi saat petugas lapas mendatangi kamar hunian blok E1 dan menanyakan lemari miliknya. Asep mengaku diintimidasi untuk mengakui kepemilikan barang bukti dan menyebut nama pihak lain.

Adrian Prasetyo bin Arie Ardih, terdakwa II kasus peredaran sabu, juga mengklaim mengalami kekerasan fisik saat diperiksa aparat setelah dimintai keterangan terkait temuan sabu tersebut. Ia mendapat tekanan berat dan diintimidasi untuk mengakui kepemilikan barang bukti.

Ardian Prasetyo mengaku tidak berada di kamar saat penggeledahan dilakukan dan membantah bahwa bungkus rokok yang ditemukan adalah miliknya. Ia juga menegaskan pesan singkat di ponselnya menunjukkan bahwa titipan rokok tersebut adalah rokok biasa, bukan narkotika.

Terdakwa VI Ammar Zoni didakwa bersama lima terdakwa lainnya atas kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba.
 
Gue pikir ini terlalu berantakan, siapa yang bilang adik gue itu bukan milik gue? Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... Gue bayangkan kalau gue diperiksa dan aku mengatakan aku tidak tahu apa-apa tapi mereka terus memaksa aku untuk membuka lemari, siapa yang bilang aku harus membuka lemari? Gue pikir ada rahasia yang dibungkus di sini...
 
Aku pikir kalau ini kayaknya kesalahpahaman, si Ardian Prasetyo nggak harus dihukum begitu keras. Aku yakin dia tidak berkepentingan sama sekali dengn sabu itu, tapi yang jadi masalah adalah polisi nggak bisa lagi benar-benar percaya diri saat ini. Polisi harus lebih teliti, siapa tahu ada yang salah, tapi si Ardian Prasetyo nggak perlu dihukum begitu berat 😐🤔
 
Siapa bilang bahwa penjara yang aman itu jadi tempat asem-asma? 🤷‍♂️ Nah, kasus ini sih bikin saya heran banget, seperti apa sih cara penjara bisa menindak langkah korban dugaan peredaran narkoba? Saya pikir mereka harus lebih berhati-hati dan hormat dengan korban. Jangan pula buang-buang kekerasan fisik dan intimidasi, itu gak masuk akal! 🚫

Dan yang bikin saya malu adalah ketika penjara meminta terdakwa untuk membuka lemari miliknya. Siapa tahu ada barang yang bawahnya ditemukan narkotika? Saya rasa penjara harus lebih teliti dalam menginvestigasi kasusnya, bukan langsung menuduh korban. 🤔
 
Maksudnya kalau korban kasus narkoba itu benar-benar takut akan tindakan aparat, lho! Mereka terlalu agak, kan? Kalau tidak salah, mereka sudah mulai menyerah sejak awal proses penggeledahan. Saya rasa kalau di sini ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, siapa yang bilang bahwa bungkus rokok itu benar-benar milik Ardian? Mungkin ada yang ingin memaksa dia mengakui hal yang salah. Saya sudah penasaran tentang hasil percobaan narkotika di Rutan Salemba, kalau benar-benar positif, itu ganti rugi bagi korban yang takut akan tindakan aparat 😒
 
Saya lihat, ini kasus yang seru banget, tapi gimana kalau kita pikir tentang yang bikin sabu itu? Saya tahu orang yang menjual rokok itu, mereka sih orang kerdil, cuma nggak bisa mandiri aja. Mereka harus terus membeli, kayak narkoba. Padahal, rokok itu nggak seberat gula, bisa jadi kaya obat anti stres. Saya punya teman yang suka rokok, tapi malah berubah menjadi penikmat sabu, kayak ada ilmu rahasia tertentu. Tapi, sih, ini kasus tentang kesalahpahaman dan tekanan dari pihak berwajib, kita harus lebih jujur dulu, sebelum terjebak dengan situasi seperti ini...
 
Wow 😮 ini bikin pusing sekali, siapa lagi yang mau bercerita tentang penindasan polisi? 🤯 Ardian Prasetyo ini benar-benar mengalami kekerasan fisik saat diperiksa, itu wajar banget dia tidak mau membuka lemari. Tapi aparat ini punya bukti siapa tahu. Menarik sekali bagaimana polisi ini cari bukti narkoba di Rutan Salemba... Interesting 🤔
 
Kasus ini seru banget... aku pikir pihak berwajib harus lebih hati-hati saat diperiksa korban, tapi sepertinya korban yang mengaku mendapatkan siksaan dan intimidasi itu gak bisa dipercaya juga. Aku pikir ada yang terlibat dengan sabu itu, tapi aku tidak tahu siapa. Yang pasti, pihak berwajib harus lebih bijaksana dalam menangani kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban. Tapi, aku juga khawatir kalau ada yang salah karena ketidakjelasan atau batalasan informasi yang keluar dari korban itu. Aku harap pihak berwajib bisa lebih transparan dalam penanganan kasus ini. 🤔
 
Maksudnya siapa yang bilang bahwa sistem penegakan hukum harus lebih baik? Kita tahu kan kalau ada beberapa kasus seperti ini, tapi apa yang bisa dilakukan ya? Mungkin kita harus meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba dan peredaran sabu. Dan mungkin juga kinerja aparat penegak hukum harus ditingkatkan agar lebih efektif dalam mengatasi masalah seperti ini.
 
Apa benar kalau polisi itu bisa tadi menanyakan lemari milik Ardian tapi nanti dia bilang bungkus rokok itu bukan miliknya? Apakah polisi itu udah memahami siapa yang sebenarnya memiliki barang bukti itu? Keren banget kalau pihak berwajib bisa mengintimidasi terdakwa, tapi apa yang diharapkan kalau korban tidak bisa bersuara seperti Ardian? Pada suatu saat ini nanti ada pengadilan yang bisa memutuskan siapa yang benar. 🤔
 
ini kasus nyenyak aja, penjebakan narkoba di rutan salemba lagi-lagi tidak berubah, siapa yang bersalah siapa aja dimakzulkan, tapi apa gunanya jika mereka yang bersalah masih bisa mengaku tidak bersalah? aku rasa ada masalah lebih dalam di balik kasus ini, seperti bagaimana narkoba bisa masuk ke daerah tersebut dan siapa yang berdaya saing untuk memindahkannya.
 
Duhhhh, pas ngirik aja kasus ini aku pikir si Ardian Prasetyo apa yang terjadi kepadanya? Diminta membuka kasur dan itu udah di bawah dia! Aku rasa pihak berwajib harus lebih bijak nanti. Mereka harus memastikan bahwa korban dihormati, tapi tidak membuat mereka semakin sulit lagi. Kondisi mental mereka pasti sangat buruk setelah kejadian ini... 🤕
 
Maaf, aku tidak biasa berbicara tentang kasus ini, tapi apa yang aku rasakan adalah sangat tidak adil. Aku pikir penanganan kasus narkoba di Indonesia kurang optimal. Dua kasus yang sama tapi terhadap dua orang dengan alasan yang sama ada hasilnya berbeda. Aku rasa ada kesadaran yang perlu ditingkatkan tentang bagaimana penanganan narkoba harus lebih profesional dan adil. Apalagi saat masih banyak korban kekerasan fisik seperti ini, aku pikir pihak aparat harus lebih hati-hati dalam menangani kasus-kasus seperti ini.
 
Aku rasa ini kayaknya tidak adil banget ya! Ardian Prasetyo, Asep bin Sarikin, dan Ammar Zoni, semuanya terdakwa dan mengaku disiksa oleh aparat? Ini bukan sekedar kasus peredaran sabu, tapi juga masalah kekerasan dan ketidakadilan. Aku pikir pihak berwajib harus lebih bijak dalam proses penangkapan dan penggeledahan. Mereka harus memastikan bahwa terdakwa tidak disiksa dan mendapatkan hak-harknya yang sebenarnya 🤔💯
 
Dulu kalau aku melihat cerita ini aku pikir si Ardian Prasetyo jujur banget, tapi kini aku pikir dia nggak berani ngaku jujurnya. Siapa tahu ada tekanan dari teman-temannya atau apa? Aku paham kalau mereka diperiksa oleh aparat bisa buat sedih dan takut, tapi mending diajakin bicara sih biar bisa membersihkan nama diri sendiri.
 
aku pikir apa itu keterangan terkait temuan sabu? aku masih bingung apa itu narkotika, apa saja jenis narkotika yang ada di Indonesia... tapi aku tahu kalau narkotika itu tidak baik untuk tubuh, jadi aparat harus berhati-hati saat diperiksa korban. aku rasa korban di Rutan Salemba itu sedang melewati masa sulit, aku harap semuanya bisa beres di sini... tapi apa itu tekanan berat? aku belum pernah merasakannya...
 
Gue penasaran sih kenapa pas mereka nanya lemari Ardian apa ada bungkus rokok itu? Gue rasa justru pas itu yang tidak benar-benar tahu tentang barang bukti kan? Kemudian, gue lihat di news pas Asep diintimidasi untuk mengakui kepemilikan barang bukti... ini nggak enak banget! Gue pikir peneguhan hukum harusnya lebih adil dan tidak paksa sih, kamu harus tahu apa yang kamu lakukan sebelum menanyanganya!
 
Pikir sih gak adil banget, Ardian Prasetyo itu kalau bukan salah, tapi aparat langsung menekankan tekanan kepadanya, seperti apa sih dia yang salah? Saya rasa ada sesuatu yang tidak jelas di sini. Kemudian ada Asep bin Sarikin, dia juga mengaku diintimidasi, tapi siapa yang tahu kalau dia juga salah dan sedang mencoba untuk menutupi buktinya. Dan apa dengan Ammar Zoni, dia dituduh bersama, tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak jelas lagi. Saya rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi di Rutan Salemba ini.
 
Gue rasa ini sangat berat sekali untuk mereka yang diintimidasi dan dibukti kasih siksaan oleh pihak kepolisian. Asep dan Ardian Prasetyo, mereka benar-benar mengalami hal yang sangat sulit. Gue tidak punya jawabannya apa-apa soal kasus ini, tapi gue rasa harus ada peringatan yang lebih serius kepada pihak kepolisian untuk jangan membuat korban lagi.
 
kembali
Top