Produksi Batu Bara 2026 Disunat Jadi Sekitar 600 Juta Ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengungkapkan rencana produksi komoditas tambang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Pada tahun ini, pemerintah menetapkan angka produksi batu bara sekitar 600 juta ton. Namun, Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat perkiraan awal dan belum dihitung secara detail.

Bahlil menekankan bahwa produksi nikel juga akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan produksi dan harga di tingkat global, terutama untuk batu bara yang saat ini menyuplai sekitar 43 persen dari total produksi di pasar global.

Menurut Bahlil, langkah ini juga bertujuan memenuhi aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam nasional. Pemerintah ingin mengelola sumber daya alam dengan bijak, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga ketahanan di masa depan.

Pada tahun ini, pemerintah menetapkan target produksi batu bara sebesar 600 juta ton. Namun, Bahlil menjelaskan bahwa volume final produksi masih dapat berubah, bergantung pada hasil perhitungan akhir serta kondisi riil di lapangan.

Pada tahun lalu, Indonesia mencapai rekor produksi batu bara sebesar 790 juta ton. Pemerintah ingin menurunkan target tersebut pada tahun ini, tetapi masih harus menjaga kemampuan produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik serta ekspor.

Bahlil juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian produksi untuk komoditas nikel. Pada tahun ini, pemerintah berkomitmen mencegah praktik monopoli pasokan bahan baku oleh industri besar. Sebaliknya, pemerintah ingin membuka ruang bagi pengusaha tambang, khususnya dari daerah, agar tetap terlibat aktif dalam rantai pasok industri hilir.

Dengan demikian, Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan esensi dari hilirisasi berkeadilan yang tengah digencarkan pemerintah. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem industri yang sehat, di mana dukungan terhadap investor besar tetap diberikan, namun diimbangi dengan kolaborasi yang menghadirkan manfaat ekonomi secara lebih merata bagi pelaku usaha di berbagai level.
 
Gue suka banget bikin perancangan tambang nih... kenapa? karena gue suka lihat desain bangunan yang dibuat oleh anak-anak desa dari daerah yang gue kunjungi saat liburan... mereka bisa membuat sesuatu dari sumber daya alam yang ada di sekitar rumahnya, dan kemudian jual hasil kerjaannya di pasar... itu bagus banget! tapi kalau kita buat perancangan tambang, pasti lebih baik lagi... karena gue suka lihat teknologi yang canggih dan bisa menghemat energi... kayaknya seperti perancangan desa yang terintegrasi dengan lingkungan... 🤔🌎
 
Gue pikir rencana produksi batu bara 600 juta ton agak rendah kan? Pada tahun lalu Indonesia produksi sebesar 790 juta ton, tapi gue lihat perubahan ini juga merupakan kesempatan bagus untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi. Gue ragu-ragu tentang praktik monopoli pasokan bahan baku itu, karena kalau begitu bisa merugikan banyak orang. Gue harap pemerintah bisa membuat aturan yang adil dan tidak menekan kekuasaan industri besar terlalu keras.
 
Uh iya? Mau tahu apa itu hilirisasi berkeadilan? Aku baru tahu kalau itu artinya membuat industri jadi lebih adil dan baik buat masyarakat. Tapi aku masih nggak paham apa sebenarnya makanya perlu dilakukan hal itu. Artinya, kita harus makin bijak dalam mengelola sumber daya alam, yakin? Aku sendiri suka banget dengan konsep ini, tapi aku masih butuh waktu untuk memahami lebih banyak lagi. Dan kalau bisa tahu siapa saja yang akan terlibat dalam hal ini, mau tahu juga!
 
Ggkkkk... 🤔 diagram tambang Indonesia:

+---------------+
| Batu Bara |
+---------------+
|
|
v
+---------------+ +---------------+
| Produksi | | Ekspor |
+---------------+ +---------------+
| |
| 600 juta ton |
| |
v v
+---------------+ +---------------+
| Kebutuhan | | Kemampuan |
+---------------+ +---------------+
| |
| Domestik | Ekspor
| |
v v
+---------------+ +---------------+
| Industri | | Pemerintah |
+---------------+ +---------------+

saya pikir rencana produksi batu bara ini agak mencolok... 🤔 perlu diingat bahwa produksi batu bara harus terkendali agar tidak berdampak buruk pada lingkungan. selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa ekspor batu bara dapat dilakukan dengan bijak dan tidak melanggar hak-hak pekerja tambang.
 
Kira-kira bagaimana nanti kalau kita jadi ketergantungan terlalu besar pada batu bara? Kita udah tahu kalau itu bisa menyebabkan masalah lingkungan, seperti polusi dan perubahan iklim. Jadi, apakah 600 juta ton itu masih realistis? Tapi, yang penting lagi adalah tidak mau terjebak dalam praktik monopoli pasokan bahan baku oleh industri besar.
 
Pernahkah kita pikir, kalau pemerintah kita mau bikin batu bara terus masuk 600 juta ton? Nah, aku bayangin kalau itu sebenarnya bukan tujuan dari ini, tapi lebih buat ngatur harga di pasar global. Misalnya nanti kena banjir pasokan dan harga jatuh, tapi gak bisa ngurangi produksi karena sudah terlalu lama memprediksinya 😅.

Dan apa salahnya kalau kita mau bikin strategi untuk mengendalikan harga batu bara itu? Kalau gak kita punya kontrol, maka gak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan lingkungan. Kita harus bikin strategi yang tepat agar kita tidak kalah dalam perdagangan internasional 🤔.
 
kembali
Top