Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Sawit Manipulasi 50% Ekspor

Pemerintah menemukan 10 perusahaan sawit besar yang melakukan praktik curang bernilai Rp50 triliun dalam ekspor produk sawit. Purbaya mengaku baru saja menemukan praktik under invoicing di antara perusahaan-perusahaan tersebut.

"Kita lihat kapal per kapal, saya baru dapat 10 perusahaan besar, sekitar 50 persen kira-kira itunya (praktik under invoicing yang dilakukan). Kalau pukul rata ya, kira-kira total ekspor mereka yang diakui ya separuhnya," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026.

Praktik under invoicing adalah manipulatif ketika importir atau eksportir melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya dalam dokumen pabean. Tujuannya adalah mengurangi pembayaran bea masuk maupun bea keluar, serta pajak impor atau pungutan ekspor.

Kondisi ini jelas merugikan negara karena menyebabkan kebocoran penerimaan. Purbaya mengaku tengah berupaya membenahi kinerja kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, baik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam Indonesia National Single Window (INSW) maupun secara manual berbasis data yang lebih lengkap.

Dengan perbaikan yang tengah digencarkan, Purbaya memastikan ke depan pihaknya akan benar-benar mengejar para pengusaha nakal yang melakukan praktik under invoicing. Dengan demikian, penerimaan negara dapat dioptimalkan.

"Untuk itu, kita akan menggunakan teknologi AI, segala macam untuk memastikan semua potensinya kita dapatkan dan nggak bocor," kata Purbaya.
 
Maksudnya lagi sih, praktik curang ni? Mungkin perusahaan-perusahaan yang terlibat ini benar-benar tidak ingin membayar pajak yang tepat... tapi kayaknya biar bisa menghemat uang saja? ๐Ÿค” Saya lihat jika pemerintah benar-benar mengejar mereka, mungkin bisa menghasilkan pendapatan negara yang lebih banyak. Tapi kayaknya masih ada cara lain untuk bisa menghemat uang dengan tidak melakukan praktik curang seperti ini... ๐Ÿค‘
 
iya aja kayaknya pemerintah harus banget fokus ke atas praktik curang seperti ini kalau tidak ada pengawasan yang ketat siapa tahu saja bisa mengecewakan negara nih, tapi aku senang lihat pemerintah sudah mulai mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah ini, teknologi AI pasti membantu banyak ya dan harus dipertahankan agar tidak ada lagi praktik curang seperti ini terjadi.
 
Maksudnya kalau mereka menemukan praktik curang bernilai Rp50 triliun itu, artinya tidak masuk akal aja. Mereka hanya temukan praktik under invoicing, yang berarti mereka manipulatif dalam menghitung nilai ekspor mereka. Saya penasaran apa lagi mereka temukan dan bagaimana caranya mereka bisa melakukan ini. Teknologi AI itu sangat membantu, tapi juga harus diawasi agar tidak digunakan untuk kegiatan nakal.
 
Gue pikir kalau praktik under invoicing ini bukannya cara yang bagus banget dulu? Jika pengusaha punya produk yang banyak, mesti harus menghemat biayanya kan? Tapi sekarang gue lihatnya banyak sekali, bisa jadi karena mereka sudah mulai kalah dalam pasar internasional dan tidak mau menerima kekalahan. Bisa juga kalau mereka bukan dari Indonesia asal, jadi kalau pemerintah nggak sengaja bisa menganggap itu sebagai cara untuk membuat negara raya. Gue cuma curiga, tapi siapa tahu gue salah aja
 
omg ini sih 10 perusahaan sawit besar yang melakukan curang bernilai Rp50 triliun ๐Ÿค‘๐Ÿคฏ. kalau nggak diadukin, tentu saja negara kita akan kalah keuntungan. mereka nggak mau makan bea masuk dan pajak impor, tapi kita harus menangkapnya semua ๐Ÿš”๐Ÿ’ธ. aku rasa pemerintah sudah berat hati untuk menemukan praktik under invoicing ini, tapi sekarang kita harus tekan mereka untuk mengakui kebenaran ๐Ÿ“. Purbaya ini kayaknya sudah tahu apa yang diinginkan dari pengusaha nakal, tapi apa dia akan berhasil? ๐Ÿค”๐Ÿ‘€. saya rasa perlu kita coba dengan teknologi AI yang ada di Indonesia National Single Window (INSW) untuk membenahi kinerja kepabeanan ini ๐Ÿ’ป.
 
Maksudnya apa sih ya? 50 triliun kurang bayangan makanya lagi serius buat membenahi kinerja kepabeanan di DGC. Kalau ini jadi terus terulang, negara kita pasti tidak akan bisa berinjak di langit ๐Ÿคฏ. Saya rasa pemerintah harus lebih serius dalam menginvestigasi dan mengejar perusahaan-perusahaan tersebut. Jangan biarkan lagi praktik curang semacam ini terus berlanjut ๐Ÿšซ.
 
Bisnis sawit siapa tahu punya masalah nih. Tapi apa yang penting adalah pemerintah sudah capek juga, kayaknya udah mulai tindakan. Kalau diawasi secara ketat, tapi ada juga peluang mereka bisa jadi tidak melakukan hal buruk lagi, kan? Saya pikir teknologi AI itu solusi yang bagus banget, tapi kalau pemerintah gak bisa memanfaatkannya dengan baik, maka apakah bukan masalah lagi?
 
Mangga kalian nggak tahu sih praktik under invoicing itu apa? Sepertinya gampang banget cara pihak perusahaan bisa manipulatif kayak gini... dianggap kebocoran negara deh! ๐Ÿค‘๐Ÿ˜ฌ Tapi ayo, Purbaya gak jadian, dia akan mengutamakan teknologi AI supaya semuanya jadi transparan banget! ๐Ÿ˜Š Misalnya siapa nih yang bisa ngelap nilai barang? ๐Ÿค” Kita harapkan semuanya dapat diperbaiki dan negara kita dapat mendapatkan penerimaan yang lebih optimal ya! ๐Ÿ’ช
 
Gue rasa ini masih terlalu banyak korupsi di Indonesia banget ๐Ÿคฏ. Mau buat negara maju atau apa? Jadi pemerintah baru saja menemukan 10 perusahaan sawit besar yang melakukan praktik curang bernilai Rp50 triliun dalam ekspor produk sawit, tapi masih banyak lagi yang bisa terjadi. Gue rasa ini semua jadi cerita sederhana sih, tapi gue tahu di baliknya ada korupsi yang lebih dalam ๐Ÿค‘. Dan gue rasa pemerintah masih belum cukup berat-badik untuk menangani kasus ini, hanya "berupaya" saja ๐Ÿค”.
 
Mana mauh sih dengan praktik curang banget ya? 50 triliun, itu uang rakyat Indonesia yang jadi kertas teko para pengusaha nakal ini ๐Ÿค‘๐Ÿ‘€. Kalau aku tidak salah, di negara kita sendiri saja udah ada berapa perusahaan yang bule-bule, tapi ini lagi-lagi praktik curang yang bikin kebocoran penerimaan. Aku senang liat Purbaya punya rencana untuk membenahi kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tapi aku harap aku bisa lihat perubahan ini segera aja ๐Ÿ•ฐ๏ธ. Yang penting adalah pemerintah harus benar-benar mengejar para pengusaha nakal ini dan tidak hanya sekedar bicara-bicara ๐Ÿ˜’. Aku rasa teknologi AI pasti bisa membantu memastikan ini, tapi aku harap gak hanya jadi hiburan aja ๐Ÿค”.
 
Maaf ya bro, kalau cek laporan ini kayaknya ada 10 perusahaan sawit besar yang sering banget melakukan praktik curang bernilai Rp50 triliun dalam ekspor produk sawit. Makanya pemerintah harus segera tindak, apalagi kalau praktik under invoicing di antara mereka itu juga sering terjadi. Kalau nggak ditangani, ini akan jadi masalah besar deh bagi negara kita ๐Ÿค‘.

Saya rasa pemerintah harus lebih bijak dalam mengelola kebocoran negara yang disebabkan oleh praktik ini. Mereka harus menggunakan teknologi seperti AI untuk meningkatkan transparansi dan akurasi data, sehingga tidak ada lagi kesempatan bagi pengusaha nakal melakukan praktik curang. ๐Ÿค–

Saya harap pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera, agar negara kita bisa mendapatkan keuntungan yang benar dari ekspor sawit dan tidak kehilangan lagi uang rakyatnya ๐Ÿ˜”.
 
Kasus sawit lagi gue pikirnya apa yang terjadi dgn negara kita ๐Ÿค”. Pemerintah ngeksplorasi praktik curang bernilai Rp50 triliun dari ekspor produk sawit, itu makin susah banget untuk dipulihkan. Kalau pukul rata, kira-kira separuh ekspor mereka yang diakui, tapi bagaimana caranya ngerubah aja? Teknologi AI bisa jadi salah satu solusinya ๐Ÿค–. Tapi, perlu ngecek juga siapa siapa yang ngerjain ini, nggak cuma Purbaya saja, deh ๐Ÿ™„. Kita harap pemerintah bisa benar-benar mengejar para pengusaha nakal dan optimalisasi penerimaan negara ๐Ÿ’ธ.
 
Aku pikir ini lagi-lagi soal kecurangan di kalangan perusahaan-perusahaan besar nih ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Kalau empat puluh persen dari ekspor mereka yang diakui, itu bukannya kebocoran penerimaan yang parah banget? ๐Ÿค‘ Bagaimana bisa gue percaya kalau mereka bisa jujur dalam dokumen pabean?

Aku rasa ini perlu ada penegakan hukum yang lebih ketat, tapi aku juga nggak bermaksud mengkhianati para pengusaha nih ๐Ÿ˜Š. Mereka butuh bantuan dan dukungan dari pemerintah agar bisa beroperasi dengan baik.

Aku pikir teknologi AI itu penting banget dalam hal ini ๐Ÿค–. Jika pemerintah bisa menggunakan teknologi tersebut untuk memantau dan mencegah kecurangan, maka itu akan sangat membantu. Tapi, kita juga perlu pastikan bahwa teknologi tersebut tidak digunakan hanya untuk menangkap para pengusaha nakal, tapi juga untuk membantu mereka beroperasi dengan lebih baik ๐Ÿค.

Sekarang, aku harap pemerintah bisa mengambil tindakan yang tepat dan membuat kebijakan yang efektif dalam hal ini ๐Ÿ’ช.
 
๐Ÿคฃ๐Ÿ‘€ 50 triliun curang gini kayak permainan video aja! ๐ŸŽฎ๐Ÿ’ธ Pemerintah udah ngajak nonton film biar siapa yang lihat di screen aja, tahu kalau ada yang curang. ๐Ÿฟ๐Ÿ˜œ
 
Kalau ini benarnya praktik under invoicing yang banyak dilakukan oleh perusahaan sawit besar itu, sih sangat mengacaukan! Mereka malah ingin menghemat uang saja, gini? ๐Ÿค‘ Apa sih maksudnya dengan 50 persen dari ekspor mereka yang diakui, eh? Kalau nggak ada kebenaran, maka harus dihukum, sih! ๐Ÿค
 
Kalau gini punya konsekuensi besar deh... 50 triliun, itu lumayan banyak uang yang bocor. Jadi, pemerintah harus konsisten dan ketat dalam mengatur keuangan kita, jadi ini bisa dihindari lagi di masa depan ๐Ÿค‘. Saya rasa teknologi AI itu penting banget untuk memantau semua aktivitas keuangan perusahaan-perusahaan besar. Jika bisa diatasi dengan benar, pasti banyak yang bisa dimanfaatkan kembali bagi negara kita ๐Ÿ’ก.
 
๐Ÿ™ kayaknya pemerintah kembali menemukan praktik curang lagi, tapi ini kali dia punya contoh yang jelas kan? 50 triliun, itu banyak banget! ๐Ÿคฏ dan kalau ini terjadi di banyak perusahaan, itu berarti kita kehilangan banyak uang karena mereka melakukan ini. tapi pemerintah kembali ingin membenahi hal ini dengan menggunakan teknologi AI dan segala macam cara lain. itu yang penting adalah kita bisa mengejar para pengusaha nakal ini dan membuat penerimaan negara lebih baik. saya harap ini bisa menjadi contoh bagi mereka yang ingin melakukan bisnis jujur dan tidak curang. ๐Ÿ™
 
oh boy, rasanya jadi sedih banget kalau tahu bahwa banyak perusahaan besar yang curang bilang ekspor nilai sawitnya, padahal itu aja masuk ke kantong negara ๐Ÿ˜”. tapi aku nggak sabar-sabaran karena Purbaya udah jujur dan akan mengejar para pengusaha nakal tersebut dengan teknologi AI yang canggih! ๐Ÿ’ป ini juga harapkan perbaikan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar penerimaan negara bisa dioptimalkan dan tidak ada lagi kebocoran, mungkin juga bisa membantu ekonomi Indonesia menjadi lebih stabil ๐Ÿ“ˆ.
 
Gue pikir praktik under invoicing ini bukan cuma isu kebocoran pajak aja, tapi juga tentang ketidakadilan kekayaan negara kita. Jika gue hitung matematis, 50 triliun itu tidak main-main banget, tapi apa hasilnya? Kita lihat gede-gede di tangan negara, sementara pengusaha nakalnya bisa mengumpul uang tanpa adanya tanggung jawab. Gue rasa ini bukan cuma masalah teknologi, tapi juga tentang perubahan perilaku masyarakat kita sendiri. Kita harus lebih berhati-hati dan tidak terlalu mudah kena ilmunya, agar tidak menjadi mangsa praktik curang seperti ini... ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
kembali
Top