Profil & Harta Kekayaan Calon Hakim MK Usulan DPR, Adies Kadir

Calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR RI, Adies Kadir, telah disepakati oleh Komisi III DPR RI untuk menggantikan Arief Hidayat. Pernyataan yang menyebabkan kontroversi ini kembali mengapung pada Senin (27/1/2026), ketika Adies dipilih sebagai calon hakim MK. Kontroversi ini sebenarnya terjadi pada Agustus lalu, ketika Adies menjadi perbincangan akibat bicaranya tentang kewajaran hitungan tunjangan rumah DPR.

Sebelumnya, Inosentius Samsul dipilih sebagai calon hakim MK oleh Komisi III DPR RI, namun penetapan tersebut sudah disahkan melalui rapat paripurna pada pekan ketiga Agustus lalu. Menurut berita terkini ini, Adies adalah Wakil Ketua DPR RI yang lahir di Balikpapan pada 17 Oktober 1968. Ia memiliki latar belakang sebagai site manager, project manager, dan direktur utama beberapa perusahaan.
 
Gue pikir kontroversi ini gede banget, tapi apa salahnya sih? Adies kok punya latar belakang yang agak tidak umum di kalangan pengacara, tapi dia punya pengalaman di dunia bisnis yang cukup panjang. Gimana kalau kita lihat dari sudut pandang itu? Kita jangan lupa juga sih bahwa ini bukan soal pribadi, tapi siapa sih yang mau jadi hakim MK. Contoh yang gusah aku bayangkan sih, apabila dia bisa mengganti Arief Hidayat, mungkin aja kita bisa lihat hal-hal yang beda di dalam pengadilan. Aku suka banget dengar bahwa dia juga lahir di Balikpapan, kota yang gue sendiri sekarang punya teman dari sana. Kita sambut baiknya sih, semoga Adies bisa jadi hakim MK dengan baik. 🀝
 
Aku pikir kalau ada orang yang tidak faham tentang konsep sistem pemerintahan di Indonesia, ini adalah contoh bagus. Mahkamah Konstitusi (MK) itu seperti pengadilan terakhir, di mana mereka memeriksa apakah aturan-aturan di dalam konstitusi kita sudah dilanggar atau tidak. Kalau ada yang salah, MK bisa mengubahnya.

Aku berpikir bahwa pilihan Adies Kadir sebagai hakim MK ini benar-benar penting. Sebelumnya, Inosentius Samsul sudah dipilih sebagai hakim MK, tapi mereka memutuskan untuk tidak menunggunya. Sekarang, dengan Adies, kita punya wakil dari DPR RI yang bisa membantu mengatur aturan-aturan di dalam konstitusi kita.

Aku harap Adies bisa menggunakan pengaluanannya sebagai site manager dan direktur utama perusahaan untuk membuat MK lebih efisien. Kita harap Adies bisa memberikan keadilan bagi semua orang di Indonesia, terutama para warga yang merasa tidak adil karena kesalahpahaman hitungan tunjangan rumah DPR.
 
Itu beda sih, aku rasa nggak usah bingung lagi tentang kontroversi ini. Kalau udah disepakatkan oleh DPR, toh mungkin udah ada kemajuan yang positif. Aku ngga tahu apa yang sebenarnya terjadi di baliknya, tapi kalau bisa mengurangi kerumunan orang, itu sudah baik. πŸ€”
 
Pokoknya kontroversi ini kayaknya tidak masuk akal sih... Adies bisa jadi orang yang baik-baik saja di MK, tapi kenapa harus bikin kontroversi dulu? πŸ€” Selama dia tidak jadi korupsi, aku rasa tidak apa-apa lagi. Dan why harus punya latar belakang bisnis aja? Di kalangan hakim ya bukannya sebaiknya mereka punya latar belakang hukum atau kehukuman? πŸ€·β€β™‚οΈ Tapi kayak gue, aku yang salah ya...
 
Adies kembali masuk ke dalam kontroversi, nggak pintar aja sama-sama. Sebelumnya dipekelekkan karena bicara about hitungan tunjangan rumah DPR, sekarang lagi nggak mulu banget. Tapi, apa yang penting adalah dia dipilih sebagai calon hakim MK oleh Komisi III DPR RI. Aku pikir itu adalah keberhasilan dari sistem demokrasi di Indonesia. Jadi, Adies harus fokus jangan kembali masuk ke dalam kontroversi lagi.
 
Maksudnya siapa nih kalau pengambilan gaji DPR punya masalah? Si Adies itu benar-benar berasal dari Balikpapan, makasih informasinya 😊. Tapi apa yang salah dengan biaya tunjangan rumahnya aja? Bayangin aja kalau kita juga punya penghasilan serupa, gak bisa ngeluarin duit sama-sama ya? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku rasa pilihan Adies itu tidak masalah, tapi kalau komisi III DPR RI udah memilih Inosentius Samsul sebelumnya, kenapa harus diganti dengannya? Aku pikir ada tangan apa yang bikin perubahan ini? πŸ€”
 
Wow 🀯, kontroversi ini lagi-lagi mengapung... apa yang salah dengan Adies? Dia nggak bisa jadi hakim MK sebelumnya, tapi sekarang dia bisa... coba tebak siapa yang kini bakal jadi hakim MK? πŸ˜…
 
Adies itu apa? Siapa yang bilang dia bisa jadi hakim MK? Aku pikir dia masih ngobrol kayak gila tentang tunjangan rumah DPR... πŸ€¦β€β™‚οΈ Apalagi sekarang dia sudah terpilih? Aku tidak percaya lagi. Aku ingin tahu apa yang membuat Komisi III DPR RI memutuskan menggantikan Inosentius Samsul. Tidak adil sama sekali! 😑
 
ya kayaknya kontroversi ini udah beres, tapi aku pikir masih ada yang harus dibawa ke paling atas lagi ya... Aries Kadir itu orang yang sangat bijak dan cerdas, tapi apa dengan kata-katanya tentang hitungan tunjangan rumah DPR? apakah dia tidak perlu mempertimbangkan konsekuensi dari kata-katinya? aku pikir adies harus lebih teliti lagi sebelum meluncur ke hadapan! πŸ’‘πŸ™
 
Aku pikir gue udah sempurna banget dengerin kabar ini πŸ™„. Si Adies Kadir yang bikin kontroversi di DPR RI pasti masih belum jelas apa yang diharapkan dari kalangan orang umum dan calon hakim MK lho. Aku rasa siapa pun yang terpilih harus bisa membawa komitmen untuk mengatur pernyataan dan tindakannya agar tidak bikin kontroversi lagi πŸ˜‚.

Aku juga penasaran apa yang membuat Komisi III DPR RI memutuskan kembali Adies setelah sudah disepakati dulu. Mungkin karena ada hal-hal lain yang terungkap pas ia dipilih sebagai calon hakim MK? πŸ€” Aku harap siapa pun yang terpilih bisa menjadi hakim MK yang jujur dan transparan dalam menjalankan tugasnya πŸ’Ό
 
Saya pikir mantap kalau kita ngomongin tentang kontroversi ini πŸ€”. Pertama-tama, siapa bilang Adies tidak bisa jadi hakim MK? Ia punya latar belakang yang kuat dan pengalaman di bidang manajemen project. Saya pikir lebih penting kalau kita fokus pada kualitas dirinya daripada apa yang katanya nyesel-neselin tentang tunjangan rumah DPR itu πŸ˜‚.

Dan, siapa bilang Inosentius tidak memiliki kualitas diri sendiri? Aku lihat cerita ini kembali mengapung seperti badai pasang surut di laut 🌊. Saya pikir kita harus lebih bijak dan tidak mudah terilhami oleh sesuatu yang sederhana tapi tidak realistis. Kalau kita ingin mantap, kita harus ngawan-ngawannya terlebih dahulu πŸ’ͺ.
 
aku penasaran kalau apa sih salahannya dulu, aku rasa adies kadir jujur banget, tapi mungkin konteksnya yang salah, tapi aku pikir dia keren sekali! aku suka banget sama dia, aku udah ikut voting buat dia saat calon hakim MK 🀩, aku harap dia bisa membuat perubahan yang positif di mahkamah konstitusi πŸ‘
 
Wah, senang sekali Adies bisa bergabung dengan tim hakim MK πŸ™Œ. Aku rasa ini gampang banget kayaknya. Nanti kalau dia jadi hakim, dia bisa sih nge-bullied mantan rekanya yang bikin kontroversi dulu πŸ˜‚. Tapi serius, aku rasa Adies cukup pas untuk role ini. Dia tidak terlalu ngobrol dan tapi juga bukannya kurang berpengalaman. Yang penting adalah dia punya kemampuan untuk mengatur kehidupan perusahaan dengan baik, ya? πŸ€”. Mungkin nanti dia bisa mengatur hubungan antara hakim MK dan DPR RI dengan lebih baik, kayaknya tidak ada lagi kontroversi seperti dulu πŸ’ͺ.
 
Hmmppp, ngga tahu apa artinya kalau ada kontroversi tentang orang yang dipilih jadi hakim MK. Saya rasa lebih penting buat dilihat aspek profesi mereka daripada apakah ada masalah-masalah tertentu. Adies Kadir, dia udah punya pengalaman di bidang manajemen proyek, kayaknya bakal bisa jaga tata keberadikan dalam MK. Saya penasaran, siapa yang nggak suka kalau ada masalah tentang hitungan tunjangan rumah DPR? πŸ˜’
 
Gue rasa ini beda banget ari Adies dipilih lagi πŸ€”. Pertama kali diusulkan oleh DPR RI, gue pikir kira-kira ini kontroversi banget. Kalau bicara tentang kewajaran hitungan tunjangan rumah DPR, siapa tahu gue juga akan terkejut πŸ˜…. Tapi, kalau Adies diusulkan lagi kemudian, gue rasa ada apa yang salah? Gue rasa ada kesalahan dalam penetapan dulu yang dipilih Inosentius Samsul πŸ€·β€β™‚οΈ. Kalau diusulkan oleh DPR RI lagi, tapi juga disepakati oleh Komisi III, gue rasa ini beda jadi permainan 🎲.
 
Aku pikir penggantian Arief Hidayat dengan Adies kembali kontroversi sih... kalau sebelumnya ada masalah tentang tunjangan rumah DPR, tapi nanti ada yang ngatakan kalau karena kurang pengalaman di hukum? aku rasa kalau itu penting banget, tapi Arief Hidayat jadi pengacara senior di Jakarta sih... dan Adies kaya yang paham bisnis, tapi aja sih apa-apa tuh dengan MK?
 
ada bayangan kalau arief hidayat masih punya kesempatan ngerjain gubahan birokrasi di mahkamah konstitusi. siapa yang menggantikannya? siapa yang bisa ngurus hal-hal itu dengan lebih baik dari adies? tapi sih, aku rasa kalau kita harus fokus pada kualitas orang bukan aspek-aspek kontroversi di luar sana 😊.
 
Aku pikir kayaknya kontroversi ini udah kapanpun bisa dipahami. Kalau seseorang bicara tentang kewajaran hitungan tunjangan rumah DPR, itu tidak apa-apa. Tapi, aku rasa komisi III DPR RI sudah membuat kesalahan dengan memilih Inosentius Samsul dulu. Ia udah terpilih, tapi kemudian mereka malah ganti. Aku pikir kalau mereka harus tetap dipertimbangkan karena pengalaman dan keahliannya dalam bidang manajemen. Sekarang, aku harap Adies Kadir bisa membawa banyak pengetahuan dan pengalaman dari dunia bisnis ke dalam MK. πŸ‘
 
kembali
Top