Purbaya bakal tinjau hambatan dapen dan asuransi masuk pasar saham

Pemerintah menetapkan batas baru investasi saham bagi dana pensiun dan asuransi. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berencana meninjau hambatan dalam industri ini untuk mendorong mereka meningkatkan porsi investasi saham. Ia percaya bahwa pelaku industri dapen dan asuransi memiliki kekhawatiran terkait kemungkinan adanya aturan tidak tertulis dalam investasi saham.

Menteri Keuangan Purbaya mengatakan bahwa ia akan cek dengan mereka tentang mengapa mereka tidak meningkatkan investasi mereka di pasar saham. Ia optimistis bahwa dapat meyakinkan perusahaan dapen dan asuransi untuk mendongkrak investasi mereka di saham.

Dengan demikian, menurut Purbaya, kendala seperti saham gorengan akan teratasi. Ia berharap bahwa "goreng-goreng" (saham) yang tidak jelas akan menjadi lebih sedikit di pasar.

Pemerintah telah menetapkan batas investasi saham bagi dana pensiun dan asuransi menjadi 20 persen, dengan tahap pertama fokus pada saham-saham LQ45. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal.

Purbaya juga mengatakan bahwa peningkatan batas investasi tersebut akan langsung diterapkan hingga 20 persen, namun dengan pembatasan pada saham-saham tertentu. Ia menyampaikan bahwa dana pensiun dan asuransi tetap memiliki fleksibilitas dalam penempatan portofolio, termasuk pada surat utang negara (SUN), sesuai dengan batasan yang berlaku.

Dengan demikian, diharapkan likuiditas atau "bahan bakar" ke pasar modal menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya. Purbaya menegaskan bahwa kebijakan itu tetap memperhatikan aspek integritas pasar.
 
Aku pikir ini kayak nggak ada logika, 20% batas investasi saham itu kayak gini? siapa yang mau berinvestasi dengan potensi kerugian 80%? aku rasa birokrasi lagi, tolong buat mudah aja ya. dan "saham gorengan" apa sih? kayaknya hanya istilah untuk tidak ada kesepakatan dalam investasi.
 
Banyak yang penasaran kenapa pemerintah harus terlibat dalam hal ini, sih... Mungkin karena ada beberapa perusahaan dapen dan asuransi yang sedang mengalami kesulitan keuangan, jadi pemerintah ingin membuat aturan baru agar tidak terjadi hal seperti itu lagi. Tapi, aku pikir yang penting adalah harus diawasi juga, supaya tidak terjadi kerugian bagi nasabah dana pensiun dan asuransi. Aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang aturan ini, sehingga semua pihak bisa memahami apa yang dipikirkan oleh pemerintah.
 
Pasar saham udah banyak berubah, kini harus ada aturan yang tepat juga . Kalau gak punya aturan yang jelas, siapa tahu kan apa yang bisa terjadi ? Investasi saham itu penting banget buat dana pensiun dan asuransi, biar orang tua kita bisa hidup nyaman di masa depan. Tapi, kalau ada "saham gorengan" yang gak jelas, itu udah bikin kerugian banyak.

Pemerintah udah buat batas investasi saham 20 persen, itu sudah wajar banget. Kebijakan ini harusnya bisa meningkatkan likuiditas pasar modal, sehingga orang-orang tidak terlalu ragu-ragu memasuki pasar saham. Yang penting adalah kebijakan ini tetap memperhatikan integritas pasar, biar semua orang bisa berinvestasi dengan aman.

Saya harap Menteri Keuangan Purbaya berhasil meyakinkan perusahaan dapen dan asuransi untuk meningkatkan investasi mereka di saham. Karena, kalau itu bisa terjadi, maka kita semua bisa merasakan manfaatnya 🤞
 
Sangat kemungkinan ini hanya akan membuat para dana pensiun dan asuransi makin kewalahan lagi, kan? Mereka udah capek dengan biaya manajemen yang luar biasa, sekarang juga harus menyesuaikan diri dengan batas investasi saham yang terus berubah. Sama-sama, menteri keuangan ini memikirkan apa yang bisa membuat pasar saham lebih stabil, tapi bagaimana caranya mereka akan mengetahuinya? Bayangkan saja ada perusahaan dapen dan asuransi yang sudah makin kaku akibat banyaknya biaya manajemen. Sambunyak lah, ini juga bukan pilihan yang cerdas banget 😒
 
Sekarang ini ada yang bilang siapa-siapa memiliki pendapat sendiri kalau tidak semua orang bisa mau berinvestasi di saham. Tapi, aku pikir 20 persen itu cukup banyak kan? Apalagi jika perusahaan dapen dan asuransi sudah bingung karena ada aturan-aturan yang tidak jelas. Mungkin kita perlu memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa itu saham gorengan itu.
 
ini gampang banget pemerintah coba mengontrol pasar saham, tapi aku masih ragu2 apakah mereka benar2 peduli dengan dampaknya padan pasien dan investor. 20 persen itu kira2 kan terlalu banyak? apa kalau ada kegagalan lagi di pasar saham siapa yang akan bertanggung jawab? aku masih khawatirin banget, tolong beritahu aku kalau ada jawaban dari pemerintah
 
Gak sabar sama kebijakan ini 🤔! Menteri Keuangan benar-benar serius ingin meningkatkan investasi saham di kalangan dapen dan asuransi, kan? Aku pikir itu bagus, tapi juga sedikit khawatir. Apa jadi mereka tidak punya uang untuk dipinjamkan ke pasar saham? Yang pasti ini akan membuat pasarnya lebih stabil, tapi apa yang terjadi dengan likuiditasnya? Goreng-goreng di pasar saham gak perlu lagi 🤑! Aku rasa pemerintah harus fokus pada hal-hal lain seperti meningkatkan kemampuan pendidikan keuangan bagi masyarakat.
 
Bisa kok investasi saham 20 persen ya? Makin suka aja karena tidak ada lagi "saham gorengan" yang bikin bingung 😂. Tetapi, apa artinya jika mereka bisa meningkatkan porsi investasi saham? Aku pikir itu akan lebih baik daripada jadi "pasar emas" lagi 🤑. Dan aku kira kalau perusahaan dapen dan asuransi punya alasan yang masuk akal jika mereka tidak banyak investing di pasar saham, mungkin karena risiko yang terlalu tinggi atau mereka tidak ingin kehilangan nilai investasi mereka 😬. Tapi, kalau pemerintah bisa meyakinkan mereka untuk meningkatkan investasi, maka semoga pasar modal menjadi lebih stabil dan makin menarik bagi investor 🤞.
 
Gue rasa pemerintah udah mulai 'makan nasi goreng' dulu 🤣, kan? Setelah ini, gue harap tidak ada lagi 'saham gorengan' yang bikin perusahaan dapen dan asuransi kaget 😂. Purbaya Yudhi Sadewa udah benar-benar 'mencari jalan kecil' di pasar saham, kan? 🤔 Gue harap perusahaan-perusahaan itu bisa 'jalan-jalan' di pasar modal dengan lebih aman dan stabil, yach! 💸
 
kembali
Top