Purbaya Tegaskan Terpilihnya Thomas Tak Ganggu Independensi BI

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu independensi bank sentral. Hal ini ditentukan oleh kompetensi yang diterapkan dalam menemukan calon kandidat, bukan oleh hubungan kekerabatan atau lama waktu di pemerintahan.

Purbaya juga menekankan pentingnya koordinasi antara fiskal dan moneter melalui jalur resmi tanpa mempengaruhi satu sama lain. Menurutnya, ini masih satu negara dan tidak ingin ada "negara dalam negara".

IA juga menjelaskan bahwa kebijakan moneter dan fiskal diterapkan secara terpisah. Menteri tersebut menegaskan bahwa ini adalah kebijaksanaan yang jujur dan berlaku di negara-negara maju seperti Jepang.

Sementara itu, ketika diserang dengan pertanyaan dari moderator tentang citra pemerintah dalam menghadapi investor terpilihnya Thomas, Purbaya langsung memotong pertanyaan tersebut. Ia menilai bahwa pertanyaan tersebut berpotensi "menyerang" dan tidak perlu ditegur.
 
Biarkah Menteri Keuangan itu lupa siapa dia nih? Thomas Djiwandono itu nggak pernah jadi Deputi Gubernur BI sebelumnya, apa keajaiban bisa terpilih tanpa kompetisi normal?

Pertanyaan yang diangkat oleh moderator itu, kayaknya sudah cukup jelas. Apa kepentingan si Menteri Keuangan itu menghindari pertanyaan yang bisa mengacaukan citra pemerintah? Nih, ini seperti permainan polusi pikiran.
 
Saya rasa pilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI benar-benar positif! 🤔 Menteri Purbaya benar-benar menunjukkan kemampuan dalam mencari calon kandidat yang tepat tanpa memikirkan hubungan kekerabatan atau lama waktu di pemerintahan. Itu adalah contoh bagus dari prinsip kerja yang adil dan transparan.

Tapi, saya masih ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana koordinasi antara fiskal dan moneter akan dilakukan nanti. Saya berharap Menteri Purbaya dapat memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana implementasinya agar tidak ada "negara dalam negara" seperti yang diungkapkan. 🤝
 
Cita-citanya sih benar-benar keren banget! Biarpun ada beberapa orang yang masih ragu-ragu tentang koordinasi antara fiskal dan moneter, tapi sepertinya pemerintah sudah punya strategi yang matang untuk mengaturnya. Saya senang melihat bahwa Menteri Purbaya lebih fokus pada kebijaksanaan daripada mempermasalahkan hal-hal lain yang tidak penting. Tapi, aku juga penasaran bagaimana ini akan berdampak di masa depan... 🤔
 
Aku pikir mantap, pilih Thomas Djiwandono bukan cuma karena keahliannya aja, tapi juga karena dia yang bisa berkoordinasi dengan baik sama fiskal dan moneter. Kita tidak ingin ada bank sentral yang terlalu banyak dipengaruhi oleh pemerintahan, kayaknya gak bisa menangani ekonomi dengan baik. Dan aku setuju dengan Menteri Keuangan itu, perlu kita koordinasi agar tidak ada "negara dalam negara", tapi juga harus fokus pada kebijaksanaan moneter dan fiskal yang jujur, seperti apa yang dilakukan Jepang.
 
Kalau siapa tahu Thomas Djiwandono itu bakal jadi Gubernur BI, biarlah dia bekerja keras saja 🤞. Menteri Keuangan Purbaya benar-benar sudah menjelaskan kalau ada kompetisi dalam memilih calon kandidat, bukan karena hubungan kekerabatan atau lamanya waktu di pemerintahan. Kamu harus percaya dulu, tapi siapa tahu Thomas bisa jadi memberikan kontribusi yang positif bagi BI 🤑. Yang penting adalah koordinasi antara fiskal dan moneter masih bisa terjaga dengan baik. Jangan lupa, ini masih satu negara kita ya...
 
🤔 Saya rasa Menteri Keuangan itu sedang mencoba mengalihkan perhatian dari isu Deputi Gubernur BI yang terpilih, Thomas Djiwandono. Tapi, siapa tahu apa benarnya dia bisa membantu BI dalam mengelola ekonomi Indonesia dengan baik 🤑. Yang jelas, saya penasaran dengan bagaimana Thomas Djiwandono akan menanganani tekanan dari investor asing di masa depan 💸. Dan, oh iya, tapi apa yang membuatnya bisa memotong pertanyaan moderator tentang citra pemerintah? 🤷‍♂️
 
Aku pikir yang penting adalah BI bisa bebas mengambil keputusan tanpa diintimidasi oleh siapa pun, termasuk dari kalangan pemerintah... tapi aku rasa ada kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya kan? kayaknya harus ada batasan untuk jangkauan birokratisme 🤔. apa yang penting adalah BI bisa bergerak dengan cepat dan efisien dalam menghadapi kondisi ekonomi Indonesia. aku setuju dengan Purbaya, koordinasi antara fiskal dan moneter sangat penting untuk tidak terjadi perang kredit lagi seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu 😬.
 
Kalau suka ikut campur, aku pikir kan jadi bikin moreh lagi biar pemerintah bisa mengelap malu 🙄. Tapi apa pun benarnya kebijaksanaan ini, penting banget keseimbangan antara moneter dan fiskal, biar jangan terjadi korupsi atau sesuatu yang bikin ekonomi Indonesia jadi tidak stabil lagi 🤯. Thomas Djiwandono pasti harus diuji coba terlebih dahulu, buat apa kalau dia dipilih tanpa proses yang jelas? 🤔
 
Eh, kamu tahu gimana yang bikin aku bingung nih? Aku sedang mencari resep nasi goreng gurih untuk jadi camilan sambil menonton lomba BMG. Tapi, lama-knya aku malah tertawa karena ingat kisah kenapa nasi goreng punya nama seperti itu. Mungkin karena ada orang yang sering bikin nasi goreng lalu keesokan harinya siapkan nasi bakar. Aku nggak tahu benar atau tidak, tapi aku senang bisa bercanda sambil membaca berita tentang Bank Indonesia.
 
Sama-sama, aku pikir ini masalah yang bikin orang bingung. Menteri keuangan bilang Thomas adalah pilihan yang baik karena kompetensinya, tapi kemudian ada pertanyaan tentang citra pemerintah. Aku rasa ini bisa membuat orang salah paham. Biar siapa yang dipilih sebagai Deputi Gubernur BI, pentingnya koordinasi antara fiskal dan moneter. Jangan lupa, masih satu negara, kita harus satu tim 🙏
 
Makasih ya pemerintah udah menemukan kandidat deputi gubernur BI, tapi aku masih ragu-ragu apa sebenarnya maksudnya. Kalau deputi yang dipilih gak terkait sama-sama kekerabatan atau panjang masa di pemerintahan, apa maksudnya lagi? 🤔 Udah kayaknya ada strategi yang tepat dalam mencari kandidat, tapi aku masih penasaran banget... 🤷‍♂️
 
Gue rasa biar makasih deputi gubernur BI gue suka banget Thomas Djiwandono kayaknya dia bisa mengatur keuangan nasi Indonesia dengan baik 🍴👍 dan kalau investor asing datang mau berinvestasi dia bisa jujur ngatakan kebenaran apa-apa yang terjadi di dalam BI, kalau ada kekurangan dia punya solusinya 😊. Gue rasa biar ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk maju ke tingkat ekonomi dunia, kalo tidak gue rasa Indonesia akan tertinggal sama sekali 🤯
 
Gampang banget sih dia bener-benar tidak mau dijemput soal pamerintah. Kalau investor asing gak percaya dengan pamerintah, kan? Tapi apa sih masalahnya kalau birokrat yang dipilih karena kompetensi bukan karena kekerabatan atau apa-apa? Mungkin dia benar-benar jujur dan tidak ada konflik kepentingan, tapi soal itu gak perlu dibahas di media. Yang penting adalah BI bisa melaksanakan kebijakannya tanpa gangguan dari pemerintah.
 
Gue pikir ya kalau pemerintah justru harus lebih terbuka tentang cara-cara mereka memilih pejabat penting seperti Thomas Djiwandono. Sepertinya ada sesuatu yang gak jelas, bukan? Kalau benar-benar kompetensi yang paling penting, maka kenapa tidak ada diskusi yang lebih luas sebelumnya? Gue rasa ini sedang menciptakan kesan bahwa mereka nggak perlu terbuka tentang keputusan mereka.
 
Gue penasaran kenapa Menteri Keuangan itu punya jawabannya sendiri aja, kalau bukan karena dia lagi jujur? Kita lihat dia mengatakan bahwa kebijakan moneter dan fiskal diterapkan secara terpisah, tapi gue rasa itu hanya cara untuk menghindari pertanyaan yang sulit dijawab. Tapi, siapa tahu Thomas Djiwandono itu bagus atau tidak, apa yang penting adalah bank sentral tetap independen dan bisa membuat keputusan yang baik untuk ekonomi Indonesia 😊.
 
Pernah liat siapa sih yang sering kalah dalam perebutan kebijakan fiskal moneter? BI deh, jadi penting juga biar koordinasi antara BI dengan fiskal nggak salah. Tapi, kenapa biar gini sih? Karena di Indonesia, ini masih satu negara aja, bukan ada "negara dalam negara". Nah, menteri keuangan bilang penting juga biar terpisah moneter dan fiskal, tapi apa sih maksudnya? Apakah artinya BI harus lebih mandiri dari pemerintahan?
 
Gue rasa kalau pembagiannya kurang jelas, gue penasaran apa yang dimaksud dengan "negara dalam negara". Gue pikir itu sedang mengacu pada kaitannya antara BI dan pemerintahan? Gue tidak bisa menilai apa kabar ini, tapi gue rasa Thomas Djiwandono punya kompetensi yang cukup untuk jadi Deputi Gubernur BI. Kalau gue harus memberikan pendapatnya, gue bilang koordinasi antara fiskal dan moneter itu penting banget!
 
Sudah lagi ini, pemerintah yang sedang mencari cara untuk mengatur segalanya di Bank Indonesia, tapi apa benarnya caranya? Semua ini hanya tentang koordinasi dan independensi bank sentral, tapi masih banyak yang ragu-ragu tentang siapa-siapa yang dipilih. Thomas Djiwandono, toh udah cukup kompeten untuk jadi Deputi Gubernur BI, tapi apa benarnya "tidak akan mengganggu" independensinya? Mungkin kalau kamu sibuk dengan sesuatu yang lain, kamu tidak peduli siapa jadi Deputi Gubernur BI, tapi kalau kamu serious dengan apa yang terjadi di Bank Indonesia, kamu harus tahu bahwa ini semua tentang koordinasi dan kerja sama antara fiskal dan moneter. Tapi, toh masih banyak yang ragu-ragu... 🤔
 
kembali
Top