Perusahaan raksasa telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, kembali memperkenalkan langkah pemangkasan tenaga kerja. Pemutusan hubungan dengan sekitar 1.600 pekerja di Indonesia merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menghadapi tekanan bisnis global.
Dalam pernyataannya, manajemen Ericsson menyebutkan bahwa pengurangan staf ini merupakan inisiatif global untuk mengendalikan biaya tanpa mengorbankan investasi strategis di bidang teknologi. Langkah ini juga menjadi bagian dari kebijakan perusahaan untuk meningkatkan posisi biaya sambil mempertahankan investasi yang penting bagi kepemimpinan teknologi Ericsson.
Perusahaan tersebut telah memulai proses negosiasi dengan serikat pekerja terkait rencana ini dan menegaskan bahwa sekitar 1.600 posisi berpotensi terdampak. Namun, hal ini tidak berarti semua karyawan akan dipelesetkan. Ericsson juga menyatakan akan terus menjalankan berbagai inisiatif lain untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan demikian, pemangkasan tenaga kerja di Indonesia merupakan bagian dari kebijakan perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kinerja bisnis.
Dalam pernyataannya, manajemen Ericsson menyebutkan bahwa pengurangan staf ini merupakan inisiatif global untuk mengendalikan biaya tanpa mengorbankan investasi strategis di bidang teknologi. Langkah ini juga menjadi bagian dari kebijakan perusahaan untuk meningkatkan posisi biaya sambil mempertahankan investasi yang penting bagi kepemimpinan teknologi Ericsson.
Perusahaan tersebut telah memulai proses negosiasi dengan serikat pekerja terkait rencana ini dan menegaskan bahwa sekitar 1.600 posisi berpotensi terdampak. Namun, hal ini tidak berarti semua karyawan akan dipelesetkan. Ericsson juga menyatakan akan terus menjalankan berbagai inisiatif lain untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan demikian, pemangkasan tenaga kerja di Indonesia merupakan bagian dari kebijakan perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kinerja bisnis.