Rakernas 2026, Jaksa Agung Tekankan Integritas & Reformasi Hukum

Jaksa Agung RI, Burhanuddin, telah menginstruksikan agar seluruh kebijakan dan program Kejaksaan disusun secara terencana dan akuntabel untuk mendukung Asta Cita Presiden RI dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Mereka berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah tahun 2026, termasuk Makan Bergizi Gratis, Ketahanan Pangan dan Energi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, Jaksa Agung juga memberikan penekanan terkait impelementasi konsep advocaat generaal sebagai bentuk transformasi kelembagaan yang akuntabel. Mereka meminta untuk memperkuat peran jaksa sebagai dominus litis dan pengacara negara. Sementara itu, konsep advocaat generaal diinstruksikan untuk diimplementasikan melalui penyusunan Master Plan dan Road Map.

Jaksa Agung juga meminta seluruh jajaran Kejaksaan untuk memastikan interpretasi yang seragam dan pemanfaatan mekanisme baru seperti Perjanjian Penundaan Penuntutan (Deferred Prosecution Agreement/DPA). Mereka menekankan tentang akuntabilitas institusi dan penguatan integritas aparatur lewat fungsi pengawasan yang profesional.

Selain itu, Jaksa Agung juga memberikan perhatian pada bidang Pengawasan Kejaksaan untuk menjadi Quality Assurance dalam menjamin mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu langkah konkret yang diambil adalah integrasi data hukuman disiplin antara Bidang Pengawasan dan Pembinaan untuk menutup ruang promosi bagi pegawai yang melanggar.

Terkait dengan SDM, Jaksa Agung juga menginstruksikan penguatan SDM Kejaksaan dan penguatan institusi. Melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), Kejaksaan akan memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan riil dan sertifikasi kompetensi untuk membentuk aparatur yang profesional, adaptif, dan berkarakter.

Di bidang Pidana Umum, Jaksa Agung mengingatkan seluruh jajarannya untuk bersiap menghadapi era baru penegakan hukum dengan berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
 
Aku pikir Asta Cita Presiden RI itu nggak ada artinya kok πŸ€”. Kalau gini, kita harus terus memikirkan bagaimana cara mendukung program prioritas pemerintah, tapi sebenarnya apa yang dibawa oleh program ini? Aku rasa pentingnya memperkuat peran jaksa sebagai dominus litis dan pengacara negara itu nggak ada jawabannya. Aku masih curiga tentang implementasi konsep advocaat generaal itu. Apa benar-benar ada kemampuan mereka untuk menjadi pengacara negara yang efektif? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Gue pikir jaksa agungRI sih ngga harus terlalu banyak instruksikan aja, tapi kayak gue lihat kalau mereka udah memberikan klarifikasi luas tentang apa yang diharapkan. Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan itu nggak main-main, kita butuh jaga kesehatan penduduk. Sama-sama aja kalau pemerintah dan jaksa agung bisa bekerja sama. Yang penting, mereka harus fokus pada implementasi yang efektif aja, bukan hanya berbual-bual. Kita harus lihat hasilnya, apakah mereka sudah bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan seperti yang ditargetkan. Kalau gak, mungkin kita harus tanya apa yang salah dengan rencana ini...
 
gampang banget nih, kalau mau mempercepat progres kerja, cobalah cara mengatur prioritas pekerjaanmu dulu πŸ“…. kemudian buatlah jadwal waktu dan patuhi kalau tidak ada yang bisa dilakukan, tolong ambil cuti sementara juga 😴.

serius aja, klo mau membuat konsep advocaat generaal, cobalah cara membuat " roadmap" dulu πŸ—ΊοΈ. itu akan membantu kamu mengatur prioritas dan waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
 
Saya pikir konsep advocaat generaal ini cukup menarik deh, tapi masih perlu diuji bagaimana cara implementasinya di Kejaksaan RI πŸ€”πŸ“. Saya khawatir kalau kelembagaan ini tidak bisa menjalankan tujuannya dengan baik karena masih banyak yang tidak terbiasa dengar istilah seperti itu πŸ˜…. Saya harap Jaksa Agung RI bisa memberikan contoh yang bagus agar semua jajarannya bisa belajar dari itu πŸ€“.
 
Makasih, Jaksa Agung RI itu lagi-lagi memberikan visi jelas tentang arah ke depannya. Jadi penting ya kita harus fokus dalam menyusun kembali semua program dan kebijakan di dalam Kejaksaan agar bisa mendukung rencana Presiden. Kalau ini bisa dilakukan, maka bisa menjamin agar hukum di Indonesia dipatuhi dengan lebih baik lagi. Selain itu, aku rasa ada yang penting banget untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di dalam Kejaksaan, terutama melalui pendidikan dan pelatihan. Jadi kita bisa menghasilkan jaksa yang lebih profesional dan berkarakter. πŸ™
 
Makasih deh buat info ini 😊. Sekarang kita nantikan apakah kebijakan ini bisa diimplementasikan dengan baik 🀞. Saya harap pemerintah bisa mendukung kegiatan jaksa agar mereka bisa bekerja lebih efektif dan akuntabel πŸ’Ό. Dan saya juga ingin lihat bagaimana konsep advocaat generaal itu bisa membantu transformasi kelembagaan jaksa πŸ’‘.
 
Aku pikir ini gampang-ganja. Mereka nggak akan bisa melaksanakan semuanya dengan baik, karena seluruh sistem sudah korup dan tidak akurat. Aku rasa Asta Cita Presiden RI hanya sekedar wadah untuk para politisi yang ingin memperoleh keuntungan dari kontrak kerja mereka. Dan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, aku pikir itu semua hanya tangan-tangan panjang pihak swasta yang menggabungkan dana pemerintah dengan dana lainnya untuk memperoleh keuntungan. Aku juga rasa konsep advocaat generaal ini hanya sekedar cara agar Jaksa Agung bisa lebih banyak mengontrol kegiatan para korupsi di negara kita. Dan yang terakhir, aku pikir integritas aparatur lewat fungsi pengawasan yang profesional hanya sekedar kata-kata yang diucapkan oleh Jaksa Agung tanpa ada tindakan nyata yang diambil untuk memperbaiki hal ini... πŸ€”
 
Makasih kaya, kabar gembira banget! Aku pikir Jaksa Agung RI benar-benar bijak menginstruksikan agar seluruh kebijakan dan program Kejaksaan disusun secara terencana dan akuntabel. Nah, aku rasa kalau kita punya asta cita presiden dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang baik, maka itu akan berdampak besar pada makan bergizi gratis, ketahanan pangan dan energi, pendidikan, dan kesehatan. Aku juga senang sekali kalau Jaksa Agung memberikan penekanan tentang transformasi kelembagaan yang akuntabel, seperti konsep advocaat generaal. Aku pikir itu akan membantu kita meningkatkan kualitas pengacara negara dan membuat peran jaksa sebagai dominus litis lebih kuat. Sementara itu, aku juga senang melihat kalau Jaksa Agung meminta untuk memperkuat integritas aparatur lewat fungsi pengawasan yang profesional 😊.
 
ini kabar baik, banget! Jaksa Agung RI memang konsisten dalam memberikan perhatian dan instruksiasi untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas Kejaksaan. aku senang melihat ada prioritas terhadap makan bergizi gratis, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. itu semua tentu membantu masyarakat rakyat kita.

aku juga kaget banget dengan konsep advocaat generaal yang diinstruksikan Jaksa Agung. ini pasti akan membawa perubahan positif dalam kelembagaan hukum. aku berharap konsep ini bisa menjadi contoh bagi berbagai institusi lainnya.

dan aku juga senang melihat ada fokus pada pengawasan dan penguatan integritas aparatur lewat fungsi pengawasan yang profesional. ini pasti sangat penting dalam menjaga keadilan hukum.

saya harap Kejaksaan RI bisa terus meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan karakter aparatur lewat pendidikan dan pelatihan yang lebih baik. semoga kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi berbagai institusi lainnya!
 
Mengenai instruksi Jaksa Agung RI untuk mempersiapkan Kejaksaan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, saya pikir ini adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelidikan hukum di Indonesia πŸ€”. Dengan demikian, Kejaksaan dapat lebih proaktif dalam menghadapi masalah-masalah sosial dan kehukuman pada masyarakat, sehingga membantu meningkatkan keseimbangan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Namun, saya juga khawatir bahwa instruksi ini tidak akan segera memberikan dampak yang signifikan dalam waktu singkat, karena perubahan-perubahan ini memerlukan waktu untuk diimplementasikan secara menyeluruh dan melalui berbagai jalur kerja.
 
πŸ€” Maksudnya kalau kejaksaan itu harus nyaman dengen konsep advocaat generaal ya, sih. Mereka mau jadi dominus litis dan pengacara negara. Tapi aku masih ragu nih, bagaimana caranya mereka bisa melakukan itu? Apakah mereka sudah siap untuk menghadapi era baru penegakan hukum dengan berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru? πŸ€”

Aku pikir kalau di bidang SDM, kejaksaan harus lebih fokus pada penguatan institusi. Mereka harus memperkuat kurikulum dan sertifikasi kompetensi untuk membentuk aparatur yang profesional. Dan tidak boleh ada promosi bagi pegawai yang melanggar. 🚫

Tapi aku juga ingin tahu, bagaimana caranya mereka bisa mengintegrasikan data hukuman disiplin antara Bidang Pengawasan dan Pembinaan? Aku pikir itu akan menjadi salah satu langkah yang efektif untuk meningkatkan akuntabilitas institusi. πŸ’Ό
 
Maksudnya Jaksa Agung RI itu mau fokus ke arah yang penting banget ya! Mereka mau mengoptimalkan program-program pemerintah untuk mendukung pembangunan nasional, seperti Makan Bergizi Gratis dan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Tapi aku pikir yang penting adalah bagaimana implementasinya. Aku harap mereka bisa mengantisipasi beberapa masalah di masa depan agar tidak ada masalah yang tidak terduga.

Dan aku juga setuju dengan ide mereka tentang pengawasan kejaksaan dan integrasi data hukuman disiplin. Mereka harus fokus untuk meningkatkan mutu SDM dan penguatan institusi agar tidak ada korupsi atau penyalahgunaan otoritas di dalamnya.

Tapi aku masih ragu-ragu dengan konsep advocaat generaal itu. Aku tidak tahu apakah itu benar-benar perlu dimaksimalkan. Aku harap mereka bisa memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat sebelum mengoptimalkan hal tersebut.

Semoga semua ide ini bisa menjadi realitas dan membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia! πŸ€žπŸ“Š
 
Saya rasa Jaksa Agung RI ini nanti harusnya fokus utama di bidang penegakan hukum, karena sekarang ada banyak program-program yang harus disusun secara akuntabel dan terencana untuk mendukung Asta Cita Presiden RI dan RPJMN 2025-2029. Mereka harus mengetahui bahwa kelembagaan jaksa bukan hanya sekedar penegakan hukum, tapi juga tentang memberikan solusi bagi masyarakat πŸ€”

Dan saya pikir konsep advocaat generaal ini nanti akan sangat bermanfaat untuk transformasi kelembagaan jaksa, karena dengan demikian mereka bisa menjadi lebih profesional dan adaptif dalam menangani kasus-kasus yang kompleks. Tapi apa sih jika mereka harus beradaptasi dengan kurikulum berbasis kebutuhan riil? πŸ€“

Saya juga ingin tahu bagaimana Kejaksaan RI nanti akan mengintegrasikan data hukuman disiplin, karena itu memang penting untuk menutup ruang promosi bagi pegawai yang melanggar. Dan saya rasa penguatan SDM Kejaksaan harus menjadi prioritas utama, karena dengan demikian mereka bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat πŸ™Œ
 
aku pikir ini penting banget, jadi kejaksaan kita harus bisa mengatur prioritas dan membuat kebijakan yang akurat dan terencana untuk mendukung rencana pemerintah. aku harap ini bisa meningkatkan kualitas kebijakan dan pengawasan hukum di indonesia, sehingga kita bisa menjadi negara dengan keadilan dan transparansi yang lebih baik πŸ™
 
Gue pikir instruksi Burhanuddin ini penting banget! Seperti gue baca, dia meminta semua kebijakan dan program Kejaksaan disusun dengan terencana dan akuntabel untuk mendukung Asta Cita Presiden 2025-2029. Gue setuju, karena prioritas pemerintah tahun 2026 ini penting banget, seperti Makan Bergizi Gratis, Ketahanan Pangan dan Energi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Gue juga senang melihat konsep advocaat generaal diinstruksikan untuk diimplementasikan melalui Master Plan dan Road Map. Ini menunjukkan bahwa Jaksa Agung ingin memperkuat peran jaksa sebagai dominus litis dan pengacara negara. Dan gue juga setuju dengan penguatan integritas aparatur lewat fungsi pengawasan yang profesional.

Tapi, gue masih ragu-ragu tentang bagaimana implementasi konsep ini akan diimplementasikan. Gue harap Jaksa Agung dapat memberikan contoh-contoh kasus yang berhasil dan bagaimana kebijakan-kebijakannya akan diatur.
 
Saya pikir ini bikin gugup, kalau kita lihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini πŸ€•. Inflasi lagi naik, terus naik! πŸ“ˆ Banyak masyarakat yg harus banyak berhemat untuk bisa membayar tagihan listrik, gass, dan lain-lain. Kita nggak bisa bawa niat mau berinvestasi dulu, kalaupun ada kesempatan untuk investasi, hasilnya cenderung mengecewakan πŸ€¦β€β™‚οΈ.

Saya juga senang lihat bahwa pemerintah nggak lupa memberikan prioritas pada program-program yang berguna seperti Makan Bergizi Gratis dan peningkatan kualitas pendidikan. Tapi, nggak bisa dipungkiri kalau masih banyak hal yang perlu disusun dan diperbaiki dalam sistem kelembagaan πŸ€”. Kita harap agar semua program dan rencana ini bisa menjadi nyata dan membawa perubahan positif bagi rakyat Indonesia πŸ’ͺ.
 
kembali
Top