Profil Rizal, Eks Direktur P2 Ditjen Bea Cukai yang Kena OTT KPK

Rizal, mantan direktur penyidikan dan penindakan Direktorat Jenderal Bea Cukai (P2 Ditjen Bea Cukai), ditangkap oleh Kasus Pencucian Uang Korupsi Terkini (OTT) Komisi Pemberantasan Kejahatan Korupsi (KPK) di Lampung pada Rabu, 4 Februari 2026. Sehari kemudian, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam OTT KPK terkait kasus impor ilegal.

Rizal saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatera Barat, tapi diperkirakan tindak kejahatannya dilakukan saat ia mengampu jabatan sebelumnya. Penyelidik Kasus Pencucian Uang Korupsi Terkini (KPK), Budi Prasetyo, menyatakan bahwa Rizal adalah pejabat eselon 2 di Bea dan Cukai yang sudah mantan. Ia memimpin operasi Patkor Kastima ke-29 pada tahun lalu, dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp20 miliar.

Rizal juga dikenal sebagai pengungkapan kasus penyelundupan narkotika pada Juni 2025. Pihak Bea dan Cukai berhasil mengungkap penyelundupan 2 ton sabu di Perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Atas kinerjanya, ia mendapatkan penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Namun, kasus yang menjerat Rizal justru terjadi ketika ia menjadi Direktur P2 Ditjen Bea Cukai. Dengan ditangkapnya Rizal oleh KPK, posisinya sebagai Direktur P2 Ditjen Bea Cukai itu bak pisau bermata dua. Jabatan itu mengangkat nama Rizal lewat sejumlah prestasi, sekaligus menjerumuskannya dalam tindak pidana korupsi.

Rizal juga pernah dipanggil lembaga anti-rasuah pada 2024 lalu sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Selain itu, ia memiliki kekayaan lebih dari Rp19,7 miliar.

Dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK milik Rizal tertanggal 24 Februari 2025 untuk laporan periodik 2024 menyatakan bahwa ia memiliki delapan aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Medan dan Jakarta Timur. Total nilai aset milik Rizal ini mencapai Rp16,8 miliar.

Kemudian, Rizal juga melaporkan kepemilikan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp1,8 miliar, empat kendaraan bermotor dengan total nilai Rp595 juta, dan harta bergerak lainnya senilai Rp458 juta.
 
Gue rasa Rizal itu kayaknya perlu dihati oleh kampus kita, ya! Ia memiliki kekayaan besar, tapi kemudian ia ditangkap karena kasus korupsi. Gue pikir ini sangat tidak enak dan gue ingin semua orang di kampus kita bisa belajar dari kasus ini, yaitu jangan pernah mencuri atau melibatkan diri dalam kejahatan. Kita harus selalu berhati-hati dan bertanggung jawab dalam segala hal yang kita lakukan. πŸ“šπŸ’‘
 
ya aku rasa paham kenapa Rizal ditangkap oleh KPK πŸ€”. tapi kalau benar-benarnya ia adalah pejabat korup korupan yang lama, maka aku rasa ini salah langkah dari KPK. apa maksudnya mereka harus menangkap mantan pejabatnya juga? 😐. aku rasa ada cara lain untuk memecahkan kasus ini tanpa harus menangkap orang yang sudah tidak lagi bekerja di lembaga tersebut.
 
Mana sih dia Rizal, mantan direktur Bea Cukai yang terlontar seperti pisau bermata dua. Ia bisa mendapatkan semua prestasi itu tapi gak bisa menahan tindakan korupsi sendiri kan? Semua gokilnya di Lampung justru bikin ia jatuh, tapi kira-kira apa keuntungan kalau ia jatuh? Bayangin dulu kalau ia masih bertahan, gak ada yang tahu betapa besar korupsi yang ia pegang. Saya pikir ini contoh nyata bahwa tidak pernah selesai. Ia bisa dihukum tapi sampai kapan lagi orang-orang seperti Rizal akan terus menimpa negara kita?
 
[diagram sederhana dari tubuh manusia dengan warna kuning dan putih]

Hmm, Rizal yang mantan direktur P2 Ditjen Bea Cukai ditangkap karena kasus pencucian uang korupsi... ini bikin saya bingung. Pertama kali saya liat namanya di berita, saya pikir itu hanya cerita tentang orang lain.

[tombol penipu dengan garis merah]

Tapi, semakin saya lihat artikelnya, saya jadi ingat bahwa Rizal juga pernah menjadi Direktur P2 Ditjen Bea Cukai. Artinya, namanya sudah tercatat di laporan harta kekayaannya... tapi apa yang sebenarnya terjadi?

[diagram dari mata bicara dengan warna biru]

Saya pikir ini bisa jadi salah satu contoh bagaimana korupsi bisa menyebar begitu cepat dan luas. Rizal pernah menjadi korban operasi Patkor Kastima ke-29, tapi sekarang ia yang ditangkap karena kasus yang sama...

[ikon cek list dengan warna hijau]

Saya ingat, Rizal juga pernah di panggil sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang menjerat eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari... apakah itu ada hubungannya?

[garis bawah dengan warna hitam]

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi saya harap bahwa kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya memahami pentingnya korupsi dan bagaimana cara mencegahnya.
 
Gue rasa si Rizal ini benar-benar bikin kerjaannya ganti tekan ya πŸ˜…. Sebagai mantan direktur penyidikan dan penindakan Bea Cukai, tapi tiba-tiba ditangkap oleh KPK karena kasus pencucian uang korupsi. Gue pikir si Rizal ini malah membuat kesalahan dalam kerjaannya, bukan? πŸ€”

Gue pernah lihat si Rizal ini sebagai pengungkapan kasus penyelundupan narkotika, tapi sekarang ternyata si Rizal ini juga bisa jadi korupsi. Gue rasa si Rizal ini harus fokus dalam bekerja dan tidak boleh bikin kesalahan lagi ya πŸ˜….

Gue curiga, si Rizal ini malah memiliki kekayaan yang cukup besar, lebih dari Rp19,7 miliar. Tapi siapa tahu si Rizal ini benar-benar tidak melakukan kesalahan? Gue masih penasaran tentang kasus ini πŸ˜•.
 
Rizal ini kabarnya ditangkap oleh KPK dalam kasus pencucian uang korupsi... ini bukan kali pertama kalinya Rizal terlibat dalam skandal korupsi, apa lagi kalau dia pernah dipanggil sebagai saksi dalam kasus Rita Widyasari yang jadi target tuduhan korupsi juga. Rizal ini memang nggak sabar-sabar kaya gitu, kayaknya punya banyak harta berharga... tapi apa artinya kalau semua itu jadi korban skandal korupsi...
 
Rizal gue penasaran kaya dimana duitnya itu πŸ€”. 16,8 miliar! itulah biaya pembangunan jalan-jalan di daerah nantinya pasti bisa dibuat lebih murah πŸ˜‚. Dan Rp20 miliar kerugian negara dari kasus Patkor Kastima ke-29 ini, siapa bilang bahwa korupsi tidak ada di Bea Cukai? πŸ€‘. Saya bayangkan kalau Jokowi tahu tentang ini, dia pasti akan marah πŸ’₯.
 
Gue pikir kalau Rizal ini kira-kira bisa diwaspadai sih, tapi ternyata dia terjebak dalam kasus korupsi yang parah. Gue senang melihat penangkapan KPK ini, karena itu akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memerangi korupsi. Sayangnya, Rizal ini banyak bekerja di Bea dan Cukai, tapi gue rasa dia lebih fokus pada mencari untung daripada menjaga integritas pejabatannya. Gue harap bahwa kasus ini akan membawa konsekuensi yang tepat bagi Rizal ini, agar bisa menjadi contoh bagi orang lain. πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ”’
 
Saya paham mengapa Rizal ditangkap oleh KPK. Ia dipandang sebagai pejabat korup yang suka menikmati kekayaannya dengan cara tidak sah πŸ€‘. Saya khawatir kalau kasus ini akan mempengaruhi reputasi Bea Cukai dan pemerintah. Yang penting adalah keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan anti korupsi yang sebenarnya.
 
Hati-hati dengar siapa yang mau menangkap korupsi ya... Rizal ini mantan direktur penyidikan P2 Bea Cukai yang ditangkap oleh KPK pada 4 Februari nanti karena kasus pencucian uang korupsi. Ia dulunya pernah jadi pengungkapan kasus penyelundupan narkotika dan mendapatkan penghargaan dari BNN, tapi akhirnya ia justru terjerat dalam kasus korupsi sendiri! Makasih yang diungkapkan oleh KPK, semoga Rizal ini bisa belajar dari kesalahan-kesalahannya πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Rizal gak bisa dipercaya lagi, gak kepercayaan sama sekali, tapi itu semua udah tercatat di dokumen apa pun πŸ˜’. Korupsi juga bisa dilakukan di mana-mana, kalau tidak ada yang penasaran, gak ada yang tindak. Saya rasa itu juga perlu dibangun kesadaran masyarakat agar tidak seperti Rizal, jadi korupsi dan kejahatan bisa terjadi dengan bebas πŸ€”.
 
Wah kaya banget gini! πŸ€‘ Rizal punya kekayaan lebih dari Rp19,7 miliar, tapi dia masih bisa terjebak dalam kasus korupsi? 😱 Menurut saya, ini bukan keajaiban, tapi coba-banget apa yang diinginkannya. πŸ€¦β€β™‚οΈ KPK sudah mengungkapkan banyak hal tentang Rizal sejak 2024 lalu, tapi dia masih bisa terus beroperasi tanpa masalah? 🚫 Semoga dia bisa belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalunya dan menjadi contoh bagus untuk semua orang di Indonesia. πŸ’ͺ

Perhatian:

- Rizal punya penghargaan khusus dari BNN karena berhasil mengungkap penyelundupan narkotika 2 ton sabu di Perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada Juni 2025.
- Ia juga pernah dipanggil lembaga anti-rasuah sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari pada 2024 lalu.
- Rizal punya delapan aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Medan dan Jakarta Timur dengan total nilai Rp16,8 miliar.
- Ia juga melaporkan kepemilikan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp1,8 miliar, empat kendaraan bermotor dengan total nilai Rp595 juta, dan harta bergerak lainnya senilai Rp458 juta.

Rumus: Rp16.800.000.000 + Rp1.800.000.000 + Rp595.000.000 + Rp458.000.000 = Rp19.653.598.000
 
Kasus Rizal ini benar-benar mengejutkan, siapa tahu dia bukan korupsi tapi kasus ini juga bisa menjadi pelajaran bagi semua orang di Indonesia πŸ€”πŸ‘€. Saya masih ingat ketika dia mengungkap penyelundupan narkotika pada Juni 2025, itu adalah contoh bagaimana penegakan hukum bisa berjalan dengan baik πŸ’ͺ. Tapi sekarang ini dia jadi tersangka dalam kasus pencucian uang korupsi 🚨, kita harus lihat apa yang terjadi di balik cerita ini dan bagaimana kita bisa menghentikan hal seperti ini dari muncul kembali πŸ•΅οΈβ€β™€οΈ.
 
Pernah kayakanya kena sampein korupsi nggak sih? Rizal mantan direktur penyidikan P2 Ditjen Bea Cukai ditarik kasus pencucian uang dan impor ilegal. Ia pernah jadi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatera Barat, tapi nggak cuma ngegara aja, malah terlibat dalam kasus-kasus korupsi juga. Ngerasa kayaknya kalau ada kasus korupsi siapa pun bisa jadi tersangka ya 😳.
 
Cerita Rizal ini bikin aku nyesit. Aku pikir dia siapa pun itu, masih bisa jalan lurus kok. Tapi kayak gini aja, mantan direktur Bea Cukai ditangkap karena kasus pencucian uang... dan kayaknya itu bukan hal barunya. Lihat saja rekor Rizal ini, sama-sama korupsi dan penjahatan. Aku rasa dia perlu belajar dari kesalahan-kesalahannya dulu. πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
kasus Rizal gini terlalu serangkaian banget 🀯 aku pikir mantan direktur P2 Ditjen Bea Cukai ini adalah contoh bagaimana korupsi bisa mulai dari bawah πŸ”₯ nanti kalau ia ditelantarkan tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukannya πŸ˜…. tapi apa yang pasti, kasus korupsi ini bakal membuat semua orang Indonesia bertanya-tanya tentang integritas Bea dan Cukai ya? πŸ€”
 
Rumus korupsi korban sistem keamanan narkotika 😱. Rizal ini kayak gila siapa yang punya uang 19,7 miliar aja? πŸ€‘ Posisinya di Bea Cukai itu kan untuk mengawasi pengiriman dan keluaran barang-barang penting πŸ’Έ, tapi ternyata dia juga menjadi korupsi 😳. Kasus ini pasti akan membuat banyak orang penasaran dan terkejut apa yang akan terjadi selanjutnya πŸ€”.
 
Rizal ini gak bisa dipercaya sih... kalau dia udah ditangkap karena korupsi dan ada kasus impor ilegal, tapi sebelumnya dia udah dihargai karena nggabung operasi yang berhasil ngolih potensi kerugian negara Rp20 miliar. ini kayaknya bikin percaya diri juga tapi kalau benar-benar korupsi sih aja jangan pernah.
 
Gue rasa ini kasus korupsi yang menyerang kepercayaan publik ya... tapi gue pikir yang penting adalah kita harus belajar dari kesalahan orang lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Rizal dulu lama sukses dan terkenal, tapi ia lupa pada etika kerja dan akhirnya jatuh ke dalam kasus korupsi. Gue berharap kita semua bisa belajar dari kesalahan Rizal untuk menjadi orang yang lebih baik dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Jadi, gue ingin berbagi saran: jangan terlalu memihak atau mencintai diri sendiri, tapi jangan lupa untuk selalu bertanggung jawab atas tindakan kita! πŸ€”πŸ’‘
 
kembali
Top