Dalam pilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, aku pikir ada sesuatu yang tidak beres. Jika memang kompetensi adalah penilaian utama untuk seseorang dalam jabatan pemerintahan, maka apa yang salah dengan kalau otoritas fiskal dan moneter BI dilatih oleh orang-orang yang lebih senior atau lebih berpengalaman? Aku pikir Thomas Djiwandono sendiri sudah cukup berpengalaman di bidang keuangan, tapi apakah benar-benar ada kesempatan bagi dia untuk membuktikan kompetensinya?
Aku juga penasaran dengan jawaban Menteri Keuangan tentang koordinasi antara fiskal dan moneter. Jika memang BI beroperasi secara terpisah dalam hal kebijakan moneter dan fiskal, maka apa artinya jika koordinasi dilakukan melalui jalur koordinasi resmi? Apakah itu bukan juga cara untuk mengontrol dan mengatur kebijakan BI?
Aku pikir yang perlu diingat adalah pentingnya independensi institusi keuangan. Jika BI tidak bisa beroperasi secara independen, maka bagaimana kalau ada ketentuan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat? Aku harap Menteri Keuangan dan pemerintah akan lebih teliti dalam memilih orang untuk menjabat di BI.
Aku juga penasaran dengan jawaban Menteri Keuangan tentang koordinasi antara fiskal dan moneter. Jika memang BI beroperasi secara terpisah dalam hal kebijakan moneter dan fiskal, maka apa artinya jika koordinasi dilakukan melalui jalur koordinasi resmi? Apakah itu bukan juga cara untuk mengontrol dan mengatur kebijakan BI?
Aku pikir yang perlu diingat adalah pentingnya independensi institusi keuangan. Jika BI tidak bisa beroperasi secara independen, maka bagaimana kalau ada ketentuan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat? Aku harap Menteri Keuangan dan pemerintah akan lebih teliti dalam memilih orang untuk menjabat di BI.