Purbaya Tegaskan Terpilihnya Thomas Tak Ganggu Independensi BI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan berdampak pada independensi bank sentral. Menurutnya, kebijakan dan regulasi yang dilakukan oleh otoritas fiskal dan moneter tetap mencerminkan praktik-praktik terbaik global serta berlaku di negara-negara maju.

Ia juga menekankan bahwa kompetensi adalah penilaian utama untuk seseorang dalam jabatan pemerintahan, bukan hubungan kekerabatan. Selain itu, koordinasi antara fiskal dan moneter dilakukan melalui jalur koordinasi resmi tanpa mempengaruhi independensi BI.

Menteri Keuangan ini menjelaskan bahwa BI beroperasi secara terpisah dalam hal kebijakan moneter dan fiskal. Ia juga menegosiasikan, tidak ingin ada negara dalam negara, yang mencerminkan kesadaran akan pentingnya independensi institusi keuangan.

Dalam acara Indonesia Economi Summit, Purbaya berdebat dengan moderator, Haslinda Amin, terkait pilihan Thomas Djiwandono. Ia memotong pertanyaan lanjutan dari sang moderator yang menuduhnya bersikap menyerang.
 
I don’t usually comment but... aja, aku rasanya tidak suka banget kalau biaya hidup masyarakat Indonesia makin naik, tapi siapa tahu Thomas Djiwandono yang dipilih itu nanti bisa bikin perubahan positif di BI, kayaknya bank sentral kita bisa lebih stabil. Aku curious banget bagaimana koordinasi antara fiskal dan moneter itu berjalan. Menurut aku, kebebasan BI harus dihargai, jadi harapannya Thomas Djiwandono nanti bisa bikin kebijakan yang bijak dan tidak mempengaruhi stabilitas bank sentral kita 🤑
 
Aku pikir BI kini sedang menjadi seperti toko mainan di tangan anak-anak. Siapa yang bilang bahwa Thomas Djiwandono tidak cukup kompeten? Aku sendiri sengaja lupa nama dia, tapi aku tahu dia bukan orang biasa. Kalau kamu mau benar-benar tahu kebenaran, kamu harus menonton video acara itu di YouTube. Tapi aku pikir aku sudah bisa membayangkan bagaimana kalau Thomas Djiwandono sedang ngobrol dengan Haslinda Amin tentang investasi. Aku yakin dia akan sangat serius dan tidak akan tertawa-bawa oleh pertanyaannya! 🤣

Aku juga ingin tahu, apa yang harus dilakukan jika kita tidak memiliki birokrat yang baik seperti Thomas Djiwandono? Kita akan menjadi negara yang kacau seperti kawasan belanja di Jakarta. Aku rasa itu yang membuat aku sedih ketika melihat acara itu di TV. Aku ingin melihat Thomas Djiwandono menangani ekonomi Indonesia dengan baik, tapi kalau dia tidak cocok, mungkin ada orang lain yang bisa! 🤔

Apa kamu pikir apa yang akan terjadi jika kita memiliki birokrat yang baik di Bank Indonesia? Aku rasa itu yang membuat aku bersemangat!
 
Makasih ya info ini... tapi siapa tahu lagi tentang Thomas Djiwandono apa kebenarannya? 🤔 BI sendiri sudah banyak berdebat dengan pemerintah tentang masalah independensinya, kan? Maka dari itu, bagaimana kebijakan yang dibuat oleh Thomas Djiwandono ini benar-benar tidak akan berdampak pada independensi BI? 🤑 Tapi aku lebih penasaran lagi tentang bagaimana koordinasi antara fiskal dan moneter dilakukan... gimana caranya kalau memang ada hubungan kekerabatan yang berbeda? 🤝
 
Pilihannya nih bisa bikin kita penasaran... apakah memang begitu? Karena saya pikir, kalau BI ini benar-benar independen, tidak akan ada hubungan kekerabatan yang mengganggu, kan? Maka dari itu, kompetensi Thomas nih jadi faktornya. Tapi, apa asal-usulnya sih? Bagaimana caranya bisa dipastikan bahwa Thomas punya kompetensi yang pas untuk jabatan itu? Saya pikir lebih baik kalau ada transparansi dalam proses seleksi, bukan hanya sekedar pilihan tanpa alasan yang jelas.
 
Gue pikir Menteri Keuangan ini terlalu banyak ngomong tentang independensi BI, tapi apa yang dia katakan sih? Gue masih ragu apa yang sebenarnya dia maksudin... 😒
Mungkin ada kesalahpahaman di antara fiskal dan moneter, gue tidak yakin sih... Biar saja birokrasi ini ngelola saja BI dengan baik, sih... 🤷‍♂️
 
Gue pikir Menteri Keuangan Purbaya nggak benar-benar jujur dengannya, tapi sih aku setuju dengannya tentang kompetensi sebagai penilaian utama untuk seseorang dalam jabatan pemerintahan. Aku lihat Thomas Djiwandono banyak mengalami karirnya di luar BI, tapi gue nggak bisa baca ngegantungnya dengan Menteri Keuangan Purbaya sih. Biarlah Thomas Djiwandono menunjukkan kompetensinya sendiri, akrab atau tidak dengannya tidak apa-apa 🤷‍♂️
 
ini gak enak banget nih! si menteri keuangan itu langsung bercanda aja kalau pilihan deputi gubernur bi tidak berdampak pada independensi bank sentral... jadi, dia bilang kompetensi adalah penilaian utama, tapi kalau di sini ada hubungan kekerabatan yang menggantikan kompetensi siapa lagi? dan dia bilang koordinasi antara fiskal dan moneter dilakukan melalui jalur resmi, tapi bagaimana kalau ada potongan-potongan rahasia yang tidak terungkap? aku masih ragu-ragu kalau pilihan deputi gubernur bi itu benar-benar memenuhi kriteria kompetensi...
 
Kalau gini terus2 ada pejabat-pejabat yang bilang birokrasi bukan masalah. Saya rasa pentinglah kesadaran kita semua, tapi siapa juga yang bisa ngeluhin kebuntuan ini, kan? 🤗 Menteri Keuangan itu punya wawasan, tapi gak berarti dia harus bikin semua orang setuju dengannya, bisa kan? Saya rasa apa yang penting adalah kompetensi dan kesadaran kita akan masalahnya. Jika kita semua bisa ngobrol dengan santai dan jujur, mungkin masalah ini bisa diatasi lebih baik aja... 😊
 
Gue pikir Menteri Keuangan itu ngga sabar-sabar yakin dengan opini otonominya Bank Indonesia 🙄. Bisa jadi ada kekhawatiran tentang peran Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur, tapi gue rasa dia harus diuji kompetensinya terlebih dahulu. Apalagi karena gubernur BI sendiri masih banyak lagi tanggung jawab yang harus dijalani 💼. Gue curhat aja kalau ada konteks bagaimana Thomas Djiwandono bisa bekerja sama dengan tim BI, tapi gue rasa informasinya ngga jelas 🤔.
 
Hehe, kan si Menteri Keuangan Purbaya malah jadi gitarisnya sendiri di dalam pemerintahan. Maksudnya, dia punya kebebasan untuk mengkritik Thomas Djiwandono tanpa harus khawatir tentang hubungan kekerabatan. Lho, ini seperti drama komedi, siapa nanti yang jadi viktim? 😂

Tapi serius aja, apa salahnya dengan itu? Menteri Keuangan itu bilang ingin ada negara dalam negara, tapi ternyata malah menjadi kebodohan sendiri. Dang, ini seperti main tebak siapa yang akan jadi viktim kebodohan pemerintahan berikutnya. 🤣
 
Kalau kita lihat dari sudut pandang itu, gampang banget untuk dipercaya juga 😊. Tapi apa salahnya kita coba ngasih pendapat sendiri tentang hal ini? 🤔
 
Saya pikir pilihannya itu aja tidak usah dipikirkan oleh masyarakat Indonesia, karena apa sih hasilnya? BI tetap saja bebas untuk membuat kebijakan moneter sendiri, kok? Jadi, siapa sih yang benar-benar peduli dengan kompetensi Thomas Djiwandono itu? Semua gampang-gugat, kan?
 
Ooohhh, apa sih kira-kira Menteri Keuangan itu bawa ke benak-benikannya? Kalau otoritas fiskal dan moneter di Indonesia tetap meniru praktik-praktik terbaik global, apa artinya BI tidak peduli dengan kondisi ekonomi kita sendiri? Saya pikir kalau Thomas Djiwandono memang kompeten banget untuk menjadi Deputi Gubernur BI, tapi siapa yang bilang bahwa hubungan kekerabatan tidak penting dalam pemerintahan?

Saya senang juga dia menegosiasikan tentang tidak ada negara dalam negara, itu berarti BI benar-benar ingin jaga independensinya. Tapi, kalau kita lihat dari luar, kita akan pikir kalau Menteri Keuangan yang ngomong-inomong itu hanya nggak peduli dengan kebutuhan rakyat. Saya rasa dia harus lebih transparan dalam diskusinya, jangan cuma bicara-bicarakan aja tanpa bahan.

Saya juga penasaran apa yang sebenarnya ada di balik acara Indonesia Economi Summit itu... Kalau sih Purbaya bersikap menyerang kalau moderator bilang dia ngomong-inom, apa artinya dia benar-benar tidak bisa berdebat dengan baik? Saya pikir kita harus melihat dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya fokus pada kompetensi saja...
 
Gue rasa pilihan Thomas Djiwandono itu kan benar-benar aneh banget. Purbaya itu bilang kalau kompetensi itu penilaian utama, tapi gue rasa ada sesuatu yang salah di dalam kalimatnya. Ia bilang koordinasi antara fiskal dan moneter melalui jalur resmi, tapi gue rasa itu seperti dia berusaha mengelabui kita dengan kata-kata yang terlalu formal. Gue pikir kan ada sesuatu yang tidak beres di dalam hubungan kekerabatan antara Purbaya dan Thomas Djiwandono. Apa benar-benar kompetensi itu penilaian utama, atau ada lagi yang dipikirkan?
 
Gue pikir ya, Menteri Keuangan itu nggak bisa jelas banget. Ia bilang kompetensi utama ya, tapi kemudian dia juga bilang hubungan kekerabatan tidak apa-apa? Gue rasa itu nggak sesuai. Bisa jadi Thomas Djiwandono memiliki kompetensi yang lebih baik dari yang ada sekarang, tapi karena dia kenal aja dengan presiden, jadi dia dipilih. Saya pikir itu tidak adil. BI harus independen ya, agar bisa membuat kebijakan moneter yang tepat untuk Indonesia. Jangan biarkan politik mempengaruhi keputusan yang akan mempengaruhi ekonomi kita. 🤔
 
Wah banget ya, Menteri Keuangan itu bilang apa-apa, tapi sepertinya masih tidak fokus pada isu utama yaitu independensi BI 🤔. Kalau benar-benar kompetensi adalah penilaian utama, maka mengapa mereka tidak memilih orang yang lebih ahli dalam bidang moneter? 💼 Tapi aja, aku rasa pilihan Thomas Djiwandono masih bisa dijangkau dari sudut pandang ini. 🤷‍♂️
 
Biar nggak ada salah paham, aku pikir kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) harus lebih transparan banget. Jadi, bagaimana kalau kita tahu apa yang sedang dikerjakan BI sendiri? Sepertinya Menteri Keuangan itu agak takut bicara langsung. Tapi aku pikir biar baik kalau kita ngobrol tentang ini, jadi kita bisa tahu apa yang terjadi di dalam Bank Indonesia.
 
Pilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ngerasa kurang masuk akal, kayak giliran orang lain yang diangkat tanpa harus siap-siap terlebih dahulu 🤔. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa benar-benar bisa dipercaya karena dia jelas menjelaskan kompetensi sebagai penilaian utama untuk seseorang dalam jabatan pemerintahan. Tapi, kok masih ada sensasi ketidakpuasan di kalangan netizen? 🤷‍♂️ Mungkin karena ini masih kontroversi, tapi saya pikir BI harus tetap jaga independensinya, bukan cuma soal hubungan kekerabatan aja, tapi juga hasil analisis dan kebijakan yang terbaik 📈.
 
kembali
Top