Purbaya Akan Rotasi 50 Pegawai Kemenkeu Akhir Pekan

Pemerintah menetapkan 50 pegawai Kemenkeu akan diberhentikan dan diganti dengan orang baru akhir pekan ini. Hal itu diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri sidang di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). Rotasi ini dilaksanakan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa pegawai Kemenkeu.

Purbaya menyinggung terkait penangkapan para pegawai Bea dan Cukai di Jakarta dan pajak di Banjarmasin yang terkena OTT oleh KPK. Menurut dia, mereka akan diberhentikan jika terbukti bersalah. "Nanti kita lihat, kalau terbukti salah bisa diberhentikan kita berhentikan", ucapnya.

Saat ini, Kemenkeu sedang menghadapi kemacetan akibat penangkapan para pegawai yang dituduh melakukan korupsi. Dengan demikian, rotasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keseragaman dan efisiensi dalam pekerjaan Kemenkeu.

Namun, belum diketahui siapa saja pegawai yang akan diganti melalui proses rotasi ini. Purbaya hanya mengumumkan bahwa jumlahnya sekitar 50 orang, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
 
Maksudnya, kalau pemerintah mau serius dalam melawan korupsi, harus ada aturan yang jelas dan diikuti dengan benar. Ngomong-ngomong siapa lagi pegawai Kemenkeu yang bersalah? Kalau mereka tahu sudah akan diberhentikan, tidak harus lama-mana berusaha untuk mempertahankan posisi mereka.
 
Aku pikir kalau ini salah strategi banget. Mereka coba ngeransang korupsi buat bisa menggantinya dengan pegawai baru. Aku rasa harus ada cara lain buat mengatasi masalah korupsi, tidak dengan ngeremehkan atau memaksa orangnya diganti. #KorupsiTidakBerkebunDiBawahBayam #RotasiPegawaiTidakSebeneranyaJawabannya
 
Gak sabarnya aja, kalau ada korupsi dan keterlambatan maka harus dihukum kan? tapi apa yang terjadi dengan mereka yang sudah mengalami kesalahannya? apakah hanya sekedar diberhentikan saja atau juga ada hukuman yang lebih berat lagi seperti penangguhan atau bahkan penjara? ini semua membuat aku merasa bingung, kenapa kita harus memaksa orang lain untuk menjadi apa yang kita inginkan tapi gak pernah sadar mengenai kesalahannya sendiri.
 
Eh mending langsung bicara soal rotasi ini aja... kayaknya harus dipantau sih, nggak mau ada korupsi di masa depan. Tapi, siapa tahu kemudian pegawai yang diberhentikan itu ternyata bersalah dan benar-benar salah... tapi sekarang terlalu cepat nih, nanti ada evidensinya aja. Kalau mau benar-benar efektif rotasi ini harus dilakukan dengan cermat dan tidak bisa langsung memilih siapa yang akan diganti tanpa bukti yang cukup.
 
Makasih ya kabar berita tentang penangkapan para pegawai Kemenkeu. Aku pikir hal ini buat nggabungin antara ketelatenan pemerintah dengan keinginan untuk mengantisipasi masalah korupsi yang sering terjadi di Indonesia. Rotasi ini pasti bermanfaat, tapi aku penasaran apa yang akan dilakukan pemerintah setelah pegawai-pegawai baru tiba-tiba diberhentikan? Aku harap mereka tidak jadi buruh bebas tanpa keijen.
 
aku bingung sih, kalau korupsi siapa aja yang bisa? aku saking percaya sama keberadaan KPK, mereka sih yang selalu ngecek-gecek semua orang penting di Kemenkeu. tapi ya, aku tahu kalau korupsi itu sangat serius, jadi kalau ada yang bersalah, pasti harus diperbaiki. tapi aku rasa nggak bisa menyerah, aku ingin melihat siapa aja yang masuk kategori korupsi ini! 🤔💡
 
Kapan kita di Indonesia aja ngerasa terus aja kekurangan orang yang berpengalaman dan bijak di dalam pemerintahan ini. Meningkatkan keseragaman dan efisiensi itu enak didengar, tapi kalau tidak ada bukti apa-apa, kayaknya hanya sekedar kata-kata. Rotasi ini mungkin perlu, tapi juga harus dipantau agar tidak jadi 'jebakan' pemerintah aja
 
Mengenang kalau ada skandal korupsi di Kemenkeu lalu ini... kalau terbukti salah siapa pun dipegang, baik itu yang sudah lama atau baru, itu keren ya! 🤩 Tapi, apa caranya kita bisa yakin siapa yang benar dan siapa yang salah? Karena kalau begitu, siapa yang masuk ke dalam rotasi ini nanti pasti orang yang bersalah... tapi, bagaimana cara membedakan siapa yang bersalah dan siapa yang tidak? 🤔
 
ini gak masuk akal banget nih, 50 orang pegawai saja yang diganti? itu buat apa lagi? menteri punya kalimat yang kaku banget, "kalau terbukti salah bisa diberhentikan", kayaknya dia nggak percaya pada dirinya sendiri 🤷‍♂️
 
Pegawai Kemenkeu yang terkena OTT sih kayaknya salah, tapi kenapa harus diberhentikan aja? Kalau bersalah kok harus dipenjarakan dulu ya... Rotasi ini sih lebih fokus pada efisiensi, tapi apa ada yang benar-benar mengoptimalkan pekerjaannya lagi?
 
Aku pikir cara ini nggak tepat. Mereka bilang siapa aja pegawai yang akan diganti, tapi jangan nyatain apa yang terjadi. Aku bingung kalau Kemenkeu harus macet seperti itu karena korupsi. Tapi aku juga tahu bahwa rotasi ini dilakukan untuk meningkatkan keseragaman dan efisiensi di dalam Kemenkeu 🤔. Aku harap pegawai yang akan diganti bisa dipilih dengan benar, jadi kita bisa melihat siapa aja yang berkontribusi pada korupsi 🚫.
 
Mereka bilang mereka ingin meningkatkan keseragaman dan efisiensi, tapi siapa yang bilang kalau mereka bisa bebas dari kesalahan? Mungkin mereka hanya ingin membersihkan posisi, tapi siapa yang bilang kalau mereka tidak akan membuat kesalahnya lagi? Mencurigai bahwa rotasi ini lebih untuk memperbarui wajah, bukan untuk benar-benar meningkatkan kinerja 🤔
 
Aku penasaran apa itu operasi tangkap tangan (OTT) dari KPK ini? Apa makanya mereka menangkap beberapa pegawai Bea dan Cukai di Jakarta dan pajak di Banjarmasin? Aku pikir itu akan membuat kerugian bagi banyak orang, tidak hanya korupsi. Tapi apa yang akan terjadi jika mereka terbukti bersalah?

Aku juga penasaran siapa saja pegawai Kemenkeu yang akan diganti melalui proses rotasi ini. Aku harap semua orang yang akan diganti itu sudah bersih dari tindakan korupsi. Aku ingin tahu bagaimana caranya KPK melakukan OTT ini, dan apa yang membuat mereka memutuskan untuk menangkap beberapa pegawai Kemenkeu? 🤔📝
 
Udah capek banget kalau korupsi terus muncul! Nanti siapa juga tahu di Mana? KPK harus bisa bikin operasi OTT yang tepat. Saya harap rotasi ini bisa memberikan kesempatan bagi orang baru untuk bekerja dengan benar-benar transparan dan jujur. Tapi, apa yang terjadi dgn para korban korupsi kalau gak ada yang jadi pengganti? Kita harus makin berhati-hati dan monitoring hal ini agar tidak terulang lagi 🤔💼
 
Saya pikir itu bodoh banget! Menteri Keuangan itu memang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Kemenkeu, tapi dengan cara ini, dia jadi malah memperkuat cerita bahwa korupsi itu sudah ada dan tidak akan pernah hilang. Rotasi ini seperti sekedar alib aja, supaya bisa bilang "oh, kita sedang melakukan operasi anti-korupsi" tanpa harus benar-benar buktikan apa yang mereka katakan. Saya rasa lebih baik jika Menteri Keuangan itu jujur dan bilang "saya salah, saya punya korupsi di sini" daripada mencoba menyembunyikannya dengan cara ini 🤦‍♂️
 
Maksudnya, kalau korupsi di Kemenkeu harus berhenti, kenapa kita harus memaksa beberapa pegawai yang bersalah punya pekerjaan? Kalau benar-benar ada korupsi yang terjadi, biarkan mereka lepas sejak awal aja, bukan harus dimaksakan untuk dipindahkan dan dibawa ke tempat lain 🤔.
 
Ini kalau pemerintah mau buang korupsi juga, tapi apa salahnya sih? Mereka harus ditegangi ya, tapi harus ada jaminan bahwa mereka akan digantikan dengan orang yang jujur dan tidak sama sekali terlibat dengan korupsi 🤔💡. Saya harap pemerintah bisa membuat rotasi ini menjadi contoh bagi semua lembaga di Indonesia untuk meningkatkan keseragaman dan efisiensi dalam pekerjaan mereka 👍💯. Dan harusnya ada transparansi sih, kalau tidak mau kita tahu siapa saja yang akan diganti melalui proses rotasi ini 🤷‍♂️📰.
 
Kabar ini bikin kita penasaran nih, siapa saja pegawai yang akan diganti? Kita harap rotasi ini bisa membawa perubahan positif di dalam Kemenkeu 🤞. Tapi juga bikin kita berpikir, apa yang dilakukan mereka itu benar-benar salah? Kalau tidak, mungkin mereka harus memaafkan dan memberi kesempatan lagi 😊.
 
kembali
Top